0 Comment
Polisi Sidak Pabrik Masker Di Pekajangan
Kabupaten Pekalongan - Menghilangnya masker di pasaran membuat aparat kepolisian bertindak dengan menyisir ke sejumlah tempat. Tak terkecuali di pabrik pembuatan masker, kain kasa dan perban di Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Rabu (4/3/2020).

Di pabrik yang merangkap sebagai gudang milik PT USM Berkah Indonesia, polisi melakukan pemeriksaan dan hanya mendapati beberapa sisa masker sebagai sampel.

Kapolsek Kedungwuni, AKP Prisandi Tiar, mengungkapkan, PT USM Berkah Indonesia, merupakan perusahaan pemilik merek Inova Husada yang mendapat pasokan masker jenis 3 play dari pabrik masker yang ada di Jawa Barat.

"Jadi PT USM Berkah Indonesia ini hanya melakukan labelisasi sendiri dengan kemasan dan merek sendiri. Semua maskernya dipasok dari sebuah pabrik yang ada di Jawa Barat," ungkapnya.

Per bulan, terang Prisandi Tiar, pasokanya mencapai 10 ribu lembar masker dan langsung ludes dikirim ke beberapa distributor yang ada di Surabaya dan Solo.

"Semuanya untuk kebutuhan distributor, tidak untuk pasar lokal atau sekitar Pekalongan dan menurut pengakuan pemilik pabrik, stok kosong sejak awal Febuari," jelasnya.

Selain mengecek pabrik masker, polisi juga menyisir pusat penjualan masker seperti apotek dan minimarket. Namun barang yang dicari sudah kosong sejak akhir tahun.

"Dari keterangan penjaga tadi, barang kosong sejak akhir tahun dan harga penjualan pada saat itu sudah naik,"

"Harga sekarang sudah melonjak berkali lipat, dari semula Rp 20 ribu per boks isi 50 lembar naik menjadi Rp 300 ribu lebih," terangnya.

Priasandi Tiar, juga menghimbau masyarakat agar tidak terlalu panik menghadapi situasi seperti sekarang.

"Dan penjual diharapkan untuk tidak menjual masker dengan harga yang tidak wajar. Khusus untuk penimbun barang akan kami proses sesuai hukum," tegasnya.

Sementara itu, Nurul Sa'adah (20) warga Kelurahan Pabean, Kota Pekalongan, mengaku sudah berkeliling mencari masker, namun semua stok di apotek kosong.

"Saya sudah tiga kali mencari di apotek yang berbeda, namun semuanya kosong," keluhnya.

Post a Comment Blogger

 
Top