Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Nikmat Ramadhan

March 24, 2015 Add Comment
Puing Cita : Istighfaroh
(Relawan Pekalongan)

Oh Ramadhan
Menjelang kedatanganmu
Hati merasa gembira ria
30 hari akhirnya sampai juga
Oh Ramadhan...



Kau selalu membekas di hati
Ceritamu tiada hentinya
Lantunan suara fasih dan merdu
Menghiasi dan meramaikan suasana
Memberi ketenangan dalam jiwa
Menunjukan keikhalasan hati
Menerima keberkahanmu
Oh Ramadhan...
Kau menyinari hatiku
Akan ridho Tuhan Yang Maha Esa
Ku tahu kau tak tersenyum akan kesedihan
Dan gundah gulana ku
Rindu yang begitu menggebu
Hingga tanpa aku sadari
Mata ini menetehkan air


Ku iringi langkahku sampai akhir
Sungguh berat terasa
Ku menyadari semua
Semoga ku bisa menggapaimu
Kembali di pertemuan yang akan datang

Pada 21 Maret 2015 13.34, faroh istighfar

Izinkan Daku Pergi

March 10, 2015 Add Comment
Faroh (kabid PAO HMI cabang Pekalongan) 
Izinkan Daku Pergi
Izinkan Daku Pergi
Izinkan Daku Pergi

kau....kau....kau
kau hadir dalam mimpi
kau tinggalkan pesan
terkadang ku tak bisa paham
tapi tak mengapa
ku selalu dibuat penasaran
akan kedatanganmu
setiap kau datang
ada saja kejadian yang aneh
bagaikan hidup dalam dunia mimpi
ku berusaha tegar dan kuat
sempat terlintas dalam benakku tuk putus asa
namun dia berusaha menenangkanku
kenapa kau hadir dalam mimpiku
kau bawa juga 
dia hadir dalam mimpiku
ku akan ingat selalu pesanmu
ku tak percaya
ku tak tega
ku jadi bingung
ku jadi bertanya-tanya
mengapa, bagaimana dan apa
akankah smua ini terjadi
izinkan daku pergi sebentar menjenguknya rasanya dunia ini sempit
tak mudah hadapi semua ini
diluar perkiraan yang akhirnya
perlu buat langkah jitu secara spontan
tak mengapa kau tinggalkan daku sebentar tapi akankah kita bisa bersama
hingga tutup usia.....
perlu buat langkah jitu secara spontan
tak mengapa kau tinggalkan daku sebentar tapi akankah kita bisa bersama
hingga tutup usia.....
ya Allah ya Tuhanku....
berikanlah kami petunjuk
dan jadikanlah kami termasuk dari golongan orang yang bertaqwa...
Puskomas pekalongan, 13 jumadil akhir 1536 H

Kumpulan Puisi Karya Faroh Istighfar (Kabid PAO HMI cabang Pekalongan)

March 06, 2015 Add Comment

Guruku 
oh guruku..... 
begitu besar jasamu
kau yang mengajari kami
hingga bisa membaca dan menulis....
kau adalah guru 
yang hebat buat kami 

karena kau telah mengajari kami
dengan tulus....
oh guruku......
jasa-jasamu tak kan

pernahku lupakan 
dan kasih sayangmu....
akan selalu ku ingat,,,
guruku seperti pahlawanku

mengajari dengan tulus...
demi meraih cita-cita....
guru adalah orang yang hebat
dan kami adalah murid yang cerdas 

jangan lupakan kami....
kami sedih,,,,ditinggal guru
kangen terasasaat berpisah
denganmu....

Kajen, 17 maret 2014

Etalase 
Hujan malam ini 
seolah menari kecil
di gorden rumah kami
oplet-oplet

diatas rebung kota
membanjiri siluet
dan lampu-lampu
lalu lintas 

menari-nari kecil 
disini 
air mata kami
canda tawa dan pengembaraan

seolah menjadi etalase
menyuburkan kerinduan
menyuburkan imajinasi
hujan malam ini memaksaku berhenti 

semarang, 09-11-2014

Pesona Malam Sunyi

January 22, 2015 Add Comment

Oleh : Faroh

Bayang-bayangmu mulai merasuki kalbu

ku bersemedi di meja tugas

menikmati panasnya kursi goyang

menjamahi auramu yang penuh hasrat

ku terbuai dalam anggan indahmu

tak ku sangka ku rapuh

derasnya gerimis basahi kaca

sinarmu pancarkan cinta

tisue tak sanggup menyerap derai air mata

kau hempaskan kemarahanmu

kecemburuanmu bahkan kebencianmu

pada seutas tali yang rapuh

akankah benang-benang yang telah usang

mampu memberikan arti



ku terbayang akan mimpi masa lampau

ku pasti mampu jalani

walaupun rintangan yang kau buat

telah hancurkan pikiranku

sungguh tragis

menggetarkan jiwa

membakar semuanya



ya Allah terimakasih

ku ucapkan

Kau telah setia

menemaniku jalani hidup



Jakarta, 19 November 2014

Diri Nan Nisbi

December 25, 2014 Add Comment

... haluan pun telah memecah arus gelombang muara,

gelimbung biduk seirama angan menerawang menari di awang-awang.

Terkekeh nelayan di sela mabuknya...

Bukan bercawan-cawan anggur, kecuali realita nan menampik nalar.

Bukan berbutir-butir senyawa penenang, melainkan polah-tingkah nan menepis 

kelayakan.

Kebersahajaan terkapar teronggok di kerasnya bebatuan,

menatap pamrih terembus angin kian berbangga di tengah sorai penggembira.

Kelaziman berbuah kernyit - cibiran, 

kelicikan didewakan layaknya kelebihan kecerdasan.

Limbung - gontai tersamar bersama arak-arak kabut,

Terseok-seok langkah kian mendikte kerendah-dirian.

Akankah sedesir butiran debu yang beterbangan membisikkan,

bahwa jejak hampir tak bertapak…

Akankah ranting berikut dedaunan kering bertutur lirih di deraknya,

bahwa lintasan kaki nyaris tak menjamah…

~Arry Anand~

Hiruk Puruk Loji Ku

November 19, 2014 Add Comment
HIRUK PURUK LOJI KU
Sungai Loji

…Tertunduk suntuk di galau bisu,

Terbujur sungkur di halau hulu.

Hasrat angin sepoi mendera mengeja semilir,

Tiada sesibak ceria pun tersimak menggapai penghujung hilir.

Hitam legam laksana naga puspa kresna menggeliat merayapi 

Tiap liku,

Melipur birunya langit nan tak mampu lagi bercermin di tiap 

Kilau permukaan.

Hijau dedaunan meluntur meranggas,

Kecipak Sapu-sapu tertelan senandung senyap keheningan.

Teronggok pun terhanyut sampah menggelar mozaik menuai 

Kecap sumbang burung hantu.

Gelontor  demi gelontor limbah tak berbatas tak berujung 

Akhir…

Adakah segantang perduli secawan himbau-hirau menepis 

ketepurukan ini…

~Arry Anand~

Perjuanganmu

November 13, 2014 Add Comment


Dikala negeri ini lumpuh
Kau tetap berdiri
Menjaga rumah ini
Bergerak tak kenal lelah

Melawan para penjajah
Tinta merah tanda perjuangan
Terukir ditubuhmu
Bahkan kau rela

Nafas tak lagi ada
Untuk rumah ini tetap nafas
Untuk rumah ini tetap  bernyawa
Tetap berdiri gagah
Untukmu negeriku
                              Khaerul umam

Sakit

November 11, 2014 Add Comment

Ku memang tak tahu …
Tapi mengapa kau tak tahu perasaan ini
Dalam hatiku selalu menangis
Saat kau bersamanya …
Bercanda , tertawa bersama ..
Tanpa kau tahu perasaan hatiku
Yang kau tahu hanya dia
Yang kau tahu hanya tatapan mata dia

Tanpa sedikit pun memandang  wajahku….
Tanpa sedikit pun tau perasaan ini
Yang selalu menangisi dirimu dengan dirinya….
Aku pun hanya bisa memendam rasa marah ini

Seakan akan aku tak berdaya dengannya…
Dan seakan akan aku pasrah dengannya ….
Walau ku tahu hati ini takan rela bila kau dengannya

Aku pun hanya bisa membiarkan kau dengannya……
Rasanya sedih dan sakitnya tuh disini….

Heri Saregar 
 

Perjalanan Mereka

November 07, 2014 1 Comment
Masa itu datang sebelum waktunya 
Mereka turun dijalan demi satu harapan
Menyambung hidup dengan kasih orang lain
Untukmu kehidupan

Kaki berjalan terus 
Tanpa berpikir lelah
Mereka berjalan terus
Kerongkongan yang kering kerontang

Tubuh penuh air
Menahan terik sang surya
Demi satu harapan
Dengan kasih orang lain

Syair-syair terus terlantunkan
Berharap keping lembar terkumpul
Harapan mereka rangkul
Menuju masa depan luas
Mereka berjalan untukmu kehidupan 

Khaerul Umam
(sastra Unikal)


Pemuja Rahasia

October 30, 2014 Add Comment

Dulu dan sekarang sama

Orangnya sama perasaannya juga sama

Entah apa yang harus aku lakukan

Sudah berbagai cara aku lakukan

Setiap Sholat ku berdoa

Setiap detik selalu memperhatikan

Setiap menit selalu membayangkan

Oh Tuhan...

Inikah nasibku

Inikah takdirku

Yang selalu memuja hanya sia-sia

Ayah

October 23, 2014 Add Comment

Puisi 

Kau mengais rejeki dengan susah payah

Membawa batu dari tempat satu ketempat yang lain

Menata batu hingga menjadi sebuah bangunan

Bangunan kokoh nan kuat

Berdiri tegak dengan gagah

Tak sedikitpun goyah

Seperti kau Ayah

Perjuanganmu sungguh luar biasa

Berangkat jalan kaki

Pulang Jalan kaki

Panas kepanasan

Hujan kehujanan

Kau pantang menyerah

Kau adalah sosok yang luar biasa

Tidak ada yang bisa menandingi kau

Semua itu kau lakukan demi keluarga tercinta

Ijinkan anakmu memanggilmu ayah

oleh Mustofa (Sastra Unikal)

Keragaman

October 16, 2014 Add Comment
Puisi

Pagi yang indah, Pagi yang luar biasa

Awan-awan memandang dengan mata telanjang

Angin-angin menari sepanjang ha

Tanah-tanah memandang dengan mata telanjang

Air mengalir sepanjang hari

Gunung-gunung berdiri dengan gagah berani

Lautan nan luas

Sawah-sawah nan hijau

Tumbuhan tumbuh dimana-mana

Oh Tuhan...

Ini sebagian kecil dari kuasamu

Kuasa yang tidak apa-apanya dibanding pejabat wakil rakyat

Korupsi, korupsi korupsi dan korupsi dfi Indonesia

Oh Tuhan...

Akan sampai kapan seperti ini

Apakah tidak ada wakil rakyat yang benar-benar wakil rakyat

Kuasamu dibalas dengan keterbalikan

Rakyat hidup terlunta-lunta

Mengais rejeki dengan susah payah

Keringat bercucuran

Demi setiap nasi pengganjal perut



oleh Mustofa (Sastra Unikal)