0 Comment
Basyir: Kalau Bisa 10 Persen Pengobatan Di RSUD Bendan Adalah Jamu
Walikota beri dukungan terhadap obat tradisional
Kota Pekalongan
Jamu adalah warisan budaya Nusantara dan wujud kecerdasan serta kearifan lokal masyarakat Indonesia. Selain berperan dalam upaya keehatan untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan, jamu juga masih memiliki berbagai fungsi. Seperti untuk kebugaran dan kecantikan.  Karenanya jamu patut terus dilestarikan dan dikembangkan.  Demikian disampaikan Indah Yuning Prapti, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Tanaman Obat dan Obat tradisonoal, Jawa Tengah sat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kota Pekalongan 2015, di Ruang Amarta (25/2).

Menurut Indah Yuning Prapti selama ini jamu sudah terbukti mampu meningkatkan kualitas hidup manusia Indoensia. Selain itu juga meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. 

“ Dengan terus melestarikan jamu maka hal itu akan mendorong kemanadirian di bidang kesehatan dan mengurangi pembiayaan kesehatan,” tegasnya.

Ditambahkan oleh Indah Yuning dalam pemanfaatan jamu ini pemerintah juga sudah memberikan aturan formalnya. Yakni dengan PP 103 tahun 2014 tentang pelayanan kesehatan tradisional komplementer. 

“Dengan peraturan tersebut pemerintah berarti akan membangun pelayanan kesehatan tradisional yang bersinergi dengan pelayanan konvensional,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Pekalongan dr HM Basyir Ahmad saat memberikan sambutan pada acara tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan jamu dalam pengobatan. 

“Kedepan kalau bisa pengobatan di RS Bendan 10 persen diantaranya menggunakan obat-obatan tradisional atau jamu ini,” ujar Basyir. 





(MC/|diskominfo/AN Takari)

Post a Comment Blogger

 
Top