0 Comment
dr Tan Evi Susanti sedang melakukan pemeriksaan kepada pasien anak
Kabupaten Batang - Farino (12), warga Kelurahan Kasepuhan, Batang, menjadi pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) pertama yang meninggal di RSUD Kalisari, Batang, di 2020.

Farino, dirawat lima hari sebelum akhirnya meninggal dunia  dengan kondisi terakhir panas tinggi dan syok.

Dokter anak, Tan Evi Susanti, menyebut, jumlah pasien yang dirawat di RSUD Kalisari, mengalami peningkatan tiap bulannya.

"Desember tahun lalu, jumlah anak yang dirawat sebanyak 213 anak, di mana 39 anak terdiagnosa menderita DBD," terangnya, Kamis (5/3/2020).

Di Januari 2020, penderita DBD melonjak menjadi 47 anak dari 245 anak yang dirawat.



"Peningkatanya cukup signifikan dibanding Desember tahun lalu," ujarnya.

Tan Evi Susanti, mengungkapkan, Febuari menjadi yang tertinggi kasus DBD, yakni mencapai 79 pasien anak dari 248 anak yang dirawat di RSUD Kalisari.

Salah satu pemicunya, menurut, dr Tan Evi Susanti, adalah curah hujan yang sangat tinggi. Anak-anak mudah terserang influensa atau flu, diare, tipes dan DBD.

Data lainya yang dihimpun Dinas Kesehatan dari rumah sakit lain seperti di RS QIM, lajut dr Tan Evi Susanti, juga memiliki kesamaan, yakni mengalami tren peningkatan.

Desember tahun 2019, RS QIM menangani pasien DBD sebanyak 12 anak dari 162 pasien anak yang dirawat.

Januari 2020, jumlah anak yang dirawat akibat DBD meningkat menjadi 26 pasien dari 176 anak yang dirawat.

Demikian juga di Febuari, naik menjadi 28 anak dari 174 pasien anak yang dirawat.

"Intinya setiap pasien DBD yang masuk, dalam waktu 24 jam kami laporkan ke Dinas. Langkah yang diambil biasanya pihak Dinas Kesehatan akan langsung berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat di mana pasien tinggal," jelasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top