0 Comment

 Puluhan penyandang disabiltas di Kabupaten Pekalongan  Gelar Upacara Bendera Hari Kemerdekaan Ke-76

Pekalongan News, Kabupaten Pekalongan - Jiwa nasionalisme atau cinta tanah air tidak hanya dirasakan oleh  mereka yang normal secara fisik, namun juga dirasakan oleh mereka yang memiliki keterbatasan. Seperti halnya puluhan penyandang disabiltas di Kabupaten Pekalongan yang pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76 kali ini menggelar upacara bendera di sebuah lahan kosong, perumahan Putri Aida, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Selasa (17/8/2021).

Meski berlangsung sederhana, namun pelaksanaan upacara bendera yang semuanya dilakukan oleh peserta penyandang  disabilitas yang berjumlah 26 orang  secara mandiri berjalan dengan khidmat dan penuh semangat.

Satu di antara penyandang disabilitas, Slamet Maksum (30) mengaku senang dan bangga menjadi peserta upacara bendera di peringatan Hari Kemerdekaan, apalagi dalam kesempatan tersebut dipercaya menjadi petugas  pembaca naskah proklamasi.

"Saya bangga sekaligus terharu, apalagi ini momen pertama mengikuti upacara bendera di hari kemerdekaan Indonesia," ucapnya.

Slamet juga mengaku tidak memiliki persiapan khusus apalagi mengkuti latihan upacara terlebih dahulu lantaran semua dilakukan secara mendadak oleh teman-teman di komunitas.

Slamet yang mengalami kelumpuhan di kedua kakinya sejak lahir sehingga harus bergantung pada alat bantu jalan berkaki empat untuk menopang tubuhnya ketika beraktifitas.

"Kami di sini ingin menyalurkan perasaan rasa nasionalisme kepada bangsa dan negara, sehingga munculah ide untuk menggelar upacara bendera di momen 17 Agustus dan alhamdulillah bisa terwujud karena banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak meskipun dengan cara sederhana," ungkap Slamet yang mengaku baru pertama menjadi peserta upacara.

Sementara itu petugas pendamping dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Purwo Aji menjelaskan, ide awal untuk menggelar upacara bendera bagi kalangan difabel tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia murni berasal dari komunitas yang ingin merasakan suasana 17 Agustus.

"Makanya selain upacara bendera ada beragam lomba yang diikuti teman-teman difabel seperti makan kerupuk, pukul kendil, goyang terong dan lomba makan pisang," terangnya.

Purwo Aji menyebut ada 6.556 penyandang disabilitas tercatat di Kabupaten Pekalongan, dari jumlah tersebut terbagi dalam beberapa komunitas yang semuanya memiliki aktifitas atau kesibukan sehari-hari seperti, bekerja, berdagang maupun kegiatan lain di rumah.

Dia pun berharap dengan adanya kegiatan bersama dalam bentuk upacara bendera maupun beragam lomba selain bisa bersilaturahmi dengan sesama anggota komunitas juga bisa berkarya dalam kemandirian khususnya di Kabupaten Pekalongan.

"Mudah-mudahan kegiatan yang pertama kali dilakukan ini akan berlanjut di kemudian hari untuk terus bisa berkarya dalam kemandirian bagi teman-teman disabilitas yang lainya," katanya.

Post a Comment Blogger

 
Top