-->

Eropa Diguncang Badai Petir Usai Diterpa Gelombang Panas Ekstrem

Pekalongan News
Wednesday, July 01, 2026, July 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T22:53:06Z

Eropa Diguncang Badai Petir Usai Diterpa Gelombang Panas Ekstrem
Gambar ilustrasi

Pekalongannews, Eropa - Eropa kembali menghadapi cuaca ekstrem setelah sebelumnya dilanda gelombang panas yang memecahkan rekor suhu di sejumlah negara. Kali ini, badai petir, hujan lebat, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah, memicu banjir, pemadaman listrik, hingga gangguan penerbangan.

Gelombang panas sebelumnya telah mendorong suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di beberapa negara. Jerman bahkan mencatat rekor suhu baru sebesar 41,7 derajat Celcius, sementara Republik Ceko mencapai 41,9 derajat Celcius.

Di Prancis, badai petir menyebabkan pohon tumbang, banjir, dan kebakaran akibat sambaran petir. Lebih dari 60.000 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara di Belgia seorang pria meninggal setelah tertimpa pohon tumbang., Senin 30/7/2026.

Cuaca buruk juga berdampak pada sektor transportasi. Ratusan penerbangan di Bandara Heathrow dan Gatwick, Inggris, mengalami penundaan hingga belasan jam, bahkan puluhan penerbangan dibatalkan akibat pembatasan lalu lintas udara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 1.300 kematian tambahan sejak 21 Juni 2026 berkaitan dengan suhu ekstrem. WHO juga menegaskan Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia, dengan laju dua kali lebih tinggi dibanding rata-rata global.

“Ini adalah peristiwa cuaca yang sangat tidak biasa untuk Jerman. Suhu di atas 41°C tidak umum terjadi dan menunjukkan intensitas gelombang panas yang luar biasa,” kata juru bicara DWD.

Para ahli menjelaskan fenomena ini dipicu masuknya massa udara panas dari Gurun Sahara yang diperkuat sistem tekanan tinggi Afrika (heat dome), sebelum akhirnya memicu badai hebat ketika bertemu massa udara yang lebih dingin.

Otoritas di berbagai negara mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya, tetap terhidrasi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI