Gambar Ilustrasi AI
Salah satu proyek terbesar berada di lepas pantai Dongying, Provinsi Shandong. Pembangkit listrik tenaga surya lepas pantai HG14 memiliki kapasitas 1 gigawatt (GW) dan telah tersambung penuh ke jaringan listrik pada akhir Desember 2025. Proyek tersebut menempati sekitar 1.223 hektare perairan dangkal, berjarak sekitar 8 kilometer dari garis pantai.
Proyek HG14 menggunakan lebih dari 2,3 juta modul surya bifacial yang dipasang pada ribuan struktur baja. Sistem tersebut dirancang untuk menghadapi kondisi lingkungan laut, termasuk angin, gelombang dan perubahan pasang surut.
Selain menghasilkan listrik, proyek ini menggabungkan penyimpanan energi dan kegiatan budidaya perikanan. Konsep tersebut memungkinkan ruang perairan dimanfaatkan untuk lebih dari satu fungsi. Pembangkit diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1,78 terawatt-jam (TWh) listrik per tahun.
Pengembangan surya terapung menjadi bagian dari ekspansi energi terbarukan China yang berlangsung sangat cepat. Pada Juli 2026, kapasitas terpasang tenaga surya China telah melampaui batu bara dan menjadi sumber kapasitas pembangkit terbesar di negara tersebut. Namun, dari sisi produksi listrik aktual, batu bara masih menghasilkan listrik lebih banyak karena pembangkit surya bergantung pada kondisi matahari.
Pemerintah China juga menargetkan peningkatan pembangkitan listrik dari tenaga angin dan surya sebesar 53 persen dalam lima tahun ke depan. Pada 2030, China menargetkan energi angin dan surya menyumbang sekitar 30 persen pembangkitan listrik nasional.
Pengembangan pembangkit surya di perairan memberikan peluang baru bagi negara dengan kebutuhan energi besar dan keterbatasan lahan. Namun, teknologi tersebut tetap menghadapi tantangan berupa biaya pembangunan, pemeliharaan struktur di lingkungan laut, korosi, gelombang serta kebutuhan jaringan transmisi.
Langkah China menunjukkan bahwa pengembangan energi surya tidak lagi hanya mengandalkan atap bangunan atau lahan daratan. Permukaan perairan kini menjadi salah satu ruang baru untuk memperluas kapasitas energi bersih, sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.



No comments:
Post a Comment