Pekalongannews - Banyak orang pernah mengalami situasi belajar berjam-jam, merasa sudah memahami materi, namun tiba-tiba bingung saat diminta menjelaskannya.
Kondisi ini bukan karena kurang pintar, melainkan karena cara belajar yang keliru. Otak sering terjebak dalam illusion of competence, yaitu perasaan seolah-olah paham hanya karena sering melihat atau membaca materi yang sama.
Ilusi kompetensi muncul karena kita terbiasa belajar secara pasif, seperti membaca ulang, menandai buku dengan stabilo, atau menonton video berulang kali. Cara ini hanya membuat kita familiar, bukan benar-benar memahami. Padahal, memahami berarti mampu mengingat, menyusun ulang, dan menjelaskan materi dengan kata-kata sendiri.
Solusi dari masalah ini diperkenalkan oleh Richard Feynman, seorang fisikawan terkenal yang dijuluki “the great explainer”. Ia percaya bahwa pemahaman sejati ditandai oleh kemampuan menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang sederhana. Jika seseorang tidak bisa menjelaskan sebuah konsep secara mudah, berarti pemahamannya masih dangkal.
Dari prinsip tersebut lahirlah Teknik Feynman, sebuah metode belajar sederhana namun sangat efektif. Teknik ini terdiri dari empat langkah utama.
Ilusi kompetensi muncul karena kita terbiasa belajar secara pasif, seperti membaca ulang, menandai buku dengan stabilo, atau menonton video berulang kali. Cara ini hanya membuat kita familiar, bukan benar-benar memahami. Padahal, memahami berarti mampu mengingat, menyusun ulang, dan menjelaskan materi dengan kata-kata sendiri.
Solusi dari masalah ini diperkenalkan oleh Richard Feynman, seorang fisikawan terkenal yang dijuluki “the great explainer”. Ia percaya bahwa pemahaman sejati ditandai oleh kemampuan menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang sederhana. Jika seseorang tidak bisa menjelaskan sebuah konsep secara mudah, berarti pemahamannya masih dangkal.
Dari prinsip tersebut lahirlah Teknik Feynman, sebuah metode belajar sederhana namun sangat efektif. Teknik ini terdiri dari empat langkah utama.
- Pertama, pilih satu konsep yang ingin dipelajari.
- Kedua, coba jelaskan konsep tersebut dengan bahasa sesederhana mungkin, seolah-olah kepada anak berusia 12 tahun.
- Ketiga, perhatikan bagian yang sulit dijelaskan, karena di situlah letak kekurangan pemahaman kita.
- Keempat, kembali ke sumber belajar untuk memperbaiki dan menyederhanakan penjelasan, lalu ulangi prosesnya hingga lancar.
Contohnya, saat menjelaskan fotosintesis, penggunaan istilah ilmiah yang rumit sering kali hanya mengesankan, tetapi tidak membantu pemahaman. Dengan Teknik Feynman, fotosintesis bisa dijelaskan sebagai proses tumbuhan membuat makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari, air, dan udara. Penjelasan sederhana ini justru menunjukkan pemahaman yang lebih baik.
Keefektifan Teknik Feynman didukung oleh ilmu pengetahuan melalui protégé effect, yaitu kondisi ketika otak belajar lebih dalam saat kita bersiap mengajar orang lain. Proses menjelaskan memaksa otak untuk mengatur informasi, menyederhanakan konsep, dan memperkuat hubungan antar ide. Hasilnya, pemahaman menjadi lebih kuat dan bertahan lama dibandingkan metode menghafal.
Teknik Feynman tidak hanya berguna bagi pelajar, tetapi juga bagi profesional seperti programmer, dokter, atau siapa pun yang ingin menguasai suatu konsep. Intinya, teknik ini mengajarkan bahwa kebingungan bukan tanda kegagalan, melainkan awal dari proses belajar yang sesungguhnya.
Keefektifan Teknik Feynman didukung oleh ilmu pengetahuan melalui protégé effect, yaitu kondisi ketika otak belajar lebih dalam saat kita bersiap mengajar orang lain. Proses menjelaskan memaksa otak untuk mengatur informasi, menyederhanakan konsep, dan memperkuat hubungan antar ide. Hasilnya, pemahaman menjadi lebih kuat dan bertahan lama dibandingkan metode menghafal.
Teknik Feynman tidak hanya berguna bagi pelajar, tetapi juga bagi profesional seperti programmer, dokter, atau siapa pun yang ingin menguasai suatu konsep. Intinya, teknik ini mengajarkan bahwa kebingungan bukan tanda kegagalan, melainkan awal dari proses belajar yang sesungguhnya.



No comments:
Post a Comment