0 Comment
SashaAryaldina Mahasiswa KKN UNS Di Desa Pandansari Merancang Tiga Program Kerja Yaitu(BUDIKDAMBER), Pembuatan Dan Pembagian Masker, Dan Video Edukatif Untuk Anak SD
COVID-19 telah banyak mengubah hidup manusia, mengubah sesuatu yang awalnya aneh menjadi norma, untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia kita dapat menjadi pahlawan dengan berdiam diri di rumah dan mengisolasi diri. 

Pola kehidupan dipaksa beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini, sekolah ditutup, kegiatan ekonomi lumpuh, dan kehidupan sosial harus dihentikan untuk sementara waktu. Terlepas dari berbagai teori konspirasi bagaimana virus ini muncul, manusia di abad 21 dapat dikatakan siap menghadapi permasalahan global seperti ini, kita sudah memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan yang  cukup.

 Dalam waktu dua minggu manusia dapat mengidentifikasi virus ini dan segera mencari cara penyebuhannya lalu kemudian vaksin. Jika dibandingkan dengan reaksi manusia di abad 15 ketika mereka menghadapi Black Plague, tentu apa yang kita lakukan saat ini sangat baik. Semua orang, berbagai lembaga dan institusi, juga ahli dari berbagai bidang ilmu berusaha untuk berkontribusi dalam menghadapi masalah multidimensional ini.

Universitas sebagai salah satu institusi pendidikan yang diharapkan mampu ikut berperan juga mengerahkan sumber dayanya untuk dapat membantu masyarakat. Lewat program Kuliah Kerja Nyata yang disesuaikan dengan masalah global ini Universitas Sebelas Maret mengerahkan sejumlah mahasiswanya untuk mengikuti KKN COVID-19 individu di daerah domisili masing-masing. Salah satunya adalah Sasha Aryaldina mahasiswa Hubungan Internasional 2017 yang menjalankan program KKN COVID-19 di Desa Pandansari, Kabupaten Batang. Sasha merancang tiga program kerja yang disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar yaitu: Budidaya Lele dalam Ember (BUDIKDAMBER), Pembuatan dan Pembagian Masker, dan Video Edukatif untuk anak SD.

Untuk program BUDIKDAMBER, Sasha menyiapkan sebanyak 5 ember yang diisi dengan lele dan kangkung. Karena bidang ilmunya yang tidak sejalan dengan budidaya ikan, Sasha banyak mendapat referensi dari video youtube mengenai cara pembuatan dan perawatannya. 

Untuk dapat memenuhi tujuan program yaitu memastikan cadangan pangan untuk rumah tangga tercukupi, Sasha memilih memberikan variasi umur bibit lelenya, dua ember diisi dengan lele berukuran agak besar yang akan bisa dipanen dalam waktu 2-3 bulan, sedangkan 3 ember lainnya diisi dengan lele berukuran seukuran 4-5 untuk dapat dipanen 5-6 bulan kemudian. Sementara untuk kangkung yang ditanam di pinggiran ember dapat dipanen kurang dari sebulan dan setelah itu dapat diisi kembali dengan bibit kangkung yang baru,

Dalam program pembagian masker, Sasha dibantu dengan pihak konveksi membuat 100 masker untuk dibagikan ke masyarakat Desa Pandansari dengan tetap memperhatikan aturan kesehatan. Cara yang dipilih adalah dengan meninggalkan beberapa masker di tempat ibadah sehingga mengurangi kontak langsung dengan orang banyak. Saat melaksanakan program ini, Sasha mendapat masukan dari Ketua RT RW yang menyarankan untuk menggunakan elastis daripada tali kain karena masyarakat menganggap masker tali repot dan lebih memilih tidak menggunakannya.

Program ketiga adalah membuat video edukasi, dalam pelaksanaannya Sasha membuat tiga video secara total. Video pertama berisi tentang cara membuat masker kain sederhana serta sikap apa yang harus dilakukan agar pemakaian masker tidak menjadi sia-sia. Video kedua dan ketiga berisi tentang pembelajaran bahasa inggris untuk anak usia TK-SD, dalam video ini Sasha yang dibantu adiknya memberikan informasi istilah-istilah hewan dan buah-buahan dalam bahasa inggris.

Program KKN COVID-19 dari Universitas Sebelas Maret yang telah dilaksanakan dari tanggal 15 Mei dan berakhir pada 30 Juni diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan Tri Dharma perguruan tinggi dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

Post a Comment Blogger

 
Top