2 Comment
Mengenal Tradisi Syawalan Di Kota Pekalongan
Inilah lopis raksasa yang menjadi bagian dari tradisi syawalan di Kota Pekalongan


Kota Pekalongan
Syawalan atau hari ke tujuh setelah Idul Fitri menjadi puncak perayaan lebaran yang selalu heboh di peringati oleh masyarakat Kota Pekalongan terutama di wilayah Pekalongan bagian utara. 


Tradisi tersebut oleh masyarakat setempat akrab disebut Syawalan. Mau tahu lebih banyak keseruan Syawalan, ikuti terus kisahnya...

Menjelang Syawalan biasanya mulai bermunculan warga menggelar lapak dengan berjualan lopis (Sejenis penganan dari beras ketan yang dikemas seperti lontong) yang betebaran di pinggir-pinggir jalan.

Puncak peringatan Syawalan ditandai dengan pemotongan lopis raksasa, ukuranya memang benar-benar jumbo lebih dari 2 meter, diameternya rata-rata 80 an centi dan bobotnya bisa mencapai 1 ton lebih. Itupun tak cukup satu, ada dua lopis raksasa yang dipotong. Satu berada di Krapyak Lor dan yang satu berada di Krapyak Kidul.

Semuanya akan dipotong untuk pertama kali sebagai tanda dimulainya tradisi syawalan. Biasanya setelah diawali dengan seremoni dan doa, Walikota Pekalongan akan memangkas ujung lopis kemudian potongan-potongan kecil dari lopis akan dibagikan ke beberapa tokoh masyarakat yang hadir pada waktu itu. Selanjutnya separo badan dari lopis akan dibagikan ke penonton yang datang dari segala penjuru. Yang seru adalah pada bagian tersebut karena seringnya ribuan penonton akan berebut dan berusaha menjarah lopis karena menurut kepercayaan mereka, setelah lopis didoakan maka yang mendapat potongan lopis dan memakanya akan mendapat keberkahan.

Setelah prosesi pemotongan lopis selesai maka puluhan ribu orang yang hadir akan saling bersilaturahmi dan bermaaf-mafan dengan mengunjungi saudara, teman, kenalan bahkan tidak mengenal sekalipun. Mereka akan dijamu sebagai tamu oleh seluruh warga Krapyak. Pintu-pintu rumah warga selalu terbuka menanti tamu yang datang.

Bisa dipastikan, hari itu seluruh rumah warga akan penuh sesak oleh kehadiran tamu yang jumlahnya ribuan. Tuan rumah biasanya menyediakan menu tradisional setempat, selain lopis juga ada penganan tradisional lain dan yang tidak pernah tertinggal dalam menu yang disuguhkan, selalu ada yang namanya 'Lotis' (Lotekan-istilah setempat) berupa irisan berbagai macam buah yang disajikan bersama sambal gulajawa. Lotis juga sering disajikan bersama kerupuk khas lokal yang dinamakan 'Kerupuk Usek', sebuah kerupuk yang pembutanya tidak digoreng dengan minyak akan tetapi digoreng menggunakan pasir yang dipanaskan. Warga setempat menyebutnya 'Mie Usek'.

Seru bukan, bagi anda yang ingin menikmati keseruan tradisi Syawalan bisa datang langsung ke lokasi, sebaiknya hadir lebih awal sekitar pukul 07.00 pagi untuk bisa menyaksikan syukur-syukur bisa mengabadikan prosesi dari awal hingga akhir dan jangan lupa cari posisi yang strategis untuk bisa melihat semua view dengan sempurna. Jangan lupa Syawalan tahun ini akan digelar pada hari Rabu (13/7/16).

Post a Comment Blogger

 
Top