googlesyndication.com

0 Comment
Kedatangan Jenasah TKI Korban Kapal Karam Di Malaysia Disambut Tangis Histeris Keluarga
Jenasah Tasminah warga Desa Wonobodro, Blado, Batang, TKI yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Kalise< Johor, Malaysia, Jumat malam (29/1/16) tiba di Desanya dan jenasah langsung disemayamkan diMasjid  Desa untuk disholati serta dmakamkan malam itu juga
Batang
Tangis keluarga Tasminah, TKW yang menjadi korban kapal tenggelam di Johor, Malaysia pecah saat ambulan yang mengangkut peti jenasah Tasminah tiba pukul 23.00 WIB di pelataran Masjid Agung Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jumat malam (29/1/16).

Tangis histeris dari keluarga Tasminah semakin menjadi saat pintu ambulan dibuka dan jenasah Tasminah dibawa keluar untuk di sholatkan di Masjid Desa.

Satu persatu anggota keluarga Tasminah tumbang, mereka pingsan tak kuasa menahan kesedihan melihat Tasminah pulang dalam keadaan meninggal dengan mengennaskan.

Peti jenasah Tasminah disemayamkan di Masjid setempat dan langsung di sholatkan oleh warga sebelum di makamkan di pemakaman Desa yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari rumah duka.

Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Batang, Sugiyatmo yang sedari awal sudah berada di kampung korban untuk menyambut kedatangan jenasah Tasminah menyampaikan bahwa kedatangan jenasah mengalami sedikit keterlambatan karena pesawat delay 1 jam.
"Jenasah terlambat sampai di rumah duka namundemikian semua lancar tanpa kendala dan semua proses kepulangan jenasah hingga keperluan keluarga untuk mengurus pemakaman Tasminah sudah ditanggung pemerintah," ucapnya usai mengikuti sholat jenasah.
Tidak itu saja, lanjut Sugiyatmo, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Batang juga memberikan santunan uang duka kepada keluarga korban untuk meringankan biaya tahlilan.
"Besaranya sebesar Rp 3 juta, bahkan Bupati Batang Yoyok berniat datang kemari, namun karena ada satu hal, beliau mengutus saya untuk mewakili Pemkab Batang untuk turut mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan," terangnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Wonobodro, Sri Indarsah mengatakan, atas musyawarah keluarga dan warga masyarakat, pemakaman jenasah dilakukan malam ini juga.
"Sebelumnya keluaraga memang mengharapkan pemakaman dilakukan secepatnya," ungkapnya.
Seperti ramai diberitakan media nasional, Tasminah meninggal dalam kecelakaan kapal yang tenggelam saat hendak menyusul suaminya yang lebih dahulu berada di Malaysia. Tasminah berangkat menuju Batam melalui Bandara Ahmad Yani Semarang pada tanggal 15 Januari 2016 dan selanjutnya menuju malaysia dengan menggunakan kapal yang akhirnya karam di perairan Kalise, Johor, Malaysia. Tasminah bersama 23 penumpang lainya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.

Post a Comment

 
Top