0 Comment
Menyikapi terjadinya tragedi meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu, puluhan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari seluruh Universitas yang ada di Kota Pekalongan, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama.
Diinisiasi Mapala Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Pekalongan atau Greget Mahasiswa Pecinta Alam Walisongo (Gemalawa) melibatkan beberapa perguruan tinggi seperti, Maepala Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan, Jaesta Wanasia Univeristas Pekalongan, Makompala Stimik Widiya Pratama, Sabdapala Politeknik Kesehatan, Mapala Batik Adventure Politeknik Pusmanu dan Mapala Kanpas STIE Muhammadiyah.

Ketua Mapala Gemalawa UKM IAIN Pekalongan, Agus Salim menyampaikan, 
semua anggota Mapala yang ada di Kota Pekalongan ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah yang menimpa rekan mahasiswa dari UII yogyakarta.
"Bagaimanapun kejadiannya, hal tersebut merupakan tragedi dan musibah bagi kami sesama pegiat lingkungan," ucap Agus.
Agus melanjutkan, meskipun masing-masing pihak memiliki konsep diksar dalam mengkader anggotanya, namun pihaknya tetap menyayangkan hal tersebut terjadi. Sebab jika benar itu menjadi suatu bukti adanya kekerasan dalam pelaksanaan diksar tentu kami sangat sayangkan konsep yang seperti itu.

Dalam setiap diksar, kata Agus, memang kompetensi dari calon anggota diuji. Baik itu penguasaan dibidang gunung dan hutan, panjat tebing maupun koservasi lingkungan.
"Namun tetap saja semua itu sifatnya pendidikan dasar yang mengedepankan prinsip pendidikan dan pengetahuan bukan kekerasan," ujar Agus.
Hal berbeda disampaikan Rifki Mubarok, anggota Mapala Batik Adventure yang mengatakan, sebaiknya diksar lebih menekankan unsur keharmonisan hubungan antara senior, junior dan calon anggota.
"Kami disini melakukan semua itu, kami bisa tunjukan kalau kami menjunjung nilai hubungan yang wajar tanpa ada kekerasan diantara senior bersama junior," tuturnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Komples Kampus SMK Ma'arif Akrom Kota Pekalongan turut dipanjatkan doa bagi semua almarhum mahasiswa UII Yogyakarta dan dilakukan pula mengheningkan cipta sebagai tanda duka dunia pendidikan kampus terutama dunia pendakian di kalangan mahasiswa Indonesia. 

Post a Comment Blogger

 
Top