Pekalongannews, Batang - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Kabupaten Batang akan dimeriahkan melalui gelaran Kirab Budaya yang dikemas lebih megah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pada perayaan kali ini, panitia menghadirkan nuansa baru dengan mengadopsi sentuhan budaya Kasultanan Yogyakarta serta menyiapkan 17 gunungan hasil bumi untuk dibagikan kepada masyarakat.
Lurah Kirab, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan bahwa konsep kirab tahun ini mengalami perubahan, terutama dari sisi kostum dan properti peserta. Menurut dia, nuansa yang dihadirkan lebih mengarah pada gaya budaya Keraton Yogyakarta.
“Yang berbeda mungkin dari sisi pakaian. Kita mencoba menghadirkan konsep baru, mengarah ke Kasultanan Jogja,” ujar Bambang saat ditemui di pendopo kabupaten, Minggu (12/4/2026).
Untuk memperkuat kesan sakral dan megah, panitia juga menghadirkan kereta kencana yang dipinjam dari Surakarta. Kehadiran kereta tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik visual sekaligus memperkaya unsur tradisi dalam kirab.
Kirab Budaya ini akan diikuti oleh 86 kelompok dengan jumlah peserta diperkirakan lebih dari 1.600 orang. Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekolah Luar Biasa (SLB), tokoh masyarakat, hingga mantan Bupati Batang.
Lurah Kirab, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengatakan bahwa konsep kirab tahun ini mengalami perubahan, terutama dari sisi kostum dan properti peserta. Menurut dia, nuansa yang dihadirkan lebih mengarah pada gaya budaya Keraton Yogyakarta.
“Yang berbeda mungkin dari sisi pakaian. Kita mencoba menghadirkan konsep baru, mengarah ke Kasultanan Jogja,” ujar Bambang saat ditemui di pendopo kabupaten, Minggu (12/4/2026).
Untuk memperkuat kesan sakral dan megah, panitia juga menghadirkan kereta kencana yang dipinjam dari Surakarta. Kehadiran kereta tersebut diharapkan mampu menambah daya tarik visual sekaligus memperkaya unsur tradisi dalam kirab.
Kirab Budaya ini akan diikuti oleh 86 kelompok dengan jumlah peserta diperkirakan lebih dari 1.600 orang. Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekolah Luar Biasa (SLB), tokoh masyarakat, hingga mantan Bupati Batang.
Bambang menyebutkan, jumlah tersebut bisa bertambah karena beberapa instansi memungkinkan mengirimkan peserta lebih dari batas yang ditentukan.
Adapun tema yang diusung pada HUT ke-60 Kabupaten Batang adalah “Batang Gumregah, Rahayu Barokah, Datan Kantun Budaya Luhung, Kuncara Hanjayeng Bawana”.
"Tema ini mencerminkan harapan agar Batang memperoleh keberkahan melalui pelestarian budaya luhur serta mampu dikenal lebih luas," jelasnya.
Melalui kirab budaya ini, Pemerintah Kabupaten Batang ingin menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan sejarah.
Adapun tema yang diusung pada HUT ke-60 Kabupaten Batang adalah “Batang Gumregah, Rahayu Barokah, Datan Kantun Budaya Luhung, Kuncara Hanjayeng Bawana”.
"Tema ini mencerminkan harapan agar Batang memperoleh keberkahan melalui pelestarian budaya luhur serta mampu dikenal lebih luas," jelasnya.
Melalui kirab budaya ini, Pemerintah Kabupaten Batang ingin menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan sejarah.
Bambang menekankan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengingat perjuangan para pendiri daerah sekaligus menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.
Salah satu daya tarik utama dalam kirab ini adalah keberadaan 17 gunungan hasil bumi yang melambangkan kesuburan tanah Batang atau loh jinawi. Gunungan tersebut berasal dari 15 kecamatan serta dua gunungan tambahan dari pemerintah daerah.
Untuk mengantisipasi potensi kericuhan saat pembagian, panitia telah menyiapkan mekanisme khusus. Gunungan tidak akan diperebutkan, melainkan dibagikan secara tertib kepada masyarakat setelah rangkaian kirab selesai.
Selain itu, tradisi sawur atau sebar koin juga tetap dilaksanakan dengan nominal sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Peserta kirab yang berada di kereta kencana bahkan diperbolehkan melakukan sawur secara pribadi.
Rangkaian peringatan HUT ke-60 ini tidak hanya berhenti pada kirab budaya. Panitia juga merencanakan kegiatan sarasehan yang diharapkan dapat dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, meski jadwal pelaksanaannya masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Salah satu daya tarik utama dalam kirab ini adalah keberadaan 17 gunungan hasil bumi yang melambangkan kesuburan tanah Batang atau loh jinawi. Gunungan tersebut berasal dari 15 kecamatan serta dua gunungan tambahan dari pemerintah daerah.
Untuk mengantisipasi potensi kericuhan saat pembagian, panitia telah menyiapkan mekanisme khusus. Gunungan tidak akan diperebutkan, melainkan dibagikan secara tertib kepada masyarakat setelah rangkaian kirab selesai.
Selain itu, tradisi sawur atau sebar koin juga tetap dilaksanakan dengan nominal sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Peserta kirab yang berada di kereta kencana bahkan diperbolehkan melakukan sawur secara pribadi.
Rangkaian peringatan HUT ke-60 ini tidak hanya berhenti pada kirab budaya. Panitia juga merencanakan kegiatan sarasehan yang diharapkan dapat dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X, meski jadwal pelaksanaannya masih menunggu kepastian lebih lanjut.



No comments:
Post a Comment