0 Comment
pekalongan-news.com
Kamid (47 th) pemilik lahan sengon di Dukuh Plumud, Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan
Pekalongan
Adanya jalan tembus yang akan dibangun melalui program TMMD Reguler ke-98 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan tidak hanya disambut gembira oleh masyarakat namun juga ungkapan senang juga disampaikan para pemilik lahan sengon di sekitar Rogoselo.

Sebelumnya petani durian rakyat mengaku diuntungkan dengan adanya jalan tersebut, sekarang beberapa petani sengon atau pemilik tanaman sengon pun juga merasakan hal yang sama.
"Sebelumnya untuk mengangkut hasil tebangan pohon sengon, kami harus kerja lebih ekstra keras lagi, sebab jalan dalam kondisi rusak sehingga hasil kayu tebangan lebih lambat diangkut keluar," ungkap Kamid (47 th), warga Dukuh Plumutan, Desa Rogoselo.
Kamid mengaku mengeluarkan biaya angkut kayu sengon keluar dari lahan tebangan lebih besar, sebab semuanya terkendala akses lokasi yang sulit dengan kondisi jalan rusak.

Dia berharap, dengan adanya jalan tembus dengan kodisi jalan yang jauh lebih baik akan mampu menekan ongkos transportasi yang jauh lebih murah.
"Saya yakin petani sengon juga akan merasakan hal yang sama dengan warga lainya, senang dengan adanya jalan baru yang lebih bagus," akunya.
Rupanya apa yang disampaikan oleh Kamid sejalan dengan petani-petani lainya di sepanjang jalur tembus Rogoselo yang mengubungkan dengan desa-desa sekitarnya.
"Jelas, kemudahan akses jalan yang lebih baik akan berimbas pada kemudahan transportasi dan mobilisasi warga dari satu tempat ke tempat lainya, itu artinya peningkatan ekonomi sedang terjadi di Rogoselo dan sekitarnya," papar Kamid.

Post a Comment Blogger

 
Top