0 Comment
Sebanyak 243 Kader Siaga Trantib (KST) di Kota Pekalongan mengikuti peningkatan pengetahuan dan kesiap siagaan untuk membantu memelihara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Tenaga KST sebanyak sembilan orang berasal dari masing-masing Kelurahan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Propinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan, munculnya KST merupakan hasil dari respon masyarakat yang peduli dengan ketertiban dan ketentraman hingga akhirnya pemerintah mendorong untuk memfasilitasinya.
"Kalau tenaga KST ini bisa terus didorong pemerintah, mereka akan lebih peduli dengan lingkunganya, terutama keluarga dan sekitar tempat tinggalnya," kata Sinoeng dalam Bintek di Gedung Diklat, Senin (13/2/17).
Keberadaan tenaga KST sebaiknya terus ditingkatkan peranya oleh pemerintah daerah agar jangan hanya berkutat pada even-even tertentu saja.
Sinoeng melanjutkan, jangan sampai mereka hanya menjadi primadona dalam even seperti Pilkada sebagai tenaga yang sangat dibutuhkan, namun juga harus terus berkontribusi di dalam ketertiban dan ketentraman lingkungan setiap hari.
"Bila semua bisa terwujud, kehidupan yang tertib dan ketentraman di masyarakat akan bisa dirasakan manfaatnya," tandas mantan Kepala Biro Humas Propinsi Jateng.
Senada dengan Sinoeng, Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Maghfud yang membuka kegiatan menyampaikan, tenaga KST akan sangat membantu masyarakat dan kebutuhan bimbingan teknis akan meningkatkan kemampuan mereka dalam menjadi relawan di tengah masyarakat.
"Mereka inilah yang akan menjadi pengawas dan memberikan informasi apabila terjadi hal yang bersifat pelanggaran," ucap Saelany.
Permasalahan yang ada dimasyarakat, terutama yang dikaitkan dengan ketertiban dan keamanan perlu diatasi lebih dulu ditingkat lingkungan masyarakat itu sendiri.
"Hal ini tentu akan bisa diantisipasi lebih dini dan kebutuhan peningkatan kemampuan masing-masing personil bisa dipenuhi melaui Bintek semacam ini," tutup Saelany.

Post a Comment Blogger

 
Top