0 Comment
Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid mengaku kaget di tahun 2017 akan ada 126 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menjalani masa pensiun. Padahal saat ini dirinya sedang dipusingkan dengan masalah kekurangan ASN di sejumlah posisi.
Sementara di sisi lainnya, kata Walikota, tenaga kegiatan di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan terus bertambah hingga tembus menjadi 3000 lebih.
"Ini menjadi tidak seimbang. Tenaga kegiatan tidak boleh melebihi jumlah ASN," ungkap Walikota usai dicegat di acara sosialisasi para pensiunan yang digelar Bank Jateng di Hotel Dafam, Senin (27/2/17).
Saat ini, tutur Walikota, pihaknya sedang berupaya mengatasi hal tersebut dengan mendorong peran Informations and Technologi (IT) di segala bidang untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu pihaknya juga mengaku terikat dengan adanya moratorium dari Tenaga Pendidikan dan Tenaga Kesehatan. Sehingga beberapa badan terpaksa harus digabung menjadi satu.
"Tahun ini 126 ASN akan menjalani pensiun sedangkan jumlah ASN kita ada 4000 orang, tentunya kita akan banyak kehilangan tidak hanya beberapa namun seratusan lebih," akunya.
Terkait dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Bank Jateng, Walikota menambahkan, pemerintah hanya melakukan fasilitasi untuk menyiapkan para pensiunan ini untuk menghadapi Post Power Syndrome yang biasa dihadapi oleh mereka ketika selesai melaksanakan pengabdian kepada negara.
"Secara psikis tentunya akan mempengaruhi, namun kita telah bekerjasama dengan PT Taspen melalui perbankan yang sudah MoU untuk membantu para pensiunan ini sebagai bank bayar atau penyalur," jelasnya.
Sementara itu, Kabid Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, S Budihardjo menyampaikan untuk periode bulan Maret sampai Desember 2017 ada 126 ASN yang akan menjalani masa pensiun, namun hanya 97 orang yang kita undang untuk 
mengikuti Sosialisasi bersama Bank Jateng.
BKPPD, kata Budihardjo, hanya memberikan kesempatan bank-bank yang telah bekerjasama dengan PT Taspen untuk memberikan sosialisasi kepada para ASN yang akan purna tugas," ucapnya.
"Jadi kami silahkan pihak bank sebagai lembaga bayar atau penyalur untuk memberikan pembekalan atau pelatihan kepada para ASN menjelang pensiun," tuturnya.

Post a Comment Blogger

 
Top