0 Comment

Kabupaten Pekalongan - Meski diterpa kenyataan pahit piutang BPJS kesehatan sebesar Rp 30 miliar belum dibayarkan kepada RSUD Kajen, namun Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengaku masih tetap percaya diri.

"RSUD Kajen ini sedikit dari banyak rumah sakit yang masih sehat tata kelola keuangannya," ucapnya saat meninjau kondisi rumah sakit milik pemda tersebut, Selasa (28/1/20).

Bahkan Bupati kembali menegaskan, walaupun piutang BPJS Kesehatan belum dibayarkan akan tetapi RSUD Kajen masih tetap survive.

Dikatakan Bupati, banyak rumah sakit meminjam dana dari perbankan untuk menambal biaya operasional karena sudah tidak kuat lagi menanggung beban sementara piutang BPJS Kesehatan belum terbayarkan dengan jumlah yang tidak sedikit.

Kondisi demikian juga dirasakan oleh RSUD Kajen, namun tidak sampai berhutang pada bank, sehingga masih bisa bernafas hingga hari ini.

"Kami sangat berharap BPJS Kesehatan tidak terlalu lama melunasi hutangnya," pintanya.

Dalam suasana tertekan karena harus menyiasati biaya operasional rumah sakit yang terus membengkak tanpa harus berhutang bank, Bupati masih memerintahkan pihak manajemen RSUD Kajen untuk menambah ruangan yakni ruangan poli anak dan ICU khusus anak.

"Ruangan saat ini sudah over load, sehingga saya perintahkan RSUD Kajen mengajukan pembangunan dua ruangan baru termasuk ruang perawatan anak," ujarnya.

Post a Comment Blogger

 
Top