0 Comment

Pekalongannews, BATANG -  Di hadapan ratusan insan kelautan dan perikanan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono memperkenalkan ekonomi biru atau blue economy. 

"Menurut World Bank, ekonomi biru atau blue economy adalah pemanfaatan sumber daya laut dengan berwawasan lingkungan," katanya saat acara Rembug Nelayan di Pendopo Kantor Bupati Batang, Jumat 25 November 2022. 

Acara itu diinisiasi oleh Ikatan Alumni (Ika) Universitas Diponegoro. 

Ia menyebut lima implementasi atau penerapan dari ekonomi biru. 

Rinciannya yaitu perluasan wilayah konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut, pesisir, dan tawar. 

"Kemudian, pengelolaan sampah laut, dan pengelolaan berkelanjutan pesisir serta pulau kecil," tutur pria berkumis itu. 

Wahyu menyebut penerapan ekonomi biru dianggap mampu memberikan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat. 

"Laut yang sehat, bisa membuat masyarakat sejahtera,” ujarnya. 

Namun, perlu adanya partisipasi dari berbagai pihak untuk mendukung program ini. 

Mulai dari pemerintah daerah, nelayan, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi dari perguruan tinggi. 

Acara itu dihadiri oleh 200 nelayan yang berasal dari pesisir wilayah Kabupaten Batang. 

Beberapa tamu yang hadir di antaranya Kadis DKP Provinsi Jawa Tengah; Anggota Komisi VIII DPR RI; Ketua Ikatan Alumni Universitas Diponegoro; Pejabat Eselon I dan II KKP, Staf Khusus. 

Kemudian, Asisten Khusus, Ketua Tim Percepatan Penangkapan Ikan Terukur Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan; dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Batang. 

Rembug nelayan mengusung tema Pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan Berbasis Ekonomi Biru dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2024. (Satria Fajar Mahardika)

Post a Comment Blogger

 
Top