0 Comment
Dampak Dualisme Partai Golkar, Bisa Ganggu Pilkada
Basyir Ahmad
Kota Pekalongan
Dualisme Partai Golkar tak kunjung usai, Dewan Pembina DPD Partai Golkar Kota Pekalongan yang juga walikota, dr HM Basyir Ahmad nyatakan bisa mengganggu persiapan Pilkada 2015 nanti. Belum adanya calon yang direkomendasikan oleh DPP pusat menjadi salah satu masalahnya.
“Jadi kita tetap mengikuti keputusan pusat, siapapun akan kita dukung. Walupun pemerintah mengakui salah satu, tapi kita tetap menunggu keputusan hukum yang pasti dan jelas kedua kubu,” terang Basyir.
Pihaknya tegaskan masih belum  memilih, diantara kubu Partai Golkar versi Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie maupun Partai Golkar versi Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono.
“Kami belum memilih keduanya, karena menunggu hukum yang pasti saja diantara kedua kubu. Kami juga tidak mau disalahkan belum memilih diantaranya, karena hak kami di daerah,” lanjut Basyir.
Terkai dualisme partai, Basyir tegaskan cukup memnggangu persiapan Pilkada Kota Pekalongan. Karena calon yang akan diajukan, harus dapat rekomendasi dari pusat, maka Golkar Pekalongan belum bisa memutuskan siapa yang akan diajukan untuk calon maju di Pilkada.

Walapun sampai sekarang belum ada kepastian, partainya tetap menyiapkan segala sesuatunya. Untuk memenangkan calon yang akan diusung dalam Pilkada tahun ini. Terlebih ini adalah masa jabatannya, sehingga dirinya butuh sosok yang bisa meneruskan perjuangannya selama dua periode menjabat walikota.
”Itulah kesulitannya, namun kita tetap siapkan semuanya,” ucap dia.
Untuk itu, Basyir berharap kisruh di Partai Golkar segera berakhir secepatnya, sehingga bisa segera rekomendasikan calon walikota. Sehingga persiapannya bisa lebih baik, dan bisa menyonsong Pilkada 2-15 dengan lebih siap dan matang.

Post a Comment Blogger

 
Top