0 Comment
Sedikitnya dua Desa di Kecamatan Petungkriyono terisolasi akibat tebing setinggi 100 meter longsor menutup jalan penghubung antara Desa Curugmuncar dan Desa Songgodadi dengan jalan utama di Kecamatan setempat.

Akibat longsor tersebut tidak saja memutus akses jalan, namun warga juga terancam terisolasi dari pasokan kebutuhan bahan pokok.

Camat Petungkriyono, Agus Purwanto mengatakan, perlu waktu lama untuk menyingkirkan material longsoran dari jalan. Sehingga pasokan bahan makanan dan kebutuhan lainya akan dilakukan secara manual.
"Untuk satu sampai dua hari mungkin stok makanan yang dimiliki warga akan terpenuhi namun untuk selanjutnya tetap harus mengandalkan kiriman dari luar," ucap Agus, Senin (19/12/16) melalui sambungan telepon.
Menurut Agus, pihaknya sekarang masih mengupayakan bantuan bahan makanan dari luar. Selain itu, lanjut Agus, kemungkinan juga Tim BPBD dan unsur lainnya akan kembali membuka jalan alternatif yang pernah ditutup dan tidak pernah digunakan lagi.
"Jalan alternatif rencananya akan dibuka namun kondisinya sangat curam dan berbahaya, apalagi disana ada jembatan yang rusak sehingga perlu diperbaiki," terang Agus.
Agus menjelaskan, wilayah di sekitar lokasi memang sangat rawan. Sudah berkali-kali terjadi longsor, namun intensitasnya kecil dan masih bisa ditangani sendiri.
"Tapi kali ini yang paling luar biasa karena tebing yang dilalui jalan tersebut sangat tinggi dan teramat curam. Makanya hujan kemarin malam menyebabkan tebing longsor," ungkap Agus.
Dari informasi yang dihimpun, akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu malam (18/12/16) di wilayah atas, menyebabkan tebing tanah setinggi 100 meter bergerak dan akhirnya longsor menutup akses jalan dua Desa. 

Volume longsoran tebing bersama material yang terbawa menutupi seluruh badan jalan hingga puluhan meter memerlukan waktu yang lama untuk menyingkirkanya. 

Ribuan warga yang terisolasi praktis hanya mengandalkan bantuan dari luar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Post a Comment Blogger

 
Top