0 Comment
Didera hujan deras selama tiga jam, sebagian wilayah Kota Pekalongan terendam banjir. Luapan sungai dan beberapa saluran air yang tak mampu menampung debit air menyebabkan banjir merendam pemukiman di Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat setinggi hampir satu meter.
Menurut penuturan warga, banjir mulai menggenangi pemukiman sejak pukul 18.30 WIB atau Selasa petang hingga Rabu (8/3/17). Dari pantauan di lokasi semalam, warga yang didominasi wanita dan anak-anak mulai meninggalkan rumah untuk mengungsi.
"Saya memilih mengungsi karena seluruh rumah terendam banjir," ucap Qomariah (60 th) warga Kelurahan Tirto yang mengungsi di masjid Al Karomah, Kota Pekalongan yang relatif tidak terlalu terdampak banjir bersama ratusan warga lainnya.
Hal sama juga di sampaikan Wati (58 th) yang memilih mengungsi bersama keluarganya sejak selasa malam. Wati mengaku, di dalam rumah ketinggian air hampir satu meter. Sedangkan di luar rumah sekitar satu meter.
Wati menyebut hampir setiap hujan deras bisa dipastikan lingkungan tempat tinggalnya kebanjiran. 
"Sungai Bremi gampang meluap dan sering menyebabkan banjir," ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan sejak Selasa petang sudah berada di lokasi dengan menyiapkan personil yang dilengkapi perahu karet.
Komandan regu BPBD di lokasi, Adi, mengatakan, pihaknya mendapatkan permintaan evakuasi dari warga karena ketinggian air sudah sangat mengkhawatirkan.
"Sejak semalam kita sudah lakukan evakuasi ratusan warga keluar dari lokasi banjir menuju pengungsian," ungkap Adi.
Diperkirakan banjir tidak akan langsung surut dalam satu hari. Selain sulit mengalir karena terkendala pendangkalan sungai, juga karena menurut penuturan warga, kondisi pemukiman yang lebih rendah dari permukaan air sungai.

Post a Comment Blogger

 
Top