Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

MI Plus Sullam Taufiq Kajen , Perkuat Karakter Melalui Budaya Madrasah

October 08, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah
Kabupaten Pekalongan 
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah. Secara konseptual, budaya madrasah merupakan suatu sistem nilai,kepercayaan, keyakinan, kredo dan norma-norma keberagamaan yang diterima secara menyeluruh, mulai dari kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan penerimaan serta konsistensi sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh miliu yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil madrasah, dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan madrasah. Demikian disampaikan Syaikhul Alim, kepala MI Plus Sullam Taufiq Kajen di sela-sela penerimaan rapor hasil Ulangan Tengah Semester I jum'at (6/10) kemarin. 

Lebih lanjut dijelaskan, budaya madrasah yang kami terapkan ini merupakan sebuah konsep pendidikan nilai guna membangun karakter peserta didik dan segenap civitas madrasah yang bersifat komprehensif. Karena dalam perwujudannya terdapat inkulnasi nilai, pemberian teladan, dan penyiapan peserta didik agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan-pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan hidup yang lain.

Dalam penerapannya, budaya madrasah ini diwujudkan dalam bentuk program unggulan berupa keterpaduan antara pendidikan agama dan umum.
"Peserta didik di MI Plus Sullam Taufiq Kajen disamping mengikuti pendidikan formal melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler madrasah, pembelajaran juga dipadukan dengan kegiatan di TPQ dengan fokus muatan keagamaan seperti tahsin dan tahfidz Al-Qur'an dan hadits serta praktik doa dan ibadah " terangnya.
Implementasi yang lain diterapkan melalui pembiasaan karakter positif seperti rajin ibadah seperti sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, cinta kebersihan dan lingkungan, sikap disiplin, jujur dan tanggung jawab, saling menghargai dan toleransi, sopan santun dan tata krama serta dibangun nilai-nilai kebersamaan dan kompetisi yang sehat dan bersahabat guna mewujudkan komunitas pembelajar.
"Pembiasaan karakter positif ini juga didorong dan dibangun melalui pemberian keteladanan terutama dari pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi budaya madrasah tidak hanya ditujukan untuk peserta didik tetapi juga untuk guru dan tenaga kependidikan. Kami berprinsip keteladanan adalah metode yang paling efektif dan ampuh membangun karakter" tambahnya.
"Harapan kami, melalui penerapan budaya madrasah ini dapat terbentuk peserta didik sebagai generasi penerus yang berkarakter atau berakhlaqul karimah dan memiliki kecerdasan majemuk baik intelektual, emosional maupun spiritualnya". Pungkasnya.

Bupati Batang Kukuhkan Duta Paskibra Kabupaten Batang

August 16, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bupati Batang saat mengukuhkan paskibra Kabupaten Batang di Aula Pendopo Kabupaten Batang
Kabupaten Batang 
Sebagai duta Paskibra Kabupaten Batang yang terpilih dari ribuan siswa siswi dan ini untuk menjawab tantangan rendahnya patriotisme dan nasionalisme generasi muda. Diharapkan Pelatihan ini bukan sekedar baris berbaris namun melatih nilai kejuangan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Batang saat mengukuhkan paskibra Kabupaten Batang   Wihaji,di Aula Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (15/8).

Saya mengucapkan bersyukur karena masih diberikan semangat nasionalisme dan patriotisme terutama pada anggota Paskibra Kabupaten Batang.
"Kalian adalah siswa siswi yang terpilih dari sekian siswa untuk menjadi pasukan pengibar bendera. Saya sangat berharap untuk tanggal 17 Agustus 2017 Paskibra dapat melakukan pengibaran bendera dengan sebaik-baiknya," kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengapresiasi pada anggota paskibra.
" Saya sangat senang dan mendukung kegiatan Paskibra khususnya yang telah berlatih pagi, siang hingga sore hari di lingkungan Kabupaten Batang," ujarnya.
Dijelaskan, karena dengan adanya Paskibra, tidak hanya melatih akademi, fisik, maupun sekedar latihan untuk menaikkan bendera pada 17 Agustus, tapi kegiatan ini juga akan berlanjut untuk masa depan generasi yang menggantikan kepemimpinan nantinya.
"Saya berharap kepada anggota Paskibra agar terus menumbuhkan sikap nasionalisme bahwa saya Indonesia, saya Pancasila, saya Bhinneka Tunggal Ika dan bangga menjadi orang Batang," tegasnya.
Disini saya mengajak kepada siswa-siswi Paskibra menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang terlebih dahulu dan saat ini kita hanya merasakan kenikmatan yang telah diperjuangkan oleh jasa para pahlawan.
"Oleh karena itu disini kita wajib menjalankan kewajiban untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan dimulai dari jiwa nasionalisme dan patriotisme khususnya dari anggota Paskibra Kabupaten Batang dan tunjukan keseriusan menjadi anggota paskibra ," tandasnya.
Bupati menambahkan trimakasih pada orangtua paskibra yang telah mengikhlaskan putra putrinya untuk menjadi anggota paskibra.
"Trimakasih kami ucapkan, semoga dengan do'a para orangtua dan kita bersama paskibra dapat melaksanakan tugasnya," imbuh Bupati.
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono mengatakan momen ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anggota paskibra untuk memberikan yang terbaik.
"Berikan terbaik untuk bangsa, Kabupaten Batang dan orangtua. Semoga kelak menjadi generasi penerus kepemimpinan," kata Kapolres yang juga alumni paskibra tahun 92 Bogor.
Turut hadir Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono,, Wakil Bupati Suyono,Ketua DPRD Imam Teguh Raharjo, Pasi Intel Kodim 0736/ Batang Kapten Inf. Abdul Mutholib, Pasi Ops Kodim 0736/Batang Kapten Inf. Gatot (Pasi Ops Kodim 0736/Batang), Sekda Batang. Nasikhin, Kepala OPD Kab. Batang, Perwakilan Pelajar Paskibraka, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit, ASN lingkungan Kab. Batang.

Tekan Aksi Premanisme Satbinmas Polres Batang Melaksanakan Pembinaan Dan Penyuluhan

August 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMP N 4 Batang
Kabupaten Batang 
Guna mencegah dan menangkal terhadap aksi-aksi preman dan premanisme ditengah pelajar agar tercipta kondusifitas di wilayah kabupaten Batang. 

Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMP N 4 Batang, Selasa (1/8/17).

Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno menjelaskan aksi premanisme bisa melekat kesegala profesi. Seperti unsur keamanan maupun birokrasi bisa dikatakan berperilaku preman apabila yang mereka kerjakan/ perbuat tidak sesuai dengan aturan/norma yang harus dipatuhi.
"Begitu pula pelajar, apabila yang dilakukanya tidak sesuai aturan atau norma yang berlaku di sekolah bisa dikatakan aksi premanisme. Misalnya aksi premanisme di sekolah, pemalakan kepada sesama pelajar,tawuran, pengroyokan dan lainnya," jelas AKP Juharno.
Kami mengimbau agar para pelajar mentaati tata tertib aturan yang ada disekolah dan jauhi aksi premanisme, karena perbuatan tersebut akan merugikan diri sendiri dan orang lain serta akan berbenturan dengan hukum bila yang dilakukanya terbukti mengarah tindak pidana/kriminalitas.

Disisi lain, Kasat Binmas mengatakan untuk menekan aksi premanisme, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan penyuluhan secara rutin dan bergantian  di sekolah sekolah wilayah Kabupaten Batang.
"Kami mengharapkan peran serta semua elemen masyarakat, orangtua, guru dan para siswa siswi untuk bersama sama bersinergi mencegah aksi aksi premanisme di lingkunganya dan berani melapor Kepolisian terdekat bila terbukti melakukan aksi premanisme," imbuhnya.

Kapolsek Bandar Ingatkan Pelajar Untuk Menjaga Dan Mempertahankan NKRI

July 31, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolsek Bandar Polres Batang AKP Yusi Andi Sukmana menjadi pembina upacara di SMP Negeri 04 Bandar
Kabupaten Batang
Kapolsek Bandar Polres Batang AKP Yusi Andi Sukmana menjadi pembina upacara di SMP Negeri 04 Bandar Desa Binangun, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (31/7/17).

Upacara yang diikuti ratusan pelajar setempat dan hadir dalam kegiatan Kepala Sekolah Sunarso  para guru dan Staf.

Dalam amanatnya Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana  mengatakan kita harus menjaga dan mempertahankan NKRI, Ideologi Pancasila dan UUD 1945.
“Diharapkan pelajar tidak terpengaruh paham radikal atau paham yang mengajak bertentangan dengan Pancasila dan UUD’45. Untuk itu pelajar harus kompak, satu hati ,satu kata, satu perbuatan membela Indonesia,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang sudah masuk di kalangan pelajar.
“Penyalahgunaan narkoba adalah kesalahan besar pasti berakibat buruk. Jangan mencoba apabila kita tidak ingin kecewa dikemudian hari,” tandas AKP Yusi.
Selain itu Kapolsek juga mengharapkan agar mentaati tata tertib berlalulintas ketika berkendara dan diharapkan untuk menggunakan helm.  
“Helm itu wajib dipakai pada waktu berkendaraan, karena helm sangat penting untuk melindungi kepala dari benturan. Kecelakaan tidak kita minta, tetapi menjaga diri itu penting,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa  tugas Pokok Kepolisian menurut undang undang no 2 tahun 2002 pasal 13 yakni pemeliharaan  keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum dan melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” imbuhnya.

Bupati Batang Buka Semarak Pameran Pendidikan Dan Kebudayaan

July 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Semarak Pameran Pendidikan dan kebudayaan yang dihelat oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Batang
Batang
Kabupaten Batang membutuhkan kreatifitas dan inovatif  Untuk kemajuannya dan salah satunya adalah gelaran Semarak Pameran Pendidikan dan kebudayaan yang dihelat oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Wihaji setelah membuka acara semarak pameran pendidikan dan kebudayaan di jalan veteran Batang , Rabu (26/7/17).

Menurut Bupati Batang, kreatif dan inovatif khusus di dunia pendidikan, namun setelah saya lihat ternyata memang kita mempunyai karya-karya yang luar biasa yang dilakukan oleh anak didik kita yang barangkali tidak semua orang tahu makanya kita pamerkan  acara tersebut.
"Ternyata ada beberapa karya anak didik kita yang sangat luar biasa, dimana membawa pesan kepada seluruh warga atau yang bergerak didunia pendidikan untuk kreatif dan inovatif," kata Bupati.
Selama kreatif dan inovatif ternyata ada karya-karya baru yang ada manfaatnya oleh masyarakat batang termasuk tadi pemadam kebakaran tapi mesinnya dari motor yang dihubungkan dengan komponennya dan bisa menyedot air dan ini merupakan kreatif anak didik kita dan juga ada alat esvakator, jelas Wihaji

Bupati Wihaji menegaskan kegiatan semarak pameran pendidikan dan kebudayaan di batang baru pertama kali di gelar.
"Ya ini baru pertama kali. Biasanya pameran tapi bukan pendidikan, dan ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Batang sehingga banyak orang yang belum tahu karya anak didik kita. Untuk itu diharapkan untuk kreatif dan inovatif agar kabupaten batang lebih maju," tandas Bupati.
Kami berharap semoga kedepan bisa dilanjutkan selama membawa kemanfaatan.
"Kita lihat respon masyarakat, kalau welcome maka kita lanjutkan dan tentunya ada manfaat dan sesuatu/nilai baru dari murid, guru maupun wali murid," pungkas Wihaji.
Hadir dalam acara forkopimda Kabupaten Batang, Muspika se Kab. Batang, OPD, Ketua PKK Kab. Batang, Ketua Persit atau yang mewakili, Ketua Bhayangkari Cabang Batang, Dinas Pendidikan.

Semarak pameran pendidikan dan kebudayaan ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai hari Rabu 26 juli sampai dengan hari Jumat 28 juli 2017.

Nampak Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono beserta istri melihat stand pameran pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Guna menjaga keamanan, sejumlah personel gabungan dari Polsek Batang, Polres Batang, Satlantas, Kodim 0736 Batang dan Satpol PP Kab. Batang mengamankan kegiatan tersebut.

Antisipasi Penyebaran Berita Hoax Di Kalangan Pelajar Polsek Limpung Berikan Pembinaan Dan Penyuluhan

July 17, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kanit Binmas Polsek Limpung Berikan Pembinaan Dan Penyuluhan Berita HOAX Kepada Siswa-Siswi  SMK Diponegoro Banyuputih
Kabupaten Batang
Kemajuan jaman diiringi makin pesatnya perkembangan tehnologi digital sehingga masyarakat diseluruh belahan dunia memanfaatkan kecanggihan sarana tersebut disegala bidang termasuk percepatan informasi.

Penyebaran informasi melalui sosial media (Sosmed) kadang kali disalahgunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab bukan untuk menyebarkan berita berdasar fakta yang ada namun malah menyebarkan berita bohong atau hoax yang bertujuan menciptakan ujaran kebencian, fitnah dan adu domba.

Guna mengantisipasi penyebaran berita hoax dikalangan pelajar Kanit Binmas 
Polsek Limpung Polres Batang IPDA Rofi'i memberikan pembinaan dan penyuluhan berita bohong atau  HOAX kepada Siswa-siswi  SMK Diponegoro Banyuputih bertempat  di gedung Aula setempat, acara yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru SMK Diponegoro , Senin (17/07/2017).

Menurut Kanit Binmas Polsek Limpung Polres Batang dalam acara penyuluhan dan pembinaan tersebut mengatakan bahwa Seiring berkembangnya kemajuan dunia informasi, memberikan kita berbagai kemudahan untuk mendapatkan berbagai kabar berita terbaru dari seluruh dunia, dengan kemudahan tersebut berbagai informasi dapat disampaikan dengan sangat cepat melalui , berita, internetdan sosial media.
"Kami berharap adik-adik siwa dan siswi SMK Diponegoro berharap jangan sekali kali melakukan atau memposting atau sms yang berbau sara maupun ancaman, provokasi, fitnah, kebohongan kebohongan besar lainnya,” tegas IPDA Rofi'i  Kanit Binmas Polsek Limpung.
 Menurutnya HOAK  adalah berbagai pemberitaan atau penyebarluasan informasi yang berisi tentang kebohongan dan dengan sengaja menyebar luaskan melalui berbagai media informasi. 
“Sudah banyak  orang iseng yang akhirnya harus berhubungan dengan hukum, untuk itu saya punya tips untuk menangkal berita kebohongan atau hoak yaitu Bijak, Bidik,Infestigasi ,Analisa dan Kritis,” Imbuh  Kanit Binmas Polsek Limpung.

Kelompok Kajian Kitab Turast Iain Pekalongan Gelar Khataman

June 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast, IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut
Pekalongan
Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. 

Kelompok kajian ini belum lama , tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turast, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Program Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. 

Acara yang berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. 
"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain, Ucapnya.
Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.
"Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.
Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. 

IAIN Pekalongan Siap Cetak Calon Ilmuan yang Religius dan Cinta Indonesia

June 08, 2017 Add Comment
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di wilayah eks-karisidenan Pekalongan yang mempunyai komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan keindonesiaan. 

Demi mewujudkan tujuan tersebut berbagai upaya dilakukan, salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, kesetiaan terhadap keindonesiaan, kemadirian dan kepeloporan dalam kehidupan. 

Selain itu IAIN Pekalongan mempelopori dan ikut berperan aktif dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat. 

IAIN Pekalongan yang mempunyai brand Spirituality, Scientific, Entrepreneurship dan Nationality pada tahun akademik 2017/2018 ini Sebanyak 17 Program Studi jenjang Strata satu dari 4 Fakultas membuka pendaftaran mahasiswa baru. Program studi tersebut dari Fakultas Syari’ah meliputi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Islam dan Hukum Tata Negra Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) meliputi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika. Kemudian Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah meliputi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadits, Tasawuf dan Psikoterapi, Komunikasi Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam dan manajemen Dakwah. Adapun dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah ada dua program studi yaitu Ekonomi Syariah dan Akutansi Syariah. 

Pendaftaran mahasiswa baru kali ini melalui empat jalur yaitu SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Jalur Madiri dan Bakat minat. Dari empat jalur tersebut saat hingga saat ini (6 Juni 2017) hanya tinggal jalur mandiri dan bakat minat yang masih dibuka. Jalur mandiri adalah mekanisme seleksi masuk IAIN Pekalongan melalui ujian tulis dalam bentuk cetak (paper based testing) dan wawancara yang dilaksanakan secara mandiri oleh panitia penerimaan mahasiswa baru. 

Sedangkan jalur bakat minat merupakan mekanisme seleksi masuk IAIN Pekalongan berdasarkan penjaringan prestasi minat bakat bidang olah raga, seni, dan karya ilmiah minimal juara I tingkat Kabupaten/Kota atau Hafidz Qur’an minimal 5 Juz. 

Pendaftarannya sampai tanggal 14 Juli 2017, info lengkap bisa diakses di pmb.iainpekalongan.ac.id. Untuk menunjang keberhasilan studi mahasiswa sejumlah beasiswa disediakan diantaranya bidikmisi, prestasi dan tahfidz. Selain biaya kuliah terjangkau, seluruh dosen kompeten dibidangnya lulusan dari kampus luar negeri dan dalam negeri serta IAIN Pekalongan memiliki sejumlah fasilitas pendukung dan penunjang. Sejumlah laboratorium disediakan misalnya Laboratorium Microteaching, Laboratorium Micro-counseling, Laboratorium IPA, Ilmu Falak, PIAUD, bahasa Asing hingga Laboratorium Peradilan semu bagi calon-calon hakim.

Meriah, Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 2 Pekalongan

May 11, 2017 Add Comment
Menyambut kelulusan peserta didik kelas XII tahun pelajaran 2016/2017, SMAN 2 Pekalongan  mengadakan perpisahan yang bertemakan  “Day To Remember”. Kegiatan berlangsung meriah pada Rabu 10 Mei 2017 di Gedung Olahraga SMA 2 Pekalongan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komite SMA 2 Joko Setiawan, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd  dan  perwakilan guru SMA 2 Pekalongan, dan Wali Murid.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah Sman 2 Pekalongan Budi Hartati mengucapkan dalam rangka wisuda sekaligus perpisahan SMA 2 Pekalongan ini, selamat kepada kelas XII yang sudah selesai menempuh pelajaran baik suka dan duka anak-anak sudah melalui UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan dinyatakan lulus.
"Perjuangan anak-anak belum sampai disini, ini adalah awal perjuangan kalian untuk sukses kedepan, kami mohon kepada bapak dan Ibu sekalian agar doakan putra dan putrinya agar diterima di perguruan tinggi yang diinginkan," Ucap Kepala Sekolah SMA 2 Pekalongan Budi Hartati.

Dalam tahun ini SMA N 2 Pekalongan  meluluskan 253 siswa, sebanyak 19 sudah diterima SMPTN 12 siswa diterima di D3 UNDIP 5 siswa Tahap I tes STAN 

Baca Juga
Menurut salah satu perwakilan wali murid kelas XII Slamet SMAN 2 mendorong agar SMA 2 menjadi kebanggaan SMA di pekalongan.
"Tolong diperhatikan bimbingan wali murid atau guru pengajar jangan sekali-kali membantah karena nantinya keberhasilan sesoarang itu karena dorongan dari orang tua dan guru yang telah membimbing kita," ungkapnya.
Acara diawali dengan pembukaan tari Tari Gambyong penampilan dari siswi SMA N 2 Pekalongan kelas XI, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd menambahkan tahun ini penerimaan mahasiswa diberi jatah 30% seluruh indonesia ada penurunan 20% dibandingkan tahun lalu sebesar 50%.
"Saya berpesan kepada anak-anak didik saya agar jangan pernah lupakan  almamater ini, Bapak Ibu Guru yang telah mengembleng kalian selama 3 tahun mulai dari kondisi yang sering banjir Alhamdulillah SMA 2 sudah tidak banjir lagi   " Pungkasnya.
Perlu diinformasilkan kepada masyarakat bahwa SMA 2 pekalongan sudah tidak tekena banjir lagi, jadi tidak ada alasan siswa tidak masuk sekolah karena rob.

Kemendikbud Fokuskan Mendukung Gerakan Reformasi Pendidikan

May 02, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17).
Kabupaten Batang 
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17) bertindak selaku Inspektur Upacara Pj. Bupati Batang Siswo Laksono.

Tema Hardiknas kali ini adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Tema tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas pendidikan semakin tinggi. Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas kata PJ. Bupati Batang Siswo Laksono pada saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy pada Upacara Hardiknas tahun 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Bupati Batang mengatakan dalam setiap memperingati Hardiknas kita tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara, kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep “Laku Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa bahasa jawa “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya apabia di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham dan apabila dibelakang memberi dorongan.
 "Berbagai program dan kegiatan serta sumber daya baik finansial maupun non finansial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di berbagai daerah hendaknya difokuskan untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan. Karena reformasi pendidikan nasional merupakan proses jangka panjang, bukan sesaat dan jangka pendek, sehigga perlu di laksanakan secara sistemis, prosedural dan bertahap," Jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Batang Siswo Laksono memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para juara pada acara Lomba Gebyar Paud Tingkat Kabupaten Batang, Lomba Kesenian Tradisional dan Lomba Kirab Budaya dan Lomba dalam rangka Hut Kabupaten Batang tahun 2017.

Nampak hadir Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono,S.H., S.I.K., M.Hum., bersama jajaran forkopimda Batang.

Satu pleton Polres Batang Polda Jawa Tengah turut serta dalam gelaran upacara tersebut , selain itu sejumlah personel Satlantas Polres Batang lakukan pengaturan lalulintas.

Sediakan 12 Tiket Ke Propinsi, 400 Santri Adu Tangkas Di POSPEDA

April 23, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Salah satu cabang lomba pidato yang dipertandingkan hari ini
Kota Pekalongan
Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) tingkat Kota Pekalongan hari ini memulai pertandingan pertamanya. Sebanyak 12 cabang lomba akan dipertandingkan pada, Minggu (23/4/17).

Ketua Panitia POSPEDA, Muhammad Fuad menyampaikan, pada penyeleng garaan tahun ini jumlah peserta mencapai 400 santri dari 41 Madrasah Diniyah se Kota Pekalongan.

Tujuan POSPEDA menurut Fuad, untuk peningkatan mutu dan sebagai bahan evaluasi para pengajar untuk mengetahui pemahaman para santri terhadap materi yang sudah diajarkan.
"Kita akan lihat kemampuan para peserta dan juga akan kita seleksi untuk maju ke tingkat Propinsi," ujar Fuad.
Adapaun 12 cabang lomba yang dipertandingkan, kata Fuad, meliputi dua cabang olahraga fisik dan selebihnya lomba ketangkasan dan keterampilan santri.

Fuad Menjelaskan, dua cabang lomba olahraga antara lain lomba lari dan tenis meja, sedangkan 10 cabang lainya, MTQ, baca puisi, kaligrafi, tahidz, cerdas cermat, qiroatul qutub, murotal wa imla', hafalan aqidatul awam pidato bahasa Indonesia dan Arab.
"Nantinya pemenang juara 1 masing-masing cabang lomba akan mewakili Kota Pekalongan di tingkat Propinsi," ucapnya.

Aksi Keprihatinan Dan Do'a Bersama Mapala Pekalongan Untuk Tragedi Diksar Mapala UII Yogyakarta

January 28, 2017 Add Comment
Menyikapi terjadinya tragedi meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu, puluhan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari seluruh Universitas yang ada di Kota Pekalongan, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama.
Diinisiasi Mapala Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Pekalongan atau Greget Mahasiswa Pecinta Alam Walisongo (Gemalawa) melibatkan beberapa perguruan tinggi seperti, Maepala Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan, Jaesta Wanasia Univeristas Pekalongan, Makompala Stimik Widiya Pratama, Sabdapala Politeknik Kesehatan, Mapala Batik Adventure Politeknik Pusmanu dan Mapala Kanpas STIE Muhammadiyah.

Ketua Mapala Gemalawa UKM IAIN Pekalongan, Agus Salim menyampaikan, 
semua anggota Mapala yang ada di Kota Pekalongan ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah yang menimpa rekan mahasiswa dari UII yogyakarta.
"Bagaimanapun kejadiannya, hal tersebut merupakan tragedi dan musibah bagi kami sesama pegiat lingkungan," ucap Agus.
Agus melanjutkan, meskipun masing-masing pihak memiliki konsep diksar dalam mengkader anggotanya, namun pihaknya tetap menyayangkan hal tersebut terjadi. Sebab jika benar itu menjadi suatu bukti adanya kekerasan dalam pelaksanaan diksar tentu kami sangat sayangkan konsep yang seperti itu.

Dalam setiap diksar, kata Agus, memang kompetensi dari calon anggota diuji. Baik itu penguasaan dibidang gunung dan hutan, panjat tebing maupun koservasi lingkungan.
"Namun tetap saja semua itu sifatnya pendidikan dasar yang mengedepankan prinsip pendidikan dan pengetahuan bukan kekerasan," ujar Agus.
Hal berbeda disampaikan Rifki Mubarok, anggota Mapala Batik Adventure yang mengatakan, sebaiknya diksar lebih menekankan unsur keharmonisan hubungan antara senior, junior dan calon anggota.
"Kami disini melakukan semua itu, kami bisa tunjukan kalau kami menjunjung nilai hubungan yang wajar tanpa ada kekerasan diantara senior bersama junior," tuturnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Komples Kampus SMK Ma'arif Akrom Kota Pekalongan turut dipanjatkan doa bagi semua almarhum mahasiswa UII Yogyakarta dan dilakukan pula mengheningkan cipta sebagai tanda duka dunia pendidikan kampus terutama dunia pendakian di kalangan mahasiswa Indonesia. 

Peringati HUT Ke-25, UKM Gemalawa IAIN Pekalongan Gelar Pelatihan Wall Climbing

January 15, 2017 Add Comment
Memperingati HUT Gemalawa ke 25, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melalui kelompok pecinta alam kampus 'Gemalawa' atau Greget Pecinta Alam Walisongo menggelar pelatihan olagraga ekstrim Wall Climbing tingkat dasar bagi pelajar dan umum, Kamis (12/1/17) di lokasi pelatihan Wall Climbing kampus setempat.

Pelatihan Wall Climbing atau Panjat Dinding selama dua hari tersebut juga didukung oleh perkumpulan pegiat panjat tebing yang tergabung dalam Pekalongan Wall Climbing Expedition (PCE).

Sebelum pemberian materi simulasi lapangan atau praktik teknik di Wall Climbing yang sesungguhnya, pihak penyelenggara terlebih dahulu memberikan workshop di ruangan.

Muslikhul, Ketua PCE sekaligus instruktur dan pelatih mengatakan, masyarakat selama ini memandang panjat tebing merupakan olahraga ekstrim yang menakutkan dan sulit dilakukan. Sehingga dalam perkembanganya jarang ada yang meminati apalgi menekuni.

Namun kali ini, kata Muslikhul, pihaknya akan memberikan pelatihan yang menyenangkan dan mudah untuk dilakukan, sehingga stigma sebagai olagraga yang menakutkan akan lenyap serta bisa menjadi olahraga ekstrim yang nantinya akan lebih banyak peminatnya.
"Sebelum memulai, kami paparkan sejarah dan mengenalkan peralatan yang mendukung kegiatan panjat tebing agar peserta memahami sejarah dan fungsi alat yang akan dipakai," ucapnya.
Untuk materi sendiri menurut Muslikhul, terdiri dari teori dan praktik sekaligus juga kami dukung dengan peralatan yang cukup sehingga dalam pelaksanaanya akan lebih mudah.

Selain itu dalam mengkombinasikan teori dan praktik, kata Muslikhul, peseta akan didampingi para pelatih yang cukup berpengalaman.
"Dari segi peralatan sendiri sangat safety sehingga aman dan kesan takut yang akan dihadapi peserta akan berubah jadi menyenangkan," ujar Muslikhul.
Di tempat yang sama, Faisal Amsani, Koordinator Rock Climbing Gemalawa menyebut, peringatan HUT Gemalawa ke 25 tidak saja diisi dengan pelatihan kepada pelajar dan umum, namun pihak UKM juga melakukan bhakti sosial termasuk pentas seni dalam puncak acara nanti.

Komisi C DPRD Kota Pekalongan Keluhkan Anggaran Pendidikan Habis Untuk Keperluan Guru

January 12, 2017 Add Comment
Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Martana mengaku heran dan sedih melihat dunia pendidikan di Kota Pekalongan. Menurut dia dalam rapat koordinasi komisi C, Selasa (10/1/17) lalu, sungguh sangat disayangkan anggaran untuk sarana dan prasarana pendidikan hanya mendapatkan jatah anggaran 29 persen atau sejumlah Rp 69 miliar saja.
"Padahal serapan anggaran untuk pendidikan mencapai 25 persen dari APBD tahun 2017," ungkapnya.
Dia menjelaskan, prosentase penggunaan anggaran pendidikan di Kota Pekalongan pada tahun 2017 masih banyak dihabiskan untuk keperluan guru. 
Dari jumlah anggaran untuk pendidikan yang mencapai 238 miliar, lanjut Dia, Rp 169 miliar habis digunakan untuk menggaji guru, sertifikasi guru, dan tunjangan guru.
"Bisa dikatakan hanya untuk keperluan guru saja menghabiskan 71 persen anggaran pendidikan, sedangkan untuk sarana dan prasarana hanya sisanya" keluhnya.
Sudjaka menuturkan, gaji dan tunjangan untuk guru dan pengajar di lembaga pendidikan sudah cukup tinggi. Dengan demikian perlu adanya adanya perbaikan sarana untuk pendidikan dengan menaikan anggaranya.
"Tahun depan kita akan dorong agar anggaran untuk fasilitas sekolah bisa meningkat dan lebih banyak lagi," ujarnya.
Dilain pihak, kata dia, masih banyak anak yang kesulitan untuk mengakses pendidikan maupun kesulitan untuk melanjutkan pendidikan.
Sehingga dari total anggaran yang disediakan untuk dunia pendidikan tersedia dana cadangan sebesar Rp 3 miliar untuk membantu kesulitan anak menempuh jenjang pendidikan maupun kesulitan menebus ijazah, uang sekolah dan permasalahan pendidikan lainya.
"Anggaran tersebut bisa diakses melalui Pusat Pelayanan Kemiskinan (PPK)," ucapnya.
Karena sifatnya cadangan, sambung Dia, maka akan dipakai bila diperlukan kalau tidak ada yang memakai maka akan dikembalikan lagi ke kas negara.
"Dana tersebut ada di DPPKAD, tapi penggunaanya hanya untuk yang benar-benar tidak mampu," sebutnya.
Sementara itu untuk program pendidikan yang tidak terselesaikan di tahun 2016, kata Sudjaka, maka akan diselesaikan dengan gabungan anggaran pendidikan tahun 2017 ditambah dengan silpa tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar.
"Total anggaran tersebut yang akan digunakan untuk menutup program tahun 2016 yang tak selesai," pungkasnya

Terapkan Transparasi Keuangan, SMK Baitussalam Bagikan Hasil Audit Laporan Keuangan Sekolah Kepada Orang Tua Murid

December 23, 2016 1 Comment
Terapkan Transparasi Keuangan, SMK Baitussalam Bagikan Hasil Audit Laporan Keuangan Sekolah Kepada Orang Tua Murid
Orang tua murid tidak hanya menerima raport namun juga menerima hasil laporan keuangan sekolah
Kota Pekalongan
Pembagian raport bagi setiap sekolah adalah hal yang biasa setiap selesai Ujian Akhir Semester (UAS), namun kalau pembagian raport disertai laporan hasil audit laporan keuangan tahunan sekolah tampaknya bukan hal yang wajar. 
Karena selain tidak banyak sekolah yang berani melakukanya, tentu saja sangat riskan mengumbar hasil laporan kondisi keuangan yang biasanya untuk kebutuhan internal sekolah sendiri.
Namun begitulah faktanya, demi mengejar transparasi dan akuntabilitas pihak yayasan membuat terobosan berupa kebijakan membagikan hasil laporan keuangan agar niat baik sekolah untuk berproses menjadi sekolah yang kredibel dan terpercaya mengelola keuangan.
Langkah berani yang dilakukan SMK Baitussalam, Kota Pekalongan. bukan berarti tanpa resiko. hal tersebut sebelumnya sudah disadari oleh pengurus yayasan yang baru. 
"Kita justru ingin menampilkan wajah asli sekolah kita yang sebenarnya. Karena untuk mendidik siswa yang berani berbuat jujur harus dimulai dari para pendidik dan pengelola sekolah yang bisa dipercaya alias amanah," ucap Ani Pujiastuti, Kepala Sekolah SMK Baitussalam saat berkesempatan berbincang dengan media ini.
Ani menuturkan, sebagai sekolah satu-satunya yang dipercaya bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK), pihaknya mulai membiasakan diri tertib dalam pelaporan keuangan dan tertib administrasi. Karena hal tersebut akan menjadi contoh nyata bagi siswa-siswi di sekolah, khusunya mereka yang di jurusan akuntasi.
Kendati pada tahun-tahun sebelumnya sempat terpuruk, Ani melanjutkan, tidak menjadikan semuanya harus berakhir. Diawalai restrukturisasi keuangan dan reorganisasi pengelola yayasan, sedikit demi sedikit semua membaik seiring tingkat kepercayaan publik dan beberapa lembaga yang menaruh simpati kepada SMK Baitussaalam untuk mendukung menjadi sekolah pertama yang menerapkan transparasi keuangan sekolah.
"Usaha keras kita berbuah manis, pada tanggal 17 Desember 2016 lalu, kami diundang oleh Pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk penjajagan kerjasama dibidang pendidikan termasuk berkesempatan berpartisiapasi dalam acara pembacaan orasi ilmiah Profesor Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan RI," beber Ani.
Kami hanya minta doa dan dukungan agar semangat berbenah untuk menjadi sekolah yang amanah bisa terwujud. Semangat kejujuran akan menjadi modal awal kami dalam bersaing di dunia pendidikan Kota Pekalongan dan Indonesia harapanya.

Diundang 38 Siswa SMK Baitussalam Sambangi Kantor KPID Propinsi Jawa Tengah

December 16, 2016 1 Comment
Melanjutkan program kerjasama di bidang Literasi Media bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Propinsi Jawa Tengah mengundang SMK Baitussalam Kota Pekalongan hadir di Semarang, Rabu (14/12/15).
Sebagai yang pertama dan satu-satunya SMK di Jawa Tengah yang pertama kali melakukan kerjasama dengan lembaga yang mengawasi konten siaran televisi di Indonesia, Ketua KPID Propinsi Jateng, Budi Setyo Utomo sangat mengapresiasi kedatangan SMK Baitussalam di Gedung KPID Provinsi Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang, Semarang.
"Biasanya kami yang berkeliling untuk melakukan sosialisasi namun kali ini malah SMK Baitussalam Kota Pekalongan hadir sendiri di Kantor, kami saya sangat apresiasi," ungkap Budi.
Literasi media bagi pelajar dan mahasiswa, kata Budi, sangat penting dalam mendidik masyarakat untuk arif dalam memilih konten tayangan yang positif dan mendidik.
Menurut Budi, konten siaran di televisi terlampau dipenuhi kepentingan industri bukan memihak kepentingan publik atau masyarakat.
"Untuk itu dengan melibatkan pelajar dan mahasiswa, apalagi ini pelajar multimedia tentu ini menjadi bagian dari pemberian pemahaman sejak dini sebelum mereka terjun ke dunia yang berhubungan dengan multimedia," papar Budi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Baitussalam Prasetyo Ani yang membawa sejumlah guru dan 38 siswa jurusan multimedia mengaku bangga menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk dan diberi kesempatan untuk bisa bekerja-sama dengan KPID Propinsi Jawa Tengah.
"Harapannya para siswanya dapat menyaring informasi dan pengetahuan yang diberikan pemateri dari KPID dan menyebarkan apa yang didapat kepada teman-temanya yang lain" kata Ani.
Dalam kegiatan pemberian literasi media kepada pelajar SMK Baitusalam, Komisioner KPID Propinsi Jawa Tengah, Koordinasi Kelembagaan, Ahmad Junaedi memberikan kata pengantar terkait gambaran dan kondisi konten penyiaran di Indonesia sekarang ini.
unaedi menyoroti banyaknya muatan siaran televisi yang menampilkan konten pornografi dan kekerasan yang dilarang oleh KPID dan memberikan beberapa contoh secara visual.
Hal lainnya,  Junaidi juga menjelaskan bagaimana memaknai apa itu literasi media untuk masyarakat atau publik.
Literasi menurut Junaidi adalah kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan yang ditangkap dari sebuah tayangan televisi.
"Tujuannya agar masyarakat mampu menilai baik dan buruknya sebuah materi siaran yang ditayangkan berupa visual maupun audio visual," terangnya.
Selain mendapatkan pengetahuan penting dari pemateri utama, Dr Amirudin, Dosen Prodi Antropologi Media FIB Universitas Diponegoro tentang kajian terhadap media dari sisi ilmu Antropologi Media juga dikenalkan beberapa fasilitas yang miliki KPID Jateng dalam menjalankan fungsi pengawasan seperti ruang pantau siaran televisi yang beroprasi di Indonesia selama 24 jam penuh.

Melihat Dari Dekat BPJS Kesehatan Menagajar Di SMK Baitussalam

November 25, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Puluhan siswa dari jurusan akuntansi mengikuti materi yang diberikan tim dari BPJS Kesehatan Pekalongan
Kota Pekalongan
Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Pekalongan melakukan kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Baitussalam melalui program Goes To School dengan memberikan pelajaran pengetahuan terkait BPJS secara umum.
"Kami memberikan wawasan dan pemahaman program kerja BPJS dengan harapan para siswa mengerti dan mampu meneruskan informasi yang didapat ke masyarakat umum. Minimal orang terdekat," ungkap Arofah, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan  Pekalongan, Kamis (24/11/16).
Program ini, kata Arofah, merupakan terobosan baru dan menjadi bagian dari sosialisasi yang sering dilakukan untuk meng-edukasi masyarakat.
"Dan alhamdulillah para siswa ini mampu memahami dan bahkan beberapa dari mereka antusias untuk bertanya lebih jauh, meski pemberian materi sudah selesai," kata Arofah.
Yang kita sampaikan, lanjut Arofah, selain program BPJS juga pengetahuan umum lainya seperti berbagai pengalaman dan realitas yang terjadi di masyarakat.
Usai kegiatan, Kepala Sekolah SMK Baitusalam Prasetyo Ani Sulistyowati yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, program kunjungan pihak BPJS  memberikan pelajaran kepada siswa merupakan tindak lanjut dari MoU yang ditandatangani beberapa waktu lalu.
"Kedepan kegiatan yang sama akan coba terus dilakukan. Mungkin dengan tema dan pemateri yang berbeda," ucapnya.
Ani berharap, semakin banyak materi yang diberikan oleh banyak pihak kepada para siswanya dapat meluaskan wawasan dan pengetahuan selain pelajaran yang diberikan sekolah sehari-hari.

Serem Lihat Apa Yang Terjadi Pada Anak Ini Setelah Terjatuh Dalam Olahraga Basket

November 14, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Tangan Huda Triatmojo tiba-tiba melengkung usai terjatuh saat mau memungut bola basket yang ke luar lapangan.
Kota Pekalongan
Huda Triatmojo (14 th) siswa kelas X SMP 3 Kota Pekalongan hanya bisa meringis menahan sakit, tangan kananya tiba-tiba melengkung setelah terjatuh di pinggir lapangan dalam pertandingan bola basket antar SMP di even Bernadus expo ke 10.
"Huda kehilangan keseimbangan. Tubuhnya tersungkur dengan posisi tangan tertekuk," ungkap rekan se tim Elang Yuda Perwira (13 th), Senin (13/11/16) saat jeda pertandingan.
Dijelaskan Elang, saat kuarter ketiga melawan tim SMP Islam, bola sempat keluar lapangan dan Huda bermaksud memungut bola namun kakinya tersangkut tali tenda di pinggir lapangan akibatnya terjatuh dan terluka.
"Huda tak mampu bangkit. Tangannya sepertinya patah," kata Elang.
Sedangkan posisi pertandingan bola basket tim SMP 3 melawan tim dari SMP Islam, sebelum dihentikan, kata Elang, kedudukannya masih unggul SMP Islam.

Kecelakaan tak terduga tersebut tak pelak menyebabkan pertandingan dihentikan sementara. Tubuh Huda dievakuasi langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Budi Rahayu untuk mendapatkan penanganan medis.

Ketua Panitia Bernadus Expo, Yohanes Lumintang menyampaikan, kejadian yang menimpa salah satu peserta dari tim tamu tersebut di luar perkiraan dirinya. 
"Makanya tadi secepat mungkin kita bawa ke RS Budi Rahayu agar langsung mendapatkan penanganan," ujar Yohanes.
Pertandingan SMP 3 melawan SMP Islam merupakan bapak penyisihan dalam kejuaraan bola basket untuk meramaikan Bernadus Expo ke 10 yang diadakan oleh SMA Bernadus, Kota Pekalongan.

Selama Sepekan SMA Bernadus Gelar Bernadus Expo 2016, Berikut Rangkaian Acaranya

November 14, 2016 Add Comment

Pekalongan News


Kota Pekalongan
Even tahunan Bernadus Expo kembali digelar oleh SMA Bernadus Kota Pekalongan, kali ini memasuki tahun yang ke-10. Dalam Bernadus Expo 2016 tersebut direncanakan ada 21 perguruan tinggi swasta yang akan membuka stand untuk menjaring lulusan SMA Bernadus dan sekolah sekitar Pekalongan yang berminat melanjutkan ke perguruan tinggi swasta nasional.

Salah satu panitia kegiatan, Yohanes Lamintang mengatakan, Bernadus Expo merupakan kegiatan rutin tahunan. Penyelenggarakan kali ini untuk yang ke-10 dan selama sepekan kedepan ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar untuk meramaikan Bernadus Expo 2016.
"Kami menggelar beberapa kegiatan olahraga seperti turnamen Bola Basket putra dan putri, turnamen futsal putra dan putri serta expo perguruan tinggi swasta nasional," terang Yohanes.
Yohanes melanjutkan, sebenarnya acara puncaknya nanti hari Jum'at depan di mana akan ada banyak perguruan tinggi swasta nasional membuka stand pameran di sini.
"Para peserta expo perguruan datang dari kota-kota besar seperti, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya dan kota lainnya di Jawa," tutur Yohanes.
Dan untuk turnamen sendiri, kata Yohanes, sengaja digelar untuk meramaikan kegiatan sekaligus menjadi agenda turnamen olahraga ruitin bergulir yang tidak banyak terselenggara di Kota Pekalongan.
"Ini menjadi salah satu ajang pencarian bakat dan bibit atlit juga sebab, pesertanya kian tahun kian bertambah banyak," ungkap Yohanes.
Sebenarnya, lanjut Yohanes, kami fokus pada eks Karesidenan Pekalongan namun untuk tahun ini kita ketambahan peserta dari luar Karesidenan, yakni dari Weleri, Kendal. Hingga nanti lingkupnya akan diperluas.
"Tahun depan lingkupnya Jawa Tengah sekalian biar bertambah besar," jelas Yohanes.
Selain itu, secara umum kegiatan akbar ini, sambung Yohanes, untuk lebih mengenalkan SMA Bernadus kepada masyarakat luas sekaligus memberikan fasilitasi berupa turnamen olahraga.
"Agar semakin banyak anak-anak Kota Pekalongan dan sekitarnya mengembangkan bakat melalui turnamen ini," tukasnya.

Beri Kuliah Umum Di SMK Baitussalam, Ketua KPID Jateng Sampaikan Ini Kepada Siswa Jurusan Multimedia

November 12, 2016 Add Comment
Pekalongan News
Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah, Budi Setyo Utomo memberikan kuliah umum kepada siswa SMK Baitussalam Jurusan Multimedia, Jum'at (11/11/16)
Kota Pekalongan
Terdapat 53 lagu yang beredar di masyarakat berkonotasi porno. Sehingga Komisi Penyiaran Indonesia Dearah (KPID) Propinsi Jawa Tengah telah mengeluarkan larangan untuk diputar di radio dan diperdengarkan di ruang publik. Ketua KPID Propinsi Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Studi General di SMK Baitussalam, Kota Pekalongan, Jum'at (11/11/16).

Di hadapan puluhan siswa jurusan multimedia, Budi memberikan pemahaman betapa pentingnya peran diri sendiri untuk memfilter siaran dan tayangan di radio dan televisi sekarang ini.

Budi mengatakan, produk konten berupa lirik lagu maupun tayangan sinetron yang memuat materi vulgar sudah secara masif masuk tidak saja ruang publik namun namun juga sejak lama masuk ke ruang keluarga.
"Maka peran dan pendampingan orang tua sangat penting untuk bisa menyaring konten yang bermanfaat serta menyingkirkan konten yang negatif," terangnya.
Kendati demikian, kata Budi, semua dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk pandai memilih dan memilah acara tv yang akan dikonsumsi. Dirinya berharap, kedepan anak-anak SMK Baitussalam terutama jurusan multimedia yang nantinya mungkin kan jadi pelaku di industri penyiaran harus memliki watak yang baik. Sebab dengan memiki watak yang baik maka dalam membuat konten siaranpun akan terpikirkan hal yang bai-baik.

Dalam mengawasi konten siaran baik radio dan televisi, KPID Propinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan peringatan agar muatan materi yang merusak mental dan akhlak tidak diputar atau disiarkan
"kalau masih tetap melanggar maka akan diusulkan untuk dicabut ijinya karena meresahkan," tegas Budi.
Demikian juga dengan tayangan berbau kekerasan yang memperlihatkan adegan berdarah-darah. KPID dipastikan akan melarang adegan tersebut ditampilkan. Sebab menayangkan adegan kekerasan secara jelas seperti mengajarkan kepada pemirsanya untuk mengambil inspirasi dari adegan tersebut.

Terkadang adegan kekerasan, kata Budi, seperti sengaja dibuat vulgar dengan mengeshoot adegan per adegan secara jelas tanpa diblur gambarnya.
"Dalam kaidah jurnalistik seperti di media cetak maupun online gambar yang menimbulkan kengerian maupun gambar yang berdarah-darah pasti diblur," jelas Budi yang juga aktif sebagai jurnalis media cetak Suara Merdeka.