0 Comment
Pekalongan - Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya tanggungjawab dari TNI/Polri, akan tetapi merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat di Negara Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Dandim 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto, saat talkshow di LPPL Radio Kota Santri dengan tema “Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dan Tangkal Hoax, Rabu (15/5/2019). 

Menurutnya, menjaga keutuhan NKRI perlu komitmen bersama seluruh komponen masyarakat agar NKRI tetap berdiri kokoh. “kita,TNI bersama rakyat akan terus mengawal dan mengamankan NKRI dari segala macam ancaman,” tuturnya.

Ditanya mengenai kondisi saat ini, Arfan mengatakan bahwa, paska pemilu dan jelang penetapan hasil pemilu, secara umum masih baik dan kondusif, TNI akan selalu bersikap netral. 

“tugas pokok kami adalah alat negara bukan alat pemerintah, jadi TNI akan berdiri netral di atas kepentingan negara, bukan kepentingan satu atau dua orang,” terang Dandim.

Pihaknya mengingatkan, kepada masyarakat, untuk mewaspadai informasi yang ada media sosial dengan cara menyaring informasi agar tidak termakan provokasi yang bisa mengancam dirinya sendiri, golongan dan bahkan mengancam keutuhan bangsa. 

“kita merupakan pengguna medsos terbesar ketiga di dunia, sehingga kalau tidak hati-hati akan termakan berita bohong atau hoax yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dandim menghimbau, kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas di daerahnya masing-masing, serta mengantisipasi provokasi media yang marak terjadi. 

“bila mendapat informasi ataupun video dari medsos lebih baik untuk konsumsi pribadi, apalagi jika kita tidak yakin kebenaranya dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, jangan malah dishare kemana-mana. Apalagi ini bulan puasa jangan sampai kita ikut membagikan berita bohong, fitnah, ujaran kebencian,” paparnya.

Post a Comment

 
Top