![]() |
| Umat menghayati perjalanan salib di Gereja Paroki Santo Yusup Batang dengan penuh iman dan refleksi. |
Momentum ini menjadi waktu refleksi mendalam atas wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus memperkuat nilai-nilai iman dan kemanusiaan.
Yohanes Caesar Kriswanto Priatmaja selaku Koordinator Liturgi gereja, , menjelaskan bahwa rangkaian Paskah telah dimulai sejak Minggu Palma sebagai penanda masuknya Pekan Suci.
“Iya, jadi dalam Gereja Katolik kita mulai dari minggu kemarin, Minggu Palma, Kamis Putih . Lalu hari ini Jumat Agung memperingati wafat Yesus, kemudian besok malam tirakatan kebangkitan, dan puncaknya Hari Raya Paskah pada hari Minggu,” ujar Yohanes, Jumat (3/4/2026).
Satu di antara agenda yang menjadi perhatian umat adalah prosesi Jalan Salib yang digelar pada Jumat Agung.
Tahun ini, Jalan Salib dikemas lebih hidup dengan menghadirkan mini tablo, yakni adegan visual yang diperagakan oleh para pemeran.
“Jalan Salib ini untuk mengenangkan peristiwa Yesus sejak ditangkap hingga wafat dan dimakamkan,” ucapnya.
Peragaan Jalan Salib tersebut melibatkan umat, satu di antara pemuda gereja yaitu Carolus Hero (19), yang dipercaya memerankan sosok Yesus.
Dia mengaku melakukan persiapan selama satu hingga dua minggu, termasuk latihan bersama Romo dan tim liturgi.
“Ini pertama kali saya memerankan Yesus. Saya berusaha mendalami peran dan merasakan penderitaan Yesus,” kata Carolus.
Dalam peragaan tersebut, Carolus harus menjalani adegan jatuh hingga tiga kali saat memanggul salib.
Adegan itu bukan sekadar simbolik, melainkan dilakukan secara nyata sebagai bentuk penghayatan.
“Karena Yesus memanggul salib itu berat, seperti memanggul dosa manusia. Jadi ada momen jatuh berkali-kali sampai tiga kali,” jelasnya.
Tak hanya persiapan teknis, Carolus juga mengandalkan kekuatan doa sebagai bentuk kesiapan batin dalam memerankan sosok sentral dalam iman Kristiani tersebut.
Ia berharap momentum ini dapat menumbuhkan kesadaran umat untuk menjaga bumi serta menghadirkan perdamaian di tengah dunia.
“Harapannya semoga kita semakin mencintai bumi, rumah kita bersama, dan damai terwujud di tengah dunia,” pungkasnya.



No comments:
Post a Comment