-->

KEK Industropolis Batang Cetak Tenaga Kerja Berdaya Saing Global Lewat Program PRIMA 2026

Pekalongan News
Friday, July 03, 2026, July 03, 2026 WIB Last Updated 2026-07-03T15:48:10Z
KEK Industropolis Batang Cetak Tenaga Kerja Berdaya Saing Global Lewat Program PRIMA 2026
Pekalongannews, Batang – Komitmen KEK Industropolis Batang dalam menciptakan ekosistem investasi yang kuat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan kawasan industri, tetapi juga melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Hal itu ditunjukkan dengan penutupan Program Resiliensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) 2026 yang digelar pada Jumat (3/7/2026).

Program yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi salah satu langkah strategis KEK Industropolis Batang dalam menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki kesiapan mental, fisik, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi kawasan yang diproyeksikan sebagai "Shenzhen-nya Indonesia" dalam menarik investasi berskala global.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, mengatakan bahwa pembangunan kawasan industri harus diimbangi dengan pembangunan kualitas manusianya. Menurutnya, keberhasilan sebuah kawasan industri bergantung pada kesiapan SDM yang akan menggerakkan roda industri di dalamnya.

"Melalui PRIMA 2026, KEK Industropolis Batang menghadirkan kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia industri dan dipadukan dengan praktik kerja lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada peserta sekaligus meningkatkan kepercayaan para tenant maupun calon investor terhadap kesiapan ekosistem industri di Batang," ujarnya.

Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari praktisi Human Resources (HR) sejumlah perusahaan yang telah beroperasi di kawasan, seperti PT KCC Glass Indonesia, PT Wavin Manufacturing Indonesia, PT Unipack Plasindo, PT Yih Quan Footwear, PT Profinder Solusi Indonesia, dan PT Ace Medical Products. Selain materi di kelas, peserta juga melakukan kunjungan ke fasilitas produksi PT Unipack Plasindo, PT Trax Sumbiri, dan PT Wavin Manufacturing Indonesia untuk melihat secara langsung standar operasional industri.

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Batang. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menyampaikan bahwa PRIMA menjadi bukti nyata sinergi antara dunia industri dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan kerja global.

"Masyarakat Batang harus mampu menjadi pelaku utama dalam perkembangan industri yang terus tumbuh di daerahnya, bukan hanya menjadi penonton," tambahnya.

Dengan bekal kompetensi dan karakter yang diperoleh melalui PRIMA, lulusan SMK diharapkan siap bersaing di perusahaan-perusahaan bertaraf internasional.

Dukungan serupa juga datang dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Tengah. Kepala Seksi SMK, Agus Nowo Edy, menilai PRIMA 2026 menghadirkan model kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dan industri melalui konsep link and match. 

"Tahun ini, sebanyak delapan SMK dengan total 160 peserta terlibat aktif, bahkan para guru ikut berkolaborasi bersama tim HR perusahaan dalam pelaksanaan program, " jelasnya.

Keberhasilan PRIMA 2026 turut didukung oleh Tim Jasa Psikologi Universitas Diponegoro serta pelatih kedisiplinan TNI dari PT Bintara Mitra Andalan. Hasilnya mulai terlihat, di mana sejumlah tenant besar, seperti PT Ace Medical Products dan PT Elecmental Longteng, langsung menyerap ratusan lulusan SMK lokal setelah program berakhir.

Melalui program ini, KEK Industropolis Batang semakin mempertegas perannya sebagai kawasan industri yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membangun SDM unggul sebagai fondasi utama pertumbuhan industri yang berkelanjutan di Indonesia.
Komentar

Tampilkan

No comments:

TERKINI