googlesyndication.com


 Kota pekalongan-
Ratusan petugas Satpol PP yang di dukung ratu san preman terlibat aksi kekerasan dengan memu kuli pedagang pasar tiban dan mahasiswa sore ini minggu (18/5/14) pukul setengah tiga,tak cukup memukuli petugas Satpol PP juga terlibat aksi penculikan,wawan mahasiswa PMII STAIN setelah di hajar lalu di lempar ke mobil patroli Satpol PP dan di bawa pergi keluar lokasi,baru di ketahui wawan di buang di seputar gor jatayu dan berhasil di temukan rekan-rakan korban dalam keadaan terluka mengenaskan dan dilari kan ke rumah sakit untuk perawatan dan visum
.
         Kronologi kejadian bermula dari beberapa
         pedagang dan mahasiswa yang di lokasi
        kejadian di datangi petugas satpol dan ok
num camat pekalongan timur dengan pengeras suara meminta pedagang untuk menyingkirkan daganya dari lokasi dengan tenggat waktu beberapa menit dan apabila tidak di hiraukan gerobak akan di angkut,tindakan tersebut di tolak pedagang dan mahasiswa karena belum merasa melakukan aktivitas berjualan.Buntut dari penola kan tersebut kedua kubu terlibat adu mulut hingga memancing petugas satpol lainya berdatangan tanpa babibu ratusan satpol pp de
ngan di bantu ratusan preman menghajar pedagang dan mahasiswa yang berjumblah tak lebih dari 10 orang.Salah satu petugas kepolisian dari satuan serse bernama Ardhi mencoba menyelamatkan salah seorang pedagang dari amukan satpol dan preman tapi malah Ia sendiri di pukuli dan di injak-injak ratusan massa preman yang beringas hingga terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan ratusan preman dan petugas satpol pp kocar kacir menye lamatkan diri.
Di jumpai di UGD rumah sakit kraton Ardhi menjelaskan bahwa Ia mengalami luka lebam di


mata sebalah kanan,pelipis dan jemari tangan kanan bengkak dan sekujur badan terasa nyeri.
Adapun dari pihak pedagang tercatat delapan orang terluka dan menjalani perawatan di UGD rumah sakit keraton.
Malam ini juga pihak kepolisian mengadakan jumpa pers mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus kekerasan yang melibatkan sejumblah preman dan petugas satpol pp dengan korban mahasiswa,pedagang dan anggota polisi dari kesatuan serse kota pekalongan.
 
Top