0 Comment
Diprediksi tahun 2017 puncak inflasi yang dialami Kota Pekalongan akan terjadi pada bulan Juni. Hal tersebut dikatakan Seretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Rumingsih, di Loby Kantor Sekda (1/6/17).

Sri Ruminingsih meminta kepada masyarakat untuk mengendalikan pola berbelanja selama bulan puasa Ramadhan hingga lebaran nanti dengan  tidak melakukan aksi borong maupun melakukan stok belanja.
"Tindakan masyarakat yang sudah disebutkan tadi bisa mendorong dan berpengaruh pada laju inflasi yang relatif tinggi di Kota Pekalongan," ungkap Sri.
Sri menjelaskan, dari berbagai kebutuhan puasa dan lebaran yang dipantau oleh Pemerintah Kota Pekalongan kondisinya cukup tersedia bahkan untuk ketersediaan beras mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama 10 bulan kedepan.

Sehingga kami berharap agar masyarakat tidak usah berlebihan dalam berbelanja. Secukupnya saja, dengan demikian akan membantu pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi.
"Untuk mengurangi dampaknya, kita sudah gelar pasar murah selama 16 hari kedepan dengan menyediakan kebutuhan pokok lebaran terutama komoditas penting yang dibutuhkan masyarakat," ujar Sri.
Dan untuk menjamin ketenangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran, sambung Sri, pemerintah juga telah bekerjasama dengan berbagai distributor gas untuk menambah jumlah stok tabung gas yang akan disalurkan.
"Jumlah kenaikan stoknya mencapai 7 persen dari sebelumnya sehingga aman untuk memenuhi kebutuhan gas masyarakat," tambahnya.
Tak lupa, Sri juga merinci kenaikan harga kebutuhan pokok seperti 
Bawang putih yang seharusnya harganya Rp 38 ribu tapi masih dijual dengan harga tinggi, di kisaran 50 ribuan.

Demikina juga dengan bawang merah, cabai, telur ayam, daging ayam
dan bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Termasuk juga tomat yang harganya melejit.
"Kita masih akan terus pantau komoditas yang rawan tersebut untuk bisa dilakukan upaya penurunan harga," pungkasnya.

Post a Comment Blogger

 
Top