0 Comment
Sebanyak 146 siswa dari SDN Purwodadi di Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan terpaksa harus diungsikan karena bangunan sekolah tempat Kegiatan Belajar Mengajar sehari-hari harus dikosongkan karena tergusur proyek jalan tol Pemalang-Batang.
"Sebenarnya pihak sekolah menerima perintah pengosongan sejak tanggal 7 November yang lalu sedangkan proses pengosongan dilakukan 9 November hingga sekarang," ungkap Damiri, Kepala SDN Purwodadi, Rabu (7/12/16).
Damiri mengatakan, KBM terpaksa harus dilakukan di sejumlah tempat. Ada tiga lokasi KBM seperti di Balai Desa untuk kelas 1 dan 2. Sedangkan untuk kelas 3 menempati ruang kelas PAUD di sebelah Kantor Desa.
"Untuk kelas 4 sampai kelas 6 menempati ruang kelas TPQ Sabirul Najjah yang berjarak 300 meter dari bangunan sekolah lama," terang Damiri.
Kendati kurang nyaman karena harus berbagi ruangan, lanjut Damiri, namun proses KBM(Kegiatan belajar mengajar) terpaksa harus terus jalan mengingat saat ini siswa masih Menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS).
Damiri mengaku, pihak sekolah dijanjikan tim apraisal jalan tol berupa bangunan baru dua lantai untuk sekolah seluas 1300 meter persegi.
"Mereka pihak apraisal menjanjikan nantinya bangunan sekolah pengganti akan menjandi yang termegah di Kabupaten Pekalongan. Lokasinya tak jauh dari jalan raya," beber Damiri.
Dikatakan Damiri, bangunan sekolah sebelumnya seluas 625 meter persegi memang terletak tepat di tengah jalur lintasan jalan tol yang membelah Desa Purwodadi.
Sementara itu Kepala Desa Purwodadi  Patrisetyawati menyampaikan, keberadaan KBM yang menempati ruang Kantor Desa tidak mengganggu aktivitas pelayanan kepada warga. Sebab biasanya untuk rapat maupun pertemuan warga sering dilakukan pada malam hari.

Post a Comment Blogger

 
Top