-->

Dampak Listrik Padam Bergilir: Kafe dan Usaha Frozen Food di Jawa Tengah Alami Kerugian Besar

Pekalongan News
Sunday, June 21, 2026, June 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T14:36:17Z
Dampak Listrik Padam Bergilir: Kafe dan Usaha Frozen Food di Jawa Tengah Alami Kerugian Besar
Gambar Ilustrasi
Pekalongannews, Kabumen - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya di sektor makanan beku (frozen food), mengaku mengalami kerugian akibat terganggunya operasional usaha dan terancam rusaknya stok produk yang disimpan dalam freezer.

Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sejumlah pengusaha daging dan makanan laut mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak, terutama pada jam-jam sibuk menjelang malam. Kondisi tersebut membuat mesin pendingin tidak dapat beroperasi secara optimal sehingga kualitas produk berisiko menurun.

Pelaku usaha mengungkapkan bahwa produk makanan beku, terutama seafood dan ikan, sangat rentan mengalami kerusakan apabila listrik padam dalam waktu lama.

Selain ancaman kerusakan stok, pemadaman juga menyebabkan penurunan jumlah pelanggan karena aktivitas usaha terganggu.

Tidak hanya usaha frozen food, pengelola kafe dan usaha kuliner lainnya juga merasakan dampak serupa. Mereka menilai pemadaman listrik yang berlangsung hingga beberapa jam sangat menghambat pelayanan kepada pelanggan.

Para pelaku usaha juga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan langkah antisipasi.

Seorang pengelola kafe di Kebumen mengatakan, pemadaman yang terjadi kali ini merupakan yang terlama dibandingkan kejadian sebelumnya.

"Jika biasanya listrik hanya padam dalam hitungan menit, kali ini pemadaman berlangsung hingga sekitar tiga jam. Akibatnya, pelaku usaha harus melakukan pengecekan ulang terhadap bahan baku untuk memastikan tidak ada yang rusak," ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa. PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan sistem kelistrikan akibat berkurangnya kemampuan pasokan daya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut gangguan pasokan batu bara berkalori menengah serta kendala teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) swasta menjadi faktor utama yang memengaruhi sistem kelistrikan Jawa.

"PLN saat ini terus melakukan upaya pemulihan dengan mempercepat distribusi batu bara ke sejumlah PLTU serta mengerahkan tim teknis untuk memperbaiki unit pembangkit yang mengalami gangguan," ungkapnya.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga turut melakukan koordinasi dengan PLN guna memastikan pasokan listrik kembali stabil. Sejumlah langkah percepatan pemulihan telah dilakukan agar pemadaman bergilir dapat segera dihentikan dan aktivitas masyarakat maupun dunia usaha kembali berjalan normal.

Bagi pelaku usaha, kepastian pasokan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk, kelancaran operasional, serta kepercayaan pelanggan. Karena itu, mereka berharap gangguan pasokan listrik dapat segera teratasi dan tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI