Pekalongannews, Pekalongan – Tokoh masyarakat sekaligus tokoh spiritual asal Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Mbah Suryo Negoro, mengajak masyarakat untuk kembali memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang adil, harmonis, dan sejahtera. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diwujudkan melalui sikap serta tindakan nyata.
Mbah Suryo mengatakan, semangat para pejuang kemerdekaan 1945 tidak semata-mata diwujudkan dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perjuangan tersebut juga memiliki cita-cita agar masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, adil, sejahtera, dan terbebas dari berbagai bentuk penindasan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan semangat perjuangan para pendahulu bangsa. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita tersebut melalui pembangunan dan kehidupan sosial yang tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
“Bendera merah putih harus terus dikibarkan. Aplikasinya sekarang adalah membangun negeri ini lebih baik sehingga para pahlawan terdahulu akan bangga,” tuturnya.
Mbah Suryo menilai, berbagai persoalan sosial yang muncul di era reformasi perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Persoalan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, kesenjangan ekonomi, lemahnya penegakan hukum hingga ketidakadilan, menurutnya, menunjukkan masih perlunya penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.
Ia berharap Pancasila tidak hanya diperingati atau disebut dalam berbagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh masyarakat maupun pemerintah.
Bagi Mbah Suryo, pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati sesama, menjaga persatuan, mengedepankan keadilan, serta menjalankan tanggung jawab sesuai peran masing-masing.
Menurutnya, pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kualitas kehidupan masyarakat dan karakter para penyelenggara negara.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
“Pengamalan Pancasila jangan berhenti sebatas slogan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut dapat terus dijaga oleh generasi saat ini sehingga cita-cita para pendahulu bangsa untuk menciptakan kehidupan yang adil dan sejahtera dapat terus diwujudkan.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Mbah Suryo berharap masyarakat dapat ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis, berkeadilan, dan menjunjung persatuan.



No comments:
Post a Comment