0 Comment
JAKARTA, tniad. mil. id- Dinamika perkembangan lingkungan strategis pada tataran global, regional dan nasional berlangsung sangat cepat dan dinamis, mempengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semakin komplek baik ancaman militer, ancaman bersenjata, ancaman nonmiliter maupun ancaman hibrida.

Tersebut disampaikan Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Wasisto, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Paban II/Opstra Sops TNI Kolonel Inf Suswantyo, dalam Rakor Rencana Tindakan Menghadapi Kontijensi (Rentikon) di Semarang,  Jawa Tengah, Kamis (14/3/2019).

Dalam amanatnya yang dibacakan Asops Panglima TNI mengatakan,  perkembangan lingkungan strategis yang telah mengglobal  telah berdampak multidimensi pada geopolitik, geoekonomi dan geostrategi suatu negara.

"Dinamika perubahan ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, terjadinya revolusi industri 4.0, disruption pada berbagai bidang," ujarnya.

"Permasalahan pangan, energi, penyalahgunaan narkoba, meningkatnya aksi terorisme, kejahatan lintas negara, kebijakan negara-negara asing yang bersifat agresif, dan terjadinya perubahan iklim dunia menjadi faktor lain terjadinya perubahan ini, "jelas Asops Panglima TNI.

Akumulasi dari permasalahan tersebut tambah Ganip Warsito, perlu mendapat perhatian terkait pelanggaran perbatasan, gerakan separatis bersenjata, pemberontakan bersenjata, terorisme dan radikalisme.

"Selain itu,  kejahatan trans nasional, konflik komunal dan konflik sosial, pengamanan objek vital nasional yang bersifat strategis, serta bencana yang diakibatkan oleh alam merupakan penyebab lainnya, "jelasnya.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. menyampaikan, pembuatan Rentinkon oleh Kotamaops TNI dalam rangka Operasi Militer Selain Perang (OMSP) merupakan upaya untuk meminimalisir dampak dari ketidakpastian melalui pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat terjadi.

"Apabila terjadi peristiwa darurat, selaku Kotamaops TNI, Kodam telah memiliki kesiapan untuk mengantisipasi dan bertindak secara tepat waktu serta efektif,"jelasnya.

Mochamad Effendi meminta agar melalui kegiatan ini, Mabes TNI mendapatkan bahan masukan dalam penyusunan program bidang operasi dan Rencana Kontijensi TNI Tahun 2020.

“Hal ini penting, sesuai dengan sistem perencanaan pembangunan TNI, Rentinkon Kotamaops merupakan salah satu dokumen pendukung dalam penyusunan Program Kerja TNI,"tuturnya.

Dirinya juga mengharapkan, Kotamaops TNI Wilayah Barat agar senantiasa mampu memelihara dan meningkatkan kesiapan serta kesiagaan operasional dalam menghadapi kemungkinan kontinjensi secara terkoordinasi dan terpadu.

Rakor Rentinkon ini turut dihadiri para Asisten terkait dari Kotamaops TNI Wilayah Barat. (Rus/Dispenad)

Post a Comment

 
Top