0 Comment
Pekalongan-  Guna mengasah ketrampilan bagi generasi muda, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pekalongan melatih ketrampilan kerajinan bagi pelajar SMA/SMK/ Sedejarat yamg dikemas dalam acara Dekranasda Go to School, Selasa (2/4) di lapangan jetayu.

Turut hadir ketua Dekranasda Kota Pekalongan Hj. Khusnul Khotimah, Ketua Harian Dekranasda Kota Pekalongan, Zainul Hakim, Sekretaris Dekranasda Kota Pekalongan, Betty Dahfiani, Ketua Kamar Dagang  dan Industri (Kadin) Kota Pekalongan, Nanggolo Mulyo Waniaji.
Sekretaris Dekranasda Kota Pekalongan Betty Dahfiani Dahlan menuturkan acara

“Dekranasda Go to School” ini diselenggarakan untuk mendukung perayaan hari jadi Kota Pekalongan ke 113 dan untuk mengasah ketrampilan kerajinan bagi pelajar.

“ Kegiatan ini untuk mengasah ketrampilan kerajinan bagi generasi muda yang kreatif dan inovatif. Inilah salah satu tugas dekranasda yaitu membina dan menciptakan wirasuaha muda atau pemula,” tuturnya.

Ia menambahkan pelatihan ketrampilan kerajinan ini di ikuti sebanyak 51 peserta dari 17 sekolah SMA/SMK/Sederajat se Kota Pekalongan yang masing-masing sekolah terdiri dari 2 siswa dan 1 guru pembimbing.

“ Untuk materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yakni pembuatan kerajinan dari pelepah pisang dengan menghadirkan narasumber dari pengusaha kerajinan Ridaka Kota Pekalongan yaitu Nazi Abdul Kadir,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Harian Dekranasda Kota Pekalongan, Zainul Hakim yang membuka acara tersebut mengatakan  ada yang berbeda dalam kegiatan dekranasda “ Goes to School “ Kali ini dibandingkan tahun-tahun yang lalu, yang mana kemasanya kali ini mengadakan pelatihan ketrampilan kepada pelajar.

 “ Biasanya kita menyelenggarakan kegiatan Go to School ini berupa mendisplay sekaligus memasarkan karya-karya hasil kerajinan anak-anak  SMA. Namun untuk tahun ini kita coba kemas dalam bentuk lain. Karena kami ingin menciptakan start up baru sekaligus penguatan dari anak-anak SMA terkait dengan produk karya seni yang menjadi keunggulan Kota Pekalongan khususnya dalam bentuk karya craft dengan memanfaatkan pelepah pisang, mungkin juga akan dikembangkan dari bahan baku alam lainya dari serat nanas , eceng gondok dan lainya,” terangnya usai acara.

Terkait pemasaran produk, Zainul Hakim yang juga sebagai kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Dindagkop & UMKM) ini menambahkan bahwa pihaknya siap membuka pelatihan pemasaran secara online.

 “ Kebetulan kami di Dindagkop UMKM  punya tim Cyber yang setiap hari jum’at kita menyelengaraakan pemasaran online secara gratis. Silahkan siapa saja bagi warga Kota Pekalongan yang berminat bisa ikut pelatihan agar star up atau enterepeneurship pemula bisa saling menguatkan produk unggulan Kota Pekalongan baik batik, Craft maupun hasil olahan perikanan,” tambah Zainul.

Ia berharap melalui pelatihan ini pelajar lebih tahu, tambah pengetahuan dan pengalaman dan ketrampilan kerajinan yang dapat menciptakan start up atau enterepeneurship baru di Kota Pekalongan.

“ mudah-mudahan melalui pelatihan ini akan muncul start up baru di kota pekalongan dan menguatkan produk yang menjadi unggulan Kota Pekalongan,” harapnya. (*rus/editor)

Post a Comment Blogger

 
Top