googlesyndication.com

Kota Pekalongan-
Terlambatnya pengiriman buku ajar kurikulum 2013 membuat proses belajar mengajar di tahun ajaran baru terancam terhambat pasalnya belum semua buku acuan tersebut di terima pihak sekolah yang ada di wilayah Kota Pekalongan.
Dari penelusuran pekalongan-news.com di lapangan hanya jenjang pendidikan SD yang sudah menerima buku itupun belum semuanya terkirim baru sebagian.
"sekolah kami baru menerima sebagian,namun sekolah kami sudah siap untuk melaksanakan
kurikulum 2013 di tahun ajaran baru ini'' terang Adi Budiarto Spd, kepala SD Muhammadiyah 02 Bendan Kota Pekalongan  (6/8/14)  ketika di temui pekalongan-news.com di ruanganya. Adi juga menambahkan ''terus terang kekhawatiran itu ada,seb ab buku yang sudah kami terima hanya cukup untuk materi pembelajaran satu bulan, akan tetapi kita ada soft copy berupa CD pembelajaran yang bisa di gunakan selama proses pengiriman buku kelanjut nya belum didistribusikan, namun kami berharap semua lancar-lancar saja.'' aku Adi Budiarto ketika ditanya kekhawatiran tidak tepat waktunya pengiriman buku dari penerbit.
Di lain tempat lain Sulikhin, Kepala sekolah SMA 1 Pekalongan mengatakan ''sekolah kami sampai hari ini belum menerima paket kiriman buku dari penerbit, tapi kami sudah antisipasi dengan mence tak sebagian soft copy dan sebagian lagi kami gunakan di proyektor untuk media ajar.'' 
Sulikhin juga mengatakan '' sekolah kami sudah setahun yang lalu menerapkan kurikulum 2013, jadi sudah ada pengalaman karena SMA 1 jadi percontohan penerapan kurikulum 2013 sejak 2012 dan proses belajar mengajar tidak begitu terganggu.''
Ketika di konfirmasi ke kabid SarPras (sarana dan prasarana) Dindikpora Kota Pekalongan  Ikhsan Hadi Maulana terkait keterlambatan distribusi buku kurikulum 2013 mengatakan '' pemesanan buku sesuai kebutuhan sekolah yang ada di Kota Pekalongan sudah di lakukan sejak juni lalu dan sesuai prosedur yang sudah di tetapkan, hanya saja ini murni keterlambatan kirim karena memang seharus nya realisasi distribusi buku dari penyedia buku ajar sudah harus selesai ketika ajaran baru di mulai.'' 
Dari penelusuran pekalongan news.com di lapangan hanya satu perusahan penerbit yang sudah melaksanakan kewajibanya itupun baru sebagian,  3 penerbit lainya belum sama sekali melaksanakan kewajibanya. Data yang di peroleh ada 94.279 ribu eksemplar buku Jenjang SMP dan 78.634 ribu eksemplar jenjang SMA belum terdistribusi sama sekali.


 
Top