0 Comment

Pekalongan News, Kota Pekalongan - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekalongan tidak hanya berdampak kepada kegiatan ekonomi, namun sektor transportasi darat seperti angkutan kereta api juga mengalami pengurangan operasional.

Alhasil dengan berkurangnya operasional kereta di Stasiun Pekalongan sangat mempengaruhi  pendapatan sejumlah porter atau jasa angkut barang yang menurun drastis.

"Sebelumnya kami sedikit masih ada pendapatan, namun setelah PPKM menjadi tidak ada pendapatan lagi," ucap Agus, salah satu porter yang masih bertahan di Stasiun Pekalongan, Rabu (28/7/2021).

Dikatanya, setelah tidak ada lagi kepastian pendapatan di Stasiun Pekalongan menjadikan sebagian porter akhirnya melakukan pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan.

Sebagian lagi, lanjut Agus, masih dalam kondisi mencari-cari penghasilan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Saat ini, yang masih bertahan  belum tentu ada pekerjaan di stasiun. Jadi kondisi para porter sangat memprihatinkan," terangnya.

Untuk menyambung hidup dirinya sempat menjadi kuli batu sebagai pekerjaan sampingan sementara ada rekan porternya dalam kondisi sakit-sakitan sedangkan lainya ada yang sampai meninggal dunia.

Dengan adanya bantuan kemanusiaan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), imbuh Agus, sangatlah membantu para keluarga porter untuk memenuhi kebutuhan.

"Kami atas nama porter Stasiun Pekalongan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga ACT dalam perjalananya diberikan kejayaan dan ridho Allah SWT," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh, Ratmono, porter lainya di Stasiun Kota Pekalongan yang juga 

mendapatkan bantuan serupa dari ACT.

Kondisi sekarang, kata Ratmono, bisa diibaratkan seperti berjalan di tengah gurun kemudian mendapatkan setetes embun.

"Saya berharap ACT tidak hanya membantu teman-teman di Pekalongan, namun juga membantu rekan porter di tempat lain," pintanya.

Adapun berkurangnya perjalanan kereta api dibenarkan oleh Wakil Kepala Stasiun Pekalongan, Tri Budi Nugroho, bahwa selama berlangsungnya PPKM, PT KAI telah mengurangi jumlah kereta yang diberangkatkan.

"Sebelumnya ada 20 kereta yang beroperasi, namun sekarang hanya 6 kereta yang beroperasi," terangnya.

Sementara itu, bantuan yang diberikan ACT berupa paket pangan atau sembako rencananya tidak hanya di Pekalongan saja namun juga di daerah lainya. 

Perwakilan ACT Pekalongan, Aditya Nugroho menyampaikan, tim program berencana akan menyerahkan bantuan serupa kepada porter di daerah lain.

"Kami akan distribusikan secepatnya tidak hanya porter saja, namun juga kepada pekerja harian lepas di tempat lain," katanya.

Post a Comment Blogger

 
Top