0 Comment

Kota  Pekalongan
MOU terkait TPA regional antara kota pekalongan dengan kabupaten Pekalongan tersendat di tingkat pelaksanaan,kepastian realisasinya belum jelas karena sampai sekarang masih terkendala ketersediaan lahan menyebabkan tidak bisa  di cairkannya bantuan Jerman lewat JIZ sebuah lembaga lingkungan hidup.Ketika ditemui pekalongan-news.com  seusai menghadiri  siding  paripurna LKPJ dengan DPRD Walikota pekalongan mengatakan bahwa setiap tahun sejak MOU ditandatangani antara pemkot,pemkab,gubernur dan cipta karya pihaknya setiap tahun  selalu menganggarkan dana pendamping dari APBD sebesar 2,5 milyar sebagai kewajiban pemkot dalam pembangunan TPA regional nantinya,namun karena persoalan lahan yang belum selasai juga terpaksa anggaran jadi Silpa (sisa Lebih penggunaan anggaran) sementara TPA Degayu seharusnya sudah tutup sejak tahun lalu karena sudah kelebihan kapasitas tampung,rencana lebih penggunaan anggaran

Seperti di ketahui bahwa TPA Degayu dikota Pekalongan pemkot kota pekalongan untuk mengandalkan TPA regional sebagai pengganti TPA degayu akan tetapi karena perkembanganya di rasa tersendat akibatnya terpaksa dilakukan pemfungsian kembali  TPA degayu dan waloupun begitu masih menurut HMbasyir Achmad kesepakatan harus terus berlanjut entah bagaimana caranya nanti, rencana lain dari pemkot di samping optimalisasi lokasi yang lama juga penjajakan kerjasama dengan BPPT untuk mengembang kan teknologi pengolahan sampah menjadi energy untuk mengurangi beban TPA  Degayu.Bahkan BPPT berjanji akan segera menirimkan bantuan berupa mesin pengolah terbaru yang canggih untuk memproses sampah menjadi energy gas dan listrik memanfaatkan sampah yang ada di lokasi. jadi persoalan alternative TPA Regional bisa sedikit teratasi sambil menunggu perkembangan realisasi lahan baru.

Post a Comment Blogger

 
Top