Pekalongannews, Kajen – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menegaskan pentingnya peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Menurutnya, seorang ayah tidak hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara aktif dalam mendidik, membimbing, dan mendampingi tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut disampaikan Sukirman usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Senin (29/6/2026).
Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengajak seluruh keluarga memperkuat peran ayah dan ibu dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Sukirman mengatakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dalam menjalankan perannya.
Menurutnya, tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung makna bahwa pengasuhan anak bukan semata menjadi tanggung jawab seorang ibu. Seorang ayah juga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter, memberikan perhatian, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya.
"Peran ayah tidak cukup hanya bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Kehadiran ayah dalam proses pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak sangat penting agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal," ujar Sukirman.
Ia menambahkan, pembagian peran dalam rumah tangga harus dibangun atas dasar kesepahaman antara suami dan istri. Meski memiliki tugas yang berbeda, keduanya tetap harus saling melengkapi agar tercipta keharmonisan dalam keluarga.
Selain itu, Sukirman mengingatkan pentingnya perencanaan keluarga yang matang, mulai dari pendidikan anak, pembentukan karakter, pembinaan mental dan spiritual, hingga pemenuhan kebutuhan kesehatan. Menurutnya, seluruh aspek tersebut memerlukan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Ia menilai, sinergi antara ayah dan ibu akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bekal dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Saat ditanya mengenai makna keluarga dalam kehidupannya, Sukirman menyebut keluarga sebagai sumber kekuatan sekaligus motivasi dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
"Bagi saya, keluarga adalah penopang kehidupan. Dari keluarga lahir semangat, harapan, dan motivasi untuk terus memberikan yang terbaik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas melayani masyarakat," ungkapnya.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga semakin meningkat.
Pesan tersebut disampaikan Sukirman usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang berlangsung di lapangan belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Senin (29/6/2026).
Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengajak seluruh keluarga memperkuat peran ayah dan ibu dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Sukirman mengatakan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab untuk saling mendukung dalam menjalankan perannya.
Menurutnya, tema "Ayah Wajib Hadir" mengandung makna bahwa pengasuhan anak bukan semata menjadi tanggung jawab seorang ibu. Seorang ayah juga memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter, memberikan perhatian, serta menjadi teladan bagi anak-anaknya.
"Peran ayah tidak cukup hanya bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Kehadiran ayah dalam proses pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak sangat penting agar tumbuh kembang mereka berlangsung secara optimal," ujar Sukirman.
Ia menambahkan, pembagian peran dalam rumah tangga harus dibangun atas dasar kesepahaman antara suami dan istri. Meski memiliki tugas yang berbeda, keduanya tetap harus saling melengkapi agar tercipta keharmonisan dalam keluarga.
Selain itu, Sukirman mengingatkan pentingnya perencanaan keluarga yang matang, mulai dari pendidikan anak, pembentukan karakter, pembinaan mental dan spiritual, hingga pemenuhan kebutuhan kesehatan. Menurutnya, seluruh aspek tersebut memerlukan keterlibatan aktif kedua orang tua.
Ia menilai, sinergi antara ayah dan ibu akan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bekal dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Saat ditanya mengenai makna keluarga dalam kehidupannya, Sukirman menyebut keluarga sebagai sumber kekuatan sekaligus motivasi dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.
"Bagi saya, keluarga adalah penopang kehidupan. Dari keluarga lahir semangat, harapan, dan motivasi untuk terus memberikan yang terbaik, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas melayani masyarakat," ungkapnya.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran ayah dalam keluarga semakin meningkat.
Dengan keluarga yang kuat dan harmonis, diharapkan akan lahir generasi berkualitas yang mampu menjadi penerus pembangunan serta membawa Kabupaten Pekalongan menuju masa depan yang lebih baik.



No comments:
Post a Comment