0 Comment
Kemenag Mudahkan Lulusan Madrasah Kuliah Di Kampus Top Luar Negeri
Kota Pekalongan - Kementrian Agama (Kemenag) RI mendorong Madrasah memiliki daya saing global, melalui penguasaan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan Korea.

Untuk memuluskan jalan dan memudahkan lulusan Madrasah mendapatkan kampus terbaik, Kemenag melalui Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, memberikan kesempatan untuk bisa kuliah di luar negeri.

"Syaratnya skor IELTS yang diraih minimal harus 6,0," ujar Direktur Kurikukum Sarana Kelembagaan Dan Kesiswaan Madrasah (KSKKM) Kementrian Agama, DR Ahmad Umar, saat memantau pelaksanaan tes Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) di MAN 1 Kota Pekalongan, Sabtu (22/2/2020).

Ahmad Umar mengatakan, bahasa Inggris masih menjadi pengantar studi di luar negeri sedangkan bahasa Jepang, Mandarin dan Korea banyak digunakan di dunia pekerjaan.
Baca Juga :

Dirut KSKKM Kemenag: Minat Sekolah Di Madrasah Meningkat

Ahmad Umar menambahkan, sejauh pihaknya telah menjalin kerjasama dengan kampus top di luar negeri seperti Cambridge dan British Council untuk membuka kesempatan lebih banyak lagi bagi lulusan Madrasah.

"Dengan skor 6,0 IELTS seperti yang disyaratkan, lulusan Madrasah bisa memilih kampus manapun di luar negeri untuk melanjutkan pendidikanya," terangnya.

Bahkan untuk mendukung program tersebut, Kemenag, menargetkan, semua guru pengajar mata pelajaran agama di MAN Insan Cendekia wajib menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai pengantar, sedangkan di MAN Kejuruan wajib menggunakan bahasa Jepang, Mandarin atau Korea sebagai pengantar di mata pelajaran umum atau yang berhubungan dengan pelajaran kejuruan.

"Kami akan mulai tahun ajaran baru ini. Setelah bulan Juli depan sudah harus diterapkan, jadi guru pun harus memiliki kompetensi yang mumpuni," katanya.

Sementara untuk siswa Madrasah nanti, kata Ahmad Umar, akan dipersiapkan mulai kelas 11 yang artinya lulusan tahun ini bisa langsung mengikuti kesempatan seleksi untuk bisa kuliah di luar negeri.

Kemenag, menurut, Ahmad Umar, banyak melakukan kerjasama berbagai ragam profesi keahlian, tujuanya agar anak-anak Madrasah tidak hanya memiliki satu atau dua keahlian namun banyak kemampuan yang dikuasai.

"Nantinya lulusan Madrasah tidak hanya bergelut dengan Science dan agama namun mereka akan memiliki keunggulan lain, yakni leadership yang kuat, kebangsaan yang kuat dan memiliki kompetensi," pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top