Showing posts with label batang. Show all posts
Showing posts with label batang. Show all posts

Kapolres Batang : Anggota Polri Harus Bisa Beladiri

November 22, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, menegaskan semua anggota polri harus bisa beladiri.
Batang - Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, menegaskan semua anggota polri harus bisa beladiri. Sebab saat bertugas di lapangan, permasalahan yang dihadapinya cukup beragam. Bahkan di antara permasalahan itu ada yang bisa membahayakan keselamatannya, seperti usaha penangkapan terhadap pelaku kejahatan.

Agar bisa memiliki ilmu beladiri, maka Kapolres Batang membuat gebrakan baru dengan mewajibkan anggotanya, terutama yang muda, mulai Brigadir menjalani latihan. Tidak tanggung-tanggung, agenda latihan yang harus dijalani mereka cukup padat yakni empat kali dalam sepekan.
''Saya ingin anggota kita yang masih muda, ganteng dan cantik semuanya bisa Jago Beladiri untuk kepentingannya saat bertugas,'' tandasnya sambil tersenyum saat memantau latihan rutin, tadi pagi.
Bukan hanya membela diri, namun kalau sudah menguasi teknik dari latihan ini, anggotanya juga lebih bersikap waspada. Kemudian dalam menghadapi permasalahan di lapangan tetap tenang meskipun yang dihadapinya cukup pelik. Contohnya tidak terburu-buru dalam melakukan penangkapan pelaku kejahatan, namun bisa menggunakan cara persuasif atau pendekatan lebih  dahulu.

Kemudian Kapolres mengimbau jika sudah memiliki ilmu beladiri tetap mendahulukan sopan santun. Seperti yang sering diungkapkannya dalam setiap pengarahan bahwa anggota Polri harus selalu ''ngowongke uwong'' atau menghormati orang lain.

Dalam hal ini, jangan mentang-mentang jadi polisi namun bisa berbuat seenaknya sendiri.
''Untuk Kanit Sabhara , supaya menyiapkan fisik anggota sehingga saat latihan akan selalu bersemangat,'' katanya.
Nampak Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Batang, Iptu Henry Toriyanto selaku pelatih mencontohkan gerakan karate dan diikuti anggota Polres Batang.

Kasat Binmas : Polres Batang Kini Fokus Menyelematkan Generasi Muda

November 22, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Menjaga dari tindakan yang dapat merusak moral generasi muda, perlu adanya pembinaan mental sejak dini, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Demikian dikatakan Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno
Batang
Polres Batang kini fokus untuk menyelematkan generasi muda dari tindakan yang bisa merusak masa depannya. Hal ini perlu dilakukan lantaran mereka merupakan andalan dan harapan agar bisa membangun dan mempertahankan negara Indonesia.

Supaya bisa menjaga dari tindakan yang dapat merusak moral generasi muda, perlu adanya pembinaan mental sejak dini, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Demikian dikatakan Kasat Binmas Polres Batang AKP Juharno saat ditemui terkait kenakalan remaja yang sering terjadi di masyarakat, Rabu (22/11/17).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menjadikan generasi penerus berbuat seperti itu. Di antaranya kecanggihan teknologi di zaman sekarang yang mudah diakses oleh mereka, seperti media sosial yang jumlahnya cukup banyak.
''Hanya melalui handphone, siswa dan pelajar bisa membuka sejumlah situs di internet maupun medsos dengan mudah,'' kata dia.
Sebenarnya jika pengawasannya ketat, efek dari kecanggihan teknologi bisa diminimalisir. Paling tidak, mereka hanya bermain game online yang sifatnya permainan hiburan. Namun apabila lengah, para penerus bangsa ini bisa terjerumus dalam hal negatif, seperti pornografi, tindak asusila, 
perjudian, perkelahian pelajar, dan lainnya.

Untuk mencegah kekhawatiran seperti itu, sebagai Kasat Binmas, Juharno meminta agar adanya sinergi antara pihak pengajar, dalam hal ini guru di sekolah dengan orang tua murid. Ketika di sekolah, pengawasan terhadap penggunaan telepon genggam harus diperketat. Sedangkan orang tua, 
harus bisa menyempatkan waktunya untuk memantau perkembangan dan pergaulan putra putrinya.

Bahkan jajaran Polres Batang pun juga berupaya untuk menangggulangi masalah ini dengan menjadi pembina upacara di sejumlah sekolahan. Bahkan kesempatan bertemu langsung dengan para pelajar dimanfaatkan sebaik mungkin dengan memberikan pengarahan mengenai hal tersebut.
''Ini sudah menjadi tugas dari Polres Batang untuk mendidik dan membina generasi muda dari segala bentuk kenakalan remaja,'' tandasnya.
Selain waspada terhadap bahaya kecanggihan teknologi, pihak kepolisian juga serius dalam menangggulangi soal narkoba. Barang haram ini bukan hanya bisa merusak akal dan moral para pelajar, namun juga bisa menyebabkan kematian bagi penggunanya.

Untuk itu dia berpesan kepada seluruh pelajar dan warga di Batang, berhati-hatilah dan waspada dalam menjalin hubungan pertemanan. Jika sampai terlena, maka bakal terjerumus dalam dunia narkoba yang memang sangat membahayakan masa depan. Sekali mengonsumsi narkoba, maka akan 
menjadi ketagihan dan terus menerus mencari barang maksiat itu.

Warga Grebek Pernipu Dengan Modus Pengganda Uang

November 22, 2017 Add Comment
Kabupaten Batang
Nasib naas dialam MS (35), warga Dukuh Taragan, Desa Prungguhan, Kecamatan semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ketika akan melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang ke rumah korbannya, Safii ( 45 Tahun), warga Dukuh Botokan Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, malahan digrebek warga setempat. Kemudian yang bersangkutan dibawa warga ke Mapolsek Warungasem Polres Batang, untuk diamankan, Selasa (21/11/17) pagi.

Tersangka mulai melakukan aksinya setelah sering datang ke warung milik korban. Kemudian dia mulai merayu dengan mengatakan bisa menggandakan uang hingga RP.250 juta. Korban pun merasa tertarik dan mau menyerahkan uang Rp 5 juta supaya digandakan.

Sebelumnya, MS meminta korban agar menyediakan kardus dan diisi bunga kenanga serta bunga kantil pada Kamis (2/11). Kemudian paginya, Jumat (3/11) bisa dibuka dengan membaca surat Al fatehah sebanyak 3 kali dan kardus akan terisi uang. Namun ketika syarat semua sudah dilaksanakan, ternyata setelah dibuka kardusnya tidak ada uang serupiahpun.

Korban lalu menyampaikan hal tersebut kepada pelaku dan diminta untuk mengulanginya kembali. Lagi-lagi, saat kardus dibuka tetap tidak ada uangnya. Lantaran curiga, akhirnya Saffi menceritakan kejadian itu ke tetangganya dan mereka mengatakan kalau itu merupakan aksi penipuan.
Selanjutnya korban dan warga setempat mengambil inisiatif untuk menjebak tersangka supaya datang ke rumahnya. Rencana itu berhasil, MS pada malam hari kembali datang ke rumah korban. Setelah beberapa saat berada di rumah korban, warga pun beramai-ramai datang dan melakukan penggrebekan.

Pelaku yang tidak mengetahui rencana itu sangat terkejut, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya dia hanya bisa pasrah ketika dibawa ke Mapolsek Warungasem.
Menurut pengakuannya, nekat melakukan aksi tersebut lantaran terpaksa untuk menyambung hidup sebagai perantauan. Di Pekalongan, dirinya hanya sendiri dan tak memiliki keluarga, lalu hasil dari pekerjaannya tidak maksimal.
''Hasil dari menipu saya gunakan kepentingan pribadi dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan sisanya saya pakai untuk foya-foya,'' katanya kepada polisi.
Selain mengamankan pelaku juga menyita barang bukti berupa, sebuah kardus warna coklat bertuliskan Hemart dan Higienize, sebuah tas punggung warna hitam, bunga kantil dan kenanga dalam keadaan kering.

Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Edi S Sinulingga., melalui Kapolsek Warungasem AKP Akhmad Almunasifi, mengatakan, penipuan yang dilakukan tersangka ke Safii dilakukan beberapa tahap. Sampai ketiga kali, korban menyadari akan tertipu sehingga bercerita ke warga dan membuat rencana untuk menangkap tersangka.

Tindakan pelaku ini bisa dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman di atas empat tahun penjara. Sementara ini, pihaknya masih menindaklanjuti kasus itu dengan memperdalam keterangan terhadap tersangka, khususnya apakah ada korban lainya. Untuk itu, dia meminta ke warga, apabila merasa menjadi korban serupa yang dilakukan tersangka supaya melapor ke Polsek Warungasem.
''Kami mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan penipuan dengan modus penggandaan uang dan jika ada yang menawarkan bisa menggandakan uang, segera laporkan ke polisi,” katanya.

Kasat Binmas Instruksikan Bhabinkamtibmas Giatkan Door To Door System

November 21, 2017 Add Comment
Polres Batang
Kasat Binmas sebagai pentolan pembina fungsi Bimbingan Masyarakat dengan menginstruksikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan intensitas Sambang atau Door to Door System di daerah binaanya.
Batang  - Guna menekan angka kejahatan dan konflik di tengah masyarakat tidak harus selalu dengan langkah – langkah represif, bahkan paradigma sekarang ini kegiatan yang bersifat preemtif dan preventif seperti sentuhan kemanusiaan serta interaksi dialogis yang berorientasi kedekatan antara Polri dan Masyarakat menjadi sebuah strategi yang efektif untuk menekan embrio Kejahatan dan Konflik.

Hal tersebut yang juga menjadi latar belakang Kebijakan Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga,  dalam menerapkan Strategi bertindak untuk menekan angka kriminalitas dan Potensi Konflik di wilayah hukum Polres Batang, Seperti halnya yang kerap disampaikan di berbagai kegiatan yaitu membentuk personel Polres Batang yang mampu mengimplementasikan filosofi Jawa “ Nguwongke Uwong “ ( Memanusiakan Manusia ).

Tindak lanjut untuk menjabarkan kebijakan Kapolres tersebut telah ditindaklanjuti oleh Kasat Binmas sebagai pentolan pembina fungsi Bimbingan Masyarakat dengan menginstruksikan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan intensitas Sambang atau Door to Door System di daerah binaanya.
“ Door to Door System selain mengimplementasikasi Perkap nomor 3 tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat hal ini juga merupakan langkah penjabaran kebijakan Kapolres terkait membentuk personel yang mampu Nguwongke Uwuong. “
Pada kesempatan tersebut (20/11/17), Kasat Binmas diruang kerjanya menyampaikan bahwa pada dasarnya peningkatan intensitas Door to Door System diharapkan mampu menginventarisir permasalahan aktual yang terjadi di tengah warga binaan para Bhabinkamtibmas.

“Instruksi Peningkatan Door to Door System berorientasi terjalinnya kedekatan antara masyarakat dan Polri yang semakin kuat, sehingga diharapkan masyarakat dapat senyaman mungkin menyampaikan berbagai masalah seputar kamtibmas, dengan demikian potensi konflik maupun kejahatan dapat terinventarisir dan dieliminir sejak dini” Jelas AKP Juharno selaku Kasat Binmas.
Bhabinkamtibmas pun sangat merespon baik adanya instruksi peningkatan kegiatan Door to Door System tersebut, seperti yang diungkap Brigadir Mury Walmistana, Bhabinkamtibmas Desa Wringin Gintung di sela – sela tugasnya mengawasi pelatihan jahit bagi tuna karya di daerah binaanya.

Bhabinkamtibmas Ds. Wringin Gintung Polres Batang disela - sela tugas
door to door system pelatihan jahit di daerah binaanya.
“ Sambang merupakan langkah komunikasi yang sangat bagus untuk menjaring berbagai masalah berpotensi menimbulkan dampak sosial khusunya peningkatan angka kriminalitas maupun konflik, seperti kegiatan pelatihan jahit para tuna karya yang kami selenggarakan sekarang ini merupakan hasil dari komunikasi door to door system dimana saya menampung aspirasi warga tentang banyaknya pengangguran yang berpotensi menimbulkan masalah sosial, oleh sebab itu saya berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk menggelar kegiatan seperti ini “

Jalinan kedekatan Bhabinkamtibmas dan warga di daerah binaanya merupakan upaya preemtif sekaligus preventif untuk mencegah dan menekan angka Konflik sosial maupun gangguan kamtibmas, selain itu Komunikasi interaktif yang terbangun diharapkan secara psikologis mampu memberikan rasa nyaman atas kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Polsek Tulis Bersama Koramil Dan PMI Bedah Rumah Warga

November 21, 2017 Add Comment


Pekalongan News
Polsek Tulis dan Koramil bersama Muspika turut berpartisipasi bergotong royong dalam Program PMI Batang tahun 2017 membongkar rumah tidak layak huni (RTLH) 
Kabupaten Batang - Polsek Tulis Polres Batang dan Koramil bersama Muspika turut berpartisipasi bergotong royong dalam Program PMI Batang tahun 2017 membongkar rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga tidak mampu satu rumah satu kecamatan.

Sudah sembilan RTLH yang telah dibongkar dan menjadi rumah yang layak huni. Kali ini PMI Batang melakukan bongkar rumah milik Ibu Tarmuji (70 th) yang beralamat di Dukuh Wonokerto Rt. 02/06 Desa Wonokerso Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, kemarin.

Ketua Pengurus PMI Kabupaten Batang Achmad Taufiq yang diwakili Bp. Kusnadi mengatakan program bedah rumah seperti ini di harapkan dapat meringankan beban kepada warga yang kurang mampu. Kehidupan dan aktifitas dilakukan seorang diri juga. 
"Mudah mudahan ini dapat membantu dan bermanfaat untuk ibu Tarmuji yang nantinya dapat menempati rumah sehat yang layak huni," katanya.
Pemilik rumah Ibu Tarmuji mengatakan merasa sangat tertolong dengan bantuan dari PMI Batang dan swadaya masyarakat membongkar rumahnya yang masih berupa kayu dan dalam kondisi sudah seharusnya diperbaiki. Tetapi dirinya secara pribadi karens tidak mampu.
''Saya tidak mengira akan mendapat bantuan, karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masih sulit pak. Saya ucapkan terimakasih atas bantuan dari PMI Batang dan swadaya masyarakat Desa Wonokerso ini dan kegiatan tersebut sangat membantu sekali bagi kami,” jelasnya.
Camat Kandeman Supardi, mengatakan program bedah Rumah ini wujud kepedulian Muspika Kecamatan kandeman beserta PMI Kab Batang yang ditujukan kepada warga kurang mampu agar dapat hidup layak sejajar dengan warga lainya.
" Minimal dapat menempati rumah yang layak huni serta sehat, kedepannya warga Desa Wonokerso ini harus lebih baik dan dapat hidup sejahtera nantinya," kata Supardi.
Kepala Desa Wonokerso Rasudi mengapresiasi petugas keamanan yang turut serta membantu bergotong royong.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Koramil dan Polsek Tulis serta PMI dalam acara bedah rumah pagi ini. Jelas hal ini sangat membantu warganya,” ucapnya.
Terpisah Kapolsek Tulis Polres Batang AKP I Wayan Sono, mengatakan kami turunkan personel untuk turut bergotong royong meringankan pekerjaan berat selain itu sebagai bentuk empati.
"Kita tanamkan kepedulian pada anggota dengan lingkungan sekitar, untuk mewujudkan kedekatan polri dengan masyarakat,'' kata Kapolsek.

Pemkab Batang Menggelar Sosialisasi Pemindahan Pedagang Pasar Batang Sementara Ke Pasar Baru

November 21, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) mengelar sosialisasi pemindahan pedagang Pasar Batang Sementara (PBS) di Jalan Dr Wahidin ke Pasar yang baru di Jalan Jenderal Sudirman.
Kabupaten Batang 
Pemkab Batang melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) mengelar sosialisasi pemindahan pedagang Pasar Batang Sementara (PBS) di Jalan Dr Wahidin ke Pasar yang baru di Jalan Jenderal Sudirman. Sosialisasi tersebut berlangsung di Gedung Pramuka, Senin (14/11/17).

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, sosialisasi pedagang pasar di laksanakan selama lima hari, dan untuk hari pertama ini dikhususkan untuk pedagang pakaian atau konveksi yang nantinya akan menempati kios – kios yang berada di bawah.
''Sosialisasi ini agar pedagang bisa menempati kios – kios secara tertib dan tidak ada permasalahan baik sesama pedagang ataupun dengan pemerintah terkait penempatanya,'' kata Wakil Bupati.

Pasar baru akan segera di tempati oleh pedagang yang rencana pindahnya akhir bulan Desember, untuk tahapan sosialisasi sangat penting, karena pedagang juga harus tahu bahwa kios ini di berikan secara gratis, atau tidak bayar, hanya saja ada hak dan kewajiban pedagang dalam ikut merawat dan pungutan retribusi. 
''Ini diberikan secara gratis alias tidak membayar, namun tetap dipungut retribusi yang merupakan bagian dari hak dan kewajiban pedagang dan sosialisasi ini juga akan menjelaskan undian kios yang akan di laksanakan 4 Desember, dan pedagang pasar mulai pindah akhir desember,'' terang Suyono.
Ia juga menjelaskan bahwa pemindahan pedagang pasar, pemerintah daerah akan memfasilitasi pemindahan dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan pedagang pasar, dan akan ada rangkaian acara selamatan pemindahan dengan pengajian umum.
''Karena pasar sudah di resmikan oleh Bupati Lama sehingga pemindahan pasar hanya selamatan saja dengan menggelar pengajian umum,'' jelas Suyono.
Wabup juga berharap dengan pasar yang semi modern ini agar semua pedagang sadar untuk menjaga kebersihan dan membayar retribusi peraturan yang ada dan selalu mengindahkan dan menaati Perda, hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian Kabupaten Batang.
''Pasar di bangun murni oleh Pemda dari hasil pajak masyarakat Kabupaten Batang melalui APBD dengan total biaya Rp. 86 milyar, untuk itu kami harap ada ketaan pembayaran retribusi dan ada peningkatan yang saat ini realisasi pendapatan 95%, harus ada kesadaran pedagang,'' tutur Wakil Bupati Batang.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kabupaten Batang mengatakan, sosialisasi pemindahan pasar akan dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan mengundang pedagang secara bergiliran, sosialisasi tersebut akan dimulai hari Senin, 20 November dan akan berakhir pada hari Jum'at 24 November 2017.
''Hari pertama akan kita undang pedagang yang menempati kios dan pakaian yang menempati kios di bawah," terang Isnanto.
Isnanto menegaskan, pedagang Pasar yang akan diundang untuk mengikuti sosialisasi hanya yang telah terdaftar dan terverifikasi di database Disperindagkop. Dan untuk hari ini kita mengundang 456 pedagang kusus untuk pedagang pakaian dan pemilik kios yang berada di lantai bawah.
''Secara teknis tempat- tempat atau kios sudah dikondisikan sebelumnya, jadi kita lebih pada substansi hak dan kewajiban sebagai pedagang bagaimana kebersihanya, retribusinya,'' kata Isnanto.
Sejumlah personel Polsek Batang Kota Polres Batang mengamankan jalannya kegiatan tersebut.