1 Comment
Kesal karena kerap terjadi kecelakaan lalulintas di jalur pantura alas roban Kabupaten Batang, yang diakibatkan oleh kerusakan jalan, Warga nekat menanam pohon pisang di sejumlah lubang jalan yang ada di sepanjang jalur tersebut.

Warga bermaksud memberi tanda pada lubang yang dalam agar pengguna jalan terhindar dari terperosok malah ditanggapi lain oleh petugas Polsek Subah.

Warga yang terlibat aksi penanaman pohon pisang langsung diciduk Polisi.
Kepala Desa Jatisari, Kecamatan Subah, Bunoto mengaku geram melihat tindakan aparat kepolisian yang mengamankan warganya.
"Bukannya ikut membantu mengatur lalu lintas supaya aman dan lancar malah memanggil warga untuk diperiksa," sungut Bunoto, Selasa (20/12/16) malam.
Puncak kekesalan sang Kades bertambah ketika melihat warganya disuruh membuat surat pernyataan terkait aksi tersebut.

Spontan Bunoto menantang Kapolres Batang untuk datang dan hadir menyaksikan aksi warga yang menanam pohon pisang di tengah jalan.

Akibat aksi yang dilakukan oleh warga, arus lalulintas sempat tersendat hingga beberapa kilometer.

Dari informasi yang dihimpun, aksi warga tersebut bermula dari kekesalan warga yang bertumpuk melihat pengguna jalan bertumbangan di jalur maut pantura Batang karena terperosok lobang.

Merasa tak ada perhatian dari pemerintah, akhirnya warga nekat menanam pisang sebagai tanda ada lobang.

Warga menyesalkan jalan nasional yang bernilai triliunan rupiah kondisinya sekarang sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan.

Post a Comment Blogger

 
Top