0 Comment
Setiap harinya Pasar Doro, Kabupaten Pekalongan menampung tak kurang dari 5 ton buah pisang lokal. Buah pisang sebanyak itu dihasilkan oleh petani dari kebun sebagai komoditas sampingan di sekitar Kecamatan Doro.

Dari berbagai informasi yang didapat, ribuan tandan pisang berbagai jenis tersebut selain dijual di Pasar Doro juga didistribusikan ke Pasar Tradisonal lainya seperti Pasar Kedungwuni, Pasar Wiradesa, Pasar Comal dan Pasar Induk Pemalang.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai melepas kegiatan jalan sehat memperingati Hari Lahir (Harlah) SMK Ma'arif NU Doro, Kamis (11/5/17) lalu, menyempatkan diri untuk menyambangi sejumlah pedagang dan pengepul buah pisang di Pasar Doro.

Bupati mengatakan, selain terkenal dengan sejumlah objek wisata dan salah satu daerah penghasil buah durian, Doro rupanya juga memiliki potensi tanaman buah pisang lokal.
"Dengan melimpahnya hasil panen buah pisang yang tiap harinya mencapai 5 ton, maka tak salah kalau potensi ini akan kita angkat juga," ujar Bupati.
Kedepan, lanjut Bupati, akan saya arahkan bagaimana orang-orang kalau membeli pisang bisa langsung ke Doro. Kita akan kembangkan lagi supaya Doro bisa dikenal sebagai sentra pisang dengan harga yang cukup bagus.

Sejurus itu, Bupati akan langsung meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM (Disperindag) untuk menata Kecamatan Doro agar potensi tersebut bisa dikenal luas oleh masyarakat.
"Bagian ekonomi juga akan saya minta mulai menata potensi ini sekaligus untuk mengelolanya dengan baik. Ini akan sangat bagus nantinya," ucap Bupati.
Bupati menilai, dengan penataan yang bagus dan didukung potensi yang cukup luar biasa, maka para petani pisang dan para pedagang buah pisang akan mendapatkan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi kerakyatan yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Post a Comment Blogger

 
Top