Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

WOM Finance Ajak Ratusan Anak Yatim Buka Puasa Bersama

June 15, 2017 Add Comment
PT Wahana Ottomitra Multiartha TBK (WOM Finance) mengajak 100 anak yatim penghuni Panti Asuhan Aisyiah dari Wisma Rini untuk berbuka puasa bersama di Hotel Sahid Mandarin, Kota Pekalongan, Rabu (14/6/17).

Kegiatan buka bersama Wom Finance dengan anak yatim menurut Chief Human Capital Officer PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Ekanto Wijonosunu merupakan kegiatan rutin yang selalu digelar tiap tahun.

Ia mengatakan, kegiatan serupa secara bersamaan juga dilakukan di kota lain seperti Medan, Palembang, Surabaya dan Cimahi.
"Sebelumnya kami juga menggelar buka bersama dengan anak yatim di dua kota, Bekasi dan Makssar," ungkap Ekanto.
Sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar, WOM Finance memiliki kontribusi terhadap kepedulian sosial di lingkungan perusahaan terutama dalam kegiatan berbagi di bulan suci Ramadhan.

Ekanto Wijonosunu menjelaskan, pertumbuhan perusahaan yang ditopang oleh kinerja yang baik patut di syukuri, sehingga sebagai ucapan rasa terima kasih, perusahaan menggandeng Panti Asuhan Aisyiah di Wisma Rini untuk berbagi kebahagiaan bersama WOM Finance.
"Kami sangat berharap, di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini kami hadir untuk bersilaturahmi dan apa yang kami lakukan juga mendapat keberkahan dan memberikan manfaat bagi orang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan buka bersama dengan seratusan anak yatim, WOM Finance juga memberikan bantuan sosial berupa dana operasional untuk Panti Asuhan Aisyiah Wisma Rini dan juga bantuan bingkisan lebaran untuk 100 anak yatim yang mengikuti kegiatan.

Berada Di Tempat Gelap, Lima ABG Di Bawah Umur Diamankan Satpol PP

June 11, 2017 Add Comment
Lima remaja dibawah umur masing-masing MBK, SA dan S, semuanya laki-laki serta BYA dan I, keduanya wanita, diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Sabtu (10/6/17) dari pekuburan china (bong) Kuripan, Kota Pekalongan.

Saat diamankan menurut Kasi Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Sapto Widiaspono, kelima anak yang rata-rata masih berusia 15 tahun tersebut berada di tempat gelap dan diduga hendak berbuat asusila.
"Kelimanya kami amankan dan kami bawa ke kantor untuk didata dan dibina termasuk memanggil orangtua yang bersangkutan," ucap Sapto.
Sapto menjelaskan, kelima remaja di bawah umur tersebut terjaring razia petugas yang sedang menyisir lokasi pemakaman china di Kuripan yang memang ditengarai sering digunakan untuk berbuat asusila.

Sapto menambahkan, dari kelima anak tersebut, empat diantaranya masih berstatus pelajar SMP di Kedungwuni dan seorang lagi sudah lulus.
"Mereka semua ini menurut pengakuan merupakan teman SD dan usai buka bersama nongkrong sampai malam di pemakaman china, Kuripan," ungkap Sapto.
Karena dianggap melanggar perda, kata Sapto, kelimanya kami amankan selanjutnya kami bawa ke kantor kemudian kami catat identitasnya termasuk kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatanya.
"Setelah orang tua maupun kelurganya datang menjemput, kemudian kami lepaskan untuk selanjutnya orang tua yang akan melakukan pembinaan," terang Sapto.
Sapto menghimbau kepada orang tua agar betul-betul menjaga anak-anaknya terutama anak perempuan, sebab Pemerintah Kota Pekalongan memberlakukan perda miras dan perda yang dapat menjerat perbuatan asusila yang sering dilakukan di tempat-tempat tertentu.

Kelompok Kajian Kitab Turast Iain Pekalongan Gelar Khataman

June 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast, IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut
Pekalongan
Sebagai wujud keseriusan IAIN Pekalongan dalam menggalakan gerakan “Kampus Mengaji” melalui kajian kitab turast yang secara resmi telah diluncurkan sejak September 2016. 

Kelompok kajian ini belum lama , tepatnya pada Jum’at lalu (2/6/2017) IAIN Pekalongan menggelar acara “Khataman Ngaji” ala Pesantren yang diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta kajian tersebut. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Direktur Pascasarjana, Seluruh dosen pengajar studi turast, pembimbing tahfidzul Qur’an, dan Kordinator Program Matrikulasi Baca Tulis Al-Quran. 

Acara yang berlangsung dengan khidmat, dimulai dengan tadarrus Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a bersama sebagai wujud syukur kepada Allah Swt. Kegiatan semacam ini rencananya akan selalu diselenggarakan tiap tahunnya sebagai upaya untuk membangun kultur kepesantrenan di lingkungan sivitas akademika IAIN Pekalongan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhlisin, M.Ag (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) sangat merespon kegiatan tersebut dan secara khusus akan mengawal jalannya gerakan Kampus Mengaji di IAIN Pekalongan. 
"Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen lembaga untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya beda (distingsi) sehingga dapat bersaing dengan lulusan kampus-kampus lain, Ucapnya.
Sejak awal tahun ajaran baru 2016-2017 setidaknya ada 8 (delapan) kitab Turats yang sudah dikaji dari berbagai bidang keilmuan, yakni: Fathul Qorib (Fikih), Amtsilah al-Tashrifiyah (Sharaf), ‘Imrithi (Nahwu), al-Bayan al-Mufid (Akidah), Syarah Quwaisini (Mantiq), Abi Jamrah (Hadits), Kifayah al-Atqiya’ (Tasawuf), dan Tafsir Ayat al-Ahkam (Tafsir). Selain kajian kitab-kitab tersebut, IAIN Pekalongan juga menggelar “Ngaji Qur’an” sebagai penguatan kemampuan mahasiswa di bidang Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Halaqah Tahfidz khusus bagi para Huffadz yang sedang menyelesaikan studinya di IAIN Pekalongan.
"Dengan mengkaji Kitab Turats, maka mahasiswa akan terbantu untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca karya-karya para Ulama’ yang berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan Kitab Kuning, dan hal itu bisa dijadikan salah satu indikator SKPI”. Tegas Dr. Muhlisin.
Dalam tahun-tahun mendatang wacananya kajian Kitab Turats ini akan menjadi syarat bebas teori bagi mahasiswa yang hendak mengikuti ujian Skripsi. Paling tidak mahasiswa pernah menyelesaikan satu atau dua kitab Turats yang dikaji.Hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang sangat matang, oleh karena itu para pengelola tidak mau gegabah dalam membuat kebijakan terkait hal itu.

Saat ini program Kampus Mengaji di lingkungan IAIN Pekalongan masih terus dikaji secara mendalam, hal ini dilakukan untuk menemukan pola pengembangan program yang efektif dan sesuai dengan kultur sivitas akademika IAIN Pekalongan. Sebab bagaimanapun kajian Kitab Turats adalah budaya Pesantren, tentunya bukan hal yang mudah menerapkannya di lingkungan formal seperti IAIN Pekalongan. 

Law Firm Setyono & Partner Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

June 07, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Law Firm Setyono & Partner  membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan,  (07/06/2017)
Pekalongan
Minggu kedua puasa ramadan, Law Firm Setyono & Partner berbagi kebahagiaan bersama membagi takjil kepada para pengguna jalan di sekitar Jl Dr Wahidin Pekalongan, tepatnya didepan kantor Law Firm Setyono & Partner (07/06/2017)

Menurut Ardi Widya Handoyo mewakili Law Firm Setyono & Partner, kegiatan ini Sebetulnya dalam rangka buka puasa bersama  tapi sebelumnya,  kita adakan pembagian takjil di depan kantor kita.
“Sebetulnya kegiatan ini sudah kami lakukan secara rutin setiap tahun,  tahun kemarin kita lakukan bersama dengan LSM, Lembaga Bantuan Hukum dari Lindu Aji dan Satya Wicaksana, “Ucap Ardi.
Ardi menambahkan, dalam kesempatan tersebut ada sekitar 1000 takjil yang dibagikan dalam tempo  setengah jam takjil  sudah habis.
“Sebelum kegiatan pembagian takjil kami juga sudah melakukan kegiatan bedah buku literasi untuk pembagian di daerah  pemalang yang sasarannya untuk anak sekolah ditempat yang tak terjangkau, “ kata Ardi.
 Menurut Ardi kegiatan yang sudah kami lakukan seperti ini akan bisa berlanjut dan Kedepannya ada rencana dengan kantor penasehat hukum lain, tapi kita belum pastikan kapan waktunya.
“Kegiatan yang kami lakukan ini murni dananya dari kantor kami  Law Firm Setyono & Partner,” Pungkasnya.

Dekati Pertengahan Puasa Harga Sejumlah Sayuran Turun

June 07, 2017 Add Comment
Mendekati pertengahan puasa bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok lebaran khususnya sayuran sudah sudah turun drastis dibanding sebelum bulan puasa. Dari hasil pantauan harga di Pasar Grogolan Kota Pekalongan, untuk beberapa komoditi seperti cabai dan bawang putih mengalami penurunan secara tajam.

Untuk harga cabai merah saat ini dijual dengan harga Rp 14 ribu perkilo sedangkan bawang putih menjadi Rp 35 ribu perkilo, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 55-60 ribu perkilo.

Cabai rawit di Pasar Grogolan terpantau Rp 15 ribu perkilo, kubis Rp 7000 perkilo, bawang solong atau bawan daun Rp 7000 perkilo, wortel Rp 12 ribu perkilo dan Caisin Rp 4000 perkilo.

Menurut salah satu pedagan Pasar Grogolan yang dikenal dengan Desy sayur, turunya beberapa komoditas seperti cabai dan sayuran lainya dikarenakan pasokan dari petani melimpah.
"Kita dapat pasokan banyak dari petani di Wonosobo, semua komoditas asal Wonosobo hampir semuanya turun harga," ungkap Desy saat disambangi di lapaknya.
Desi menjelaskan, saat hasil bumi terutama kelompok sayuran dari petani Wonosobo sudah membanjiri pasar sehingga masyarakat yang ingin mencukupi kebutuhan lebaran sangat tercukupi.

Dibanding sebulan sebelumnya, hampir semua harga sayuran harganya melejit, namun setelah memasuki bulan puasa sejumlah harga sayuran mulai turun.
"Kalau semua pasokan lancar dan melimpah biasanya harga akan turun dan daya beli masyarakat menjelang lebaran ini akan meningkat lagi," terang Ibu satu anak yang sering menjadi narasumber bagi para awak media.
Kendati beberapa komoditas turun drastis, kata Desy, namun masih ada juga beberapa yang mengalami kenaikan meski tidak signifikan semisal kemiri pecah dan kemiri gelondongan.
"Untuk kemiri pecah sebelumnya dijual Rp 25 ribu sekarang dijual dengan harga Rp 27 ribu perkilo, naik Rp 2000 dari harga sebelumnya," ujar Desy.
Begitu juga dengan harga kemiri gelondongan yang sebelumya dijual dengan harga Rp 32 ribu, sekarang menjadi Rp 35 ribu perkilo. Naik Rp 3000 dari harga sebelumnya.

Belum Bisa Ditempati Penyewa Rusunawa Diminta Sabar

June 07, 2017 Add Comment
Kasi Pengelolaan Perumahan, Dinas Perumahan dan pemukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Abdul Rasyid meminta masyarakat untuk bersabar atau menunda sementara keinginan menempati Rusunawa yang saat ini kondisinya belum bisa ditempati pasca di sidak Komisi B DPRD Kota Pekalongan kemarin.

Rasyid mengatakan, meski pembangunan Rusunawa Panjang Baru sebenarnya sudah selesai pada akhir tahun 2016, namun karena Perda Retribusi sebagai payung hukum yang salah satunya mengatur besaran tarif dan siapa saja yang berhak jadi pengehuni Rusunawa belum di juga di setujui akhirnya jadi pemicu penundaan pemfungsian Rusunawa Panjang Baru.
"Selain itu juga memang secara fisik belum layak untuk digunakan seperti rekomendasi pada kegiatan sidak Dewan sebelumnya," ungkap Abdul Rasyid.
Rasyid menjelasakan, 70 persen kapasitas kamar yang ada di Rusunawa Panjang Baru sudah ada yang siap menghuni atau menyewa, namun karena adanya persoalan yang harus diselesaikan, pihaknya mengambil langkah untuk menunda pembukaan Rusunawa Panjang Baru.
"Kami tidak berani buka dulu, kami masih menunggu pembukaan secara resmi saja agar bisa ditempati dengan aman," jelasnya.
Rasyid menuturkan, kondisi fisik Rusunawa Panjang Baru masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor karena masih dalam masa pemeliharaan dan memang harus segera dibenahi.
"Kami masih menunggu penyerahan secara resmi dari pemerintah Kota Pekalongan untuk pengelolaanya," terang Rasyid.
Menurut Rasyid, pihak kontraktor memang belum secara resmi menyerahkan bangunan Rusunawa tersebut kepada Kementrian PUPR yang memiliki dua bangunan Rusunawa Panjang Baru.

Teknisnya, lanjut Rasyid, ada penyerahan secara resmi dari pihak kontraktor ke Kementrian kemudian dari Kementrian diserahterimakan secara resmi ke Pemerintah kota Pekalongan kemudian baru ke kami sebagai dinas yang mengelola Rusunawa tersebut.

Abdul Rasyid menambahkan, kemungkinan dalam waktu dekat ini belum ada penyerahan resmi dari kontraktor ke Kementrian mengingat terhalang lebaran dan belum dibenahinya kondisi fisik bangunan seperti temuan anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan Kemarin.
"Nanti kita tunggu saja hasilnya karena ini masih kewajiban kontraktor untuk memperbaiki kualitas banguann sesuai dengan perencanaan semula," pungkasnya.
Penundaan pembukaan Rusunawa Panjang Baru praktis memupus harapan warga yang berminat bahkan yang sudah mendaftar menjadi penghuni Rusunawa panjang Baru karena dinilai Komisi B DPRD Kota Pekalongan
membahayakan.

Sementara itu warga maupun penyewa sangat berharap pada saat lebaran tahun ini sudah bisa menghuni Rusunawa dan dengan adanya persoalan tersebut secara umum mereka mengaku kecewa.