1 Comment
Batang Ratusan para petani di kabupaten Batang terutama yang bera sal dari daerah atas seperti Bandar dan sekitarnya melakuk an pawai obor. Mereka sengaja turun ke Kota dan berkeliling dengan tujuan akhir ke halaman Rumah Dinas Bupati Batang un tuk menggelar permainan sepak bola api guna memperingati Ha ri Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70.  Usai melakukan pawai obor, puluhan pemudapun langsung mengg elar permainan sepak bola api di halaman Rumdin Bupati. Ked atangan mereka disambut Bupati Batang Yoyok Sudibyo yang la ngsung berbaur dengan masyarakat untuk menyaksikan dari de kat permainan yang lumayan membutuhkan keahlian khusus ters ebut.  Menurut Bupati Batang Yoyok sudibyo, dirinya menyambut gemb ira kreativitas warganya dalam memperingati HUT RI ke 70 dan dengan senang hati mempersilahkan halaman rumah dinasny a digunakan untuk aktivitas berekspresi.  "Ini tradisi masyarakat yang perlu dilestarikan. Mengayuh bagyo hari kemerdekaan 17 Agustus dengan permainan bola api ini. Luar biasa, semoga saja nanti persepakbolaan di negara kita ini akan semakin baik,"ucapnya ditengah kegiatan, ming gu (16/8/15) malam tadi.  Sementara itu salah satu pemain sepak bola api Ahmad Asrori mengatakan, dirinya dan rekan-rekanya sebelumnya telah mem persiapkan diri untuk mengikuti kegiatan arak-arakan yang disambung dengan permainan sepak bola api.  "Karena dibutuhkan keahlian khusus, kami telah berlatih sa tu bulan sebelumnya,"ungkapnya.  Asrori juga menyampaikan kalau dalam permainan sepak bola a pi tersebut tidak menggunakan sepatu alias tanpa alas kaki atau nyeker.  "Sengaja tanpa alas kaki mas. Karena telah berlatih sebelum nya dan juga sudah mengetahui triknya, ya tidak terasa pana s. Biasa saja,"ujarnya sembari diamini rekan-rekanya.  Kendati permainan sepak bola api rawan dengan bahaya akan tetapi puluhan pemuda desa tersebut tetap semangat dan teta p bermain seportif.  Rupanya permainan sepak bola api tersebut juga sebagai ajan g dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional dan berhar ap momen di bulan Agustus terutama semangat dari peringatan HUT RI ke 70 diharapkan akan tetap berkobar laksana api bag i bangkitnya persepakbolaan Indonesia.
Buah kelapa utuh yang telah direndam dalam minyak tanah dan disulut api agar  terus menyala dijadikan sebagai permainan sepak bola api yang dimainkan oleh puluhan pemuda di halaman Rumdin Bupati Batang, Minggu malam (16/8/15)
Batang
Ratusan para petani di Kabupaten Batang terutama yang berasal dari daerah atas seperti Bandar dan sekitarnya melakukan pawai obor. Mereka sengaja turun ke Kota dan berkeliling dengan tujuan akhir ke halaman Rumah Dinas Bupati Batang untuk menggelar permainan sepak bola api guna memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70.

Usai melakukan pawai obor, puluhan pemudapun langsung menggelar permai nan sepak bola api di halaman Rumdin Bupati. Kedatangan mereka disambut Bupati Batang Yoyok Sudibyo yang langsung berbaur dengan masyarakat untuk menyaksikan dari dekat permainan yang lumayan membutuhkan keahlian khu sus tersebut.

Menurut Bupati Batang Yoyok Sudibyo, dirinya menyambut gembira kreativitas warganya dalam memperingati HUT RI ke 70 dan dengan senang hati memper silahkan halaman rumah dinasnya digunakan untuk aktivitas berekspresi.
"Ini tradisi masyarakat yang perlu dilestarikan. Mengayuh bagyo hari kemerde kaan 17 Agustus dengan permainan bola api ini. Luar biasa, semoga saja nanti persepakbolaan di negara kita ini akan semakin baik,"ucapnya ditengah kegia tan, minggu (16/8/15) malam tadi.
Sementara itu salah satu pemain sepak bola api Ahmad Asrori mengatakan, dirinya dan rekan-rekanya sebelumnya telah mem persiapkan diri untuk mengi kuti kegiatan arak-arakan yang disambung dengan permainan sepak bola api.
"Karena dibutuhkan keahlian khusus, kami telah berlatih satu bulan sebelumnya," ungkapnya.
Asrori juga menyampaikan kalau dalam permainan sepak bola api tersebut tidak menggunakan sepatu alias tanpa alas kaki atau nyeker.
"Sengaja tanpa alas kaki mas. Karena telah berlatih sebelumnya dan juga sudah mengetahui triknya, ya tidak terasa panas. Biasa saja," ujarnya sembari diamini rekan-rekanya.
Kendati permainan sepak bola api rawan dengan bahaya akan tetapi puluhan pemuda desa tersebut tetap semangat dan tetap bermain seportif.

Rupanya permainan sepak bola api tersebut juga sebagai ajang dukungan terhadap kemajuan sepak bola nasional dan berharap momen di bulan Agustus terutama semangat dari peringatan HUT RI  ke 70 diharapkan akan tetap berkobar laksana api bagi bangkitnya persepakbolaan Indonesia. 


Post a Comment Blogger

 
Top