0 Comment
Kecakapan Berorganisasi Memberi Jaminan Ketahanan Komunitas

Kehidupan pengorganisasian orang kini telah menyebar berupa komunitas-komunitas, yang menyajikan peluang pemenuhan kesamaan ketertarikan para anggotanya. Kendaraan, hobby, kepedulian lingkungan, ajang kreativitas, dan lain-lain menjadi isu utama kesatuan mereka.

Berbeda dengan pengorganisasian orang seperti ormas, orpol, dan lain-lainnya, komunitas terbentuk cenderung diawali dari aksi spontanitas para penggagasnya. Oleh karena sifat  ide pendirian yang seketika demikian para pendiri hanya terpesona oleh niilai kemuliaan  dari gagasan kreativitasnya. 

Kapabilitas tiap-tiap penggagas serta merta tak dijadikan sebagai tolok ukur bagi kemapanan berlangsungnya suatu organisasi yang akan didirikannya. 
Integritas pribadi seseorang di antara mereka dibiarkan melarut dalam sukacita kebersamaan.
Melansir batasan istilah organisasi menurut Dimock, "organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian- bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan."
 Sudah selayaknya suatu organisasi masih harus diuji oleh faktor-faktor selain hanya “siapa” yang berdiri di belakangnya. Masih berderet mengantri sebagaimana kontribusi anggota, pelaksanaan kewenangan, koordinasi, pengawasan, dan tujuan yang akan dicapai. 

Kecermatan mengapresiasi faktor-faktor tersebut di atas memberikan jaminan bahwa suatu organisasi memiliki ketahanan dalam mencapai tujuan sepanjang waktu tertentu.

Sebuah wadah tempat berkumpulnya orang secara langsung menjadi ajang perbenturan kepentingan. Masih bisa dimaklumi bila suatu kepentingan bersifat bersama. Namun, terkadang sebagian dari mereka tak menutup kemungkinan terdapat pihak-pihak yang menyimpan kepentingan bersifat pribadi di balik apa yang diperjuangkan dalam berorganisasi. Kecenderungan semacam inilah yang menciptakan tuntutan agar semangat kebersamaan selalu diimbangi koreksi bertahap terhadap tiang-tiang penyangga organisasi.

Suatu komunitas bisa bertahan dalam kurun waktu tertentu bergantung pada bagaimana para pemegang kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul. Selama problematika terjadi berulang, meski sempat terselesaikan, bukan serta merta berarti suatu organisasi dianggap stabil. Sementara derajat pentingnya suatu perubahan selalu akan menjadi resiko bagaimana kelangsungan organisasi selanjutnya. Ketidakstabilan menjadi momok bagi terciptanya bentuk perubahan organisasi pada masa yang akan datang. Terpecahnya suatu organisasi pun merupakan bagian dari bentuk perubahan, alih-alih tidak bubar organisasi tersebut. 

Kepemimpinan menjadi karakter utama yang harus dimiliki para penggiat organisasi. Kepemimpinan berkaitan langsung dengan terjaganya rantai komando dalam memadukan dan atau merujukkan lalu lintas kepentingan orang-orang yang dibawahinya, ide-ide kegiatan, serta kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dari struktur organisasi yang dipimpinnya. 

Post a Comment Blogger

 
Top