Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

JELAJAH HERITAGE KOTA LAMA PEKALONGAN “ARJATI HERITAGE WALK 111”

March 31, 2017 Add Comment
Dalam Rangka Hari Jadi Kota Pekalongan ke-111 Tahun 2017


Foto : dokumen jendela pekalongan
Siaran Pers
Dalam Rangka memeperingati hari jadi ke 111 , Pemkot Pekalongan akan memfasilitias sejumlah komunitas untuk mengelar kegiatan jelajah kota lama. Yang dikemas dalam “Arjati Heritage Walk 111” adalah upaya untuk memperkenalkan Kota Pekalongan pada usia ke-111 yang kaya akan warisan budaya percampuran tiga etnis, yaitu Arab, Jawa dan tionghoa dan disingkat Arjati.   

Sejumlah komuitas yang terlibat diantaranya Komunitas Fest.Kalongan, Pekalongan Heritage Community, Jendela Pekalongan, Blogger Pekalongan, Akademi Berbagi Pekalongan,Kamera Lubang Jarum Indonesia, Stand Up Commedy Pekalongan dan sejumlah mahasiswa dari komunitas EXSARA (ekspedisi sejarah Indonesia).

Kegiatan ini untuk menjawab tantangan, banyaknya masyarakat Kota Pekalongan khususnya generasi muda yang mulai melupakan sejarah. Hal ini tercermin dari kurangnya wawasan dan pengetahuan mengenai sejarah terutama sejarah lokal Kota Pekalongan. Kenyataan ini sangat disayangkan dalam usaha untuk membentuk masyarakat khususnya generasi muda yang berkarakter. Kurangnya kepedulian terhadap wawasan kearifan lokal ini mengakibatkan nilai-nilai sejarah terutama sejarah lokal Kota Pekalongan sudah mulai dilupakan. 

Padahal Kota Pekalongan banyak memiliki banyak situs sejarah peninggalan VOC maupun Hindia Belanda yang lambat laun mulai tergusur oleh sebuah kepentingan yang mengatasnamakan ekonomi. Situs-situs tersebut seharusnya dapat diakomodir dalam sebuah kegiatan semacam studi tour wisata sejarah yang tentu saja lebih memiliki nilai edukatif. Tema kegiatan “Arjati Heritage Walk 111” adalah upaya untuk memperkenalkan Kota Pekalongan pada usia ke-111 yang kaya akan warisan budaya percampuran tiga etnis, yaitu Arab, Jawa dan tionghoa dan disingkat Arjati.   

Upaya promosi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan komunitas untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke situs-situs sejarah tersebut antara lain dengan merancang sebuah kegiatan tour wisata sejarah dengan mengunjungi situs-situs sejarah yang ada di Kota Pekalongan. Kegiatan ini dapat dimasukkan dalam agenda perayaan hari jadi  Kota Pekalongan ataupun event-event lainnya. Penataan konsep yang inovatif dan edukatif akan menggugah minat wisatawan untuk berkunjung.

Semua masalah di atas berpangkal pada satu masalah yaitu, kurangnya pemahaman akan wawasan sejarah, baik itu dari pegawai dinas terkait, masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, sebaiknya pembelajaran mengenai sejarah lokal Kota Pekalongan perlu digagas untuk bisa diterapkan sebagai muatan lokal. Jangan sampai generasi muda mengenal sejarah nasional tapi tidak mengenal sejarah dari daerahnya sendiri. Jika hal itu terjadi, maka perlahan-lahan Kota Pekalongan akan kehilangan identitas kelokalannya. 

Melalui kegiatan ini, kedepannya diharapkan tidak akan ada lagi kisah seperti tugu nol kilometer yang digunakan untuk tempat berjualan kuliner, gedung Karesidenan yang lebih sering digunakan untuk acara pernikahan/ acara pribadi, yang diakibatkan oleh kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai kesejarahan. Dalam rangka hari jadi Kota Pekalongan yang ke 111, tentu saja ini merupakan moment yang tepat untuk mengembalikan identitas kelokalan Kota Pekalongan yang mulai pudar. 
                                                                                                                 
                                                                                                               Angga Panji Wijaya
                                                                                                                 Jendela Pekalongan 

Mau Menjelajah Kota Pekalongan Dan Sekitarnya, Anda Sebaiknya Gunakan Ini

January 26, 2016 6 Comments
Mau Menjelajah Kota Pekalongan Dan Sekitarnya, Anda Sebaiknya Gunakan Ini
Pj Walikota Pekalongan, Prijo Anggoro BR menyempatkan diri mencoba Rangga atau ojek wisata dengan berkeliling ke lokasi wisata yang ada di Kota Pekalongan, Senin (25/1/16)
Kota Pekalongan
Bagi anda yang berniat menjelajahi Kota Pekalongan dan sekitarnya ada baiknya anda menggunakan 'Rangga'. Rangga adalah sebuah aplikasi ojek wisata untuk lebih memudahkan para wisatawan menjelajahi lokasi wisata yang ada di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Dan kini para wisatwan yang datang di Kota yang terkenal akan batiknya ini tak perlu direpotkan lagi dengan banyak nya paket wisata yang ramai ditawarkan oleh agen perjalanan wisata dan hotel.

Sejumlah anak muda penggemar motor yang tergabung dalam beberapa komunitas motor di Kota Pekalongan telah sepakat membuat aplikasi ojek khusus wisata yang dinamakan 'Rangga'.
"Rangga itu singkatan dari 'orang GA', kode GA mengacu pada plat nomor belakang Kota Pekalongan," ujar Mamik Slamet, inisiator dari Rangga, Senin (25/1/16).
Dijelaskan Mamik, Rangga sama dengan ojek lainya, hanya saja fokusnya khusus pariwisata yang ada di Kota pekalongan dan sekitarnya.
"Kami mengantarkan wisatawan ke berbagai objek wisata yang ada termasuk kuliner, pusat perbelanjaan dan lainya," terangnya.
Mamik menambahkan, Kami mulai resmi beroperasi per 1 Febuari 2016 mendatang, anggota kami juga dibekali jaket bertuliskan Rangga dan ID Card yang berisi informasi identitas pengojeknya.
"Tidak ada aplikasi khusus untuk Rangga, pemesananya masih menggunakan kombinasi online dan konvensional. Jadi tarifnya masih bedasarkan paket yang diambil, bukan dari jarak atau waktunya," jelasnya.
Untuk bisa menggunakan jasa kami, sambungnya, Rangga sudah terhubung dengan 20 Hotel dan kini sudah ada 21 pengojek mendapatkan pesanan mengantar ke lokasi wisata.
"Untuk sementara baru ada tiga klub motor yang tergabung dalam Rangga, yakni klub motor Xeon, Jupiter dan Mio," ungkapnya.
Mamik menuturkan, selama ini kegiatan anak-anak klub motor hanya kongkow dan kopi darat, selanjutnya daripada hanya seperti itu terus, lebih baik bergabung dengan Rangga yang lebih bermanfaat.
"Kami jamin, pelayanan akan maksimal untuk customer termasuk fasilitasnya. Kami targetkan maksimal 15 menit on call, sudah harus sampai ke lokasi pemesan. Jadi pemesan tidak akan menunggu lama," tuntasnya.

Tampung Kreativitas Anak Muda, Beberapa Komunitas Di Kota Pekalongan Launching Weldgood Magazine

November 22, 2015 6 Comments
Tampung Kreativitas Anak Muda, Beberapa Komunitas Di Kota Pekalongan Launching Weldgood Magazine
Managing Director Weldgood Magazine, Ayu Saraswati memperlihatkan edisi perdana majalah yang ia kelola dalam acara peluncuran, Sabtu kemarin
Kota Pekalongan
Bermula dari kegelisahan untuk menampung kreativitas anggota beberapa komunitas yang memiliki persamaan persepsi. Kumpulan komunitas yang tersebar di Kota Pekalongan dan Jogyakarta tersebut Sabtu malam akhirnya meluncurkan sebuah majalah bernama Weldgood Magazine dalam bentuk cetak dan website di sebuah Kafe di bilangan Jalan Diponegoro Kota Pekalongan.

Menurut Managing Director Welgood Magazine, Ayu Saraswati yang ditemui dilokasi acara peluncuran menyebutkan, Weldgood Magazine merupakan media independen yang menyasar kalangan anak muda yang sarat energi dan dipenuhi kreativitas serta butuh saluran untuk meledakan semua kebutuhanya dalam sebuah wadah.
"Weldgood Magazine menjadi media parter para anak muda tersebut dan majalah ini kami sebarkan secara gratis. Untuk distribusinya kami utamakan para anggota komunitas dan anak-anak SMA. Dan kami berkantor pusat di Jogjakarta," terang Ayu ditengah meriahnya acara.
Wanita energik asli Kota Pekalongan tersebut mengaku, dalam menerbitkan Weldgood magazine sudah melalui berbagai pertimbangan termasuk untuk urusan dapur kelangsungan penerbitan.
"Kami ada slot iklan yang bisa dimanfaatkan untuk konten komersial untuk menghidupi majalah ini," ujar Ayu optimis.
Dari pemaparan Ayu, diketahui awal mula ide meluncurkan sebuah majalah dimulai dari beberapa komunitas yang hidup di jogjakarta seperti, rumah hujan, omah srengenge, ruang gulma dan sebagainya. 
"Kebutuhan akan wadah kreativitas itulah maka lahir ide untuk menerbitkan sebuah media secara fisik. Misi kami mengajak anak muda berkreasi tanpa sekat dan suara mereka bisa didengar lebih banyak orang," Kata lajang yang aktif di pergaulan komunitas yang ada di Kota Pekalongan dan Jogja.
Mengupas Weldgood Magazine, Ayu mendeskripsikan kreativitas anak muda tidak bisa diukur dalam dimensi ruang yang sempit, Karena Weldgood Magazine menyelipkan berbagai rubrik yang dapat meresperesantikan isu populer seputar anak muda.
"Kita disini bisa mengulik review movie yang menjadi trend center dan digandrungi anak muda, membedah buku, wild atau tempat wisata favorit yang diimpikan, hipster atau sebuah karya tulisan yang lepas dari kungkungan mainstream, musik, teater, design, fashion, gigs, jokes, komik, artikel, opini dan gambar," beber Ayu.
Ayu juga berharap, majalah free yang terbit bulanan dan disebarluaskan ke berbagai kota seperti Semarang, Solo, jogjakarta dan Kota-kota di Pantura tersebut dapat dijadikan suntikan kreativitas para anak muda dikawasan tersebut.
"Ke depan kami akan lebih banyak dan rutin melakukan berbagai kegiatan seperti workshop atau kegiatan lain yang berhubungan dengan anak muda," tuturnya.

Buat Filter, Dewan TIK Ajak Banyak Pakar Bentengi Anak Muda Dari Bahaya Internet

November 05, 2015 6 Comments
Buat Filter, Dewan TIK Ajak Banyak Pakar Bentengi Anak Muda Dari Bahaya Internet
Dewan TIK menggelar kegiatan pengumpulan anak muda dan pelajar SMP, SMA dan sederajat se Kota Pekalongan  sore kemarin dalam acara gelar teknologi TIK bersama para pakar sebagai narasumber
Kota Pekalongan
Dampak dari pesatnya laju teknologi informasi yang berkembang sekarang ini membuat remaja rentan terhadap paparan pengaruh baik buruknya informasi yang tersaji. Tanpa dibentengi dengan filter kemampuan mengelola sumber informasi yang mumpuni akan sangat berbahaya bagi remaja itu sendiri. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan TIK Kota Pekalongan, Retnowati dalam paparannya diacara gelar teknologi Dewan Tik Kota Pekalongan, Rabu (4/11/15) di ruang Amarta

Secara angka, Retnowati menyampaikan, bahwa Indonesia di tahun 2020 akan mengalami surplus demografi. Untuk menghadapi surplus demografi tersebut, kita perlu mempersiapkan anak muda yang punya kualitas dan kemampuan yang baik.
"Dalam kaitanya dengan teknologi informasi, anak mudalah yang paling banyak bersentuhan dengan hal tersebut, terlebih media sosial yang sudah menjadi kebutuhan penting bagi mereka selain kebutuhan pokok," tuturnya.
Disampaikan pula, Dewan Tik mempunyai kepentingan untuk turut serta dalam wujud kepedulian untuk mempersiapkan anak muda yang mampu mengelola informasi yang tersaji dengan bijak, cerdas dan yang terpenting punya filter untuk memilah mana informasi yang berguna untuk mereka dan mana informasi yang berbahaya buat mereka.
"Termasuk bagaimana kita menyikapi adanya Surat Edaran Kapolri tentang Hate Speech atau ujaran kebencian. Ini tentu akan sangat berdampak langsung dengan aktivitas media sosial yang dilakukan para anak muda kita atau kebebasan berpendapat yang selama ini banyak dilakukan di dunia maya," terangnya.
Dalam kegiatan ini, lanjutnya, saya berharap ada feed back yang dapat dijadikan landasan untuk menghadapi ledakan informasi yang ada sekarang ini.

Masih dalam acara yang sama, Sri Budi Santoso Kepala Kominfo yang mewakili Pj Walikota Pekalongan menyampaikan, jumlah sambungan telephone di indonesia sudah mencapai 300 juta sambungan, padahal jumlah pendudk Indonesia sekarang ini sekitar 255 juta jiwa,
"Artinya tingkat kepemilikan telephone orang Indonesia lebih dari satu per jiwa. Sedangkan jumlah sambungan internet sudah menembus angka lebih dari 70 juta sambungan. Artinya selalu ada peningkatan tiap tahunnya dalam hal kebutuhan internet orang Indonesia," papar budi.
Dikatakan Budi, bukan tidak mungkin untuk tahun yang akan datang, internet sudah menjadi suatu kebutuhan selain yang pokok. Karena ada anggapan hidup kita berasa kurang tanpa adanya wifi.
"Sumber ilmu sekarang adalah internet. Bukan lagi buku seperti era terdahulu. Internet menjadi acuan dan rujukan orang mencari infor masi karena sudah tidak terbatas dan mempunyai banyak keunggulan," jelasnya.
Dijelaskan Budi, satu orang Indonesia minimal menghabiskan waktunya untuk berinteraksi dengan internet minimal 3 jam sehari. Dan dalam dunia tersebut konon menjadi satu-satunya tempat untuk melakukan ekspresi kebebasan, baik itu kebebasan berpendapat dan sebagainya.
"Kita terkadang tidak sadar ada Undang-Undang IT yang ancamanya sungguh berat antara 6 sampai 12 tahun karena masuk ranah delik aduan. Artinya apa?, kebebasan kita berpendapat dibatasi oleh hak orang lain," ungkapnya.
Sementara kegiatan sore tersebut juga dihadirkan narasumber dari berbagai aspek sudut pandang, Brimob soal bahaya radikalisme, Dinas Pendidikan soal aspek pendidikanya, dari LPPAR terkait sisi psikologisnya dan dari Kepolisian yang mengupas dari sisi hukum.

Selain itu kegiatan dihadiri kurang dari 200 pelajar SMP, SMK dan sederajat se Kota Pekalongan yang juga dihadiri guru pendamping.

Bersihkan Sungai Bermi Dari Sampah Dan Enceng Gondok, Dafam Group Terjunkan Karyawan Bantu Warga Tirto

October 09, 2015 6 Comments
Bersihkan Sungai Bermi Dari Sampah Dan Enceng Gondok, Dafam Group Terjunkan Karyawan Bantu Warga Tirto
Kondisi memprihatinkan sungai Bermi Kota Pekalongan dipenuhi sampah dan enceng gondok hingga kedalam sungai hanya 30 sampai 40 cm saja. 
Kota Pekalongan
Dafam Group melalui manajemen Hotel Marlin Pekalongan bersama Warga Kelurahan Tirto melakukan aksi bersih sungai Bermi Kota Pekalongan, Jumat (9/10/15). Ratusan warga laki-laki dan perempuan dikerahkan untuk mengangkat enceng gondok dan sampah dari dasar sungai yang menyebabkan pendangkalan.

Tak mau kalah, selain warga, para karyawan Dafam Group dikerahkan untuk ikut terjun ke lokasi berbaur dengan warga setempat.

Ketua Rt 03 Rw 01 Kelurahan Tirto yang menjadi penggerak warga, Teguh Catur Wibowo menyampaikan, dengan adanya gerakan bersama membersihkan sungai Bermi yang melintas diwilayahnya, warga jadi sangat terbantu, apalagi pihak Dafam Group selain menerjunkan karyawanya juga turut membantu logistiknya.
"Kerja sama dengan Dafam group tidak saja dibidang kebersihan sungai, mereka juga berkomitmen untuk membantu mempercantik bantaran kali di wilayah Kelurahan Tirto melalui pemberian pot-pot besar beserta tanaman hias yang nantinya akan ditaruh sepanjang bantaran sungai," ucapnya.
Ditempat terpisah, Grand Manager Hotel Marlin Pekalongan, Heru Purwono mengatakan, untuk aksi bersih sungai Bermi ini pihaknya sengaja menegerahkan beberapa anak perusahan Dafam Group seperti Dafam Hotel Pekalongan, Hotel Marlin Pekalongan, executif club, Relic Executive Spa dan Dafam Land beserta masing-masing karyawanya untuk terlibat langsung bersama masyarakat.
"Kepedulian kami ikut terlibat bersama warga membersihkan sungai Bermi dan pemberian bantuan berupa 100 pot beserta tanaman hiasnya menjadi bagian program Corporate Social Responbility (CSR) perusahaan kami dalam berkomitmen turut peduli lingkungan," terang Heru yang memimpin langsung anak buahnya di lapangan.
Sebelumnya, tambah Heru, Dafam Group juga telah membantu penanaman 1000 pohon cemara laut di wilayah pesisir Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Aksi bersih sungai juga melibatkan sejumlah intansi dan Komunitas lain seperti Karang Taruna Pasirsari, KPKNL Tirto, PPI Tirto  dan beberapa lainya. Bahkan Danlanal Tegal juga menerjunkan puluhan anggotanya untuk membantu warga Tirto, kota Pekalongan yang terdampak parah pendangkalan sungai karena sampah dan enceng gondok.

Jadi Guru Akademi Berbagi, Agus Triharsito Beri Kuliah Perkapalan

September 13, 2015 Add Comment
Jadi Guru Akademi Berbagi, Agus Triharsito Beri Kuliah Perkapalan
Guru Akber, Agus Triharsito memberikan kuliah teknik perkapalan kepada 20 Akberian di atas kapal tongkang di galangan kapal PT Barokah Marine, Sabtu (12/9/15) sore kemarin.
Kota Pekalongan
Sebanyak 20 orang peserta kelas Akademi Berbagi angkatan ke-45 beserta Wali Kelas, Kepala Sekolah dan Volunteer Akber mengikuti kuliah singkat tentang teknik perkapalan yang disampaikan oleh Agus Triharsito, Direktur Utama galangan kapal PT Barokah Marine, Sabtu (12/9/15) petang kemarin.

Kuliah diawali dengan pemutaran film dokumentasi perusahaan yang dilanjutkan dengan pemberian materi seputar dunia perkapalan terutama kapal-kapal hasil produksi PT Barokah Marine.

Suasana yang terbangun akrab membuat beberapa peserta tampak menikmati materi yang disampaikan ditambah hal-hal baru yang tidak mereka sangka dan duga tentang seputar perkapalan memunculkan beberapa pertanyaan polos menggelitik seperti bagaimana cara membengkokan kayu kapal, bagaimana sebuah kapal dari baja bisa mengapung dan berberapa lainya.

Meski terdengar lucu dan sepele namun dengan sabar peraih banyak pengharga an bidang kemaritiman tersebut tetap menjawab dengan gamblang agar dapat dimengerti para Akberian.

Pertanyaan lainya tentang desain kapal apakah meniru ataukah membuat sen diri juga dijawab dengan lugas dan detail.
"Untuk desain kami tidak biasa meniru. Kami desain sendiri, karena kami mendesain kapal itu menyesuaikan fungsinya dan ada beberapa kaidah serta aturan yang harus diikuti. Jadi tidak semerta merta meniru karena pasti desain itu mengikuti kebutuhan dan fungsi dan disini kami mempunyai SDM yang unggul untuk melakukan itu, semuanya putra daerah," tutur Agus.
Usai acara pemutaran film, pemberian materi dan tanya jawab di ruang serba guna Kantor PT Barokah Marine, acara dilanjutkan dengan pemberian materi dan tanya jawab di lapangan sembari melihat langsung hasil produksi karya perusahaan yang berdiri seja k 2011 tersebut.

Bahkan saking penasaran dan begitu menikmati kuliah yang diberikan, pemberian materi dan tanya jawab dilanjutkan diatas sebuah kapal tongkang yang sedang bersandar.

Salah seorang Akberian Setya Ovan (36 th) asal Batang mengaku senang dan antusias, meski dirinya baru pertama kali mengikuti kelas Akber namun sangat terkesan.
"Senang sekali mas, pokoknya ini hebat. Dan saya berniat untuk mengikuti kelas berikutnya," ucapnya semangat.
Dikatakan Setya, dirinya mengetahui adanya kelas ke-45 Akademi Berbagi tersebut dari Facebook. Karena penasaran apalagi gratis akhirnya dirinya memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti kelas yang dimaksud.
"Selain bikin penasaran juga karena ada tema tentang kapal jadi bagi saya ini seperti peluang. Banyak kenal orang baru disini syukur-syukur bisa mengambil manfaat seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Agus, Dunia perkapalan penuh dengan peluang tinggal kita mau mengambilnya atau tidak," beber pria yang mengaku lulusan perkapa lan juga.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Hendrik asal Medono, pemuda yang mengaku pernah 2 tahun bekerja di galangan kapal ternama di ujung barat pulau Jawa tersebut juga mengaku baru pertama ikut kelas Akber.
"Motivasi saya ikut karena saat ini posisi saya sedang tidak ada pekerjaan. Siapa tahu pengalaman saya bisa bermanfaat karena lewat kelas Akber mungkin saya bisa mengambil peluang yang tadi dilontarkan oleh Pak agus," cetus pemuda lulusan psikologi tahun 2013 penuh harap.
Sementara itu di akhir kuliah Akber petang itu, Dirut PT Barokah Marine berpesan agar para Akberian jangan pernah takut untuk memulai sesuatu, bisa jadi sesuatu yang di takutkan tersebut dapat membuka jalan untuk menuju sukses. 

Jadi Guru Akademi Berbagi, Agus Triharsito Beri Nasehat: Jangan Takut Memulai Sesuatu, Bisa Jadi Sesuatu Yang Ditakutkan Itulah Yang Akan Membuka Jalan Menuju Kesuksesan
Jadi Guru Akademi Berbagi, Agus Triharsito Beri Nasehat: Jangan Takut Memulai Sesuatu, Bisa Jadi Sesuatu Yang Ditakutkan Itulah Yang Akan Membuka Jalan Menuju Kesuksesan


Sebelum kelas ditutup, tim Akademi Berbagi yang terdiri dari wali kelas, Kepala sekolah dan Volunteer menyempatkan diri menyematkan sebuah pin didada Guru Akberian hari itu Agus Triharsito sebagai penghargaan atas kerelaanya berbagi dan juga diberikan pula piagam pengharagaan sebagai tanda telah menjadi bagian dari keluarga besar Akademi Berbagi yang telah mengajarkan ilmunya untuk para Akberian.



Akber Buka Kelas Baru Diatas Tongkang

September 09, 2015 2 Comments
Akber Buka Kelas Baru Diatas Tongkang
Akademi berbagi direncanakan menyelenggarakan kelas baru diatas kapal tongkang yang bersandar di dok galangan kapal PT Barokah Marine, Sabtu 11 September 2015
Kota Pekalongan
Akademi Berbagi (Akber) berencana menyelenggarakan kelas baru bagi 20 Akberian (sebutan untuk peserta kelas) yang akan mengikuti dan menjadi peserta angkatan ke 45 pada Sabtu (11/9/15) tiga hari ke depan.

Kelas baru tersebut akan mengambil tema Pekalongan Ship atau Kapal Pekalongan. Ke-20 Akberian akan diajak belajar mengetahui lebih banyak tentang proses pembuatan kapal di galangan sesuai dengan keadaan aslinya.

Kepala sekolah Akademi berbagi, Dewi mengatakan, komunitasnya sengaja memilih tema Pekalongan Ship karena saat ini trend centrenya di Kota Pekalongan adalah kapal dan dari berbagai pemberitaan yang ada maka diputus kan kalau kelas baru nanti adalah tentang kapal.
"Dari berbagai referensi dan rekomendasi, muncul nama Pak Agus Triharsito pemilik usaha galangan kapal PT Barokah Marine yang akan menjadi guru sekaligus lokasi berbagi bagi kelas baru kami," Ucapnya petang kemarin saat meninjau lokasi, Selasa (8/9/15).
Dewi menilai, sosok Agus triharsito sangat pas untuk menjadi guru sekaligus tokoh yang dengan senang hati mau berbagi.
"Selain dikenal sukses menjalankan bisnis produksi kapal, beliau ternyata mau meluangkan waktu dan mau menerima kami untuk mensukseskan kelas yang ke-45 serta juga pakar dibidangnya. Jadi kompetensinya tidak diragukan lagi untuk berbagi ilmu dan pengalaman bersama 20 peserta nantinya,"bebernya.
Dijelaskan Dewi, rencananya kelas ke-45 akan digelar diatas kapal Tongkang Teguh III yang baru saja diluncurkan. Dirinya beralasan, belajar di ruang terbuka dengan lokasi sebuah galangan adalah sesuatu yang menyenangkan.
"Setelah kami dilokasi untuk menentukan tempat, muncul ide menggelar kelas diatas sebuah kapal tongkang," ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Shinta, Wali Kelas dari angkatan ke-45, dirinya berharap kelas baru nanti akan berjalan menyenangkan.
"Semoga saja para Akberian nanti mendapati pengalaman yang seru dengan mengikuti kelas yang berbeda,"terangnya.
Diungkapkan Shinta, dari 45 kelas atau angkatan yang diselenggarakan Akademi Berbagi selama ini selalu menampilkan sesuatu yang berbeda di tiap kelasnya.
"Bergantung pada keputusan bersama tema apa yang akan diangkat, biasanya tema dipengaruhi hal yang lagi tren atau jadi bahan pembe ritaan," tuturnya.
"Yang tersulit justru ada pada mencari figur untuk dijadikan guru berbagi, karena tidak semua orang mau dan bersedia meluangkan waktu dengan keikhlasan berbagi sebagai guru yang akan mengajar sesuai dengan kapabilitas dan kompetensinya,"imbuhnya.
Ditemui di ruang kerjanya, Agus Triharsito Komisaris PT Barokah Marine mengatakan, dirinya dengan senang hati menerima keinginan dari Akademi berbagi untuk menjadikan tempatnya sebagai lokasi kegiatan.
"Karena pada dasarnya saya senang dengan kegiatan anak muda yang selalu bergerak dan rela berjuang untuk menghasilkan karya terlebih untuk Pekalongan dan Indonesia," jelasnya.
Disampaikan Agus, sebagai seorang yang menjalankan bisnis produksi kapal yang sarat akan tantangan untuk selalu dituntut menghasilkan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi orang banyak maka barang tentu dirinya menghargai upaya yang dilakukan oleh sekumpulan anak muda yang getol melakukan perubahan baik untuk dirinya sendiri maupun lingkunganya.
"Saya pribadi berharap akan ada banyak anak muda yang energik mempunyai kesadaran dan keinginan kuat untuk melakukan karya terutama di bidang kemaritiman seperti yang saya geluti," tutupnya.





Memperingati Kemerdekaan Ala Komunitas

August 18, 2015 1 Comment

Memperingati Kemerdekaan Ala Komunitas
Memperingati Kemerdekaan Ala Komunitas 
KOTA PEKALONGAN

Beberapa komunitas yang ada di kota Pekalongan turut ambil bagian dalam Memperingati dirgahayu ibu pertiwi yang ke 70, hal itu diwujudkan dengan adanya upacara bendera di halaman museum batik kota Pekalongan.Masing masing komunitas wajib mengikutsertakan 10 anggotanya sebagai perwakilan dalam acara tersebut.

Komunitas yang menghadiri upacara itu ialah Akber Pekalongan, fest kalonganan, insta pekalongan, relawan inovasi, backpacker pekalongan, PFP ( pecinta film pekalongan ), RGB, Pekalongan Muda, Duwis, Komunitas Barkalong, Stand up pekalongan, dan Eksplor Pekalongan.

Salah satu panitia Nella di sela upacara kepada kami mengatakan

"ini pertama kali beberapa komunitas di kota pekalongan bersatu padu mengadakan kegiatan bersama dan karena saat ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Ri yang ke 70 maka upcara bendera bersama, saya rasa yang paling tepat kebetulan lokasi yang kami pilih adalah museum batik yang dulunya bekas kantor balai kota pekalongan jadi kita bernostalgia bersama lah..., saya juga ingin berterima kasih banyak kepada rekan rekan komunitas atas partisipasi dan sumbangsih nya kepada kegiatan ini.Semoga pemuda pemudi kita semakin maju, cerdas dan peduli kepada Kota kita tercinta ini," ungkapnya.

Memperingati Kemerdekaan Ala Komunitas
Pengibaran Sang Saka Merah Putih


Beberapa komunitas ini rencananya dalam waktu dekat akan membuat sebuah film yang bertemakan kerukunan etnis dan budaya di Pekalongan untuk memperkenalkan kota pekalongan kepada dunia. 


Museum batik yang beralamat di Jalan Jetayu No.1 Pekalongan, Jawa Tengah ini memiliki luas tanah dan bangunan 40 meter persegi dan memiliki 1149 koleksi batik, antara lain wayang beber dari kain batik yang berusia ratusan tahun dan alat tenun tradisional atau dikenal sebagai alat tenun bukan mesin (ATBM).
Gedung museum ini sebelumnya adalah bekas kantor balai kota Pekalongan, pada masa penjajahan kolonial Belanda gedung tersebut merupakan kantor keuangan yang membawahi tujuh pabrik gula di karesidenan Pekalongan.Akhirnya pada tanggal 12 Juli 2006 museum ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan perayaan Hari Koperasi Nasional ke-59.Museum batik ini dijadikan pusat data dan informasi mengenai batik; sebagai pusat riset dan pengembangan ilmu desain batik, perpustakaan dan acuan dalam hal perbatikan; mengkoleksi batik klasik, batik lawasan dan batik kontemporer

KOMUNITAS IGAM ( Idup Gembira Awet Muda )

August 09, 2015 6 Comments
Ironi Musik Di Kota Batik
Ilustrasi Musik

KOTA PEKALONGAN

Perkembangan musik di Kota Pekalongan saat ini sangat kurang tidak seperti di Solo, Semarang,dan Jogja.Kondisi ini Diperparah Pihak Pemkot juga tidak mengizinkan adanya musik rock atau band terkenal untuk konser di Kota Batik.Malah saat ini banyak menjamur orkes musik melayu dan organ tunggal, akibatnya banyak anak muda pecinta musik yang menjual alat musik yang dimilikinya seperti gitar, drum dan lain -lain karena tidak adanya ruang bagi mereka untuk berexpresi dan menyalurkan obi serta kreatifitas mereka.Setali tiga uang para pengusaha studio musik pun mengeluh dengan anjloknya antusiasme masyarakat untuk bermain musik, ini ditandai dengan penurunan omset 40 % dibanding tahun 2014 yang notabene tidak ada peningkatan dari tahun ke tahun.

Salah satu komunitas musik yang masih bertahan yaitu KOMUNITAS  IGAM (Idup Gembira Awet Muda ) berdiri sejak 1995 di monumen perjuangan Kota Pekalongan.Komunitas ini dibentuk oleh pecinta musik berbagai genre di Pekalongan dan biasa mengadakan kopi darat 3x seminggu yaitu malam minggu, malam rabu, dan malam jumat mulai jam 20:00 - 24:00 di Monumen.Alat musik yang digunakan biasanya bernilai 2,5 juta kebawah dan berkonsep sederhana.

Ketua Igam sekaligus pelatih musik spesialis gitar melodi Tatok Triartono kepada Pekalongan news mengatakan 

"Bagi yang ingin bergabung silahkan datang saja dan bebas ingin membawa alat musik apa sajabahkan tidak bawa alat pun tidak apa apa.Salah satu kendala kami yaitu tidak tersedianya alat musik drum, selain itu kami juga biasa diundang untuk acara pernikahan, upacara peringatan dan jadwal kami dari tanggal 16 - 30 agustus sudah penuh.Selain memberikan tontonan gratis bagi masyarakat setempat, gelaran itu juga untuk merekatkan persaudaraan di antara para pelaku seni musik. Mereka terdiri dari berbagai aliran musik dan sejumlah band lokal setempat.Sejumlah band yang hadir dalam gelaran tersebut secara bergantian menampilkan kebolehannya. Rata-rata, setiap band menyajikan dua hingga tiga lagu saya itu sejak sd bisa main gitar mas lalu smp sudah bisa gitar melodi mudah mudahan ini kalo sudah ganti walikota seni bermusik bisa bangkit lagi lah jangan dangdut tok..! atau campursari terlebih lagi saya kasihan dengan anak muda yang punya alat musik hanya untuk menghibur diri sendiri ini ibarat Ironi Musik Di Kota Batik.Harapan saya agar komunitas ini memiliki penggemar lebih banyak serta musik itu jalan terus HIDUP MUSIK ...!!!",ujarnya.
Pria asli Kota Malang Jawa Timur ini menambahkan 
"Saya sendiri penggemar berat Rhoma Irama jadi kalau ada yang ingin belajar melodi lagu Rhoma Irama ya.. tanya saya saja",ucapnya.

Perlu diketahui konser musik yang pernah ada di Kota Pekalongan membuktikan antusiasme para pengemar sangat tinggi sayangnya seringkali tidak sesuai dengan kapasitas atau daya tampung lokasi konser yang dipilih pihak penyelenggara. Sehingga yang terjadi adalah tragedi, Sejumlah catatan konser musik yang menelan korban jiwa kebanyakan akibat kurangnya diantisipasi hal itu.


Meriahnya Helat Bukber Dengan Komunitas

July 11, 2015 2 Comments


Meriahnya Helat Bukber Bersama Komunitas
Meriahnya Helat Bukber Dengan Komunitas




Kota Pekalongan
Ikatan Remaja Mushola Roudlotul Hikmah (IRROUD)  dan Karang taruna Tunas sejati PasirKratonKramat  menghelat acara buka puasa bersama. Selain dari IRROUD, buka puasa bersama juga diikuti oleh berbagai komunitas yang ada termasuk Karang taruna PasirKratonKramat. Kegiatan yang di pusatkan di kawasan budaya Jatayu tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Hal tersebut disampaikan panitia penyelenggara yang juga Ketua IRROUD, Agung Huda Saputra kepada pekalongan news saat hadir dalam perhelatan tersebut.


"Selain berbuka bersama, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersatukan remaja, pelajar dan yang sudah bekerja di lingkungan mushola Roudlotul Hikmah Pasirsari," terang Agung.

Agung menambahkan, dirinya berharap agar kegiatan buka bersama tersebut diteruskan oleh generasi penggantinya.
"Organisasi kami Alhamdulillah bisa eksis hingga sekarang. Karena kami berdiri sejak mushola ini selesai dibangun atau sekitar tahun 2001 lalu," ungkapnya.



Disebutkan, para paserta dari unsur masyarakat berasal dari warga Rt 02.Rw 06 atau dilokasi mushola Roudlotul berdiri di Jalan Saman Hudi, Pasirsari, Kota Pekalongan.

Di lokasi yang berbeda tepatnya di gedung aswaja TKJ Community juga mengadakan bukber sekaligus reuni, yang sudah lama direncanakan.Acara berlangsung dengan meriah dan sesuai yang diharapkan.

salah satu anggota TKJ Community Kamalul Fikri di sela acara kepada pekalongan news mengatakan

"Setelah sekian lama kami merencanakan acara ini namun baru sekarang hal itu dapat terlaksana,salah satu faktor yang menghambat yaitu kesibukan masing - masing dan sulitnya mengumpulkan teman - teman.

Kamal juga menambahkan Meriahnya Helat Bukber Dengan Komunitas

 ini akan dijadikan rutinitas setiap tahunnya dan berharap diikuti lebih banyak peserta dibandingkan saat ini,ujarnya"
baca juga Bukber, Pemkot Ajak Anak Yatim Dan Pekerja Informal

Berdasarkan informasi yang kami dapat gedung aswaja menjadi tempat favorit masyarakat dan komunitas untuk bukber atau sekedar kumpul - kumpul.




Bukber, Pekalongan Muda Deklarasikan Diri

July 09, 2015 Add Comment
Bukber, Pekalongan Muda Deklarasikan Diri
Pembina Pekalongan Muda, Yudhi Pamungkas H Lawi didampingi Ketua Umum Pekalongan Muda dalam acara buka bersama beberapa waktu lalu
Kota Pekalongan
Seratusan anak muda yang menamakan diri sebagai Pekalongan Muda melakukan aksi buka puasa bersama di taman Jlamprang, Jalan jlamprang, Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan. Sebagai komunitas yang baru eksis, Pekalongan Muda mencoba menarik simpati publik terutama remaja dengan melakukan aksi kumpul bersama sembari menunggu berbuka puasa.
Meski terbilang baru, menurut pembina Pekalongan Muda Yudhi Pamungkas H Lawi mengatakan, Pekalongan Muda sedang mencoba mencari bentuk dan identitas diri
"Jadi tidak harus langsung melakukan aksi yang wah. Karena ini kegiatan yang pertama kali terlihat di depan publik maka Pekalongan Muda secara perlahan akan menyusun agenda yang akan dikerjakan sesuai dengan platform yang sudah disusun saat membentuk kepengurusan," terang Yudhi yang juga ketua Umum DPC Projo Kota Pekalongan.
Direncanakan, kata Yudhi, Pekalongan Muda akan lebih condong mengerjakan hal yang bermanfaat bagi orang lain bahkan salah satu yang menjadi program awal Pekalongan Muda bisa difungsikan sebagai relawan yang akan membantu relawan lainya.

"Seperti ketika tenaga kami akan dipakai untuk jadi relawan dalam perayaan kirab Syawalan yang akan berlangsung usai lebaran nanti," jelasnya.

Meski mengusung nama komunitas, pekalongan muda ternyata mempunyai unit bidang usaha produksi snack ringan yang sudah tercipta pasar tersendiri dengan memberdayakan anggotanya yang mencapai 700 san anak muda yang dinamis.
"Selain aktif di media sosial kami juga aktif di kegiatan kemasyarakatan disekitar masing-masing anggotanya," Kata Yudhi yang dalam aksi berbuka puasa bersama mendapat kejutan selamat hari ulang tahun oleh para anak muda binaannya tersebut.
Kedepan, kata Yudhi, pihaknya akan membawa komunitasnya semakin besar dan solid, karena dirinya menangkap peluang semakin banyak anak muda yang diberdayakan akan semakin besar potensinya untuk menjadi kekuatan yang dapat mempengaruhi sebuah perubahan terutama perubahan Kota Pekalongan menuju kearah lebih baik.
"Kami akan melakukan penguatan di internal dulu dengan mencipta kan kesolidan antar anggota dan sering melakukan konseling. Bagaimanapun mereka te taplah anak muda yang energinya perlu disalur kan kearah yang positif,"ujarnya bersemangat.
Menutup kegiatan Yudhi menyampaikan, bahwa kekuatan komunitasnya adalah menjaga dan menjalin silaturahmi dengan memperkuat pertemanan serta persaudaraan. Dalam kegiatan sore itu juga diberikan reward kepada anggota komunitas yang paling aktif dalam Pekalongan Muda.

DPF Adakan Pesantren TIK Untuk Guru MI

July 08, 2015 Add Comment
DPF Adakan Pesantren TIK Untuk Guru MI
Salah satu relawan beri pelatihan dalam pesantren TIK yang dihelat, Minggu (5/7/15)
Kajen
Djalaludin Pane Foundation (DPF) bersama pegiat TIK dan relawan TIK melak sanakan Pesantren TIK yang diikuti oleh puluhan guru Madrasah Tsanawiyah (MI) se Kabupaten Pekalongan. Puluhan guru tersebut adalah perwakilan dari MI yang telah menerima manfaat dari PDF dalam beberapa kegiatan sebelumnya dari tahun 2013 hingga tahun 2014.

Menurut Ketua Umum DPF Heny Situmorang, tujuan diadakanya pesantren TIK adalah untuk sosialisasi dan silaturahmi guru-guru peserta pelatihan TIK sebe lumnya.
"Dan juga ajang untuk mengeluarkan kreativitas mereka agar lebih produktif di dalam kegiatan menulis yang kemudian diharapkan dapat diimplementasikan dalam blog ataupun sosial media agar apa yang menjadi pemikiran mereka dapat tersalurkan dengan lebih baik," ucap Heni saat rehat acara lusa lalu.
Dikatakan, pesantren TIK diselenggarakan selama dua hari bertempat di Gedung Pemuda Kajen.

Beberapa peserta berpose bersama penyelenggara, pegiat TIK dan relawan TIK

Heni juga menyebutkan, kegiatan pesantren TIK dikemas dengan kegiatan buka bersama, pemberian tausiyah dan sholat tarawih bersama.
"Selain itu diberikan juga pengayaan dan penguatan ilmu yang didapat oleh pa ra guru tersebut dengan motivasi karena panitia penyelenggara juga menghadir kan founder Sejuta Guru Ngeblog dari jakarta," terangnya.
Dijelaskan Heni, selama dua hari para guru Mi peserta pesantren TIK dilibatkan dalam pembuatan blog dan diberikan materi manfaat TIK seperti membuat bahan ajar dari Power Point, belajar tentang website dan IT.
"Selama pesantren TIK guru juga diajarkan bagaimana menulis yang apik dan menjual karena rata-rata mereka kurang dalam basik menulis dan adanya pesantren TIK ini para guru dapat tergugah dan tertantang untuk unjuk kemam puan menulis baik di blog maupun di media massa lokal selepas dari sini," paparnya.
Seperti diketahui bersama pegiat TIK dan relawan TIk, DPF yang merupakan lembaga nirlaba aktif dalam melakukan upaya peningkatan kompetensi lewat program-program sosial yang digulirkan berupa pelatihan -pelatihan TIK bagi sejumlah guru dan peminat TIK lainya secara gratis demi peningkatan kemampuan guru di daerah pelosok terutama guru swasta yang notabene lebih tertinggal daripada rekan sejawatnya di kota.



KPKL Berbagi Ta'jil Bersama Warga Masyarakat Desa Pasirsari

July 06, 2015 Add Comment
KPKL Berbagi Ta'jil Bersama Warga Masyarakat Desa Pasirsari
KPKL Berbagi Ta'jil Bersama Warga Masyarakat Desa Pasirsari
Pekalongan
Bulan suci Ramadhan telah memasuki pertengahannya. Sudah saatnya  umat Islam semakin membuktikan ketahanan ibadah puasanya. Merupakan saat yang tepat bagi suatu komunitas penggiat kelestarian  lingkungan semacam Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) memanfaatkan peluang baik untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat Pekalongan. Minggu sore ini, 5 Juli 2015, komunitas yang sedang intensif memberdayakan kesadaran warga masyarakat Kota Pekalongan dalam mengupayakan kelayakan lingkungan sungai di sekitarnya ini menyelenggarakan suatu kegiatan bhakti sosial berupa “Berbagi Ta’jil”. Kali ini warga Desa Pasirsari yang mendapat giliran memperoleh bantuan sukarela berupa sekitar 550 bingkisan sebagai makanan kecil pembuka puasa.
Baca juga Jelang Puasa, KPKL Kebut Jadwal Bersih Sungai
Koran Online Pekalongan
KPKL Bagi Takjil 
Koran Online Pekalongan Dan sekitarnya
KPKL Bagi Takjil
Ketekunan para relawan KPKL bersama Karang Taruna Pasirsari pun saling bersambut dengan kesukacitaan warga masyarakat yang lalu-lalang pada waktu menjelang berbuka puasa. Secara berurutan di  tiap persimpangan jalan desa kendaraan roda tiga Tossa pengangkut parkir dan menimbulkan kerumunan warga. 

Adji Gabos, selaku Sekretaris KPKL memberikan keterangan berkaitan acara tersebut, 
“KPKL  sebagai suatu lembaga pemerhati lingkungan tidak begitu saja meliburkan kegiatan di suasana bulan puasa. Sebagai suatu lembaga yang memiliki program-program kegiatan berkelanjutan berusaha memanfaatkan saat seperti ini untuk melakukan pendekatan kepada warga masyarakat Kota Pekalongan, demi terciptakannya kesadaran hidup bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitar pada akhirnya nanti.”
Secara nyata dia pun selanjutnya menambahkan, “Acara berbagi ta’jil ini sebenarnya merupakan suatu bagian dari rangkaian kegiatan selama Bulan Ramadhan. Sebelumnya, pada Minggu Sore, 28 Juni 2015 kemarin kami telah mengadakan buka bersama warga masyarakat dan beberapa tamu undangan sesama pemerhati lingkungan. Setelah ini pun kami berencana mengadakan kegiatan serupa minggu depan. Para pekerja dan orang-orang yang sedang menunggu tiba saat buka puasa di beberapa pusat keramaian merupakan target utama acara berbagi ta'jil berikutnya.”

Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan

July 05, 2015 Add Comment
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Penyerahan Bantuan Secara Simbolis



Kota Batang

Dalam rangka menyemarakan kegiatan di bulan suci sekaligus berbagi kepada sesama, Komunitas otomotif TKCI (Toyota Kijang Club Indonesia) Pekalongan mengadakan buka bersama yang berlokasi di Panti Asuhan 'Aisyah "Umar Bin Khotthob, Cempoko Kuning, Batang. Acara iring-iringan berbagai modifikasi Toyota Kijang dilakukan oleh sebagian besar dari 48 anggota komunitas, yang tersebar dari Batang, Pekalongan, hingga Pemalang.

Acara tersebut merupakan satu dari rangkaian kegiatan, yang diawali dari kemarin Jum'at 4 Juli 2015 Shore On The Road (kopi darat: Red) bersama Tim Nasmoco bagi ta'jil di Masjid Agung Kaum'an Batang dan nongkrong bareng di Coffee DK di Jl. Diponegoro Pekalongan. Kegiatan tersebut akan diakhiri pada jadwal nongkrong rutin pada Jum'at depan 12 Juli 2015. Komunitas yang memiliki lingkup keanggotaan meliputi Pekalongan, Batang, hingga Pemalang ini segera bergabung dengan TKCI Tegal menyelenggarakan bakti sosial selanjutnya di panti asuhan di daerah Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang.
Ketua TKCI dan juga sebagai pencetus kegiatan ini Bpk Aji Novianto di sela kegiatan kepada kami mengatakan:

"Yang kita bagikan kali ini yaitu berbagai macam sembako seperti beras, mi instan , gula,  dll yang semuanya itu berasal dari kesukarelaan masing masing anggota secara spontanitas ingin berbagi dengan anak anak panti asuhan." Dalam kesempatan yang sama dia pun memberitahukan bahwa, "Kami terbuka dan welcome kepada semua pemilik brand otomotif, bahkan para pengendara motor sekalipun jika ingin bergabung ya ... monggo. Bagi yang ingin bergabung kita ada grup facebook "TKCI Batik Pekalongan". Disitu kami woro woro mengenai berbagai kegiatan yang diselenggarakan, dan basecamp kami terletak di Coffee Dikin (DK), yang berada tepat depan Apotik Ibukota. Kami seminggu sekali kumpul jam 9 - 12 malam setiap hari Jumat malam Sabtu."ujarnya.

Sementara, perwakilan pihak pengasuh Panti Asuhan, Ustadz Mursidi memberikan penegasan bahwa, 

"Saya merasa terharu dengan datangnya mas mas ini. Kami selaku pengasuh dari 48 anak yatim piatu merasa bahagia mendapat kehormatan untuk bisa bersama-sama mengisi kegiatan sembari menunggu waktunya berbuka puasa, jadi tidak bosan dan mendapat pengalaman baru" ucapnya.
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Mobil Komunitas TKCI 
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Anak - anak panti asuhan 
Bakti Sosial Bersama TKCI Pekalongan
Berfoto bersama 

FKKMP Buka Bersama Diatas Tongkang

June 27, 2015 Add Comment
FKKMP Buka Bersama Diatas Tongkang
Kapolres Pekalongan dan jajaranya berbaur dengan masyarakat sholat maghrib berjamaah di atas kapal tongkang
Kota Pekalongan
Forum Komunikasi Komunitas Maritim Pekalongan (FKKMP) mengadakan kegiatan Silaturahmi Ramadhan dengan menggelar acara buka bersama dengan masyarakat nelayan, pekerja galangan kapal dan jajaran Polresta Pekalongan,baca FKKMP Siapkan Belasan Pemuda Untuk Dilatih Membuat Kapal Baja

Uniknya kegiatan yang dirangkai dengan sholat magrib berjamaah dipusatkan diatas kapal tongkang yang terpakir di perairan muara sungai. Alhasil suasana khidmad dari ritual ibadah yang terbangun dari ratusan orang beda latar bela kang tersebut mampu menegaskan bahwa hubungan manusia dengan Tuhannya tetap terjaga meski hanya lewat sebuah tempat sederhana diatas sebuah tongkang yang notabene mengisyaratkan betapa keras kehidupan pelabuhan dan kawasan industri kapal namun masih ada celah untuk sedikit mengingat sang pencipta.

Inisiator FKKMP, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan mengatakan, inilah salah satu upaya untuk tetap menghidupkan kemitraan kita dengan kemaritiman.

"Seperti tempo hari, FKKMP sudah melakukan kegiatan peduli kepada pemuda putus sekolah yang belum bekerja, kita bekali dengan pelatihan mengelas dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa diterima bekerja di galangan kapal PT Barokah Marine," ungkapnya, Jum'at petang (26/6/15) dilokasi.

Disebutkan, FKKMP mengisyaratkan masih akan meneruskan program bagus tersebut untuk terus berkomitmen membantu masyarakat dalam rangka pencegahan tindakan  kriminalitas dalam bentuk sosial.

"Kemungkinan kita akan agendakan untuk pelatihan berikutnya supaya dapat mengurangi angka pengangguran di Kota Pekalongan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Agus Triharsito pengusaha daerah pemilik Galangan kapal PT Barokah Marine mengaku senang dengan langkah dan ide Kepolisian mengadakan kegiatan bulan Ramadhan di tempatnya. 

"Idenya dari Pak Kapolres, kita sediakan fasilitasnya dan Alahamdulillah dapat berjalan lancar. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian yang mempunyai ide buka bersama dengan kami, PT Barokah marine," ucapnya.

Agus juga berharap, kedepan agar senantiasa bisa berhubungan dengan baik lagi dalam kesempatan dan kegiatan yang berbeda.

Diketahui kegiatan berbuka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah dilakukan diatas sebuah kapal tongkang berukuran besar yang bersandar ditepian perairan galangan kapal PT Barokah Marine, kapal tongkang tersebut dalam rangka docking untuk maintenance yang beberapa hari kedepan akan ditarik ke Medan untuk dipergunakan sebagai pendukung pemancangan proyek dermaga dan hal tersebut merupakan karya putra daerah asli Pekalongan.