Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Peringati HUT Bhayangkara Ke-71, Kapolres Buka Turnamen Futsal

May 20, 2017 Add Comment
Turnamen futsal memperingati HUT Bhayangkara ke-71 dibuka Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiharto Silalahi di Lapangan X-Tream Futsal Kuripan Kota Pekalongan, Sabtu (20/5/17).

Sebanyak 19 tim dari berbagai kesatuan dilingkungan Polres Pekalongan Kota, Wartawan dan ormas Laskar Merah Putih beradu skil memperebutkan empat thropy tetap Kapolres Pekalongan Kota.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enrico Sugiharto Silalahi mengatakan, turnamen futsal antar kesatuan, wartawan dan ormas bertujuan untuk memeriahkan Hari Jadi Bhayangkara ke-71 dan juga untuk menjalin kekompakan masing-masing anggota kesatuan serta mitra Polres Pekalongan Kota.
"Selain turnamen futasal, kita juga laksanakan turnamen bola volly yang sudah dimainkan sehari sebelumnya," ujar Enrico sesaat sebelum pembukaan.
Kemudian di hari minggunya, kata Enrico, akan digelar kegiatan Sepeda sehat dilanjutkan dengan pelaksanaan turnamen Catur dan donor darah.

Kendati demikian, lanjut Enrico, padatnya kegiatan sampai tanggal 1 juli nanti, diharapkan tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Dan khusus Lantas saya pesan tetap rutin menggelar operasi patuh untuk mengejar ketertinggalan di sela padatnya kegiatan," pungkas Enrico.

Keterbukaan Informasi Publik, PPIP Baru Layanai 60% Permintaan

May 20, 2017 Add Comment
Pusat Pelayanan Informasi Publik (PPiP) menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka. Kendati demikian, dari seluruh permintaan yang disampaikan masyarakat hanya 60 persen saja yang terlayani sedangkan sisanya masih ditolak. Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Sri Budi Santoso menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber kegiatan sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di STIE Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, penolakan tersebut bukan karena faktor tidak bersedia atau tidak mau membuka informasi yang diminta namun lebih karena kesalahan atau kekurangan prosedur.
"Jumlahnya mencapai 40 persen dari ratusan permintaan informasi yang masuk," terang Sri Budi.
Selain itu, sambung Sri Budi, penolakan pemberian informasi yang diminta juga dimungkinkan karena faktor rahasia, namun demikian alasan tersebut belum pernah dilakukan.
"Untuk yang bersifat rahasia selama ini belum pernah menggunakan alasan tersebut namun kalau memang informasi tersebut belum dikuasai, ada yang pernah kami tolak," ungkapnya.
Ketua STIE Muhammadiyah, Sobrotul Imtikhanah menyampaikan, keterbukaan informasi publik sudah menjadi hak masyarakat yang dijamin Undang -undang dan pemerintah wajib untuk mewujudkanya.

Keterbukaan informasi publik menurutnya, bisa menjadi kontrol masyarakat dalam pengawasan jalanya pemerintahan dilingkungan masyarakat tinggal khususnya bagi mahasiswa.
"Mahasiswa harus bisa berkontribusi sekaligus peka dalam memberikan saran dan kritik atas kebijakan pemerintah yang memiliki implikasi luas bagi masyarakat," ujarnya.
Sobrotul juga meminta mahasiswa untuk mampu menjadi filter bagi keterbukaan informasi demi menangkal berita atau informasi yang bersifat hoax.
"Saya harap mahasiswa jangan terpancing atau justru turut menjadi penyebar informasi yang tidak jelas sumbernya. Jangan pernah sekalipun menjadi penyebar informasi yang tidak diketahui kebenaranya," pungkasnya.

Puluhan Kepala Dinas Dan Anggota DPRD Dites Urine

May 20, 2017 Add Comment
Puluhan Kepala Dinas, Camat dan anggota DPRD Kota Pekalongan menjalani test urine yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polres Pekalongan Kota. Tak luput, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Wakil Walikota Saelany Machfud dan Sekda Kota Pekalongan Sri Ruminingsih juga turut ditest urin.

Kegiatan test urine berlangsung disela kegiatan lounching logo yang dilakukan, Jum'at (19/5/17) di Kompleks Kantor Setda Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan yang menjadi orang terakhir menjalani test urine mengatakan, pihaknya mendukung pelaksanaan test urine bagi para pejabat dan para wakil rakyat untuk menjamin mereka benar-benar bebas dari narkoba.
"Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus melawan narkoba. Kami ingin tunjukan kepada masyarakat Pemkot serius perang melawan narkoba," tegas Walikota.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Ismet Inonu usai menyerahkan tabung berisi urin kepada petugas BNN.

Ismet mengaku mendukung langkah pemerintah Kota Pekalongan menggandeng BNN dan Polres Pekalongan Kota untuk menggelar tes urine bagi para pejabat dan anggota DPRD.
"Saya sangat apresiasi karena Pemkot telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan ini. Sebab narkoba sudah menjadi musuh bersama yang harus terus diperangi," ujar Ismet. 
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah Kota Pekalongan dalam memerangi narkoba, seperti yang disampaikan Wakil Walikota Pekalongan Saelany Machfud, dalam waktu dekat Pemkot akan akan bekerjasama dengan BNN untuk bisa hadir dan berkantor di Kota Pekalongan.
"Kami akan upayakan dan anggarkan termasuk menyediakan lahan bagi pembangunan Kantor BNN Pekalongan," ucap Saelany.

Tepati Janji, Walikota Kembali Gunakan Logo Lama Kota Pekalongan

May 20, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Bersama komunitas dan perwakilan masyarakat, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid menekan tombol lounching logo lama secara resm
Kota Pekalongan
Akhirnya Pemerintah Kota Pekalongan benar-benar mewujudkan pengembalian logo lama menggantikan logo baru yang sudah tiga tahun belakangan digunakan. Peluncuran secara resmi penggembalian logo dilakukan, Jum'at (19/5/17) dari halaman Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengatakan, pemerintah telah memenuhi janji mengembalikan logo seperti semula dan diharapkan dengan kembalinya penggunaan logo atau lambang yang lama akan meningkatkan semangat masyarakat semua dalam membangun Kota Pekalongan.
"Logo ini bukan sekedar lambang saja, melainkan sebagai  Spirit Carries On bagi kita semua," ucap Walikota.
Selain itu, kata Walikota, tidak hanya persoalan logo atau lambang saja yang menjadi pemenuhan aspirasi masyarakat Kota Pekalongan. Ia mencontohkan, masih banyak persoalan lain yang harus ditangani seperti program penanggulangan bencana rob dan persoalan kemacetan yang kian parah di Kota Pekalongan.

Ia berjanji, satu persatu persoalan yang ada akan dikerjakan terutama banjir rob yang menggenangi sembilan Kelurahan dari 27 Kelurahan yang ada.
"Kita akan terus tangani termasuk menangani kemacetan yang terjadi di jalan-jalan utama Kota Pekalongan," ujarnya.
Sementara itu kembalinya logo Kota Pekalongan yang lama disambut gembira oleh beberapa komunitas pegiat budaya di Kota Pekalongan.

Sebagai warga masyarakat yang aktif menyerukan pengembalian logo Kota Pekalongan yang lama, Zakaria mengaku gembira dan berterima kasih kepada Walikota Pekalongan.
"Saya senang logo lama bisa kembali digunakan, namun masih ada satu lagi yang harus dilakukan pemerintah Kota Pekalongan sesuai janji kampanye," ungkap Zakaria.
Zakaria meminta Walikota Pekalongan untuk mengembalikan nama-nama kelurahan seperti semula, yang berarti tidak ada penggabungan kelurahan seperti saat ini.
"Kami akan terus dorong proses pengembalian nama-nama kelurahan yang digabung agar bisa seperti semula," tegasnya.


Beri Pengalaman Mengajar, Dik Doank Pukau 600 Tenaga Pendidik Kota Pekalongan

May 19, 2017 Add Comment
Membangun karakter mutlak memerlukan cinta, kasih sayang dan kesabaran yang disertai dengan keikhlasan dalam dalam memberikan pendidikan dan pengetahuan kepada anak. Hal itu disampaikan Dik Doank, mantan penyanyi yang sekarang berubah haluan menjadi aktifis pendidikan. 

Dik Doank didaulat menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar dan Talk Show bagi tenaga pendidik yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Kamis (18/5/17) di Gedung Asawaja.

Pemilik Kandank Jurank Doank, sebuah sekolah yang diperuntukan bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan layak ini mencoba membagi pengalamanya selama meninggalkan dunia gemerlap ibukota sebagai penyanyi.

Ia mengatakan, kasih sayang dalam mendidik akan sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang anak dan kelak akan menentukan bagaimana anak berlaku dalam hidup.

Dik Doank melanjutkan, dengan kasih sayang maka akan menciptakan interaksi yang nyaman kepada anak didik dalam proses tujuan membangun karakter.
"Jadi, saya akan sangat prihatin manakala melihat seorang ibu atau pendidik yang tidak bisa memberikan atau menyampaikan cinta kepada anak-anaknya maupun anak didiknya," kata Dik Doank.
Pemilik nama asli, Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma ini selama dua jam mampu menyentuh hati para peserta. Ia mampu membangun relasi emosi dengan 600 tenaga pendidik dari seluruh Kota Pekalongan.

Wakil Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang hadir dalam kesempatan tersebut turut memberikan pandangan. Ia menyampaikam, proses membangun karakter harus dimulai sejak dini. Sebab, bekal yang diberikan seperti pendidikan, pengetahuan akan membentuk jati diri atau pribadi.

Bila anak dididik untuk menjadi sosok yang mandiri, kata Saelany, maka proses pembentukan karakter yang dilakukan sejak dini akan menumbuhkan anak yang mandiri, cerdas, kuat dan percaya diri.
"Kelak bila dewasa nanti, anak-anak akan siap menghadapi masa depan yang lebih baik," ucap Saelany.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Suroso mengungkapkan, seminar pendidikan bagi tenaga pendidik di Kota Pekalongan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pendidik arti pentingnya membangun dan membentuk karakter anak yang religius dan mandiri.

Suroso menyebut, selain orang tua dan pendidik, lingkungan sosial juga akan berpengaruh dalam menentukan pembentukan karakter pada anak.
"Anak yang religius dan mandiri itu bukan tujuan akhir, namun yang terpenting adalah bagaimana cara mendidik yang baik hingga memiliki jati diri," pungkas Suroso.

Jelang Peringatan Hari Lansia, Dinsos Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyakit Lansia

May 18, 2017 Add Comment
Pencegahan dan Penanggulangan penyakit lansia menjadi tema khusus dalam kegiatan sosialisasi terhadap para lansia yang dilakukan oleh Dinas Sosial Pengendalian dan Keluarga berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan untuk menyambut peringantan Hari Lansia tanggal 29 Mei kedepan.

Kepala Dinsos P2KB Kota Pekalongan, Gunindyo mengatakan, sosialisasi akan memberikan pengetahuan baru kepada petugas kesehatan yang menangani para lansia termasuk juga akan membangun kesadaran para kader lansia dalam menularkan pengetahuan yang didapat kepada para lansia lainya.
"Para lansia ini memerlukan perhatian khusus dan akan memerlukan penanganan yang khusus pula bila sudah terkena penyakit lansia sehingga perlu adanya pencegahan dan penanggulangan sebelumnya," ucapnya saat memberikan kata pengantar, Selasa (16/5/17).
Gunindyo menyebut, persoalan lansia pada umumnya memiliki kondisi fisik yang melemah dan kesehatanya seringkali menurun. Untuk itu kegiatan sosialisasi menjadi hal penting bagi unsur yang terlibat.

Selain itu, sambung Gunindyo, kegiatan sosialisasi juga bisa menjadi sarana berkomunikasi dan bersilaturahmi antara petugas pengelola Posyandu Lansia, Kader Posyandu Lansia dan anggota Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda) Kota Pekalongan.

Kegiatan yang digelar di Aula Kantor PKK di Jalan Bahagia tersebut menghadirkan narasumber dari RSUD Kraton, Psikolog dari Akademi Harapan Ibu Kota Pekalongan.

Acara juga dihadiri Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid, Wakil Walikota Saelany Mafudz, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Slamet Budiyanto dan seluruh petugas pengelola Posyandu Lansia di Puskesmas, Kader Posyandu Lansia dan lansia yang tergabung dalam Komda Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan yang diawal membuka acara menyampaikan, materi yang disampaikan para narasumber idealnya menjadi bahan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dalam menangani para lansia maupun para lansia itu sendiri.
"Saya sangat berharap semua yang didapat bisa diterapkan oleh para petugas pengelola Posyandu Lansia, Kader Posyandu Lansia, maupaun anggota Komda bagaimana cara berperilaku sehat dan tetap sehat di usia yang sudah lanjut," tandasnya.