googlesyndication.com

Kota Pekalongan-
Walaupun Kelurahan Duwet mempunyai empat unit ipal komunal yang masih beroprasi akan tetapi kenyataanya penanganan limbah tahu dan tempe di lokasi tidak maksimal masih ada beberapa pengrajin yang masih membuang limbahnya di pekarangan dan bera kibat timbulnya bau tak sedap kondisi itu di perparah  setiap hujan turun bau limbah tersebut semakin menyengat dengan menebarkan aroma yang sering di keluhkan warga terutama di Rt 01 Rw 01.
salah seorang warga yang tidak mau di sebut nama nya mengatakan bahwa sudah lama dirinya dan
warga lainya mengeluhkan hal yang sama akan tetapi tidak bisa berbuat banyak hanya perasaan kurang nyaman tersebut di pendam padahal jelas-jelas semua terganggu.
Ditemui di lokasi ipal berada senin (14/7/14) Imron Rosydi petugas penanggung jawab ipal di Rt 01 Rw 03 menyatakan bahwa persoalan masih adanya pengrajin yang membuang limbahnya di pekarangan memang sangat mengganggu dan sampai sekarang belum ada solusi yang pas untuk penangananya.
'' kami pernah membawa masalah ini ke KLH bahkan kepala dinasnya pernah meninjau lokasi
akan tetapi tak pernah ada kelanjutan solusinya '' terang Imron.
'' Dari pengamatan kami selaku pengelola ipal di dapati memang kontur tanah yang tidak memungkinkan kalau di alirkan limbahnya ke ipal karena tanah tempat berdirinya instalasi lebih tinggi di banding lokasi di mana limbah itu di buang'' lanjut Imron.
" Pernah ada yang usul untuk di buatkan ipal di lokasi tersebut akan tetapi KLH merasa keberatan karena di nilai tidak ekonomis di karenakan investasi pendirian ipal memerlukan biaya besar akan tetapi yang menggunakanya hanya dua pengrajin saja, akhirnya batal hingga masalah ini tak kunjung selesai " imbuh Imron.
Dari pengakuan Imron Rosydi di Rt 01 Rw 03 berdiri instalasi terbesar yang di gunakan oleh hampir 30 peng rajin tahu dan tempe sedang tiga ipal lainya di gunakan oleh belasan pengrajin masing-masing ipal.
Imron berharap agar pemerintah cepat tanggap dan membantu menyelesaikan persoalan yang di hadapi warga Duwet agar tidak timbul gejolak antar warga karena jelas kesabaran warga di uji dengan bau tak sedap yang selalu mereka rasakan.

 
Top