Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kota pekalongan. Show all posts

Tingkatkan Kualitas UMKM, BCA Gelar Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi

October 11, 2017 Add Comment
Usaha Mikro Kecil dan Mengengah (UMKM) pertahun menopang 60,34 persen Produk Domestik bruto (PDB) nasional dan keberadaan pelaku usaha UMKM di Indonesia yang mencapai 59 juta usaha mampu berkontribusi pajak ke negara sebesar Rp 47 triliun. Andy Christianto, Kepala BCA Kantor Cabang Utama (KCU) Pekalongan mengutip data Kementrian Koperasi dan UMKM saat berkesempatan membuka Pelatihan Pembuatan Laporan Laba Rugi bagi 100 pelaku usaha UMKM di Hotel Horison, Minggu (9/10/17).

Menurut Andy, sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, UMKM telah terbukti sebagai unit usaha yang paling mampu bertahan saat diterpa badai krisis moneter global. Meski terbilang kuat, lanjut Andy, faktanya masih banyak UMKM karena beberapa faktor memiliki kesulitan berkembang untuk menjadi besar.
"Salah satu penyebabnya karena ketiadaan laporan keuangan yang berakibat pelaku usaha UMKM sulit mengakses pendanaan atau permodalan terutama melalui perbankan," terang Andy.
Untuk itu sebagai pihak yang turut peduli, sambung Andy, BCA memiliki komitmen peningkatan kualitas UMKM yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui pelatihan dan memperluas akses pendanaan bagi UMKM.

Lebih jauh Andy memaparkan, Dengan adanya kebiasaan membuat laporan laba rugi, UMKM dapat menilai usahanya apakah berkembang atau tidak. Saat usaha mencatat kerugian, pelaku UMKM dapat segera mengevaluasi bisnisnya dan mencari cara agar usahanya dapat membukukan keuntungan. 
"Di sisi lain, apabila usahanya telah mencatatkan keuntungan, pelaku UMKM diharpakan tetap fokus menghasilkan inovasi-inovasi terbaru sehingga usahanya semakin berkembang," jelasnya.
Andy menuturkan, kegiatan pelatihan yang digelar BCA tidak hanya dilaksanakan di Kota Pekalongan namun di Semarang dan Malang menyusul selanjutnya di Banyuwangi serta beberapa kota lainya.
"Jadi pelatihan bagi UMKM ini kami lakukan sebagai wujud Solusi Bisnis Unggul BCA di bawah payung bakti BCA yang lebih menitikberatkan pemberdayaan masyarakat agar mampu bertumbuh untuk mencapai kemajuan secara mandiri," tandasnya.
Hadir dalam kesempatan pelatian selama dua hari tersebut, Senior Officer Divisi Bisnis Komersial dan SME BCA (DBKM) Suryawati Widjaja dan Vice President Divisi Pembelajaran & Pengembangan BCA Lim Wayan Setiady di Pekalongan, sebagai narasumber utama.

Aksi Solidaritas Wartawan Sasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan

October 10, 2017 Add Comment
Selain Polres Pekalongan Kota, aksi solidaritas puluhan wartawan Pantura Pekalongan juga menyasar Kantor Satpol PP Kota Pekalongan di Jalan Majapahit. Dengan menggelar aksi teatrikal puluhan peserta aksi menyuarakan keprihatinan terhadap nasib empat jurnalis Banyumas yang diperlakukan secara brutal oleh aparat kepolisian maupun Satpol PP saat sedang melaksanakan tugasnya.

Kepada Satpol PP Kota Pekalongan, koordinator aksi, Suryono meminta aparat penegak perda tersebut untuk bisa bekerja profesional, tidak semena-mena dan tidak melakukan aksi dengan kekerasan terutama kepada media.
"Kami sengaja menyampaikan aspirasi ke Satpol PP Kota Pekalongan agar mereka tidak brutal seperti yang terjadi di Banyumas," cecar Suryono.
Dihadapan Kasatpol PP Kota Pekalongan, Mu'adi, yang menemui puluhan awak media yang berunjuk rasa, Suryono berpesan agar Satpol PP Kota Pekalongan bisa bekerjasama dengan media dan meningkatkan profesional kerjanya dalam menghadapi setiap aksi di lapangan.

Menanggapi permintaan dari peserta aksi, Mu'adi berjanji akan menjadikan peristiwa kekerasan yang menimpa wartawan Banyumas sebagai bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang terutama di Kota Pekalongan.
"Secara pribadi saya turut prihatin atas peristiwa tersebut selanjutnya saya juga mengapresiasi kepada wartawan Pekalongan yang menyampaikan aspirasinya dengan santun dan bisa dijadikan contoh semua komponen yang ada di Kota Pekalongan," ucapnya.
Mu'adi menegaskan, pihaknya selama ini menganggap media sebagai mitra yang sering ikut dilibatkan dalam beberapa aksi di lapangan terutama saat Satpol PP melaksanakan tugasnya seperti operasi, razia, cipta kondisi maupun penegakan perda.
"Kami sangat terbantu dengan keberadaan media yang turut andil dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat dan kedepan kerjasama yang baik akan kami tingkatkan," ujarnya.
Terpisah dalam rilis pernyataan sikap melalui group What'sapp, Ketua PWI Kota Pekalongan, Triyas Purwadi menyatakan rasa keprihatinya atas tindak kekerasan yang menimpa empat wartawan Banyumas yang dilakukan oleh Polisi dan Satpol PP.

Ia menyayangkan Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjadi dasar perlindungan tugas wartawan tidak diindahkan oleh Satpol PP dan Polisi selaku penegak hukum.
"Saya sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi, semestinya mereka aparat dilapangan tidak perlu menggunakan kekerasan kepada wartawan," cetusnya.
Kepada pihak yang berwenang, dia berharap agar para pelaku tindak kekerasan kepada wartawan agar diproses hukum sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.
"Ini akan menjadi preseden buruk bagi aparat hukum khususnya satpol PP karena tidak sesuai dengan reformasi birokrasi di tubuh aparat penegak hukum," pungkasnya.



Aksi Solidaritas Wartawan Pekalongan Kutuk Kekerasan Di Banyumas

October 10, 2017 Add Comment
Puluhan wartawan Pekalongan dan Batang di Halaman Mapolresta Pekalongan meletakan ID Card, kamera dan membentangkan atribut kecaman kepada pelaku kekerasan terhadap wartawan Banyumas yang melakukan peliputan demo menolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kantor Bupati Banyumas
Pekalongan
Sedikitnya 30 wartawan cetak, online, radio dan televisi yang bertugas di Pekalongan dan Batang, Selasa (10/10/17) siang melakukan aksi unjuk rasa damai di Halaman Mapolres Pekalongan Kota.

Puluhan wartawan dengan membawa berbagai tulisan mengutuk kekerasan yang menimpa sejumlah pekerja media yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput aksi pembubaran demo menolak PLTPB Gunung Slamet di depan Pendopo Kabupaten Banyumas Senin kemarin.

Koordinator Aksi, Suryono mengatakan, pihaknya mewakili rekan jurnalis Pekalongan dan Batang mengutuk aksi kekerasan yang menimpa empat orang wartawan Banyumas oleh aparat penegak hukum termasuk Satpol PP.
"Untuk itu kami meminta pelaku diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku dan bila perlu semua yang terlibat dipecat dari jabatanya atau diberhentikan dengan tidak hormat karena sudah sangat berlebihan," tegasnya.
Dengan kejadian di Banyumas, lanjut Suryono, pihaknya meminta semua pihak menjadikan bahan evaluasi untuk tidak terjadi lagi peristiwa yang sama  dan mudah mudahan ini yang terakhir atau jangan sampai  terjadi lagi terutama di Kota Pekalongan.

Kendati demikian atas nama wartawan pantura, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang, tambah Suryono, pihaknya mengapresiasi langkah positif yang dilakukan oleh Polres Pekalongan Kota yang selama ini bekerjasama dengan baik termasuk memberikan ruang menyampaikan aspirasi para wartawan.
"Semoga hubungan baik ini bisa menjadi contoh daerah lain serta harapanya kejadian seperti yang ada di Banyumas tidak terjadi di Pekalongan," ujarnya.
Sementara itu Wakapolres Pekalongan Kota, Komisaris Polisi, Kristanto mengatakan, selama ini pihaknya berusaha menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan wartawan bahkan dia mempersilahkan para wartawan menilai sendiri seperti apa hubungan selama ini yang sudah terjalin.
"Yang pasti kami akan selalu bekerja dengan baik bersama wartawan dan peristiwa yang terjadi di Banyumas kami belum tahu persis kejadiaanya untuk itu segala kekurangan bisa disampaikan dengan baik kepada kami," pintanya.

OPD Bedol Desa Iringi Suami Bupati Kendal Mirna Annisa Sertijab Kapolres Pekalongan Kota

October 03, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres Pekalongan Kota baru AKBP Ferry Sandi Sitepu saat menjalani tradisi pedang pora di Mapolresta Pekalongan
Kota Pekalongan
Baru pertama kali terjadi upacara penyambutan pejabat baru di lingkungan Polres Pekalongan Kota berjalan meriah dan mendapatkan banyak perhatian. Dimulai dari arak-arakan kereta kuda yang membawa pejabat baru dan rombongan hingga sambutan musik rampak khas Pekalongan yang akhir-akhir sangat populer.

AKBP Ferry Sandi Sitepu yang resmi menggantikan AKBP Enrico Sugiarto Silalahi sebagai Kapolres Pekalongan Kota diarak dengan kereta kuda menuju Mapolresta untuk mengikuti tradisi upacara pedang pora. 

Uniknya kedatangan Kapolres Pekalongan yang baru, AKBP Ferry Sandi Sitepu bersama istri yang juga menjabat sebagai Bupati Kendal, Mirna Annisa diiringi ratusan pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kendal mulai dari Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur hingga Camat, Lurah dan Kades yang ada di Kabupaten Kendal.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur mengatakan, kehadiran ratusan pejabat di lingkungan Pemkab Kendal yang ikut mengantar suami dari Bupati Kendal ke Kota Pekalongan tidak akan menyebabkan gangguan pelayanan masyarakat di Kendal.
"Ini sudah direncanakan sebelumnya, maka Insya Allah tidak akan menganggu pelayanan publik," ucapnya, Selasa (3/10/17).
Sementara itu pejabat lama Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enrico Sugiarto Silalahi yang telah menyelesaikan tugasnya di Kota Pekalongan akan mendapatkan tanggung jawab baru sebagai Wakapolrestabes Semarang.

Almarhum Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid Dimakamkan Usai Sholat Jum'at

September 08, 2017 Add Comment
Kabar duka atas meninggalnya Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid terus merebak. Ucapan bela sungkawa baik secara langsung datang ke rumah duka maupun melalui jagad media sosial terus mengalir. Dari sore sebelumnya hingga pagi ini, ratusan pelayat masih terus mendatangi kediaman pribadi Walikota di jalan Toba, kota Pekalongan.

Dari informasi yang didapat, rencananya almarhum Walikota yang dikenal dengan panggilan akrab Alex ini akan dimakamkan hari ini usai sholat jum'at.
"Almarhum Bapak Walikota akan disholatkan lebih dahulu di Masjid Jami' Kauman kemudian akan dan usai sholat jum'at baru akan dikebumikan di kompleks pesantren Djunaid atau Rumah Sakit Djunaid," ujar Kabag Humas Pekalongan, Arif Karyadi, Kamis (7/9/17) petang.
Arif mengatakan, sebelumnya beliau Bapak Walikota sebelum dinyatakan meninggal secara resmi sempat menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan pada Kamis siang sekira pukul 14.00 WIB.
"Pukul 15.30 WIB, beliau dinyatakan meninggal oleh dokter yang menangani," ucap Arif.
Sementara itu dokter spesialis yang menangani almarhum Walikota selama menjalani perawatan di IGD RSUD Bendan, Kukuh Subekti, menyampaikan, saat ditemukan tertelungkup di kediaman pribadi Walikota, kondisi yang bersangkutan sudah teraba denyut nadi.
"Jadi kita sudah lakukan resusistasi selama 2 jam namun tetap tidak ada respon hingga akhirnya tim medis menyatakan Pak Wali sudah meninggal dunia," terangnya.
Kukuh melanjutkan, diduga yang menjadi penyebab meninggalnya Bapak Walikota dikarenakan adanya penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah.

Kukuh juga menampik adanya faktor kelelahan yang menjadi penyebab meninggalnya Walikota, ia menjelaskan, sesuai dengan penelitian medis kelelahan tidak menjadi penyebab meninggalnya seseorang.
"Demikian juga dengan riwayat penyakit beliau, dari catatan medis kami, Pak wali meninggal karena adanya dugaan penyumbatan pembuluh jantung dan lepas penggumpalan darah," ungkap Kukuh.

Diduga Serangan Jantung, Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid Meninggal Dunia

September 07, 2017 Add Comment
Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal dunia. Kepastian kabar duka tersebut diterima pekalongan-news.com, Kamis (7/9/17) Sore pukul 15.30 dari Kepala Bagian (Kabag) Humas Kota Pekalongan, Arief Karyadi melalui saluran telepon genggam.

Menurut Arief, Walikota Pekalongan Alf Arlan Djunaid mengeluhkan dadanya sakit lantas terjatuh saat berada di kamar mandi di kediaman pribadinya di jalan Toba sekira pukul 14.00 WIB.
"Beliau baru saja pulang dari perjalanan dinas dari Makassar untuk menghadiri pameran Sulsel Expo 2017 setelah lebih dulu transit via bandara Ahmad Yani Semarang," ungkap Arief.
Arief menyampaikan, sesaat setelah mengeluhkan sakit di dadanya, Walikota dibawa ke RSUD Bendan, Kota Pekalongan untuk mendapatkan perawatan, namun kondisi Walikota terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia.
"Dari informasi yang didapat, Walikota mengehmbuskan nafas terakhir sekira pukul 15.30 WIB," terang Arief.
Walikota Pekalongan yang akrab dipanggil Alex meninggalkan seorang istri, Ratna Sofia dan dua orang anak. Saat berita ini naik tayang, jenazah Almarhum Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid sudah berada di rumah duka di jalan Toba, Kota Pekalongan.

Informasi meninggalnya Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid dengan cepat menyebar melalui jejaring media sosial What's app dan ucapan bela sungkawa pun mengalir deras dari beberapa kolega dan pejabat di jajaran Pemerintahan Kota Pekalongan.

Menurut salah satu orang dekat Walikota Pekalongan, Muhammad Lutfie, diduga Walikota Pekalongan Alf Arslan Djunaid meninggal dunia dikarenakan sakit jantung secara mendadak.
"Iya beliau meninggal dunia karena terserang penyakit jantung secara mendadak," ucap Lutfie saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon.