Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Meriah, Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 2 Pekalongan

May 11, 2017 Add Comment
Menyambut kelulusan peserta didik kelas XII tahun pelajaran 2016/2017, SMAN 2 Pekalongan  mengadakan perpisahan yang bertemakan  “Day To Remember”. Kegiatan berlangsung meriah pada Rabu 10 Mei 2017 di Gedung Olahraga SMA 2 Pekalongan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komite SMA 2 Joko Setiawan, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd  dan  perwakilan guru SMA 2 Pekalongan, dan Wali Murid.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah Sman 2 Pekalongan Budi Hartati mengucapkan dalam rangka wisuda sekaligus perpisahan SMA 2 Pekalongan ini, selamat kepada kelas XII yang sudah selesai menempuh pelajaran baik suka dan duka anak-anak sudah melalui UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan dinyatakan lulus.
"Perjuangan anak-anak belum sampai disini, ini adalah awal perjuangan kalian untuk sukses kedepan, kami mohon kepada bapak dan Ibu sekalian agar doakan putra dan putrinya agar diterima di perguruan tinggi yang diinginkan," Ucap Kepala Sekolah SMA 2 Pekalongan Budi Hartati.

Dalam tahun ini SMA N 2 Pekalongan  meluluskan 253 siswa, sebanyak 19 sudah diterima SMPTN 12 siswa diterima di D3 UNDIP 5 siswa Tahap I tes STAN 

Baca Juga
Menurut salah satu perwakilan wali murid kelas XII Slamet SMAN 2 mendorong agar SMA 2 menjadi kebanggaan SMA di pekalongan.
"Tolong diperhatikan bimbingan wali murid atau guru pengajar jangan sekali-kali membantah karena nantinya keberhasilan sesoarang itu karena dorongan dari orang tua dan guru yang telah membimbing kita," ungkapnya.
Acara diawali dengan pembukaan tari Tari Gambyong penampilan dari siswi SMA N 2 Pekalongan kelas XI, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd menambahkan tahun ini penerimaan mahasiswa diberi jatah 30% seluruh indonesia ada penurunan 20% dibandingkan tahun lalu sebesar 50%.
"Saya berpesan kepada anak-anak didik saya agar jangan pernah lupakan  almamater ini, Bapak Ibu Guru yang telah mengembleng kalian selama 3 tahun mulai dari kondisi yang sering banjir Alhamdulillah SMA 2 sudah tidak banjir lagi   " Pungkasnya.
Perlu diinformasilkan kepada masyarakat bahwa SMA 2 pekalongan sudah tidak tekena banjir lagi, jadi tidak ada alasan siswa tidak masuk sekolah karena rob.

Kemendikbud Fokuskan Mendukung Gerakan Reformasi Pendidikan

May 02, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17).
Kabupaten Batang 
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17) bertindak selaku Inspektur Upacara Pj. Bupati Batang Siswo Laksono.

Tema Hardiknas kali ini adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Tema tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas pendidikan semakin tinggi. Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas kata PJ. Bupati Batang Siswo Laksono pada saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy pada Upacara Hardiknas tahun 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Bupati Batang mengatakan dalam setiap memperingati Hardiknas kita tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara, kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep “Laku Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa bahasa jawa “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya apabia di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham dan apabila dibelakang memberi dorongan.
 "Berbagai program dan kegiatan serta sumber daya baik finansial maupun non finansial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di berbagai daerah hendaknya difokuskan untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan. Karena reformasi pendidikan nasional merupakan proses jangka panjang, bukan sesaat dan jangka pendek, sehigga perlu di laksanakan secara sistemis, prosedural dan bertahap," Jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Batang Siswo Laksono memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para juara pada acara Lomba Gebyar Paud Tingkat Kabupaten Batang, Lomba Kesenian Tradisional dan Lomba Kirab Budaya dan Lomba dalam rangka Hut Kabupaten Batang tahun 2017.

Nampak hadir Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono,S.H., S.I.K., M.Hum., bersama jajaran forkopimda Batang.

Satu pleton Polres Batang Polda Jawa Tengah turut serta dalam gelaran upacara tersebut , selain itu sejumlah personel Satlantas Polres Batang lakukan pengaturan lalulintas.

Sediakan 12 Tiket Ke Propinsi, 400 Santri Adu Tangkas Di POSPEDA

April 23, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Salah satu cabang lomba pidato yang dipertandingkan hari ini
Kota Pekalongan
Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) tingkat Kota Pekalongan hari ini memulai pertandingan pertamanya. Sebanyak 12 cabang lomba akan dipertandingkan pada, Minggu (23/4/17).

Ketua Panitia POSPEDA, Muhammad Fuad menyampaikan, pada penyeleng garaan tahun ini jumlah peserta mencapai 400 santri dari 41 Madrasah Diniyah se Kota Pekalongan.

Tujuan POSPEDA menurut Fuad, untuk peningkatan mutu dan sebagai bahan evaluasi para pengajar untuk mengetahui pemahaman para santri terhadap materi yang sudah diajarkan.
"Kita akan lihat kemampuan para peserta dan juga akan kita seleksi untuk maju ke tingkat Propinsi," ujar Fuad.
Adapaun 12 cabang lomba yang dipertandingkan, kata Fuad, meliputi dua cabang olahraga fisik dan selebihnya lomba ketangkasan dan keterampilan santri.

Fuad Menjelaskan, dua cabang lomba olahraga antara lain lomba lari dan tenis meja, sedangkan 10 cabang lainya, MTQ, baca puisi, kaligrafi, tahidz, cerdas cermat, qiroatul qutub, murotal wa imla', hafalan aqidatul awam pidato bahasa Indonesia dan Arab.
"Nantinya pemenang juara 1 masing-masing cabang lomba akan mewakili Kota Pekalongan di tingkat Propinsi," ucapnya.

Aksi Keprihatinan Dan Do'a Bersama Mapala Pekalongan Untuk Tragedi Diksar Mapala UII Yogyakarta

January 28, 2017 Add Comment
Menyikapi terjadinya tragedi meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu, puluhan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari seluruh Universitas yang ada di Kota Pekalongan, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama.
Diinisiasi Mapala Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Pekalongan atau Greget Mahasiswa Pecinta Alam Walisongo (Gemalawa) melibatkan beberapa perguruan tinggi seperti, Maepala Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan, Jaesta Wanasia Univeristas Pekalongan, Makompala Stimik Widiya Pratama, Sabdapala Politeknik Kesehatan, Mapala Batik Adventure Politeknik Pusmanu dan Mapala Kanpas STIE Muhammadiyah.

Ketua Mapala Gemalawa UKM IAIN Pekalongan, Agus Salim menyampaikan, 
semua anggota Mapala yang ada di Kota Pekalongan ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah yang menimpa rekan mahasiswa dari UII yogyakarta.
"Bagaimanapun kejadiannya, hal tersebut merupakan tragedi dan musibah bagi kami sesama pegiat lingkungan," ucap Agus.
Agus melanjutkan, meskipun masing-masing pihak memiliki konsep diksar dalam mengkader anggotanya, namun pihaknya tetap menyayangkan hal tersebut terjadi. Sebab jika benar itu menjadi suatu bukti adanya kekerasan dalam pelaksanaan diksar tentu kami sangat sayangkan konsep yang seperti itu.

Dalam setiap diksar, kata Agus, memang kompetensi dari calon anggota diuji. Baik itu penguasaan dibidang gunung dan hutan, panjat tebing maupun koservasi lingkungan.
"Namun tetap saja semua itu sifatnya pendidikan dasar yang mengedepankan prinsip pendidikan dan pengetahuan bukan kekerasan," ujar Agus.
Hal berbeda disampaikan Rifki Mubarok, anggota Mapala Batik Adventure yang mengatakan, sebaiknya diksar lebih menekankan unsur keharmonisan hubungan antara senior, junior dan calon anggota.
"Kami disini melakukan semua itu, kami bisa tunjukan kalau kami menjunjung nilai hubungan yang wajar tanpa ada kekerasan diantara senior bersama junior," tuturnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Komples Kampus SMK Ma'arif Akrom Kota Pekalongan turut dipanjatkan doa bagi semua almarhum mahasiswa UII Yogyakarta dan dilakukan pula mengheningkan cipta sebagai tanda duka dunia pendidikan kampus terutama dunia pendakian di kalangan mahasiswa Indonesia. 

Peringati HUT Ke-25, UKM Gemalawa IAIN Pekalongan Gelar Pelatihan Wall Climbing

January 15, 2017 Add Comment
Memperingati HUT Gemalawa ke 25, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melalui kelompok pecinta alam kampus 'Gemalawa' atau Greget Pecinta Alam Walisongo menggelar pelatihan olagraga ekstrim Wall Climbing tingkat dasar bagi pelajar dan umum, Kamis (12/1/17) di lokasi pelatihan Wall Climbing kampus setempat.

Pelatihan Wall Climbing atau Panjat Dinding selama dua hari tersebut juga didukung oleh perkumpulan pegiat panjat tebing yang tergabung dalam Pekalongan Wall Climbing Expedition (PCE).

Sebelum pemberian materi simulasi lapangan atau praktik teknik di Wall Climbing yang sesungguhnya, pihak penyelenggara terlebih dahulu memberikan workshop di ruangan.

Muslikhul, Ketua PCE sekaligus instruktur dan pelatih mengatakan, masyarakat selama ini memandang panjat tebing merupakan olahraga ekstrim yang menakutkan dan sulit dilakukan. Sehingga dalam perkembanganya jarang ada yang meminati apalgi menekuni.

Namun kali ini, kata Muslikhul, pihaknya akan memberikan pelatihan yang menyenangkan dan mudah untuk dilakukan, sehingga stigma sebagai olagraga yang menakutkan akan lenyap serta bisa menjadi olahraga ekstrim yang nantinya akan lebih banyak peminatnya.
"Sebelum memulai, kami paparkan sejarah dan mengenalkan peralatan yang mendukung kegiatan panjat tebing agar peserta memahami sejarah dan fungsi alat yang akan dipakai," ucapnya.
Untuk materi sendiri menurut Muslikhul, terdiri dari teori dan praktik sekaligus juga kami dukung dengan peralatan yang cukup sehingga dalam pelaksanaanya akan lebih mudah.

Selain itu dalam mengkombinasikan teori dan praktik, kata Muslikhul, peseta akan didampingi para pelatih yang cukup berpengalaman.
"Dari segi peralatan sendiri sangat safety sehingga aman dan kesan takut yang akan dihadapi peserta akan berubah jadi menyenangkan," ujar Muslikhul.
Di tempat yang sama, Faisal Amsani, Koordinator Rock Climbing Gemalawa menyebut, peringatan HUT Gemalawa ke 25 tidak saja diisi dengan pelatihan kepada pelajar dan umum, namun pihak UKM juga melakukan bhakti sosial termasuk pentas seni dalam puncak acara nanti.

Komisi C DPRD Kota Pekalongan Keluhkan Anggaran Pendidikan Habis Untuk Keperluan Guru

January 12, 2017 Add Comment
Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Martana mengaku heran dan sedih melihat dunia pendidikan di Kota Pekalongan. Menurut dia dalam rapat koordinasi komisi C, Selasa (10/1/17) lalu, sungguh sangat disayangkan anggaran untuk sarana dan prasarana pendidikan hanya mendapatkan jatah anggaran 29 persen atau sejumlah Rp 69 miliar saja.
"Padahal serapan anggaran untuk pendidikan mencapai 25 persen dari APBD tahun 2017," ungkapnya.
Dia menjelaskan, prosentase penggunaan anggaran pendidikan di Kota Pekalongan pada tahun 2017 masih banyak dihabiskan untuk keperluan guru. 
Dari jumlah anggaran untuk pendidikan yang mencapai 238 miliar, lanjut Dia, Rp 169 miliar habis digunakan untuk menggaji guru, sertifikasi guru, dan tunjangan guru.
"Bisa dikatakan hanya untuk keperluan guru saja menghabiskan 71 persen anggaran pendidikan, sedangkan untuk sarana dan prasarana hanya sisanya" keluhnya.
Sudjaka menuturkan, gaji dan tunjangan untuk guru dan pengajar di lembaga pendidikan sudah cukup tinggi. Dengan demikian perlu adanya adanya perbaikan sarana untuk pendidikan dengan menaikan anggaranya.
"Tahun depan kita akan dorong agar anggaran untuk fasilitas sekolah bisa meningkat dan lebih banyak lagi," ujarnya.
Dilain pihak, kata dia, masih banyak anak yang kesulitan untuk mengakses pendidikan maupun kesulitan untuk melanjutkan pendidikan.
Sehingga dari total anggaran yang disediakan untuk dunia pendidikan tersedia dana cadangan sebesar Rp 3 miliar untuk membantu kesulitan anak menempuh jenjang pendidikan maupun kesulitan menebus ijazah, uang sekolah dan permasalahan pendidikan lainya.
"Anggaran tersebut bisa diakses melalui Pusat Pelayanan Kemiskinan (PPK)," ucapnya.
Karena sifatnya cadangan, sambung Dia, maka akan dipakai bila diperlukan kalau tidak ada yang memakai maka akan dikembalikan lagi ke kas negara.
"Dana tersebut ada di DPPKAD, tapi penggunaanya hanya untuk yang benar-benar tidak mampu," sebutnya.
Sementara itu untuk program pendidikan yang tidak terselesaikan di tahun 2016, kata Sudjaka, maka akan diselesaikan dengan gabungan anggaran pendidikan tahun 2017 ditambah dengan silpa tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar.
"Total anggaran tersebut yang akan digunakan untuk menutup program tahun 2016 yang tak selesai," pungkasnya

Terapkan Transparasi Keuangan, SMK Baitussalam Bagikan Hasil Audit Laporan Keuangan Sekolah Kepada Orang Tua Murid

December 23, 2016 1 Comment
Terapkan Transparasi Keuangan, SMK Baitussalam Bagikan Hasil Audit Laporan Keuangan Sekolah Kepada Orang Tua Murid
Orang tua murid tidak hanya menerima raport namun juga menerima hasil laporan keuangan sekolah
Kota Pekalongan
Pembagian raport bagi setiap sekolah adalah hal yang biasa setiap selesai Ujian Akhir Semester (UAS), namun kalau pembagian raport disertai laporan hasil audit laporan keuangan tahunan sekolah tampaknya bukan hal yang wajar. 
Karena selain tidak banyak sekolah yang berani melakukanya, tentu saja sangat riskan mengumbar hasil laporan kondisi keuangan yang biasanya untuk kebutuhan internal sekolah sendiri.
Namun begitulah faktanya, demi mengejar transparasi dan akuntabilitas pihak yayasan membuat terobosan berupa kebijakan membagikan hasil laporan keuangan agar niat baik sekolah untuk berproses menjadi sekolah yang kredibel dan terpercaya mengelola keuangan.
Langkah berani yang dilakukan SMK Baitussalam, Kota Pekalongan. bukan berarti tanpa resiko. hal tersebut sebelumnya sudah disadari oleh pengurus yayasan yang baru. 
"Kita justru ingin menampilkan wajah asli sekolah kita yang sebenarnya. Karena untuk mendidik siswa yang berani berbuat jujur harus dimulai dari para pendidik dan pengelola sekolah yang bisa dipercaya alias amanah," ucap Ani Pujiastuti, Kepala Sekolah SMK Baitussalam saat berkesempatan berbincang dengan media ini.
Ani menuturkan, sebagai sekolah satu-satunya yang dipercaya bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK), pihaknya mulai membiasakan diri tertib dalam pelaporan keuangan dan tertib administrasi. Karena hal tersebut akan menjadi contoh nyata bagi siswa-siswi di sekolah, khusunya mereka yang di jurusan akuntasi.
Kendati pada tahun-tahun sebelumnya sempat terpuruk, Ani melanjutkan, tidak menjadikan semuanya harus berakhir. Diawalai restrukturisasi keuangan dan reorganisasi pengelola yayasan, sedikit demi sedikit semua membaik seiring tingkat kepercayaan publik dan beberapa lembaga yang menaruh simpati kepada SMK Baitussaalam untuk mendukung menjadi sekolah pertama yang menerapkan transparasi keuangan sekolah.
"Usaha keras kita berbuah manis, pada tanggal 17 Desember 2016 lalu, kami diundang oleh Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk penjajagan kerjasama dibidang pendidikan termasuk berkesempatan berpartisiapasi dalam acara pembacaan orasi ilmiah Profesor Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan RI," beber Ani.
Kami hanya minta doa dan dukungan agar semangat berbenah untuk menjadi sekolah yang amanah bisa terwujud. Semangat kejujuran akan menjadi modal awal kami dalam bersaing di dunia pendidikan Kota Pekalongan dan Indonesia harapanya.

Diundang 38 Siswa SMK Baitussalam Sambangi Kantor KPID Propinsi Jawa Tengah

December 16, 2016 1 Comment
Melanjutkan program kerjasama di bidang Literasi Media bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Propinsi Jawa Tengah mengundang SMK Baitussalam Kota Pekalongan hadir di Semarang, Rabu (14/12/15).
Sebagai yang pertama dan satu-satunya SMK di Jawa Tengah yang pertama kali melakukan kerjasama dengan lembaga yang mengawasi konten siaran televisi di Indonesia, Ketua KPID Propinsi Jateng, Budi Setyo Utomo sangat mengapresiasi kedatangan SMK Baitussalam di Gedung KPID Provinsi Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang, Semarang.
"Biasanya kami yang berkeliling untuk melakukan sosialisasi namun kali ini malah SMK Baitussalam Kota Pekalongan hadir sendiri di Kantor, kami saya sangat apresiasi," ungkap Budi.
Literasi media bagi pelajar dan mahasiswa, kata Budi, sangat penting dalam mendidik masyarakat untuk arif dalam memilih konten tayangan yang positif dan mendidik.
Menurut Budi, konten siaran di televisi terlampau dipenuhi kepentingan industri bukan memihak kepentingan publik atau masyarakat.
"Untuk itu dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa, apalagi ini pelajar multimedia tentu ini menjadi bagian dari pemberian pemahaman sejak dini sebelum mereka terjun ke dunia yang berhubungan dengan multimedia," papar Budi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Baitussalam Prasetyo Ani yang membawa sejumlah guru dan 38 siswa jurusan multimedia mengaku bangga menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk dan diberi kesempatan untuk bisa bekerja-sama dengan KPID Propinsi Jawa Tengah.
"Harapannya para siswanya dapat menyaring informasi dan pengetahuan yang diberikan pemateri dari KPID dan menyebarkan apa yang didapat kepada teman-temanya yang lain" kata Ani.
Dalam kegiatan pemberian literasi media kepada pelajar SMK Baitusalam, Komisioner KPID Propinsi Jawa Tengah, Koordinasi Kelembagaan, Ahmad Junaedi memberikan kata pengantar terkait gambaran dan kondisi konten penyiaran di Indonesia sekarang ini.
unaedi menyoroti banyaknya muatan siaran televisi yang menampilkan konten pornografi dan kekerasan yang dilarang oleh KPID dan memberikan beberapa contoh secara visual.
Hal lainnya,  Junaidi juga menjelaskan bagaimana memaknai apa itu literasi media untuk masyarakat atau publik.
Literasi menurut Junaidi adalah kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan yang ditangkap dari sebuah tayangan televisi.
"Tujuannya agar masyarakat mampu menilai baik dan buruknya sebuah materi siaran yang ditayangkan berupa visual maupun audio visual," terangnya.
Selain mendapatkan pengetahuan penting dari pemateri utama, Dr Amirudin, Dosen Prodi Antropologi Media FIB Universitas Diponegoro tentang kajian terhadap media dari sisi ilmu Antropologi Media juga dikenalkan beberapa fasilitas yang miliki KPID Jateng dalam menjalankan fungsi pengawasan seperti ruang pantau siaran televisi yang beroprasi di Indonesia selama 24 jam penuh.

Melihat Dari Dekat BPJS Kesehatan Menagajar Di SMK Baitussalam

November 25, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Puluhan siswa dari jurusan akuntansi mengikuti materi yang diberikan tim dari BPJS Kesehatan Pekalongan
Kota Pekalongan
Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Pekalongan melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitussalam melalui program Goes To School dengan memberikan pelajaran pengetahuan terkait BPJS secara umum.
"Kami memberikan wawasan dan pemahaman program kerja BPJS dengan harapan para siswa mengerti dan mampu meneruskan informasi yang didapat ke masyarakat umum. Minimal orang terdekat," ungkap Arofah, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan  Pekalongan, Kamis (24/11/16).
Program ini, kata Arofah, merupakan terobosan baru dan menjadi bagian dari sosialisasi yang sering dilakukan untuk meng-edukasi masyarakat.
"Dan alhamdulillah para siswa ini mampu memahami dan bahkan beberapa dari mereka antusias untuk bertanya lebih jauh, meski pemberian materi sudah selesai," kata Arofah.
Yang kita sampaikan, lanjut Arofah, selain program BPJS juga pengetahuan umum lainya seperti berbagai pengalaman dan realitas yang terjadi di masyarakat.
Usai kegiatan, Kepala Sekolah SMK Baitusalam Prasetyo Ani Sulistyowati yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, program kunjungan pihak BPJS  memberikan pelajaran kepada siswa merupakan tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu.
"Kedepan kegiatan yang sama akan coba terus dilakukan. Mungkin dengan tema dan pemateri yang berbeda," ucapnya.
Ani berharap, semakin banyak materi yang diberikan oleh banyak pihak kepada para siswanya dapat meluaskan wawasan dan pengetahuan selain pelajaran yang diberikan sekolah sehari-hari.

Serem Lihat Apa Yang Terjadi Pada Anak Ini Setelah Terjatuh Dalam Olahraga Basket

November 14, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Tangan Huda Triatmojo tiba-tiba melengkung usai terjatuh saat mau memungut bola basket yang ke luar lapangan.
Kota Pekalongan
Huda Triatmojo (14 th) siswa kelas X SMP 3 Kota Pekalongan hanya bisa meringis menahan sakit, tangan kananya tiba-tiba melengkung setelah terjatuh di pinggir lapangan dalam pertandingan bola basket antar SMP di even Bernadus expo ke 10.
"Huda kehilangan keseimbangan. Tubuhnya tersungkur dengan posisi tangan tertekuk," ungkap rekan se tim Elang Yuda Perwira (13 th), Senin (13/11/16) saat jeda pertandingan.
Dijelaskan Elang, saat kuarter ketiga melawan tim SMP Islam, bola sempat keluar lapangan dan Huda bermaksud memungut bola namun kakinya tersangkut tali tenda di pinggir lapangan akibatnya terjatuh dan terluka.
"Huda tak mampu bangkit. Tangannya sepertinya patah," kata Elang.
Sedangkan posisi pertandingan bola basket tim SMP 3 melawan tim dari SMP Islam, sebelum dihentikan, kata Elang, kedudukannya masih unggul SMP Islam.

Kecelakaan tak terduga tersebut tak pelak menyebabkan pertandingan dihentikan sementara. Tubuh Huda dievakuasi langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Budi Rahayu untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua Panitia Bernadus Expo, Yohanes Lumintang menyampaikan, kejadian yang menimpa salah satu peserta dari tim tamu tersebut di luar perkiraan dirinya. 
"Makanya tadi secepat mungkin kita bawa ke RS Budi Rahayu agar langsung mendapatkan penanganan," ujar Yohanes.
Pertandingan SMP 3 melawan SMP Islam merupakan bapak penyisihan dalam kejuaraan bola basket untuk meramaikan Bernadus Expo ke 10 yang diadakan oleh SMA Bernadus, Kota Pekalongan.

Selama Sepekan SMA Bernadus Gelar Bernadus Expo 2016, Berikut Rangkaian Acaranya

November 14, 2016 Add Comment

Pekalongan News


Kota Pekalongan
Even tahunan Bernadus Expo kembali digelar oleh SMA Bernadus Kota Pekalongan, kali ini memasuki tahun yang ke-10. Dalam Bernadus Expo 2016 tersebut direncanakan ada 21 perguruan tinggi swasta yang akan membuka stand untuk menjaring lulusan SMA Bernadus dan sekolah sekitar Pekalongan yang berminat melanjutkan ke perguruan tinggi swasta nasional.

Salah satu panitia kegiatan, Yohanes Lamintang mengatakan, Bernadus Expo merupakan kegiatan rutin tahunan. Penyelenggarakan kali ini untuk yang ke-10 dan selama sepekan kedepan ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar untuk meramaikan Bernadus Expo 2016.
"Kami menggelar beberapa kegiatan olahraga seperti turnamen Bola Basket putra dan putri, turnamen futsal putra dan putri serta expo perguruan tinggi swasta nasional," terang Yohanes.
Yohanes melanjutkan, sebenarnya acara puncaknya nanti hari Jum'at depan di mana akan ada banyak perguruan tinggi swasta nasional membuka stand pameran di sini.
"Para peserta expo perguruan datang dari kota-kota besar seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya dan kota lainnya di Jawa," tutur Yohanes.
Dan untuk turnamen sendiri, kata Yohanes, sengaja digelar untuk meramaikan kegiatan sekaligus menjadi agenda turnamen olahraga ruitin bergulir yang tidak banyak terselenggara di Kota Pekalongan.
"Ini menjadi salah satu ajang pencarian bakat dan bibit atlit juga sebab, pesertanya kian tahun kian bertambah banyak," ungkap Yohanes.
Sebenarnya, lanjut Yohanes, kami fokus pada eks Karesidenan Pekalongan namun untuk tahun ini kita ketambahan peserta dari luar Karesidenan, yakni dari Weleri, Kendal. Hingga nanti lingkupnya akan diperluas.
"Tahun depan lingkupnya Jawa Tengah sekalian biar bertambah besar," jelas Yohanes.
Selain itu, secara umum kegiatan akbar ini, sambung Yohanes, untuk lebih mengenalkan SMA Bernadus kepada masyarakat luas sekaligus memberikan fasilitasi berupa turnamen olahraga.
"Agar semakin banyak anak-anak Kota Pekalongan dan sekitarnya mengembangkan bakat melalui turnamen ini," tukasnya.

Beri Kuliah Umum Di SMK Baitussalam, Ketua KPID Jateng Sampaikan Ini Kepada Siswa Jurusan Multimedia

November 12, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah, Budi Setyo Utomo memberikan kuliah umum kepada siswa SMK Baitussalam Jurusan Multimedia, Jum'at (11/11/16)
Kota Pekalongan
Terdapat 53 lagu yang beredar di masyarakat berkonotasi porno. Sehingga Komisi Penyiaran Indonesia Dearah (KPID) Propinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan larangan untuk diputar di radio dan diperdengarkan di ruang publik. Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Studi General di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, Jum'at (11/11/16).

Di hadapan puluhan siswa jurusan multimedia, Budi memberikan pemahaman betapa pentingnya peran diri sendiri untuk memfilter siaran dan tayangan di radio dan televisi sekarang ini.

Budi mengatakan, produk konten berupa lirik lagu maupun tayangan sinetron yang memuat materi vulgar sudah secara masif masuk tidak saja ruang publik namun namun juga sejak lama masuk ke ruang keluarga.
"Maka peran dan pendampingan orang tua sangat penting untuk bisa menyaring konten yang bermanfaat serta menyingkirkan konten yang negatif," terangnya.
Kendati demikian, kata Budi, semua dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk pandai memilih dan memilah acara tv yang akan dikonsumsi. Dirinya berharap, kedepan anak-anak SMK Baitussalam terutama jurusan multimedia yang nantinya mungkin kan jadi pelaku di industri penyiaran harus memliki watak yang baik. Sebab dengan memiki watak yang baik maka dalam membuat konten siaranpun akan terpikirkan hal yang bai-baik.

Dalam mengawasi konten siaran baik radio dan televisi, KPID Propinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan peringatan agar muatan materi yang merusak mental dan akhlak tidak diputar atau disiarkan
"kalau masih tetap melanggar maka akan diusulkan untuk dicabut ijinya karena meresahkan," tegas Budi.
Demikian juga dengan tayangan berbau kekerasan yang memperlihatkan adegan berdarah-darah. KPID dipastikan akan melarang adegan tersebut ditampilkan. Sebab menayangkan adegan kekerasan secara jelas seperti mengajarkan kepada pemirsanya untuk mengambil inspirasi dari adegan tersebut.

Terkadang adegan kekerasan, kata Budi, seperti sengaja dibuat vulgar dengan mengeshoot adegan per adegan secara jelas tanpa diblur gambarnya.
"Dalam kaidah jurnalistik seperti di media cetak maupun online gambar yang menimbulkan kengerian maupun gambar yang berdarah-darah pasti diblur," jelas Budi yang juga aktif sebagai jurnalis media cetak Suara Merdeka.

Jadi Peserta Pawai Ta'sis Perguruan Mahad Islam Ke-74, SMK Baitussalam Pamer Prestasi

November 06, 2016 1 Comment
Pekalongan News
Kontingen SMK Baitussalam tampak melintas di rute Jalan Dokter Cipto Kota Pekalongan 
Kota Pekalongan
SMK Baitussalam menjadi salah satu peserta terakhir dalam rangkaian Pawai Akbar memperingati Ta'sis Mahad yang ke-74, Minggu (6/11/16).

Kontingen SMK Baitussalam di awal barisan menampilkan 4 anggota Pasibraka dalam posisi membawa papan nama sekolah yang diapit oleh pasukan pembawa bendera merah putih. 

Dibelakangnya, tiga siswi membawa banner yang menggambarkan keberhasilan SMK Baitusaalam menjalin kerjasama dengan BPK Perwakilan Propinsi Jawa Tengah.

Kepala Sekolah SMK Baitussalam, Prasetyo Ani berharap keikutsertaan siswa-siswi sekolah yang ia pimpin dalam pawai Ta'sis Perguruan Mahad Islam bisa menjadi media promosi untuk memamerkan berbagai prestasi yang telah diraih di era kebangkitan SMK Baitussalam menjadi sekolah yang nantinya bisa diperhitungkan di Kota Pekalongan.

Baca Juga :

Ini Yang Ditampilkan SMK Baitussalam Dalam Pawai Akbar Ta'sis Mahad Islam Pekalongan

"Kami sekarang menjadi peserta aktif. Tidak lagi sebagai peserta penggembira seperti tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.
Kali ini, lanjut Ani, adalah kesempatan bagi kami untuk memotifasi diri bahwa SMK Baitussalam yang sekarang berbeda dengan yang dulu.

Sementara itu, Fauziyah (23 th) alumnus SMK Baitussalam yang kebetulan ditemui saat menonton pawai Ta'sis Mahad Islam mengaku sudah dua kali menyaksikan langsung pawai yang diselenggarakan oleh Perguruan Mahad.
"Karena termasuk alumnus, saya juga pernah jadi peserta pawai saat masih sekolah," akunya.
Kebetulan keponakan saya, kata Fauziyah, bersekolah di SD Islam yang juga ikut menjadi peserta.
"Jadi saya sengaja meluangkan waktu untuk nonton. Apalagi hari ini libur kerja," terangnya.
SMK Baitussalam dalam pawai Ta'sis Mahad yang ke-74 menampilkan Pasibraka, Pasipram, tim kesenian Islam Duror dan peserta kostum batik yang pernah meraih juara favorit dalam ajang festival batik serta perwakilan masing-masing jurusan. 

Ini Yang Ditampilkan SMK Baitussalam Dalam Pawai Akbar Ta'sis Mahad Islam Pekalongan

November 06, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Salah satu yang ditampilkan peserta dari SMK Baitussalam Kota Pekalongan dalam Pawai Akbar Ta'sis Mahad yang ke-74
Kota Pekalongan
Inilah yang dipersiapkan siswa-siswi SMK Baitussalam dalam peringatan Ta'sis ke-74 Yayasan Mahad Islam Kota Pekalongan dalam puncak kegiatan Pawai Akbar yang diikuti semua sekolah dibawah naungan Mahad Islam. Pawai Akbar digelar siang ini, Minggu (6/11/16) dengan rute mengelilingi beberapa ruas jalan utama di Kota Pekalongan.

Kepala sekolah SMK Baitussalam Kota Pekalongan, Prasetyo Ani mengatakan, kepesertaan anak didiknya dalam pawai akbar Ta'sis Mahad Islam Pekalongan sudah rutin namun hanya sebagai peserta pasif atau sebagai penggembira.

Namun untuk tahun ini, kata Ani, kepesertaan SMK Baitussalam yang paling aktif. Sebab, setelah dilakukan pembenahan atau resetrukturisasi di Yayasan Baitusaalam, banyak bibit prestasi muncul. Baik secara akademik maupun prestasi non akademik dan dikenal masyarakat.
"Kita akan tampilkan juara favorit kreasi busana batik, Pasibraka, Pasipram, seni Islami Duror dan peragaan busana serta perwakilan masing-masing jurusan," Ungkap Ani.
Salah satu peserta dari jurusan Tata Busana, Lenny Lusiana (16 th) kelas 11 mengatakan sangat senang bisa mengikuti pawai akbar mewakili sekolahnya.
"Meski baru pertama ikut even Ta'sis Mahad Islam ini saya sangat senang karena bisa menambah pengalaman," ujarnya.
Dias Aditama (16 th) siswa kelas 11 jurusan Multimedia juga mengaku merasakan perasaan yang sama, senang dapat mewakili sekolahnya.

Bersama rekanya sesama Pasibraka, Muhammad Faqih (16 th), Dias akan menampilkan keterampilanya sebagai Pasibraka tingkat Kota Pekalongan..
"Kami akan perlihatkan kemampuan Pasibraka SMK Baitussalam agar bisa dikenal oleh masyarakat Kota Pekalongan," ucapnya.
Dalam kesempatan Pawai Akbar Ta'sis Mahad Islam Pekalongan yang ke-74, SMK Baitussalam menyertakan 4 Pasibraka berprestasi, 30 Pasipram berprestasi dan tim Duror sekolah yang juga berprestasi.

Kejar Kompetensi, SMK Baitussalam Lakukan Percepatan MoU Dengan Banyak Pihak

November 04, 2016 Add Comment
Kejar Kompetensi, SMK Baitussalam Lakukan Percepatan MoU Dengan Banyak Pihak
Kepala Sekolah SMK Baitussalam, Prasetyo Ani (kiri) berpse bersama dengan Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso didampingi salah satu perwakilan guru
Kota Pekalongan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitussalam, Kota Pekalongan terus berbenah. Demi menciptakan lulusan yang unggul, SMK Baitussalam secara berkala menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak. Setelah beberapa waktu lalu berhasil menjalin kerjasama dengan BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Kini SMK Baitussalam juga menjajaki kerjasama sejenis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pekalongan, Jum'at (4/11/16).

Kepala Diskominfo Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso menyambut gembira niat baik perwakilan SMK Baitussalam untuk bisa menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan pertukaran teknologi di bidang IT.

Menurut Sri Budi, pihaknya sangat terbuka dengan dunia pendidikan Kota Pekalongan, termasuk SMK Baitussalam dan sangat peduli untuk membantu meningkatkan kemampuan anak didik di bidang IT.
"Kita ada berbagai fasilitas yang bisa digunakan untuk praktik seperti, lab komputer untuk pelatihan dan lab khusus animasi," ucap Sri Budi.
Di bidang multimedia, kata Sri Budi, pihaknya juga memiliki dua lembaga penyiaran yang mampu mendukung praktik jurusan multimedia seperti Radio Kota Batik (RKB) dan Batik TV.
Baca Juga:

Fokus Tingkatkan Kompetensi SMK Baitussalam Jalin Kerjasama Dengan BPK RI

"Keduanya dibawah koordinasi Kominfo termasuk Sarana Komunikasi Diseminasi Informatika (SKDI) yang selalu berhubungan dengan media dan hal tersebut bisa dijadikan sarana untuk belajar bagaimana mengolah dan mempraktikan Broadcase sesuai jurusan," terangnya.
Kepala sekolah SMK Baitussalam Kota Pekalongan, Prasetyo Ani mengaku gembira, upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah diapresiasi oleh Diskominfo.

Kedepan menurut Ani, dirinya akan segera melakukan persiapan untuk meningkatkan penjajakan yang dilakukan menjadi sebuah hasil kerjasama yang kongkrit melalui MoU.
"Segera akan kita siapkan segala sesuatunya untuk bisa terjalin MoU dengan pihak Diskominfo," ujarnya.
Sementara itu, kerjasama dengan pihak lain juga dilakukan SMK Baitussalam Kota Pekalongan seperti halnya tiga lembaga penting negara lainnya seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Pekalongan juga menjalin kerjasama yang sama dengan SMK Baitussalam.

Kepala BPS Kota Pekalongan, Eddy Prawoto menyatakan ketertarikan dengan isi kerjasama. Disamping pihaknya memang siap merealisasikan isi kerjasama di bidang pendidikan, juga sangat tertarik dengan jurusan multimedia yang ada di SMK Baitussalam.
"Saya cenderung mendukung jurusan multimedia untuk melakukan magang disini karena lebih pas dengan bidang keilmuan yang diajarkan. Sebab peserta magang akan lebih banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan BPS yang terprogram," ungkap Eddy.
Terpisah, Wiwik Septi Herawati Kepala BPJS Ketenagakerjaan kota Pekalongan juga menyambut baik kerjasama cengan pihak SMK Baitussalam. 

Menurut Wiwik, Kedepan ada beberapa agenda yang telah disusun untuk ditingkatkan menjadi kerjasama dengan SMK Baitussalam.



Hal yang sama juga disampikan Asep Subana Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Pekalongan yang juga menjalin kerjasama dengan SMK Baitussalam. Pihaknya memang memberikan kesempatan kepada pihak sekolah kejuruan di Kota Pekalongan untuk magang di tempatnya. Hal yang sama juga berlaku untuk SMK Baitussalam.
"Kami siap menempatkan siswa magang ke dalam unit kerja administrasi yang ada di BPJS secara bergantian seperti di pelayanan, pemasaran dan unit lainya," kata Asep.
Diungkapkan Asep, saat masih bernama PT Askes (Persero), SMK Baitussalam pernah mendapatkan kesempatan magang, namun kini setelah berganti nama, kesempatan yang sama masih terbuka.

Diketahui, kerjasama dengan berbagai lembaga dan BUMN yang ada, menghasilkan beberapa keputusan penting seperti adanya BUMN Go To School atau BUMN mengajar, keterlibatan siswa magang kedalam kegiatan core Bussines BUMN atau lembaga yang bersangkutan dan kepersertaan anggota BPJS Kesehatan atau kepersertaan lainya sesuai dengan kebijakan lembaga atau BUMN terjalin.

Prasetyo Ani menambahkan, kalau tidak halangan, dalam waktu dekat pihak sekolah akan kedatangan Menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK akan tetapi belum bisa dipastikan siapa yang akan hadir.

"Yang jelas untuk Wakil Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah memberikan konfirmasi bisa hadir ke SMK Baitussalam untuk mengajar," ungkap Ani.

Lebih jauh Ani mengatakan, tidak tertutup kemungkinan kedepan pihaknya juga bisa bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bisa hadir dan mengajar di SMK Baitussalam.

"Kami hanya bisa berharap semua bisa teralisasi untuk menjadikan SMK Baitussalam sekolah percontohan di bidang transparasi yang memiliki integritas dalam menanmkan budaya jujur tanpa korupsi," pungkasnya.

Studi Banding 300 Guru SD Pekalongan Utara Ke Jakarta Berbuntut Panjang, DPRD Siapkan Surat Pemanggilan

October 29, 2016 Add Comment
Studi Banding 300 Guru SD Pekalongan Utara Ke Jakarta Berbuntut Panjang, DPRD Siapkan Surat Pemanggilan
Dok : foto  twitter
Kota Pekalongan
Buntut dari kepergian 300 guru SD se-Kecamatan Pekalongan Utara untuk studi banding ke Jakarta menyisakan banyak persoalan. Selain sudah sampai ke telinga Walikota Pekalongan pada Rabu sebelumnya dan direncanakan Walikota akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan untuk mendengarkan penjelasan persoalan tersebut, kini giliran Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Mertana akan melakukan hal yang sama.

Sudjaka Mertana berniat memanggil Kepala Dindikpora, August Marhaen untuk klarifikasi terkait studi banding 300 guru se-Kecamatan Utara yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Pekalongan.

Menurut Sudjaka, dirinya menyesalkan tindakan para guru tersebut meninggalkan kewajibannya meskipun sudah seijin Dinas Pendidikan dan telah memberitahukan kepada siswanya melalui surat edaran.
"Saya tetap keberatan, karena hal tersebut menjadi persoalan etika dan mencoreng dunia pendidikan di Kota Pekalongan," ucapnya lewat sambungan telepon, Jum'at malam (28/10/16).
Sudjaka mengatakan, pemanggilan Kepala Dinas untuk klarifikasi akan dilakukan pada rapat kerja pada awal pekan depan.
"Saat saya hubungi yang bersangkutan katanya sedang berada di luar kota," ungkap Sudjaka.
Dari keterangan sementara yang saya dapat dari Kepala Dinas, kata Sudjaka, kepergian 300 guru se-Kecamatan Pekalongan Utara untuk studi banding tersebut tidak menggunakan APBD, melainkan iuran sesama guru.

Kendati tidak menggunakan APBD, lanjut Sudjaka, bukan berarti harus meninggalkan begitu saja kewajiban untuk mengajar. Namun harus mempertimbangkan etika juga.
"Untuk menciptakan iklim pendidikan yang baik di Kota Pekalongan, harapannya tentu ada pertimbangan pemberian sanksi yang akan dijatuhkan," tegasnya.
Apalagi sudah ada pengakuan dari salah satu guru, studi banding ke sekolah rujukan yang ada di Jakarta akhirnya gagal dan berlanjut ke acara jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Masjid Kubah Emas, PP IPTEK dan studio 5 Indosiar.

Aktifitas KBM Pulih, Guru Ini Beri Alasan Liburkan Siswa

October 29, 2016 Add Comment
Aktifitas KBM Pulih, Guru Ini Beri Alasan Liburkan Siswa
Sri Hartati guru SDN Kandangpanjang 2 saat ditemui beberapa media di ruang guru, Jum'at (28/10/16)
Kota Pekalongan
Ketika disambangi pada Jum'at pagi (28/10/16), kegiatan belajar mengajar di SDN Kandangpanjang 2 sudah kembali pulih, Menurut keterangan Kepala Sekolah Budi Harijanto, para guru sudah pulang pada Kamis malam, sehingga Jum'at paginya sudah bisa mengajar kembali.

Budi Harijanto mengeluh, pihaknya mengaku keberatan atas pemberitaan beberapa media yang menulis para guru plesir hingga menyebabkan siswanya terlantar.
"Sebenarnya kami sudah memberitahukan kepergian para guru ke Jakarta melalui surat edaran. Sehingga tidak ada istilah siswa menjadi korban," ucap Budi.
Kepergian guru SD se Kecamatan Pekalongan Utara ke Jakarta tersebut menurut Budi, murni untuk studi Banding. Kendati akhirnya gagal karena suatu hal itu tidak menjadi persoalan yang berarti. Sebab kepergian guru ke Jakarta sudah seijin Dinas.
"Dan tidak semua guru pergi ke Jakarta. Salah satunya termasuk saya," ungkap Budi.
Sementara itu, Sri Hartati, guru kelas VI SDN Kandangpanjang 2 ketika ditanya alasan kepergian ke Jakarta tidak memilih waktu yang tepat atau tidak di akhir pekan, Sri berdalih karena kesempatan untuk mendapatkan armada bus hanya di tengah minggu.
"Semua bus di Jateng sudah habis dipesan untuk kegiatan Kospin Jasa. jadi tidak bisa di luar tengah minggu," tukasnya.
Pun demikian, pihaknya juga tidak bisa mengundurkan jadwal yang sudah tersusun karena di luar hari itu sudah ada agenda lain yang menunggu.

Sri mengatakan, biro perjalanan juga tidak mau ambil resiko kalau mengubah hari pelaksanaan studi banding. Sebab mereka akan sulit untuk mencari armada bus yang siap pakai.
"Akhirnya kita putuskan untuk tetap melaksanakan studi banding pada hari rabu dan Kamis untuk menghindari masalah armada," tandasnya.

Miris, Sudah Liburkan Siswanya,300 Guru Ini Batal Studi Banding Gara-Gara Ini

October 28, 2016 Add Comment
Pengakuan Sri Hartati, guru kelas VI SDN Kandangpanjang 2 yang menjadi salah satu peserta studi banding ke Jakarta masih menyimpan misteri. Didampingi  Budi Harijanto, Kepala SDN Kandangpanjang 2, Sri membuka pengakuan kepada beberapa media kalau studi banding ke Jakarta batal dilaksanakan karena berbagai alasan. Sri pun membeberkan detail kepergian para guru ke Jakarta.
"Seharusnya tujuan pertama ke Jakarta itu ke sekolah yang sudah dirujuk, namun karena rombongan kita mencapai ratusan, untuk urusan membersihkan badan di pagi hari saja sudah repot dan menghabiskan banyak waktu ditambah kamar mandinya terbatas. Akhirnya kunjungan ke sekolah tujuan batal," ungkap Sri Hartati, Jum'at (28/10/16).
Sri pun mengakui kalau dirinya tidak tahu nama sekolah yang dimaksud, Namun dari informasi yang ia dapat sekolah tersebut sudah biasa menjadi rujukan untuk melakukan studi banding karena memang bagus.
"Dijadwalkan, kita akan kesana. Namun karena repot tadi, jadinya kita hanya transit saja di Masjid Kubah Emas sambil menunggu Taman Mini Indonesia Indah (TMII) buka," terang Sri.
Selanjutnya rombongan jalan-jalan di TMII dan mampir ke Teater Keong Mas untuk melihat dari dekat sekaligus mampir ke Pusat Peraga (PP) Iptek yang banyak memiliki fasilitas untuk menambah pengetahuan para guru.
Baca Juga :

Gara-Gara Ratusan Guru Plesir Ke Jakarta, Ribuan Siswa SD Se-Kecamatan Ini Terpaksa Diliburkan

Menjelang sore, kata Sri, rombongan juga mampir ke Masjid At Tin untuk sholat ashar. Rombongan guru menurut pengakuan Sri, banyak menghabiskan waktu di TMII. Hampir lima jam rombongan berada di TMII.
"Di TMII kita dari masuk pagi sampai menjelang sore. Selanjutnya kita berencana ke Tanah Abang untuk mencari oleh-oleh. Namun karena kemana-mana jalanan macet akhirnya batal juga," jelas Sri.
Bingung karena beberapa tujuan tidak terlaksana, sambung Sri, kita sempat berputar-putar saja sampai akhirnya diputuskan untuk mampir saja ke studio 5 Indosiar untuk menonton proses pengambilan gambar untuk acara audensi.
"Jadi kita akhirnya mengetahui syuting acara di studio. Ternyata semua setingan dan penontonnya bayaran," tutur Sri.
Di Studio Indosiar banyak yang kita lihat, tidak saja artis dangdut, namun juga penyanyi rock. Meskipun batal untuk studi banding, namun pihaknya membantah kalau tujuan ke Jakarta tidak ada manfaatnya.
"Banyak yang bisa kita bawa pulang untuk bahan pelajaran di sekolah, mulai dari berbagai pengetahuan alat peraga di PP Iptek, juga berbagai tempat di TMII hingga proses syuting sebuah acara televisi yang jauh berbeda  dengan yang kita lihat. Hal ini bisa kita ceritakan kepada para siswa," bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan guru di Kecamatan Pekalongan Utara diketahui pergi ke Jakarta pada Rabu malam (26/10/16) untuk studi banding sekaligus plesir. Ironisnya ribuan siswa SD terpaksa diliburkan. Kegiatan belajar mengajar baru pulih Jum'at (28/10/16).

Jaga Agar Tetap Lestari, Setiap Harinya Ratusan Siswa SD Diajari Membuat Batik

October 28, 2016 Add Comment
Pekalongan news
Jaga Agar Tetap Lestari, Setiap Harinya Ratusan Siswa SD Diajari Membuat Batik
Kota Pekalongan
Sebanyak 3000 siswa sekolah dasar di Kota Pekalongan mengikuti kegiatan membatik bersama di Musium Batik Kota Pekalongan. Mereka belajar membatik mulai dari menggambar motif hingga melakukan praktek teknik pewarnaan.

Kepala Musium Batik, Tanti Lusiana mengatakan, kegiatan belajar membatik dimulai tanggal 19 Oktober dan berakhir 20 November 2016.
"Jadi sebulan penuh siswa SD ini kita ajari melalui pelatihan membatik dengan media sapu tangan. Setiap hari secara bergiliran mereka kesini dengan rombongan mencapai 100 anak," ungkap Tanti.
Menurut Tanti, kegiatan pelatihan membatik ini sudah kelima kalinya digelar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.

Tujuannya, kata Tanti, selain mengenalkan kepada anak tentang warisan budaya batik juga diajarkan cara membuat batik agar mereka tahu bagaimana proses pembuatan batik.

Harapannya, lanjut Tanti, mereka sejak dini sudah mengetahui dan minimal mengerti cara membuat batik sehingga ini bisa menjadi salah satu upaya melestarikan batik melalui pelatihan kepada anak sejak dini.
"Kita ajari bagaimana membuat pola, memberi malam atau lilin, melakukan pewarnaan hingga menjadi bentuk batik jadi sesuai dengan desain mereka sendiri," tutur Tanti.
Dengan kata lain, kata Tanti, anak-anak ini sudah terbiasa dengan batik dan tidak merasa asing dengan warisan budayanya sendiri.
"Kedepannya siapa tahu tumbuh kecintaan terhadap batik dan mau melestarikan batik sebagai warisan budaya Pekalongan agar tidak hilang begitu saja," tandasnya.

Gara-Gara Ratusan Guru Plesir Ke Jakarta, Ribuan Siswa SD Se-Kecamatan Ini Terpaksa Diliburkan

October 28, 2016 Add Comment
Ratusan Guru Plesir Ke Jakarta, Sekolah SD Se-Kecamatan Ini Diliburkan
Dok : istimewa
Kota Pekalongan
Ratusan guru Sekolah Dasar (SD) se Kecamatan Pekalongan Utara pergi ke Jakarta, pamitnya ke Dinas Pendidikan mau studi banding. Namun dari berbagai informasi yang dihimpun, ratusan guru tersebut pergi untuk tujuan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan ke stasiun televisi swasta nasional untuk menonton program acara dangdut.

Kabid Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan Nunik Ariastuti tidak membantah dan juga tidak membenarkan informasi yang dimaksud.
"Yang saya tahu tujuanya ke Jakarta untuk studi banding ke sebuah sekolah di sana namun saya lupa nama sekolahnya, Setelah itu ke TMII," ungkap Nunik, Kamis (27/10/16).
Namun pihaknya tidak mengetahui kalau ada rencana lain dari para guru tersebut untuk pergi ke stasiun televisi swasta di Jakarta.
"Namun kalau memang kesana karena telah selesai melakukan studi banding ya terserah mereka mau kemana," ucap Nunik.
Penjaga sekolah SDN Kandangpanjang 2, Karsida (56 th) membenarkan kalau para guru tersebut termasuk guru SDN kandangpanjang 2 pergi ke Jakarta salah satu tujuanya ke stasiun televisi swasta nasional.
"Rombongan guru berangkat Rabu malam 26 Oktober 2016. Sementara sekolah diliburkan hingga hari Kamis," aku Karsida.
Namun rencananya, sambung Karsida, Sekolah pada hari Jum'atnya akan kembali aktivitas belajar mengajar. 

Terpisah, Ria Safitri salah satu siswa SD yang diliburkan oleh pihak sekolah mengaku memilih tetap berangkat ke sekolah. Sebab, dirinya lebih senang sekolah tidak diliburkan.
"Saya tetap berangkat daripada di rumah seharian. Saya di sekolah bersih-bersih," ujarnya.
Saat ditanyakan apakah dirinya mengetahui alasan sekolah diliburkan sejak hari Rabu hingga Kamis, selain mengangguk Ria juga menjawab bahwa sekolah diliburkan karena gurunya pergi ke Jakarta.
"Kalau tujuanya saya tidak tahu, tapi bilangnya semua guru mau pergi ke Jakarta," akunya.