Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

Inilah Sosok Dibalik Sukses Unikal Raih Peringkat 5 Nasional Bidang Audit Keuangan

December 15, 2017 Add Comment
Keberhasilan fakultas ekonomi Universitas Pekalongan (Unikal) menorehkan prestasi lima besar nasional di bidang audit keuangan dengan mengalahkan 53 Universitas terbaik negeri ini tak lepas dari tangan dingin Iis Duwinaeni, dosen pembimbing yang sederhana dan bersahaja namun handal di bidang keilmuannya. 

Sosok Iis Duwinaeni yang merupakan mantan auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) lokal cukup dikenal di kalangan akuntan KAP Semarang, selain berafiliasi kepada Deloitte, salah satu kelompok big four atau empat Kantor Audit paling terkenal di Inggris,.

Lulusan S2 Universitas Diponegoreo tahun 2009 ini merupakan salah satu dosen Unikal penyandang gelar profesional Chartered Accountant (CA) sejak 2014 dan pemilik Certified Publik Accountant of Indonesia (CPAi) sejak tahun 2016 dengan nilai SKP tertinggi.
Pekalongan News
Penampakan warung sederhana milik Murshiyam (22 th) mahasiswi Fakultas Ekonomi Unikal yang turut mengharumkan nama Perguruan Tinggi Swasta tersebut di kancah nasional
Sebagai dosen pembimbing yang mengampu mata kuliah akuntasi, auditing dan praktikum audit di fakultas ekonomi Unikal, Iis Duwidaeni dikenal oleh para mahasiswanya sebagai sosok yang rendah hati, lugu, apa adanya dan tidak telihat sebagai sosok pemikir keras.
"Orangnya sangat sederahana sekali, tidak terlihat sosok berpenampilan dosen bahkan saat sedang di rumah sehari-hari cukup dengan dasteran laiknya wanita kampung pada umumnya," begitu para mahasiswanya menggambarkan sosok tangguh di bidang ilmu akuntasi yang sukses membawa Unikal nangkring di peringkat lima nasional.
Setali tiga uang, tiga mahasiswi fakultas ekonomi yang turut mengharumkan nama Unikal, Umi Asih (20 th), Maghfiroh (21 th) dan Mushiyam (22 th) di kancah nasional bidang ilmu audit keuangan juga berlatar keluarga sederhana, bahkan satu diantara ketiganya, Murshiyam berlatar keluarga miskin.

Sehari-hari untuk membantu ekonomi keluarga dan membayar uang kuliah, Murshiyam membuka usaha nasi kucing (nasi bungkus) di depan Kantor Koperasi Kospin Jasa Kota Pekalongan. 
"Saya berjualan niatnya untuk membantu keluarga sekaligus menambah uang saku buat membayar  kuliah dan beli buku," ungkapnya kepada pekalongan-news.com, Kamis (14/12/17).
Demikian juga dengan Maghfiroh, gadis berhijab asal Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengaku tidak menyerah melawan kesulitan alam di tempat tinggalnya yang selalu terendam  rob berkepanjangan. 
"Saya tetap belajar dengan keras demi meraih prestasi, soal banjir bukan lagi penghalang karena sejak kecil sudah akrab dengan banjir rob," tuturnya.

Tembus Lima Besar Lomba Praktik Audit HUT BPK RI, Unikal Ungguli 53 Universitas Terbaik Nasional

December 15, 2017 Add Comment
Universitas Pekalongan (Unikal) berhasil menembus prestasi lima besar nasional di katagori praktik Audit Laporan Keuangan Pemerintah dalam  lomba 'Audit Untuk Negeri 2017' yang dihelat oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) akhir November lalu selama tiga hari.

Lomba  'Audit Untuk Negeri 2017' dalam rangka memeriahkan HUT BPK RI ke-70 diikuti oleh 95 peserta untuk katagori Cerdas Cermat  dan  53 peserta lainya untuk katagori Praktek Audit Laporan Keuangan Pemerintah (berbasis SPKN) 
"Kami tak menyangka lima besar nasional bisa diraih, padahal kompetitor merupakan perguruan tinggi ternama di Indonesia," ujar Umi Asih, Ketua Senat Fakultas Ekonomi Unikal, dalam rilis yang diterima pekalongan-news.com, Kamis (14/12/17).
Umi yang didapuk jadi juru bicara tim Unikal menuturkan, prestasi yang diraih Unikal dalam lomba tersebut dipersembahkan khusus kepada Kampus tercinta, keluarga serta masyarakat Pekalongan.

Dikatakan Umi, kemenangan tak terduga awalnya tidak diprediksi sebelumnya, mengingat lawan yang dihadapi benar-benar bagus dan berasal dari universitas terkenal seperti  STAN, UI, Politeknik Negeri Padang, Universitas Al Azhar dan Universitas Mercu Buana.
"Sekarang kami bisa sejajar dengan mereka," kata mahasiswi fakultas ekonomi semester lima bangga.
Umi berharap dengan prestasi yang baru saja diraih dapat menjadi pemicu peningkatan kemampuan bagi rekan fakultas ekonomi yang lain untuk bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi tahun depan.
"Semoga kedepan ada regenerasi yang lebih berprestasi serta harapan kami ada apresiasi khusus bagi generasi muda akuntasi khususnya di lingkungan fakultas ekonomi Unikal," tandasnya.
Terpisah  Kepala Humas BPK RI dan Pusdiklat BPK RI, Dwi Setiawan, membenarkan tim dari Unikal berhasil menembus lima besar nasional dalam lomba yang digelar BPK RI.

Dwi mengaku terkejut dengan kemampuan yang ditunjukan oleh tim dari Unikal, padahal universitas swasta tersebut baru pertama kali ikut lomba namun sudah bisa menorehkan prestasi yang membanggakan.
"Saya sangat apresiasi sekali dengan mereka karena sudah bekerja keras un tuk menjadi yang terbaik dan hal itu tidaklah mudah," pungkasnya.

Akreditasi Prodi IAIN Pekalongan

November 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Visitasi reakreditasi program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Pekalongan
Pekalongan
Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Selain Itu Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Secara normativ landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan pada bulan November ini dari tanggal 4 sampai 24 November mempunyai hajat besar, yaitu akreditasi. Sebanyak 9 program studi divisitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT), kesembilan prodi tersebut adalah S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, S1 Hukum Ekonomi Syariah, S1 Ilmu Hadits, S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Hukum Keluarga.


Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag mengatakan,
"Perolehan akreditasi nantinya menjadi bukti bahwa IAIN Pekalongan telah secara konsisten menjalankan kebijakan pemerintah termasuk memberikan pendidikan berkualitas, menjalankan tata kelola kelembagaan, riset dan pembelajaran sesuai dengan standar yang berlaku di pemerintah," ujarnya. 
Sehingga ia mematok nilai akreditasi harus maksimal, yang sudah dapat nilai A harus dipertahankan, yang nilainya B harus bisa naik A, sedangkan yang C sebisa mungkin dengan usaha maksimal naik menjadi B. 

Senada dengan Rektor IAIN, Wakil Rektor I Dr. H. Muhlisin, M.Ag menyampaikan bahwa,
"Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar," tambahnya.
Perguruan tinggi sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemenristekdikti) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa yang datang. IAIN Pekalongan memiliki Visi Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terkemuka dan kompetitif di tingkat nasional dalam pengembangan ILmu Pengetahuan dan Teknologi berwawasan keindonesiaan pada tahun 2036. 

Harapannya, dengan akreditasi ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi di atas.

Bupati Batang : Guru Memiliki Peran Sebagai Sumber Ketaladanan Bagi Murid

November 26, 2017 Add Comment
Pekalongan News
HUT PGRI ke 72 yang dipusatkan di lapangan Desa Bawang Kecamatan Bawang dimeriahkan Paralayang dan Tarian khas Batang Babalu
Kabupaten Batang
HUT PGRI ke 72 yang dipusatkan di lapangan Desa Bawang Kecamatan Bawang dimeriahkan Paralayang dan Tarian khas Batang Babalu yang menceritakan semangat perjuangan yang di tampilkan oleh SMAN 1 Bandar, Sabtu (25/11/17).

Bupati Batang Wihaji selaku pembina upacara dalam sambutan mengatakan, guru memiliki peran penting sebagai sumber ketaladanan bagi murid, masyarakat dan lingkunganya seiring perubahan dinamika yang sangat cepat. Maka, moment peringatan PGRI sebagai saran untuk evaluasi dalam pengambil kebijakan persoalan yang belum teratasi di Kabupaten Batang.
"Ini menjadi momentum bagi saya untuk mengevaluasi persoalan guru dalam pengambilan kebijakan, agar menjadi guru yang berkompeten, bermartabat dan teladan dapat terpenuhi kesejahteraanya,” kata Wihaji.
Bahwa guru, ditambahkan Wihaji, juga memiliki peran yang tidak dapat tergantikan dalam mendididk kemajuan generasi bangsa, karena membangun karakter masa depan anak kita ditangan guru secara formal, sehingga guru dituntut untuk menjadi contoh di sekolahan maupun di tengah – tengah masyarakat. 
“Ada filosofi jawa Ing Ngarso Sung Tulodho yang artinya menjadi seorang pemimpin atau guru harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya," tutur Wihaji.
Wihaji juga berharap agar di Kabupaten Batang ada satu sekolahan seorang guru yang sebagai contoh atau suri tauladan bagi sekolah dan masyarakat sekitar, sehingga akan tumbuh guru – guru yang memiliki integritas dan sebagai panutan di masyarakat, minimal di lingkungan rumahnya. 

Ia menuturkan, kesejahteraan guru akan kami perhatikan dengan melihat kemampuan keuangan di Pemerintah Daerah, kalau memungkinkan di Tahun 2018 insentif guru wiyata bakti akan kita naikan. 
“Di tahun 2018 kita akan melihat kemampuan PAD, kalau memang ada kenaikan PAD yang signifikan akan kita naikan insentif guru wiyata bakti," kata Wihaji.
Bupati juga meminta kepada guru untuk dapat menaikan Indek Pembangunan Manusia di Kabupaten Batang, karena IPM Batang masuk dalam kategori rendah, untuk itu mari bersama – sama untuk tingkatkan membangun budaya tentang kejujuran, konsistensi dan keberanian untuk lebih ke hasil.
“Kami meminta pada guru yang di mulai dari diri sendiri untuk membangun budaya baru tentang kejujuran, konsistensi dan keberanian untuk lebih ke hasil membangun Batang yang lebih sejahtera," pinta Wihaji.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang beserta forkopimda juga memberikan Santunan Kematian kepada 10 warga miskin masing masing mendapat Rp.1 juta, dan pemberian tali asih setia kawan pensiunan kepada 40 guru yang memasuki masa pensiun.

Sejumlah personel Polsek Bawang Polres Batang mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Workshop FKPM, Security Pengguna Satpam Menyelenggarakan Workshop FKPM Security Pengguna Layanan Satpam

November 15, 2017 Add Comment
Pekalongan news
Workshop FKPM, Security Pengguna Satpam Polda Jawa Tengah menyelenggarakan Pertemuan FKPM Security pengguna layanan Satpam yang diadakan di Aula Rupatama Polres Batang
Batang - Tugas Polri sebagai pengemban fungsi Kamdagri tentunya membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Tidak terkecuali Satpam di seluruh kawasan di wilayah Hukum Polres Batang. Penyamaan persepsi dan evaluasi cara bertindak merupakan agenda rutin dalam rangka asistensi dan koordinasi manajamen sistem keamanan.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang Workshop FKPM, Security Pengguna Satpam Polda Jawa Tengah menyelenggarakan Pertemuan FKPM Security pengguna layanan Satpam yang diadakan di Aula Rupatama Polres Batang, kemarin. Beberapa pembahasan penting pun disampaikan oleh Kasat Binmas sebagai pembina fungsi pengamanan swakarsa kepada 60 perwakilan Satpam dan Jasa Pengamanan atau pengguna layanan Satpam di wilayah hukum Polres Batang.
“ Pertemuan kemarin, tidak hanya agenda rutin saja melainkan memiliki urgensi yang sangat penting, dikarenakan penugasan Satpam dilapangan memiliki dependensi dengan manajemen sistem keamanan yang disusun oleh para pengguna Satpam," kata Kasat Binmas AKP Joeharno saat ditemui, Rabu (15/11).
Kasat Binmas menjelaskan, kegiatan tersebut juga untuk merefleksi kepada peserta pertemuan tentang Tugas Pokok Satpam, hal ini dimaksudkan agar para Satpam dapat bertindak sesuai koridor regulasi yang mengikat pada tupoksi Satpam.
“ Pemahaman aturan – aturan cara bertindak pada penugasan Satpam harus kita perhatikan betul agar para Satpam mengerti batasan – batasan kinerja dalam rangka mewujudkan sitkamtibmas kondusif di lingkungan kerjanya,“ tegas AKP Joeharno.
Peningkatan kemampuan Satpam juga menjadi perhatian prioritas Polres Batang sehingga pada kegiatan tersebut juga disampaikan agenda – agenda penyelenggaraan pembinaan dan peningkatan kemampuan Satpam.
HUT Satpam ke 37 pun tidak lepas menjadi poin pembahasan pada kegiatan pertemuan tersebut, persiapan pagelaran acara HUT Satpam yang rencananya jatuh pada tanggal 30 Desember tersebut juga dibahas antara Sat Binmas dengan para peserta pertemuan.
“ HUT Satpam merupakan momentum penting bagi para satpam untuk lebih meningkatkan perannya dalam mendukung Tupoksi Polri khususnya Polres Batang, sehingga harapanya kegiatan yang disajikan nanti dapat mengilustrasikan partisipasi aktif para Satpam dalam mewujudkan sitkamtibmas kondusif di lingkungan kerjanya," jelas mantan Kapolsek Warungasem tersebut

Wakil Bupati Suyono Berikan Motivasi Guru Untuk Tingkatkan IPM Kabupaten Batang

November 14, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wakil Bupati Suyono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Bawang
Batang – Wakil Bupati Suyono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Bawang. Sekolah yang dikunjungi Suyono antara lain SMP N 1 Bawang SMP N 3 Bawang dan SMA 1,Bawang (13/11).

Kunjungan wabup kesekolah sekolah ini didampingi oleh Kepala Kabag Humas Batang Triosi J, Kepala UPTD Kecamatan Bawang Mujiono, Camat Bawang Yarsono, Sekertaris Dinas Darsono.

Wabup Suyono menyampaikan, Indek Pembangunan Manusia (IPM) kabupaten Batang dinilai terlalu rendah Batang menduduki nomer 5 dari bawah. Guru harus bekerja extra dalam hal mendidik dan mengawasi anak didiknya. Guru juga haru melakukan kreasi dan inovasi dalam penyampaian ilmu kepada anak didik untuk mempermudah penyerapan ilmu. 
 "Lewat penyerapan ilmu yang baik inilah anak akan lebih mudah belajar dan mengimplementasikan ilmu yang diberi oleh guru. Pembelajaran tidak hanya melulu dengan buku perlu sistem pembelajaran tanpa buku untuk menunjang ketrampilan sehinga ada penyeimbang antara otak kanan dangan otak kiri. Hal ini yang kelak mampu meningkatkan IPM Kabupaten Batang untuk lebih baik lagi",Perkembangan dunia yang modern seperti sekarang  ini anak lebih susah untuk dikendalikan oleh orang tua maupun oleh guru. Menjadi tugas kita bersama untuk ikut memberikan pengarahan yang positif guna bekal kemajuan generasi bangsa, Ujar Suyono

 Dikatakan, tantangan anak anak diera sekarang sangatlah besar anak harus benar - benar pandai dalam memilih teman bermain. Selain godaan kenakalan remaja, narkoba, minuman keras juga ada bahaya yang sangat dekat dengan kita yaitu bahaya penggunaan gedjed.
 "Anak anak harus lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi terutama dalam pengunakan gedjed dalam keseharian. Bukalah hal hal yang positif yang mampu menambah kecerdasan dan menambah wawasan, hindari membuka hal hal yang positif yang tidak sepatutnya ditonton oleh anak" himbau suyono
 Dalam kurun waktu terakhir ini remaja menjadi sasaran kejahatan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak generasi bangsa. Dijalanan kelak anak akan di cegad dan diberikan obat obatan terlarang atau pil secara cuma cuma yang nantinya akan memberikan efek kecanduan untuk membelinya".tambahnya

MI Plus Sullam Taufiq Kajen , Perkuat Karakter Melalui Budaya Madrasah

October 08, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah
Kabupaten Pekalongan 
Sebagai implementasi penguatan pendidikan karakter, MI Plus Sullam Taufiq Kajen menggalakkan budaya madrasah. Secara konseptual, budaya madrasah merupakan suatu sistem nilai,kepercayaan, keyakinan, kredo dan norma-norma keberagamaan yang diterima secara menyeluruh, mulai dari kepala madrasah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan penerimaan serta konsistensi sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh miliu yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil madrasah, dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan madrasah. Demikian disampaikan Syaikhul Alim, kepala MI Plus Sullam Taufiq Kajen di sela-sela penerimaan rapor hasil Ulangan Tengah Semester I jum'at (6/10) kemarin. 

Lebih lanjut dijelaskan, budaya madrasah yang kami terapkan ini merupakan sebuah konsep pendidikan nilai guna membangun karakter peserta didik dan segenap civitas madrasah yang bersifat komprehensif. Karena dalam perwujudannya terdapat inkulnasi nilai, pemberian teladan, dan penyiapan peserta didik agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan-pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan hidup yang lain.

Dalam penerapannya, budaya madrasah ini diwujudkan dalam bentuk program unggulan berupa keterpaduan antara pendidikan agama dan umum.
"Peserta didik di MI Plus Sullam Taufiq Kajen disamping mengikuti pendidikan formal melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler madrasah, pembelajaran juga dipadukan dengan kegiatan di TPQ dengan fokus muatan keagamaan seperti tahsin dan tahfidz Al-Qur'an dan hadits serta praktik doa dan ibadah " terangnya.
Implementasi yang lain diterapkan melalui pembiasaan karakter positif seperti rajin ibadah seperti sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah, cinta kebersihan dan lingkungan, sikap disiplin, jujur dan tanggung jawab, saling menghargai dan toleransi, sopan santun dan tata krama serta dibangun nilai-nilai kebersamaan dan kompetisi yang sehat dan bersahabat guna mewujudkan komunitas pembelajar.
"Pembiasaan karakter positif ini juga didorong dan dibangun melalui pemberian keteladanan terutama dari pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi budaya madrasah tidak hanya ditujukan untuk peserta didik tetapi juga untuk guru dan tenaga kependidikan. Kami berprinsip keteladanan adalah metode yang paling efektif dan ampuh membangun karakter" tambahnya.
"Harapan kami, melalui penerapan budaya madrasah ini dapat terbentuk peserta didik sebagai generasi penerus yang berkarakter atau berakhlaqul karimah dan memiliki kecerdasan majemuk baik intelektual, emosional maupun spiritualnya". Pungkasnya.

Bupati Batang Kukuhkan Duta Paskibra Kabupaten Batang

August 16, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bupati Batang saat mengukuhkan paskibra Kabupaten Batang di Aula Pendopo Kabupaten Batang
Kabupaten Batang 
Sebagai duta Paskibra Kabupaten Batang yang terpilih dari ribuan siswa siswi dan ini untuk menjawab tantangan rendahnya patriotisme dan nasionalisme generasi muda. Diharapkan Pelatihan ini bukan sekedar baris berbaris namun melatih nilai kejuangan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Batang saat mengukuhkan paskibra Kabupaten Batang   Wihaji,di Aula Pendopo Kabupaten Batang, Selasa (15/8).

Saya mengucapkan bersyukur karena masih diberikan semangat nasionalisme dan patriotisme terutama pada anggota Paskibra Kabupaten Batang.
"Kalian adalah siswa siswi yang terpilih dari sekian siswa untuk menjadi pasukan pengibar bendera. Saya sangat berharap untuk tanggal 17 Agustus 2017 Paskibra dapat melakukan pengibaran bendera dengan sebaik-baiknya," kata Bupati.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengapresiasi pada anggota paskibra.
" Saya sangat senang dan mendukung kegiatan Paskibra khususnya yang telah berlatih pagi, siang hingga sore hari di lingkungan Kabupaten Batang," ujarnya.
Dijelaskan, karena dengan adanya Paskibra, tidak hanya melatih akademi, fisik, maupun sekedar latihan untuk menaikkan bendera pada 17 Agustus, tapi kegiatan ini juga akan berlanjut untuk masa depan generasi yang menggantikan kepemimpinan nantinya.
"Saya berharap kepada anggota Paskibra agar terus menumbuhkan sikap nasionalisme bahwa saya Indonesia, saya Pancasila, saya Bhinneka Tunggal Ika dan bangga menjadi orang Batang," tegasnya.
Disini saya mengajak kepada siswa-siswi Paskibra menghormati jasa pahlawan yang telah berjuang terlebih dahulu dan saat ini kita hanya merasakan kenikmatan yang telah diperjuangkan oleh jasa para pahlawan.
"Oleh karena itu disini kita wajib menjalankan kewajiban untuk menjaga rasa persatuan dan kesatuan dimulai dari jiwa nasionalisme dan patriotisme khususnya dari anggota Paskibra Kabupaten Batang dan tunjukan keseriusan menjadi anggota paskibra ," tandasnya.
Bupati menambahkan trimakasih pada orangtua paskibra yang telah mengikhlaskan putra putrinya untuk menjadi anggota paskibra.
"Trimakasih kami ucapkan, semoga dengan do'a para orangtua dan kita bersama paskibra dapat melaksanakan tugasnya," imbuh Bupati.
Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono mengatakan momen ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anggota paskibra untuk memberikan yang terbaik.
"Berikan terbaik untuk bangsa, Kabupaten Batang dan orangtua. Semoga kelak menjadi generasi penerus kepemimpinan," kata Kapolres yang juga alumni paskibra tahun 92 Bogor.
Turut hadir Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono,, Wakil Bupati Suyono,Ketua DPRD Imam Teguh Raharjo, Pasi Intel Kodim 0736/ Batang Kapten Inf. Abdul Mutholib, Pasi Ops Kodim 0736/Batang Kapten Inf. Gatot (Pasi Ops Kodim 0736/Batang), Sekda Batang. Nasikhin, Kepala OPD Kab. Batang, Perwakilan Pelajar Paskibraka, Ketua Bhayangkari, Ketua Persit, ASN lingkungan Kab. Batang.

Tekan Aksi Premanisme Satbinmas Polres Batang Melaksanakan Pembinaan Dan Penyuluhan

August 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMP N 4 Batang
Kabupaten Batang 
Guna mencegah dan menangkal terhadap aksi-aksi preman dan premanisme ditengah pelajar agar tercipta kondusifitas di wilayah kabupaten Batang. 

Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno melaksanakan pembinaan dan penyuluhan di SMP N 4 Batang, Selasa (1/8/17).

Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno menjelaskan aksi premanisme bisa melekat kesegala profesi. Seperti unsur keamanan maupun birokrasi bisa dikatakan berperilaku preman apabila yang mereka kerjakan/ perbuat tidak sesuai dengan aturan/norma yang harus dipatuhi.
"Begitu pula pelajar, apabila yang dilakukanya tidak sesuai aturan atau norma yang berlaku di sekolah bisa dikatakan aksi premanisme. Misalnya aksi premanisme di sekolah, pemalakan kepada sesama pelajar,tawuran, pengroyokan dan lainnya," jelas AKP Juharno.
Kami mengimbau agar para pelajar mentaati tata tertib aturan yang ada disekolah dan jauhi aksi premanisme, karena perbuatan tersebut akan merugikan diri sendiri dan orang lain serta akan berbenturan dengan hukum bila yang dilakukanya terbukti mengarah tindak pidana/kriminalitas.

Disisi lain, Kasat Binmas mengatakan untuk menekan aksi premanisme, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan penyuluhan secara rutin dan bergantian  di sekolah sekolah wilayah Kabupaten Batang.
"Kami mengharapkan peran serta semua elemen masyarakat, orangtua, guru dan para siswa siswi untuk bersama sama bersinergi mencegah aksi aksi premanisme di lingkunganya dan berani melapor Kepolisian terdekat bila terbukti melakukan aksi premanisme," imbuhnya.

Kapolsek Bandar Ingatkan Pelajar Untuk Menjaga Dan Mempertahankan NKRI

July 31, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolsek Bandar Polres Batang AKP Yusi Andi Sukmana menjadi pembina upacara di SMP Negeri 04 Bandar
Kabupaten Batang
Kapolsek Bandar Polres Batang AKP Yusi Andi Sukmana menjadi pembina upacara di SMP Negeri 04 Bandar Desa Binangun, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Senin (31/7/17).

Upacara yang diikuti ratusan pelajar setempat dan hadir dalam kegiatan Kepala Sekolah Sunarso  para guru dan Staf.

Dalam amanatnya Kapolsek Bandar AKP Yusi Andi Sukmana  mengatakan kita harus menjaga dan mempertahankan NKRI, Ideologi Pancasila dan UUD 1945.
“Diharapkan pelajar tidak terpengaruh paham radikal atau paham yang mengajak bertentangan dengan Pancasila dan UUD’45. Untuk itu pelajar harus kompak, satu hati ,satu kata, satu perbuatan membela Indonesia,” tegas Kapolsek.
Kapolsek juga mengingatkan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang sudah masuk di kalangan pelajar.
“Penyalahgunaan narkoba adalah kesalahan besar pasti berakibat buruk. Jangan mencoba apabila kita tidak ingin kecewa dikemudian hari,” tandas AKP Yusi.
Selain itu Kapolsek juga mengharapkan agar mentaati tata tertib berlalulintas ketika berkendara dan diharapkan untuk menggunakan helm.  
“Helm itu wajib dipakai pada waktu berkendaraan, karena helm sangat penting untuk melindungi kepala dari benturan. Kecelakaan tidak kita minta, tetapi menjaga diri itu penting,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa  tugas Pokok Kepolisian menurut undang undang no 2 tahun 2002 pasal 13 yakni pemeliharaan  keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), penegakan hukum dan melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” imbuhnya.

Bupati Batang Buka Semarak Pameran Pendidikan Dan Kebudayaan

July 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Semarak Pameran Pendidikan dan kebudayaan yang dihelat oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Batang
Batang
Kabupaten Batang membutuhkan kreatifitas dan inovatif  Untuk kemajuannya dan salah satunya adalah gelaran Semarak Pameran Pendidikan dan kebudayaan yang dihelat oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Hal tersebut disampaikan Bupati Batang Wihaji setelah membuka acara semarak pameran pendidikan dan kebudayaan di jalan veteran Batang , Rabu (26/7/17).

Menurut Bupati Batang, kreatif dan inovatif khusus di dunia pendidikan, namun setelah saya lihat ternyata memang kita mempunyai karya-karya yang luar biasa yang dilakukan oleh anak didik kita yang barangkali tidak semua orang tahu makanya kita pamerkan  acara tersebut.
"Ternyata ada beberapa karya anak didik kita yang sangat luar biasa, dimana membawa pesan kepada seluruh warga atau yang bergerak didunia pendidikan untuk kreatif dan inovatif," kata Bupati.
Selama kreatif dan inovatif ternyata ada karya-karya baru yang ada manfaatnya oleh masyarakat batang termasuk tadi pemadam kebakaran tapi mesinnya dari motor yang dihubungkan dengan komponennya dan bisa menyedot air dan ini merupakan kreatif anak didik kita dan juga ada alat esvakator, jelas Wihaji

Bupati Wihaji menegaskan kegiatan semarak pameran pendidikan dan kebudayaan di batang baru pertama kali di gelar.
"Ya ini baru pertama kali. Biasanya pameran tapi bukan pendidikan, dan ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Batang sehingga banyak orang yang belum tahu karya anak didik kita. Untuk itu diharapkan untuk kreatif dan inovatif agar kabupaten batang lebih maju," tandas Bupati.
Kami berharap semoga kedepan bisa dilanjutkan selama membawa kemanfaatan.
"Kita lihat respon masyarakat, kalau welcome maka kita lanjutkan dan tentunya ada manfaat dan sesuatu/nilai baru dari murid, guru maupun wali murid," pungkas Wihaji.
Hadir dalam acara forkopimda Kabupaten Batang, Muspika se Kab. Batang, OPD, Ketua PKK Kab. Batang, Ketua Persit atau yang mewakili, Ketua Bhayangkari Cabang Batang, Dinas Pendidikan.

Semarak pameran pendidikan dan kebudayaan ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai hari Rabu 26 juli sampai dengan hari Jumat 28 juli 2017.

Nampak Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono beserta istri melihat stand pameran pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Guna menjaga keamanan, sejumlah personel gabungan dari Polsek Batang, Polres Batang, Satlantas, Kodim 0736 Batang dan Satpol PP Kab. Batang mengamankan kegiatan tersebut.

Antisipasi Penyebaran Berita Hoax Di Kalangan Pelajar Polsek Limpung Berikan Pembinaan Dan Penyuluhan

July 17, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kanit Binmas Polsek Limpung Berikan Pembinaan Dan Penyuluhan Berita HOAX Kepada Siswa-Siswi  SMK Diponegoro Banyuputih
Kabupaten Batang
Kemajuan jaman diiringi makin pesatnya perkembangan tehnologi digital sehingga masyarakat diseluruh belahan dunia memanfaatkan kecanggihan sarana tersebut disegala bidang termasuk percepatan informasi.

Penyebaran informasi melalui sosial media (Sosmed) kadang kali disalahgunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggungjawab bukan untuk menyebarkan berita berdasar fakta yang ada namun malah menyebarkan berita bohong atau hoax yang bertujuan menciptakan ujaran kebencian, fitnah dan adu domba.

Guna mengantisipasi penyebaran berita hoax dikalangan pelajar Kanit Binmas 
Polsek Limpung Polres Batang IPDA Rofi'i memberikan pembinaan dan penyuluhan berita bohong atau  HOAX kepada Siswa-siswi  SMK Diponegoro Banyuputih bertempat  di gedung Aula setempat, acara yang dihadiri oleh Kepala Sekolah dan guru SMK Diponegoro , Senin (17/07/2017).

Menurut Kanit Binmas Polsek Limpung Polres Batang dalam acara penyuluhan dan pembinaan tersebut mengatakan bahwa Seiring berkembangnya kemajuan dunia informasi, memberikan kita berbagai kemudahan untuk mendapatkan berbagai kabar berita terbaru dari seluruh dunia, dengan kemudahan tersebut berbagai informasi dapat disampaikan dengan sangat cepat melalui , berita, internetdan sosial media.
"Kami berharap adik-adik siwa dan siswi SMK Diponegoro berharap jangan sekali kali melakukan atau memposting atau sms yang berbau sara maupun ancaman, provokasi, fitnah, kebohongan kebohongan besar lainnya,” tegas IPDA Rofi'i  Kanit Binmas Polsek Limpung.
 Menurutnya HOAK  adalah berbagai pemberitaan atau penyebarluasan informasi yang berisi tentang kebohongan dan dengan sengaja menyebar luaskan melalui berbagai media informasi. 
“Sudah banyak  orang iseng yang akhirnya harus berhubungan dengan hukum, untuk itu saya punya tips untuk menangkal berita kebohongan atau hoak yaitu Bijak, Bidik,Infestigasi ,Analisa dan Kritis,” Imbuh  Kanit Binmas Polsek Limpung.

Kelompok Kajian Kitab Turast Iain Pekalongan Gelar Khataman

June 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast, IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut
Pekalongan
Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. 

Kelompok kajian ini belum lama , tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turast, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Program Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. 

Acara yang berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. 
"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain, Ucapnya.
Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.
"Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.
Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. 

IAIN Pekalongan Siap Cetak Calon Ilmuan yang Religius dan Cinta Indonesia

June 08, 2017 Add Comment
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di wilayah eks-karisidenan Pekalongan yang mempunyai komitmen tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berwawasan keindonesiaan. 

Demi mewujudkan tujuan tersebut berbagai upaya dilakukan, salah satunya adalah menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, kesetiaan terhadap keindonesiaan, kemadirian dan kepeloporan dalam kehidupan. 

Selain itu IAIN Pekalongan mempelopori dan ikut berperan aktif dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat. 

IAIN Pekalongan yang mempunyai brand Spirituality, Scientific, Entrepreneurship dan Nationality pada tahun akademik 2017/2018 ini Sebanyak 17 Program Studi jenjang Strata satu dari 4 Fakultas membuka pendaftaran mahasiswa baru. Program studi tersebut dari Fakultas Syari’ah meliputi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Islam dan Hukum Tata Negra Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) meliputi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Tadris Bahasa Inggris dan Tadris Matematika. Kemudian Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah meliputi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ilmu Hadits, Tasawuf dan Psikoterapi, Komunikasi Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam dan manajemen Dakwah. Adapun dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah ada dua program studi yaitu Ekonomi Syariah dan Akutansi Syariah. 

Pendaftaran mahasiswa baru kali ini melalui empat jalur yaitu SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, Jalur Madiri dan Bakat minat. Dari empat jalur tersebut saat hingga saat ini (6 Juni 2017) hanya tinggal jalur mandiri dan bakat minat yang masih dibuka. Jalur mandiri adalah mekanisme seleksi masuk IAIN Pekalongan melalui ujian tulis dalam bentuk cetak (paper based testing) dan wawancara yang dilaksanakan secara mandiri oleh panitia penerimaan mahasiswa baru. 

Sedangkan jalur bakat minat merupakan mekanisme seleksi masuk IAIN Pekalongan berdasarkan penjaringan prestasi minat bakat bidang olah raga, seni, dan karya ilmiah minimal juara I tingkat Kabupaten/Kota atau Hafidz Qur’an minimal 5 Juz. 

Pendaftarannya sampai tanggal 14 Juli 2017, info lengkap bisa diakses di pmb.iainpekalongan.ac.id. Untuk menunjang keberhasilan studi mahasiswa sejumlah beasiswa disediakan diantaranya bidikmisi, prestasi dan tahfidz. Selain biaya kuliah terjangkau, seluruh dosen kompeten dibidangnya lulusan dari kampus luar negeri dan dalam negeri serta IAIN Pekalongan memiliki sejumlah fasilitas pendukung dan penunjang. Sejumlah laboratorium disediakan misalnya Laboratorium Microteaching, Laboratorium Micro-counseling, Laboratorium IPA, Ilmu Falak, PIAUD, bahasa Asing hingga Laboratorium Peradilan semu bagi calon-calon hakim.

Meriah, Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 2 Pekalongan

May 11, 2017 Add Comment
Menyambut kelulusan peserta didik kelas XII tahun pelajaran 2016/2017, SMAN 2 Pekalongan  mengadakan perpisahan yang bertemakan  “Day To Remember”. Kegiatan berlangsung meriah pada Rabu 10 Mei 2017 di Gedung Olahraga SMA 2 Pekalongan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komite SMA 2 Joko Setiawan, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd  dan  perwakilan guru SMA 2 Pekalongan, dan Wali Murid.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah Sman 2 Pekalongan Budi Hartati mengucapkan dalam rangka wisuda sekaligus perpisahan SMA 2 Pekalongan ini, selamat kepada kelas XII yang sudah selesai menempuh pelajaran baik suka dan duka anak-anak sudah melalui UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan dinyatakan lulus.
"Perjuangan anak-anak belum sampai disini, ini adalah awal perjuangan kalian untuk sukses kedepan, kami mohon kepada bapak dan Ibu sekalian agar doakan putra dan putrinya agar diterima di perguruan tinggi yang diinginkan," Ucap Kepala Sekolah SMA 2 Pekalongan Budi Hartati.

Dalam tahun ini SMA N 2 Pekalongan  meluluskan 253 siswa, sebanyak 19 sudah diterima SMPTN 12 siswa diterima di D3 UNDIP 5 siswa Tahap I tes STAN 

Baca Juga
Menurut salah satu perwakilan wali murid kelas XII Slamet SMAN 2 mendorong agar SMA 2 menjadi kebanggaan SMA di pekalongan.
"Tolong diperhatikan bimbingan wali murid atau guru pengajar jangan sekali-kali membantah karena nantinya keberhasilan sesoarang itu karena dorongan dari orang tua dan guru yang telah membimbing kita," ungkapnya.
Acara diawali dengan pembukaan tari Tari Gambyong penampilan dari siswi SMA N 2 Pekalongan kelas XI, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd menambahkan tahun ini penerimaan mahasiswa diberi jatah 30% seluruh indonesia ada penurunan 20% dibandingkan tahun lalu sebesar 50%.
"Saya berpesan kepada anak-anak didik saya agar jangan pernah lupakan  almamater ini, Bapak Ibu Guru yang telah mengembleng kalian selama 3 tahun mulai dari kondisi yang sering banjir Alhamdulillah SMA 2 sudah tidak banjir lagi   " Pungkasnya.
Perlu diinformasilkan kepada masyarakat bahwa SMA 2 pekalongan sudah tidak tekena banjir lagi, jadi tidak ada alasan siswa tidak masuk sekolah karena rob.

Kemendikbud Fokuskan Mendukung Gerakan Reformasi Pendidikan

May 02, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17).
Kabupaten Batang 
Pemda Batang,Polres Batang, dan dinas terkait menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional yang di Pusatkan di Alun-alun Kota Batang, Selasa (2/5/17) bertindak selaku Inspektur Upacara Pj. Bupati Batang Siswo Laksono.

Tema Hardiknas kali ini adalah “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas”. Tema tersebut terkait erat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas pendidikan semakin tinggi. Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan dapat menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas kata PJ. Bupati Batang Siswo Laksono pada saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy pada Upacara Hardiknas tahun 2017.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Bupati Batang mengatakan dalam setiap memperingati Hardiknas kita tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara, kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep “Laku Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa bahasa jawa “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” yang artinya apabia di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi ilham dan apabila dibelakang memberi dorongan.
 "Berbagai program dan kegiatan serta sumber daya baik finansial maupun non finansial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di berbagai daerah hendaknya difokuskan untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan. Karena reformasi pendidikan nasional merupakan proses jangka panjang, bukan sesaat dan jangka pendek, sehigga perlu di laksanakan secara sistemis, prosedural dan bertahap," Jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Pj. Bupati Batang Siswo Laksono memberikan piala dan piagam penghargaan kepada para juara pada acara Lomba Gebyar Paud Tingkat Kabupaten Batang, Lomba Kesenian Tradisional dan Lomba Kirab Budaya dan Lomba dalam rangka Hut Kabupaten Batang tahun 2017.

Nampak hadir Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono,S.H., S.I.K., M.Hum., bersama jajaran forkopimda Batang.

Satu pleton Polres Batang Polda Jawa Tengah turut serta dalam gelaran upacara tersebut , selain itu sejumlah personel Satlantas Polres Batang lakukan pengaturan lalulintas.

Sediakan 12 Tiket Ke Propinsi, 400 Santri Adu Tangkas Di POSPEDA

April 23, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Salah satu cabang lomba pidato yang dipertandingkan hari ini
Kota Pekalongan
Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) tingkat Kota Pekalongan hari ini memulai pertandingan pertamanya. Sebanyak 12 cabang lomba akan dipertandingkan pada, Minggu (23/4/17).

Ketua Panitia POSPEDA, Muhammad Fuad menyampaikan, pada penyeleng garaan tahun ini jumlah peserta mencapai 400 santri dari 41 Madrasah Diniyah se Kota Pekalongan.

Tujuan POSPEDA menurut Fuad, untuk peningkatan mutu dan sebagai bahan evaluasi para pengajar untuk mengetahui pemahaman para santri terhadap materi yang sudah diajarkan.
"Kita akan lihat kemampuan para peserta dan juga akan kita seleksi untuk maju ke tingkat Propinsi," ujar Fuad.
Adapaun 12 cabang lomba yang dipertandingkan, kata Fuad, meliputi dua cabang olahraga fisik dan selebihnya lomba ketangkasan dan keterampilan santri.

Fuad Menjelaskan, dua cabang lomba olahraga antara lain lomba lari dan tenis meja, sedangkan 10 cabang lainya, MTQ, baca puisi, kaligrafi, tahidz, cerdas cermat, qiroatul qutub, murotal wa imla', hafalan aqidatul awam pidato bahasa Indonesia dan Arab.
"Nantinya pemenang juara 1 masing-masing cabang lomba akan mewakili Kota Pekalongan di tingkat Propinsi," ucapnya.

Aksi Keprihatinan Dan Do'a Bersama Mapala Pekalongan Untuk Tragedi Diksar Mapala UII Yogyakarta

January 28, 2017 Add Comment
Menyikapi terjadinya tragedi meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar beberapa waktu lalu, puluhan anggota Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari seluruh Universitas yang ada di Kota Pekalongan, menggelar aksi solidaritas dan doa bersama.
Diinisiasi Mapala Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IAIN Pekalongan atau Greget Mahasiswa Pecinta Alam Walisongo (Gemalawa) melibatkan beberapa perguruan tinggi seperti, Maepala Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan, Jaesta Wanasia Univeristas Pekalongan, Makompala Stimik Widiya Pratama, Sabdapala Politeknik Kesehatan, Mapala Batik Adventure Politeknik Pusmanu dan Mapala Kanpas STIE Muhammadiyah.

Ketua Mapala Gemalawa UKM IAIN Pekalongan, Agus Salim menyampaikan, 
semua anggota Mapala yang ada di Kota Pekalongan ikut berbela sungkawa atas terjadinya musibah yang menimpa rekan mahasiswa dari UII yogyakarta.
"Bagaimanapun kejadiannya, hal tersebut merupakan tragedi dan musibah bagi kami sesama pegiat lingkungan," ucap Agus.
Agus melanjutkan, meskipun masing-masing pihak memiliki konsep diksar dalam mengkader anggotanya, namun pihaknya tetap menyayangkan hal tersebut terjadi. Sebab jika benar itu menjadi suatu bukti adanya kekerasan dalam pelaksanaan diksar tentu kami sangat sayangkan konsep yang seperti itu.

Dalam setiap diksar, kata Agus, memang kompetensi dari calon anggota diuji. Baik itu penguasaan dibidang gunung dan hutan, panjat tebing maupun koservasi lingkungan.
"Namun tetap saja semua itu sifatnya pendidikan dasar yang mengedepankan prinsip pendidikan dan pengetahuan bukan kekerasan," ujar Agus.
Hal berbeda disampaikan Rifki Mubarok, anggota Mapala Batik Adventure yang mengatakan, sebaiknya diksar lebih menekankan unsur keharmonisan hubungan antara senior, junior dan calon anggota.
"Kami disini melakukan semua itu, kami bisa tunjukan kalau kami menjunjung nilai hubungan yang wajar tanpa ada kekerasan diantara senior bersama junior," tuturnya.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Komples Kampus SMK Ma'arif Akrom Kota Pekalongan turut dipanjatkan doa bagi semua almarhum mahasiswa UII Yogyakarta dan dilakukan pula mengheningkan cipta sebagai tanda duka dunia pendidikan kampus terutama dunia pendakian di kalangan mahasiswa Indonesia. 

Peringati HUT Ke-25, UKM Gemalawa IAIN Pekalongan Gelar Pelatihan Wall Climbing

January 15, 2017 Add Comment
Memperingati HUT Gemalawa ke 25, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melalui kelompok pecinta alam kampus 'Gemalawa' atau Greget Pecinta Alam Walisongo menggelar pelatihan olagraga ekstrim Wall Climbing tingkat dasar bagi pelajar dan umum, Kamis (12/1/17) di lokasi pelatihan Wall Climbing kampus setempat.

Pelatihan Wall Climbing atau Panjat Dinding selama dua hari tersebut juga didukung oleh perkumpulan pegiat panjat tebing yang tergabung dalam Pekalongan Wall Climbing Expedition (PCE).

Sebelum pemberian materi simulasi lapangan atau praktik teknik di Wall Climbing yang sesungguhnya, pihak penyelenggara terlebih dahulu memberikan workshop di ruangan.

Muslikhul, Ketua PCE sekaligus instruktur dan pelatih mengatakan, masyarakat selama ini memandang panjat tebing merupakan olahraga ekstrim yang menakutkan dan sulit dilakukan. Sehingga dalam perkembanganya jarang ada yang meminati apalgi menekuni.

Namun kali ini, kata Muslikhul, pihaknya akan memberikan pelatihan yang menyenangkan dan mudah untuk dilakukan, sehingga stigma sebagai olagraga yang menakutkan akan lenyap serta bisa menjadi olahraga ekstrim yang nantinya akan lebih banyak peminatnya.
"Sebelum memulai, kami paparkan sejarah dan mengenalkan peralatan yang mendukung kegiatan panjat tebing agar peserta memahami sejarah dan fungsi alat yang akan dipakai," ucapnya.
Untuk materi sendiri menurut Muslikhul, terdiri dari teori dan praktik sekaligus juga kami dukung dengan peralatan yang cukup sehingga dalam pelaksanaanya akan lebih mudah.

Selain itu dalam mengkombinasikan teori dan praktik, kata Muslikhul, peseta akan didampingi para pelatih yang cukup berpengalaman.
"Dari segi peralatan sendiri sangat safety sehingga aman dan kesan takut yang akan dihadapi peserta akan berubah jadi menyenangkan," ujar Muslikhul.
Di tempat yang sama, Faisal Amsani, Koordinator Rock Climbing Gemalawa menyebut, peringatan HUT Gemalawa ke 25 tidak saja diisi dengan pelatihan kepada pelajar dan umum, namun pihak UKM juga melakukan bhakti sosial termasuk pentas seni dalam puncak acara nanti.

Komisi C DPRD Kota Pekalongan Keluhkan Anggaran Pendidikan Habis Untuk Keperluan Guru

January 12, 2017 Add Comment
Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Martana mengaku heran dan sedih melihat dunia pendidikan di Kota Pekalongan. Menurut dia dalam rapat koordinasi komisi C, Selasa (10/1/17) lalu, sungguh sangat disayangkan anggaran untuk sarana dan prasarana pendidikan hanya mendapatkan jatah anggaran 29 persen atau sejumlah Rp 69 miliar saja.
"Padahal serapan anggaran untuk pendidikan mencapai 25 persen dari APBD tahun 2017," ungkapnya.
Dia menjelaskan, prosentase penggunaan anggaran pendidikan di Kota Pekalongan pada tahun 2017 masih banyak dihabiskan untuk keperluan guru. 
Dari jumlah anggaran untuk pendidikan yang mencapai 238 miliar, lanjut Dia, Rp 169 miliar habis digunakan untuk menggaji guru, sertifikasi guru, dan tunjangan guru.
"Bisa dikatakan hanya untuk keperluan guru saja menghabiskan 71 persen anggaran pendidikan, sedangkan untuk sarana dan prasarana hanya sisanya" keluhnya.
Sudjaka menuturkan, gaji dan tunjangan untuk guru dan pengajar di lembaga pendidikan sudah cukup tinggi. Dengan demikian perlu adanya adanya perbaikan sarana untuk pendidikan dengan menaikan anggaranya.
"Tahun depan kita akan dorong agar anggaran untuk fasilitas sekolah bisa meningkat dan lebih banyak lagi," ujarnya.
Dilain pihak, kata dia, masih banyak anak yang kesulitan untuk mengakses pendidikan maupun kesulitan untuk melanjutkan pendidikan.
Sehingga dari total anggaran yang disediakan untuk dunia pendidikan tersedia dana cadangan sebesar Rp 3 miliar untuk membantu kesulitan anak menempuh jenjang pendidikan maupun kesulitan menebus ijazah, uang sekolah dan permasalahan pendidikan lainya.
"Anggaran tersebut bisa diakses melalui Pusat Pelayanan Kemiskinan (PPK)," ucapnya.
Karena sifatnya cadangan, sambung Dia, maka akan dipakai bila diperlukan kalau tidak ada yang memakai maka akan dikembalikan lagi ke kas negara.
"Dana tersebut ada di DPPKAD, tapi penggunaanya hanya untuk yang benar-benar tidak mampu," sebutnya.
Sementara itu untuk program pendidikan yang tidak terselesaikan di tahun 2016, kata Sudjaka, maka akan diselesaikan dengan gabungan anggaran pendidikan tahun 2017 ditambah dengan silpa tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar.
"Total anggaran tersebut yang akan digunakan untuk menutup program tahun 2016 yang tak selesai," pungkasnya