Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Akreditasi Prodi IAIN Pekalongan

November 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Visitasi reakreditasi program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Pekalongan
Pekalongan
Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Selain Itu Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Secara normativ landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan pada bulan November ini dari tanggal 4 sampai 24 November mempunyai hajat besar, yaitu akreditasi. Sebanyak 9 program studi divisitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT), kesembilan prodi tersebut adalah S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, S1 Hukum Ekonomi Syariah, S1 Ilmu Hadits, S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Hukum Keluarga.


Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag mengatakan,
"Perolehan akreditasi nantinya menjadi bukti bahwa IAIN Pekalongan telah secara konsisten menjalankan kebijakan pemerintah termasuk memberikan pendidikan berkualitas, menjalankan tata kelola kelembagaan, riset dan pembelajaran sesuai dengan standar yang berlaku di pemerintah," ujarnya. 
Sehingga ia mematok nilai akreditasi harus maksimal, yang sudah dapat nilai A harus dipertahankan, yang nilainya B harus bisa naik A, sedangkan yang C sebisa mungkin dengan usaha maksimal naik menjadi B. 

Senada dengan Rektor IAIN, Wakil Rektor I Dr. H. Muhlisin, M.Ag menyampaikan bahwa,
"Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar," tambahnya.
Perguruan tinggi sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemenristekdikti) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa yang datang. IAIN Pekalongan memiliki Visi Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terkemuka dan kompetitif di tingkat nasional dalam pengembangan ILmu Pengetahuan dan Teknologi berwawasan keindonesiaan pada tahun 2036. 

Harapannya, dengan akreditasi ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi di atas.

Tingkatkan Kualitas UMKM, BCA Gelar Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi

October 11, 2017 Add Comment
Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM) pertahun menopang 60,34 persen Produk Domestik bruto (PDB) nasional dan keberadaan pelaku usaha UMKM di Indonesia yang mencapai 59 juta usaha mampu berkontribusi pajak ke negara sebesar Rp 47 triliun. Andy Christianto, Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Pekalongan mengutip data Kementrian Koperasi dan UMKM saat berkesempatan membuka Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi bagi 100 pelaku usaha UMKM di Hotel Horison, Minggu (9/10/17).

Menurut Andy, sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, UMKM telah terbukti sebagai unit usaha yang paling mampu bertahan saat diterpa badai krisis moneter global. Meski terbilang kuat, lanjut Andy, faktanya masih banyak UMKM karena beberapa faktor memiliki kesulitan berkembang untuk menjadi besar.
"Salah satu penyebabnya karena ketiadaan laporan keuangan yang berakibat pelaku usaha UMKM sulit mengakses pendanaan atau permodalan terutama melalui perbankan," terang Andy.
Untuk itu sebagai pihak yang turut peduli, sambung Andy, BCA memiliki komitmen peningkatan kualitas UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui pelatihan dan memperluas akses pendanaan bagi UMKM.

Lebih jauh Andy memaparkan, Dengan adanya kebiasaan membuat laporan laba rugi, UMKM dapat menilai usahanya apakah berkembang atau tidak. Saat usaha mencatat kerugian, pelaku UMKM dapat segera mengevaluasi bisnisnya dan mencari cara agar usahanya dapat membukukan keuntungan. 
"Di sisi lain, apabila usahanya telah mencatatkan keuntungan, pelaku UMKM diharpakan tetap fokus menghasilkan inovasi-inovasi terbaru sehingga usahanya semakin berkembang," jelasnya.
Andy menuturkan, kegiatan pelatihan yang digelar BCA tidak hanya dilaksanakan di Kota Pekalongan namun di Semarang dan Malang menyusul selanjutnya di Banyuwangi serta beberapa kota lainya.
"Jadi pelatihan bagi UMKM ini kami lakukan sebagai wujud Solusi Bisnis Unggul BCA di bawah payung bakti BCA yang lebih menitikberatkan pemberdayaan masyarakat agar mampu bertumbuh untuk mencapai kemajuan secara mandiri," tandasnya.
Hadir dalam kesempatan pelatian selama dua hari tersebut, Senior Officer Divisi Bisnis Komersial dan SME BCA (DBKM) Suryawati Widjaja dan Vice President Divisi Pembelajaran & Pengembangan BCA Lim Wayan Setiady di Pekalongan, sebagai narasumber utama.

Aksi Solidaritas Wartawan Sasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan

October 10, 2017 Add Comment
Selain Polres Pekalongan Kota, aksi solidaritas puluhan wartawan Pantura Pekalongan juga menyasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan di Jalan Majapahit. Dengan menggelar aksi teatrikal puluhan peserta aksi menyuarakan keprihatinan terhadap nasib empat jurnalis Banyumas yang diperlakukan secara brutal oleh aparat kepolisian maupun Satpol PP saat sedang melaksanakan tugasnya.

Kepada Satpol PP Kota Pekalongan, koordinator aksi, Suryono meminta aparat penegak perda tersebut untuk bisa bekerja profesional, tidak semena-mena dan tidak melakukan aksi dengan kekerasan terutama kepada media.
"Kami sengaja menyampaikan aspirasi ke Satpol PP Kota Pekalongan agar mereka tidak brutal seperti yang terjadi di Banyumas," cecar Suryono.
Dihadapan Kasatpol PP Kota Pekalongan, Mu'adi, yang menemui puluhan awak media yang berunjuk rasa, Suryono berpesan agar Satpol PP Kota Pekalongan bisa bekerjasama dengan media dan meningkatkan profesional kerjanya dalam menghadapi setiap aksi di lapangan.

Menanggapi permintaan dari peserta aksi, Mu'adi berjanji akan menjadikan peristiwa kekerasan yang menimpa wartawan Banyumas sebagai bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang terutama di Kota Pekalongan.
"Secara pribadi saya turut prihatin atas peristiwa tersebut selanjutnya saya juga mengapresiasi kepada wartawan Pekalongan yang menyampaikan aspirasinya dengan santun dan bisa dijadikan contoh semua komponen yang ada di Kota Pekalongan," ucapnya.
Mu'adi menegaskan, pihaknya selama ini menganggap media sebagai mitra yang sering ikut dilibatkan dalam beberapa aksi di lapangan terutama saat Satpol PP melaksanakan tugasnya seperti operasi, razia, cipta kondisi maupun penegakan perda.
"Kami sangat terbantu dengan keberadaan media yang turut andil dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat dan kedepan kerjasama yang baik akan kami tingkatkan," ujarnya.
Terpisah dalam rilis pernyataan sikap melalui group What'sapp, Ketua PWI Kota Pekalongan, Triyas Purwadi menyatakan rasa keprihatinya atas tindak kekerasan yang menimpa empat wartawan Banyumas yang dilakukan oleh Polisi dan Satpol PP.

Ia menyayangkan Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjadi dasar perlindungan tugas wartawan tidak diindahkan oleh Satpol PP dan Polisi selaku penegak hukum.
"Saya sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi, semestinya mereka aparat dilapangan tidak perlu menggunakan kekerasan kepada wartawan," cetusnya.
Kepada pihak yang berwenang, dia berharap agar para pelaku tindak kekerasan kepada wartawan agar diproses hukum sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.
"Ini akan menjadi preseden buruk bagi aparat hukum khususnya satpol PP karena tidak sesuai dengan reformasi birokrasi di tubuh aparat penegak hukum," pungkasnya.



Aksi Solidaritas Wartawan Pekalongan Kutuk Kekerasan Di Banyumas

October 10, 2017 Add Comment
Puluhan wartawan Pekalongan dan Batang di Halaman Mapolresta Pekalongan meletakan ID Card, kamera dan membentangkan atribut kecaman kepada pelaku kekerasan terhadap wartawan Banyumas yang melakukan peliputan demo menolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kantor Bupati Banyumas
Pekalongan
Sedikitnya 30 wartawan cetak, online, radio dan televisi yang bertugas di Pekalongan dan Batang, Selasa (10/10/17) siang melakukan aksi unjuk rasa damai di Halaman Mapolres Pekalongan Kota.

Puluhan wartawan dengan membawa berbagai tulisan mengutuk kekerasan yang menimpa sejumlah pekerja media yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput aksi pembubaran demo menolak PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kabupaten Banyumas Senin kemarin.

Koordinator Aksi, Suryono mengatakan, pihaknya mewakili rekan jurnalis Pekalongan dan Batang mengutuk aksi kekerasan yang menimpa empat orang wartawan Banyumas oleh aparat penegak hukum termasuk Satpol PP.
"Untuk itu kami meminta pelaku diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku dan bila perlu semua yang terlibat dipecat dari jabatanya atau diberhentikan dengan tidak hormat karena sudah sangat berlebihan," tegasnya.
Dengan kejadian di Banyumas, lanjut Suryono, pihaknya meminta semua pihak menjadikan bahan evaluasi untuk tidak terjadi lagi peristiwa yang sama  dan mudah mudahan ini yang terakhir atau jangan sampai  terjadi lagi terutama di Kota Pekalongan.

Kendati demikian atas nama wartawan pantura, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang, tambah Suryono, pihaknya mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota yang selama ini bekerjasama dengan baik termasuk memberikan ruang menyampaikan aspirasi para wartawan.
"Semoga hubungan baik ini bisa menjadi contoh daerah lain serta harapanya kejadian seperti yang ada di Banyumas tidak terjadi di Pekalongan," ujarnya.
Sementara itu Wakapolres Pekalongan Kota, Komisaris Polisi, Kristanto mengatakan, selama ini pihaknya berusaha menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan wartawan bahkan dia mempersilahkan para wartawan menilai sendiri seperti apa hubungan selama ini yang sudah terjalin.
"Yang pasti kami akan selalu bekerja dengan baik bersama wartawan dan peristiwa yang terjadi di Banyumas kami belum tahu persis kejadiaanya untuk itu segala kekurangan bisa disampaikan dengan baik kepada kami," pintanya.

OPD Bedol Desa Iringi Suami Bupati Kendal Mirna Annisa Sertijab Kapolres Pekalongan Kota

October 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres Pekalongan Kota baru AKBP Ferry Sandi Sitepu saat menjalani tradisi pedang pora di Mapolresta Pekalongan
Kota Pekalongan
Baru pertama kali terjadi upacara penyambutan pejabat baru di lingkungan Polres Pekalongan Kota berjalan meriah dan mendapatkan banyak perhatian. Dimulai dari arak-arakan kereta kuda yang membawa pejabat baru dan rombongan hingga sambutan musik rampak khas Pekalongan yang akhir-akhir sangat populer.

AKBP Ferry Sandi Sitepu yang resmi menggantikan AKBP Enrico Sugiarto Silalahi sebagai Kapolres Pekalongan Kota diarak dengan kereta kuda menuju Mapolresta untuk mengikuti tradisi upacara pedang pora. 

Uniknya kedatangan Kapolres Pekalongan yang baru, AKBP Ferry Sandi Sitepu bersama istri yang juga menjabat sebagai Bupati Kendal, Mirna Annisa diiringi ratusan pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kendal mulai dari Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur hingga Camat, Lurah dan Kades yang ada di Kabupaten Kendal.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur mengatakan, kehadiran ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal yang ikut mengantar suami dari Bupati Kendal ke Kota Pekalongan tidak akan menyebabkan gangguan pelayanan masyarakat di Kendal.
"Ini sudah direncanakan sebelumnya, maka Insya Allah tidak akan menganggu pelayanan publik," ucapnya, Selasa (3/10/17).
Sementara itu pejabat lama Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Sugiarto Silalahi yang telah menyelesaikan tugasnya di Kota Pekalongan akan mendapatkan tanggung jawab baru sebagai Wakapolrestabes Semarang.

Almarhum Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid Dimakamkan Usai Sholat Jum'at

September 08, 2017 Add Comment
Kabar duka atas meninggalnya Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid terus merebak. Ucapan bela sungkawa baik secara langsung datang ke rumah duka maupun melalui jagad media sosial terus mengalir. Dari sore sebelumnya hingga pagi ini, ratusan pelayat masih terus mendatangi kediaman pribadi Walikota di jalan Toba, kota Pekalongan.

Dari informasi yang didapat, rencananya almarhum Walikota yang dikenal dengan panggilan akrab Alex ini akan dimakamkan hari ini usai sholat jum'at.
"Almarhum Bapak Walikota akan disholatkan lebih dahulu di Masjid Jami' Kauman kemudian akan dan usai sholat jum'at baru akan dikebumikan di kompleks pesantren Djunaid atau Rumah Sakit Djunaid," ujar Kabag Humas Pekalongan, Arif Karyadi, Kamis (7/9/17) petang.
Arif mengatakan, sebelumnya beliau Bapak Walikota sebelum dinyatakan meninggal secara resmi sempat menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan pada Kamis siang sekira pukul 14.00 WIB.
"Pukul 15.30 WIB, beliau dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani," ucap Arif.
Sementara itu dokter spesialis yang menangani almarhum Walikota selama menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan, Kukuh Subekti, menyampaikan, saat ditemukan tertelungkup di kediaman pribadi Walikota, kondisi yang bersangkutan sudah teraba denyut nadi.
"Jadi kita sudah lakukan resusistasi selama 2 jam namun tetap tidak ada respon hingga akhirnya tim medis menyatakan Pak Wali sudah meninggal dunia," terangnya.
Kukuh melanjutkan, diduga yang menjadi penyebab meninggalnya Bapak Walikota dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah.

Kukuh juga menampik adanya faktor kelelahan yang menjadi penyebab meninggalnya Walikota, ia menjelaskan, sesuai dengan penelitian medis kelelahan tidak menjadi penyebab meninggalnya seseorang.
"Demikian juga dengan riwayat penyakit beliau, dari catatan medis kami, Pak wali meninggal karena adanya dugaan penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah," ungkap Kukuh.