0 Comment
Pasien penderita stroke yang dirawat di RSUD Bendan Kota Pekalongan sempat membuat kesal Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek dalam kunjunganya ke bangsal-bangsal Rumah Sakit, Minggu (8/1/17).
Saat Menteri masuk meninjau setiap ruangan, pasien penderita stroke terlihat dengan asyiknya ngemil makanan ringan tanpa merasa bersalah, sementara Menkes menatapnya dengan rasa dongkol.
"Saya tegur orangnya dan keluarganya. Ini sudah jelas didiagnosa terkena stroke dan diabet kok malah asyik-asyikan ngemil," ucap Menkes geregetan.
Ketidakdisiplinan dan perilaku pasien semacam itu, menurut Menkes sangat berpengaruh dengan proses pemulihan. Demikian juga dengan tenaga medis harus lebih ketat mengawasi dan disiplin mengecek kegiatan pasien tanpa sungkan untuk menegur dan memberikan peringantan.

Selain meninjau dengan berkeliling RSUD Bendan, Menkes juga menyempatkan diri memimpin rapat dengan jajaran staf Rumah Sakit untuk menyaring lebih banyak informasi dari pelayanan ke masyarakat.

Menkes berpesan agar pihak RSUD Bendan untuk lebih banyak menghadirkan ruang terbuka hijau termasuk memperbanyak ruang fentilasi di tiap ruangan pasien.
Peningkatan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian Menkes yang datang mendampingi Presiden RI Joko widodo ke Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang.
Dalam kesempatan meninjau RSUD Bendan, Menkes memberikan larangan kepada dokter memberi obat paten kepada pasien.
"Untuk menekan biaya yang dikeluarkan pasien, sebaiknya dokter Rumah Sakit memberikan obat generik bila masih bisa terpenuhi," ujar Menkes.
Menkes juga mengingatkan, agar Rumah sakit memberikan layanan kesehatan berjenjang. Seperti pasien bila didiagnosa hasilnya ringan dan mampu ditangani dokter umum jangan langsung dirujuk ke dokter spesialis.

Post a Comment Blogger

 
Top