Showing posts with label Pekalongan. Show all posts
Showing posts with label Pekalongan. Show all posts

Akreditasi Prodi IAIN Pekalongan

November 27, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Visitasi reakreditasi program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Pekalongan
Pekalongan
Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Selain Itu Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Secara normativ landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan pada bulan November ini dari tanggal 4 sampai 24 November mempunyai hajat besar, yaitu akreditasi. Sebanyak 9 program studi divisitasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan TInggi (BAN-PT), kesembilan prodi tersebut adalah S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Pendidikan Bahasa Arab, S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini, S1 Hukum Ekonomi Syariah, S1 Ilmu Hadits, S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, S2 Pendidikan Agama Islam, S2 Hukum Keluarga.


Rektor IAIN Pekalongan Dr. H. Ade Dedi Rohayana, M.Ag mengatakan,
"Perolehan akreditasi nantinya menjadi bukti bahwa IAIN Pekalongan telah secara konsisten menjalankan kebijakan pemerintah termasuk memberikan pendidikan berkualitas, menjalankan tata kelola kelembagaan, riset dan pembelajaran sesuai dengan standar yang berlaku di pemerintah," ujarnya. 
Sehingga ia mematok nilai akreditasi harus maksimal, yang sudah dapat nilai A harus dipertahankan, yang nilainya B harus bisa naik A, sedangkan yang C sebisa mungkin dengan usaha maksimal naik menjadi B. 

Senada dengan Rektor IAIN, Wakil Rektor I Dr. H. Muhlisin, M.Ag menyampaikan bahwa,
"Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar," tambahnya.
Perguruan tinggi sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (kemenristekdikti) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa yang datang. IAIN Pekalongan memiliki Visi Menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terkemuka dan kompetitif di tingkat nasional dalam pengembangan ILmu Pengetahuan dan Teknologi berwawasan keindonesiaan pada tahun 2036. 

Harapannya, dengan akreditasi ini merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi di atas.

Meriah, Perpisahan dan Pelepasan Siswa Kelas XII SMAN 2 Pekalongan

May 11, 2017 Add Comment
Menyambut kelulusan peserta didik kelas XII tahun pelajaran 2016/2017, SMAN 2 Pekalongan  mengadakan perpisahan yang bertemakan  “Day To Remember”. Kegiatan berlangsung meriah pada Rabu 10 Mei 2017 di Gedung Olahraga SMA 2 Pekalongan.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Komite SMA 2 Joko Setiawan, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd  dan  perwakilan guru SMA 2 Pekalongan, dan Wali Murid.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah Sman 2 Pekalongan Budi Hartati mengucapkan dalam rangka wisuda sekaligus perpisahan SMA 2 Pekalongan ini, selamat kepada kelas XII yang sudah selesai menempuh pelajaran baik suka dan duka anak-anak sudah melalui UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan dinyatakan lulus.
"Perjuangan anak-anak belum sampai disini, ini adalah awal perjuangan kalian untuk sukses kedepan, kami mohon kepada bapak dan Ibu sekalian agar doakan putra dan putrinya agar diterima di perguruan tinggi yang diinginkan," Ucap Kepala Sekolah SMA 2 Pekalongan Budi Hartati.

Dalam tahun ini SMA N 2 Pekalongan  meluluskan 253 siswa, sebanyak 19 sudah diterima SMPTN 12 siswa diterima di D3 UNDIP 5 siswa Tahap I tes STAN 

Baca Juga
Menurut salah satu perwakilan wali murid kelas XII Slamet SMAN 2 mendorong agar SMA 2 menjadi kebanggaan SMA di pekalongan.
"Tolong diperhatikan bimbingan wali murid atau guru pengajar jangan sekali-kali membantah karena nantinya keberhasilan sesoarang itu karena dorongan dari orang tua dan guru yang telah membimbing kita," ungkapnya.
Acara diawali dengan pembukaan tari Tari Gambyong penampilan dari siswi SMA N 2 Pekalongan kelas XI, Kepala Sekolah Budi Hartati M.Pd menambahkan tahun ini penerimaan mahasiswa diberi jatah 30% seluruh indonesia ada penurunan 20% dibandingkan tahun lalu sebesar 50%.
"Saya berpesan kepada anak-anak didik saya agar jangan pernah lupakan  almamater ini, Bapak Ibu Guru yang telah mengembleng kalian selama 3 tahun mulai dari kondisi yang sering banjir Alhamdulillah SMA 2 sudah tidak banjir lagi   " Pungkasnya.
Perlu diinformasilkan kepada masyarakat bahwa SMA 2 pekalongan sudah tidak tekena banjir lagi, jadi tidak ada alasan siswa tidak masuk sekolah karena rob.

Bank Sampah Berkah, RW 9 Panjang Wetan Meningkatkan Taraf Kehidupan Keluarga.

May 09, 2017 Add Comment
Pekalongan News
Joko Setiawan ketua RW 09 Panjang Wetan, mengajak warganya untuk menciptakan lingkungan bersih sehat, namun juga bisa menambah penghasilan, Untuk meyakinkan warga, dia pun mendirikan bank sampah berkah
Pekalongan
Joko Setiawan ketua RW 09 Panjang Wetan, mengajak warganya untuk menciptakan lingkungan bersih sehat, namun juga bisa menambah penghasilan, Untuk meyakinkan warga, dia pun mendirikan bank sampah berkah.

Warga yang  tadinya tidak menghiraukan sampah, kini sudah mengerti berkat adanya bank sampah berkah yang ada dilingkungan RW.09, Joko terus meyakinkan masyarakat lainnya untuk menyatakan, bahwa lewat Bank Sampah Berkah, warga tak hanya mendapatkan tambahan uang, tapi juga dapat meningkatkan taraf kehidupan keluarga.
“Saya mengajak warga untuk mengumpulkan sampah  , tidak lagi dibuang namun dikumpulkan menggunakan plastik nanti setiap dua minggu sekali di bawa ke bank berkah diserahkan kepada panitia bank sampah yg diketuai oleh sumarna, ujarnya.
Sumarna panitia bank sampah  memaparkan sampah-sampah apa saja yang bisa masuk ke bank sampah. Sumarna menjelaskan ada lima jenis sampah yang bisa diolah.
"Yang pertama, sampah organik. Itu sisa makanan, nasi basi, sisa sayuran, Selain sampah organik, bank sampah juga menerima sampah plastik,botol minum,kertas, Kardus, besi dan lain-lain. " ujar Sumarna.
Selain itu, Joko juga mengedukasi warga untuk tak membakar sampah plastik, Sampah sampah jenis ini selain merusak lingkungan, juga tak mudah hancur di dalam tanah.

Arif Satria Siap Bantu Bupati Pekalongan Angkat Potensi Daerah Asal Siap Lakukan Ini

July 04, 2016 4 Comments

Arif Satria Siap Bantu Bupati Pekalongan Angkat Potensi Daerah Asal Siap Lakukan Ini
Disaksikan Arif Satria, Bupati Pekalongan Aship Kholbihi memaparkan konsep pembangunan maritim di kawasan pesisir terutama wonokerto, Kabupaten  Pekalomgan
Pekalongan
Untuk memajukan Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang memiliki daya saing dan menjadi tujuan kunjungan orang, diperlukan tidak saja infrastruktur yang baik namun juga sarana yang menjadi daya tarik orang untuk datang ke Kabupaten Pekalongan. Penasehat Menteri KKP Arif Satria mengatakan hal tersebut saat menanggapi keseriusan Bupati Pekalongan Aship Kholbihi untuk membenahi kawasan pesisir dengan pembangunan berorientasi maritim.

Menurut Arif Satria, Pemerintah Pusat akan mensupport dan akan membantu sepenuhnya bila pemerintah daerah serius mendukung program Pemerintah Pusat.
"Dengan potensi yang melimpah seperti laut dan Pelabuhan terutama ABK dan nahkoda serta sejarah panjang Wonokerto di masalalu tentu Kabupaten Pekalongan bisa menjadi maju," ucap Arif Satria di Wonokerto, Minggu (3/7/16).
Seperti contoh di Cirebon, dengan transportasi yang mudah, hanya 3 jam dari Jakarta. Kota Cirebon sukses menarik minat orang-orang Jakarta untuk datang dan belanja batik di sana.
"Pagi berangkat ke Cirebon lalu belanja. Sorenya langsung pulang lagi ke Jakarta. Dan sekarang sudah menjadi trend," ujar Arif.
Kabupaten Pekalongan harus melakukan hal yang sama. Benahi infrastruktur jalan. Buat sarana dan sarana untuk mempercepat akses.
"Bila perlu bangun Bandara. Cukup dengan panjang runaway 1 kilometer dengan anggaran 10 miliar. Itu tentu akan menjadi daya tarik tersendiri. Orang-orang akan banyak datang ke Kabupaten Pekalongan dan pasti akan memilih pesawat karena sekarang faktanya banyak jalan macet," tutur Arif.
Sementara itu Bupati Pekalongan Aship Kholbihi mengatakan, pihaknya sangat serius melakukan perubahan dengan fokus pembangunan maritim di kawasan pesisir.
"Dengan panjang pantai kita mencapai 10,5 kliometer sudah ada tata ruang yang mengatur kebutuhan tersebut. Kita akan buat kawasan industri perikanan dan sudah ada investornya. Kita akan akomodasi industri kapal. Secara keseluruhan akan kita bangun potensinya termasuk sumber dayanya," ungkap Aship.
Menurut Aship, sejak lama Pekalongan dikenal sebagai kawasan yang sudah menjalin hubungan dengan china sejak abad ke 7 di masa dinasti Tan.
"Untuk itu kita akan gunakan pendekatan kultur budaya setempat. Kedepan kedaulatan maritim akan saya mulai dari Wonokerto," tegas Aship.

Serius Bangkitkan Potensi Maritim, Bupati Pekalongan Fokus Lakukan Ini

July 04, 2016 Add Comment
Serius Bangkitkan Potensi Maritim, Bupati Pekalongan Fokus Lakukan Ini
Bupati Pekalongan menarik kapal peralon disaksikan Penasehat Menteri KKP di Pelabuhan Wonokerto
Pekalongan
Serius akan membenahi kawasan pesisir dan Pelabuhan Wonokerto, Bupati Pekalongan Aship Kholbihi berencana akan menghidupkan kembali kelompok nelayan dan koperasi nelayan di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
"Tahap awal kami akan beli kapal peralon untuk kelompok nelayan, namun dengan ukuran lebih kecil, sekitar 5 sampai 7 gross ton," ungkap Aship Kholbihi, Minggu (3/7/16) saat dialog dengan perwakilan nelayan di TPI Wonokerto.
Menurut Aship, di Kabupaten Pekalongan terdapat 12 ribu nelayan dan pihaknya berjanji akan membenahi dan siap melakukan perubahan penggantian alat tangkap jaring arat yang selama ini dipakai oleh nelayan setempat.
"Karena nanti Bulan januari 2017 sudah tidak ada lagi nelayan yang menggunakan alat tangkap cantarang maupun arat yang dilarang pemerintah. Maka kami akan bantu nelayan untuk menggunakan kapal peralon namun dengan ukuran lebih kecil," janjinya.
Tidak itu saja, lanjut Aship, kedepan kalau memungkinkan kita akan tingkatkan Pelabuhan Wonokerto menjadi lebih besar lagi mengingat Kabupaten Pekalongan terutama Wonokerto memiliki banyak potensi, diantaranya SDM seperti Jurumudi dan ABK yang melimpah.
"Selama ini Wonokerto dikenal sebagai pemasok ABK dan Jurumudi ke Kota Pekalongan. Ini akan kita berdayakan untuk memajukan potensi daerah agar bisa mensejahterakan," ujarnya.
Selanjutnya kita juga akan tingkatkan potensi wisata air di Kabupaten Pekalongan dengan memanfaatkan kearifan lokal.
"Kita akan pesan kapal peralon dengan desain berbeda untuk kebutuhan wisata air. kita akan buka di Sungai Pencongan sebagai tempat sandar," ungkap Aship.
Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan dan menjadi perhatian pemerintah pusat agar potensi daerah bisa dimunculkan.
"Kan disini sudah ada perwakilan pemerintah pusat, ada pemerintah daerah dan ada investor swastanya. Ini akan kita terus dorong supaya Kabupaten Pekalongan bisa menjadi permulaan kejayaan maritim di Indonesia," tuturnya.

Penasehat Menteri KKP Dan Bupati Pekalongan Uji Ketangguhan Kapal Peralon Arungi Laut Jawa

July 04, 2016 Add Comment
Penasehat Menteri Dan Bupati Pekalongan Uji Ketangguhan Kapal Peralon Arungi Laut Jawa
Penasehat Menteri KKP, Bupati Pekalongan, Dirut PT Barokah Marine Pekalongan dan rombongan sukses melakukan uji coba kapal peralon  Baruna Fishtama mengarungi laut jawa sejauh 10 mile 
Kota Pekalongan
PT Barokah Marine Pekalongan sukses melakukan ship trial kapal peralon 'Baruna Fisthtama'. Tak tanggung-tanggung dalam uji coba kapal tersebut, ikut pula sebagai penumpang, Penasehat Kementrian Kelautan dan Perikanan, Arif Satria, Bupati Pekalongan, Aship Kholbihi yang didampingi Asisten I dan Kepala Dinas Kelauatan Perikananan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pekalongan serta Dirut PT Barokah Marine Pekalongan, Agus Triharsito.

Selain melakukan uji coba ketangguhan kapal peralon pertama di Indonesia mengarungi perairan laut Jawa, Menurut Dirut PT Barokah Marine, Agus Triharsito kapal peralon yang ditumpangi oleh Bupati Pekalongan dan rombongan juga dipergunakan untuk memantau potensi ekonomi kawasan pesisir utara Kabupaten Pekalongan dengan menyisir perairan pantai setempat serta melakukan kunjungan ke Pelabuhan Pelelangan Ikan Wonokerto sekaligus bertemu dan berdialog dengan  nelayan.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan melek maritim karena di situ ada Penasehat Menteri KKP yang meresperentasikan sebagai perwakilan pemerintah pusat, terus ada Bupati Pekalongan sebagai kepala daerah dan ada swasta yang secara bersama mendukung serta mendorong adanya perubahan dengan menjadikan laut sebagai program unggulan untuk kesejahteraan masyarakat dan kejayaan maritim Indonesia," papar Agus diatas kapal peralon, Minggu (3/7/16).
Lebih jauh lagi Agus mengatakan, uji coba kapal peralon menempuh jarak 10 mil laut menuju pelabuhan Wonokerto sebagai jawaban kepada beberapa pihak yang masih meragukan kemampuan ketangguhan kapal peralon.
"Kita buktikan dengan mengajak Penasehat Menteri Susi dan Bupati Pekalongan bahwa kapal ini benar-benar siap menjadi solusi program pemerintah pusat mensejahterakan nelayan tradisional Indonesia," ucapnya.
Bupati Pekalongan, Aship Kholbihi tanpa sungkan memuji kelebihan dan keunggulan kapal peralon, menurut pengakuanya pengalaman pertama naik kapal peralon tidak seperti yang ia bayangkan.
"Ini kalau di darat serasa naik mercy, nyaman tanpa goyangan. Biasanya kalau saya naik kapal akan terasa goyang bila terhempas ombak. Tapi kapal peralon ini tenang tak terpengaruh ombak," puji Bupati.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Arif Satria, sejauh perjalanan yang ditempuh kapal peralon dari galangan kapal menuju pelabuhan Wonokerto nyaris tiada kendala.
"Tenang dan nyaman. Tidak seperti naik kapal pada umumnya. Saya sangat menikmati perjalanan ini," ujarnya.
Bahkan menurut kesaksian seorang wartawan dari media cetak terbesar di Jateng yang mengikuti uji coba kapal peralon mengatakan, Sejak awal sebenarnya ia ragu ikut naik kapal karena takut mabuk laut. 
"Tapi setelah naik dan berjalan sejauh ini kok tidak mabuk laut berarti kapal ini memang benar-benar nyaman," akunya.

Geram Tak Juga Mendapatkan Perhatian Pemerintah Kota, Warga Nekat Tanam Pohon Disepanjang Jalan

May 12, 2016 2 Comments
Geram Tak Juga Mendapatkan Perhatian Pemerintah Kota, Warga Nekat Tanam Pohon Disepanjang Jalan
Seorang warga hendak mengantarkan anaknya ke sekolah melintas di jalan yang rusak usai aksi tanam pohon oleh warga

Pekalongan
Jengkel akibat tak pernah mendapat perhatian, puluhan warga menanami jalan penghubung perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan sepanjang 100 meter dengan pohon pisang dan pohon jati. Tidak itu saja, aksi juga dilakukan oleh pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut.

Menurut warga setempat, sudah 2 tahun terakhir kondisi jalan perbatasan tersebut dibiarkan tergenang dan rusak parah oleh Pemerintah kota Pekalongan.

"Jalan yang rusak dan tergenang ini masuk wilayah Kota, tapi pemkot Pekalongan tutup mata. Akibatnya banyak orang celaka saat melewati jalan ini. Apalagi yang belum pernah melintas, pasti akan terperosok. Tidak tahu kalau jalan yang tergenag tersebut banyak terdapat lubang yang dalam," ucap Mak Combro (68 th), pemilik warung nasi dipinggir jalan rusak tersebut.
Dari pantau di lokasi memang tampak genangan air hampir merata di sepanjang jalan. Lubang dan kerusakan tertutup air yang tak bisa mengalir karena memang lokasi lainya lebih tinggi. Bahkan dua saluran air yang ada di kedua sisi jalan posisinya jauh lebih tinggi daripada jalan. Akibatnya setiap turun hujan maupun limpahan dua saluran tersebut akan lari kejalan yang lebih rendah.

Disebutkan Mak Combro, kedalaman air yang menggenangi ruas jalan tersebut antara 30 cm sampai 40 cm. Dan warga sekitar sudah sering memperingatkan orang lewat supaya hati-hati agar tidak terperosok karena banyak lubang yang tidak terlihat karena tertutup air.
"Sudah banyak yang jadi korban, beberapa waktu lalu, becak yang memuat barang kulakan di pasar terbalik. Penumpang dan tukang becaknya terbanting masuk air," ungkap Mak Combro yang mengaku sering melihat musibah tersebut.
Belum lagi pemotor dan anak sekolah yang lewat lanjut Mak Combro, sering juga terperosok. Biasanya kalau orang dewasa hanya bisa mengumpat kesal.
"Saya itu hanya bisa berharap, mbok Pemerintah itu turun tangan dan cepat diatasi. Meski warga sudah memberikan tanda diarea lubang yang dalam, tapi masih saja terjadi musibah orang terperosok," tuturnya.
Di tempat yang sama, Tohir (55 th) tukang becak yang biasa mangkal diderah setempat mengatakan, jalan ini rusak karena selalu tergenang air. Apalagi di sebelah barat masuk wilayah kabupaten sudah 2 tahun ditinggikan akibatnya jalan di sisi timur yang masuk wilayah Kota jauh lebih rendah.
"Airpun leluasa menggenangi jalan wilayah Kota. Dahulu sebelum adanya peninggian jalan di sebelah barat, jalan ini termasuk tinggi dan bagus, tapi sekerang rusak dan sering mencelakakan orang lewat," jelasnya.
Tohir berharap, pemerintah Kota pekalongan cepat mengatasi masalah ini. Agar akses jalan penghubung menjadi lancar dan aman.

Didapat dari keterangan warga, aksi penanaman pohon di sepanjang jalan penghubung di motori oleh dua Kepala Desa, yakni Kades Jeruksari, Kuswanto dan Kades Mulyorejo Barok.

Bersama warga yang geram, Selasa (9/5/16) lalu nekat menanami jalan dengan pohon pisang dan pohon jati. Aksi dilakukan sejak pukul 08.30 sampai jam 09.30.

Di Kabupaten Pekalongan, 700 Buruh Di PHK

November 13, 2015 10 Comments
 Di Kabupaten Pekalongan, 700 Buruh Di PHK
Demo SPN yang menuntut perbaikan nasib dan kesejahteraan bagi buruh di Pekalongan beberepa waktu lalu
Kabupaten Pekalongan
Pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh di wilayah Kabupaten Pekalongan masih terjadi akibat dari belum membaiknya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika sejak bulan lalu.
"Ada sekitar 700 rekan buruh yang menjadi anggota kami terkena PHK. Angka itu akan bertambah bila digabungkan dengan rekan buruh diluar SPN," unkap Ketua DPC SPN Kabupaten Pekalongan, Ali Sholeh saat dihubungi lewat telpon kemarin.
Menurut Ali, Industri yang mengurangi produksi karena imbas naiknya bahan baku yang terdampak naiknya Dollar membuat pihak perusahaan melakukan PHK.
"PHK banyak terjadi di industri tekstil hal tersebut marak pasca lebaran kemarin," terang Ali.
Para buruh yang di PHk, banyak yang akhirnya harus mencari mata pencaharian baru dan ada pula yang mengikuti kursus keterampilan.
"Kami ada kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengikutkan rekan kami ke Balai latihan kerja (BLK) sehingga bila lulus nanti bisa mendapatkan pekerjaan baru dan ada yang mandiri," jelas Ali.
Dari sekian buruh yang mengikuti pelatihan di BLK menurut Ali, kebanyakan mengambil keterampilan mengelas. Akan tetapi karena terbatas dan hanya 10 orang untuk tiap gelombang hingga tak banyak yang tertampung di BLK.

Terpisah, Ketua DPC SPN Kota Pekalongan, Jumali mengklaim, anggotanya sudah tidak ada lagi yang dirumahkan.
"Di Kota Pekalongan, sudah tidak ada buruh yng dirumahkan. Yang dirumahkan itu mungkin temen-temen dari serikat buruh yang lain. Lebih dari 1000 buruh dirumahkan, semua bekerja di Pisma putra dan Pismatex," tuturnya.

Kirab Harlah AMRI, Arak 63 Kitab Karya Ulama Syech Achmad Rifa'i

October 28, 2015 3 Comments
Kirab Harlah AMRI, Arak 63 Kitab Karya Ulama Syech Achmad Rifa'i
Para santri Rifa'iyah mengarak kitab-kitab karya ulama syech Achmad Rifa'iyah dalam kirab memperingati Harlah AMRI ke 14 di Pekalongan
Pekalongan
Puncak acara Harlah Angkatan Muda Rifai'iyah (AMRI) Pekalongan dimeriahkan dengan kirab yang diikuti ratusan peserta dari beberapa daerah dan lembaga pendidikan Rifai'yah setempat baik formal maupun informal.

Dalam kegiatan kirab para peserta juga mengarak sebanyak 63 judul kitab berbahasa jawa karya ulama Syaik Achmad Rifa'i yang bawa para santri menyusuri rute Sapugarut Bligo-Sapugarut.

Kegiatan kirab dikawal oleh kepolisian setempat dibantu Barisan AMRI Nusantara (Baranusa) selaku badan semi otonom AMRI dibidang pengamanan.
Salah satu pimpinan daerah AMRI Batang yang berhasil ditemui menyebutkan, 63 kitab yang diarak merupakan karya ulama Achmad Rifa'i yang berisi syariat agama Islam dalam bahasa jawa berbentuk syair yang ditulis menggunakan aksara arab pegon.
"Itu sengaja diarak untuk menunjukan semua karya ulama Achmad Rifa'i kepada masyarakat," ungkap Abdul Basith, Selasa (27/10/15).
Dijelaskan, dalam harlah ke 14 ini sengaja kami sajikan kepada masyarakat berupa 63 judul kitab. Sebenarnya ada lebih. Hanya yang kami bawa dari perpustakaan Rifa’iyah di Jajarwayang hanya 63 saja.
"Tidak hanya kirab, kami pamerkan juga batik khas Rifai'yah dalam berbagai motif. Ada 12 motif yang kami tampilkan berupa batik tulis jenis batik tiga negeri," terangnya.

Pawai Karang Taruna Tunas Sejati Pasirsari buat Semut Raksasa

June 12, 2015 Add Comment
Pawai Karang Taruna Tunas Sejati Pasirsari buat Semut Raksasa
Pawai Karang Taruna 

KOTA PEKALONGAN
Dalam rangka memeriahkan wisuda TPQ Roudlotul Hikmah Kel PasirKratonKramat, Pemuda Karang Taruna Tunas Sejati Turut serta dalam karnaval yang diselenggarakan oleh pihak TPQ.Pada karnaval tersebut pemuda mengikutsertakan Patung Semut Raksasa yang dibuat 1 minggu sebelum hari H.

Acara yang berlangsung Pkl 07:00 WIB (12/6/2015) tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat mulai dari ormas, Lsm, dan organisasi lainnya.

"Ketua Karang Taruna Tunas sejati sekaligus salah satu panitia Ahmat ikwanudin kepada Pekalongan news mengatakan tujuan kami mengikuti event ini adalah untuk menunjukan kepada masyarakat Kota Pekalongan bahwa kami akan selalu mendukung semua event di manapun, kapanpun, dan siapapun penyelenggaranya, asal memiliki hikmah dan nilai - nilai positif bagi Pemuda", ujarnya.


Rute yang ditempuh pada karnaval tersebut mengelilingi kel.ex Pasirsari dan berlangsung dengan lancar.
"Salah satu anggota Karang Taruna yang Kami temui Rendy al sofyan  berucap jadi saya dan teman - teman prepare untuk acara ini sudah 2 minggu yang lalu dan mengapa kami membuat "Semut Raksasa" karena sifat semut yang suka bergotong royong dan itu sebagai panutan bagi masyarakat. oh iya ! satu lagi itu menurut saya unik dan creative, ujarnya.
Pawai Karang Taruna Tunas Sejati Pasirsari buat Semut Raksasa
peserta masyarakat umum
Pawai Karang Taruna Tunas Sejati Pasirsari buat Semut Raksasa
Peserta dari pengurus Mushola 
Menurut informasi yang kami dapat nanti malam  diselenggarakan acara pengajian dan ada H.Rhoma Irama.

89 Peserta Ikuti Sunat Massal, Peserta Terkecil Berusia 2 Tahun

June 08, 2015 Add Comment
89 Peserta Ikuti Sunat Massal, Peserta Terkecil Berusia 2 Tahun
salah satu peserta sunat massal tampak harus didampingi orang tuanya
Pekalongan
Sebanyak 89 anak mengikuti sunatan massal yang diselenggarakan oleh Polsek Buaran dalam rangka memperingati hari jadi Bhayangkara, Kegiatan yang di mulai sejak pukul 06.00 pagi melibatkan tim dokter dari Rumah Sakit Djunaid Kota Pekalongan.

Kapolsek Buaran AKP Harsono disela kegiatan sunatan massal tersebut mengata kan, Sunatan massal tersebut merupakan program lama dari Kapolsek sebelumnya,

" Dari separuh jalan, kami lanjutkan biar kegiatan Khitanan Massal 2015 ini   sukses, untuk tahun depan kami belum merencanakan, yang penting nanti kita sudah upaya, apakah agenda tahunan atau bisa juga polsek yang lain, bukan Polsek buaran saja ataukah gantian," jelasnya.

Disampaikan Harsono sunatan massal selain diikuti 89 anak yang secara fisik dan mental siap ada salah satu peserta berusia baru 2 tahun.

" Untuk peserta yang baru berumumur dua tahun ini sudah kita koordinasikan dengantim dokter dan hasilnya tidak ada masalah,apalagi kedua orang tuanya memang menghendaki," ujar Kapolsek.

Harsono menambahkan, 89 anak akan diberikan bingkisan sebagai hiburan untuk membuat anak lebih senang dan tenang.

" Kita tadi berikan satu stel pakaian, sarung, sandal, peci baju koko dan sejumlah uang," tandasnya.

Tiga Pilar Terlibat Aksi Gropyok Tikus Di Sawah

May 31, 2015 Add Comment
Tiga Pilar Terlibat Aksi Gropyok Tikus Di Sawah
menunggu tikus keluar dari lubang, anggota TNI siapkan pentungan

Pekalongan
Lebih dari 100 orang terlibat aksi menggropyok tikus di areal persawahan Kelurahan Bligo, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, kemaren, dibantu Polsek Buaran dan anggota koramil 09/Buaran aksi gropyok tikus secara beramai-ramai mampu mengahsilkan tikus sekarung lebih.

Dengan peralatan seperti pentungan, jaring dan bom asap atau alpostran yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan masyarakat, TNI, Polri dan unsur Muspika memburu tikus hingga kelobang-lobang yang dicurigai menjadi sarang hewan pengerat yang banyak merugikan masyarakat petani diwilayah Buaran.

Berburu tikus sendiri tidak hanya diikuti petani setempat yang tergabung dalam kelompok tani Murni akan tetapi turut memantik penasaran Kapolsek Buaran AKP Harsono, Danramil 09/Buaran Kapten Inf Nur Harjani, Sekcam Buaran Subagio dan Lurah Bligo secara beramai-ramai terlibat aksi gropyok tikus.

Menurut Danramil 09/Buaran Kapten Inf Nur Harjani, kegiatan gropyok tikus selain untuk menghadapi musim tanam ke 2 tahun 2015 juga sebagai bentuk keterlibatan TNI, Polri dan pemerintah yang tergabung dalam tiga pilar turut besinergi dengan masyrakat terutama petani

" Kami (tiga pilar) secara bersama mensikapi kesulitan para petani dalam rang ka persiapan masa tanam dengan bersama turun ke sawah membasmi hama tikus yang sering merugikan petani," ujarnya.

Senada dengan Danramil, Kapolsek Buaran menyampaikan, upaya yang kami lakukan tak lain bentuk sinergitas tiga pilar ditingkat Kecamatan.

" Kami membantu masyarakat petani dalam rangka turut mensukseskan swa sembada pangan di wilayah buaran," ungkapnya.

Libur Akhir Pekan, Polres Razia Pantura

Libur Akhir Pekan, Polres Razia Pantura

May 16, 2015 Add Comment
Kota Pekalongan
Antisipsi hari libur pekan ini jajaran Polres Pekalongan Kota menggelar razia didepan Terminal Bus Kota Peka longan di Jalan Sutomo, Rabu (13/5/15) malam, dengan sasaran mobil angkutan barang, travel maupun mobil pribadi.

Puluhan anggota Polres Kota dari berbagai kesatuan seperti Satlantas, Sabhara, Intelkam dan Satreskrim diterjunkan dalam kegiatan razia tersebut guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, terorisme dan gangguan keamanan masyarakat lainya.

Selain itu menurut Kapolres Pekalongan kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kasat Sabhara AKP Guritno razia juga lakukan guna mencegah beredarnya barang terlarang seperti peledak, senjata tajam, senjata api dan narkoba serta mempersempit gerakan radikalisme.

"Razia ini untuk menjamin terciptanya rasa aman dan nyaman masyarakat, untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Apalagi saat ini menjelang datangnya hari libur, yang tentunya banyak masyarakat yang akan melaksanakan liburan," kata Dia.

Dijelaskan Guritno, razia tersebut juga sebagai penjabaran dari salah satu 11 Program Prioritas Kapolri.

"Kegiatan seperti ini juga untuk mengantisipasi pergerakan kelompok-kelompok radikal ataupun jaringan terorisme yang akan masuk ke Pekalongan, maupun yang melintasi Kota Pekalongan menuju daerah lain," lanjutnya.

Tidak saja surat kelengkapan kendaraan yang dirazia akan tetapi juga muatan atau barang yang dibawa oleh mobil box, pribadi dan travel.

Dafam Akan Bangun 100 Hotel Baru

May 10, 2015 Add Comment
Dafam Akan Bangun 100 Hotel Baru
Direktur Human Resource Hotel Dafam Arcadius Rustianto, paling kiriGeneral Manager baru, Heru purwono bersalaman dengan GM lama David Khoja
Pekalongan
Sampai tahun 2020 Hotel Dafam menargetkan membangun 100 hotel baru, untuk memenuhi target yang ingin dicapai tersebut, manajemen Hotel Dafam merencanakan akan membangun 20 hotel baru pertahun hingga angka yang dipatok bisa tereali sasikan. Pun untuk pemenuhan SDM yang dibutuh kan Pihak menejemen akan mempriori taskan penggunaan SDM di internal Hotel sendiri, baik dari karyawan maupun outsourching. Hal tersebut dikatakan Direktur Human Resources Dafam Hotel, Aracadius Rustianto dalam acara serah terima jabatan General Manager Hotel Marlin yang lama, David Elsanur atau yang lebih dikenal dengan nama David Khoja dengan penggantinya yang baru, Heru Purwono.

" Kami membuka kesempatan berkarir di Hotel Dafam, kami beri karyawan kesempa tan berprestasi untuk mencapai karir yang lebih tinggi lagi," ucap Rustianto di hadapan puluhan karyawan Hotel Marlin kemarin, Sabtu (9/5/15).

Acara sertijab sendiri berjalan dengan suasana keakraban, dalam acara tersebut sempat diputar slide foto-foto GM David Khoja selama meniti karir di Hoel Mar lin yang merupakan hotel dibawah mene jemen Dafam.

Sementara itu David Khoja dalam sambutan perpisahanya mengaku mendapat pelajaran berharga selama dirinya berkarir.

" Saya masuk menejemen Marlin bulan november 2013, sudah banyak yang saya dapatkan disini, termasuk yang membuat saya bangga Hotel Marlin pernah menjadi yang terbaik dan saya ucapkan terima kasih sudah dikasih kesempatan belajar," ujarnya.

Sedang heru Purwono setelah dikukuhkan sebagai General manager yang baru mengungkapakan, salah satu yang menjadi alasan dirinya bergabung di bawah managemen Dafam adalah, karena Hotel Dafam sebagai salah satu hotel yang disegani dalam dunia Hospitality.

" Juga karena Dafam menpunyai kinerja menejemen terbaik, salah satu contohnya hanya dalam tempo 5 tahun mampu tumbuh berkembang menjadi 18 properti, menurut salah satu sumber untuk mencapai hal yang sama membutuhkan waktu kurang lebih 30 tahun," jelasnya.

Diminati Masyarakat, Pelayanan Tiga Pilar Membludak

April 22, 2015 Add Comment
Diminati Masyarakat, Pelayanan Tiga Pilar Membludak
Kapolres ikut mendonorkan darah dalam pelayanan 3 pilar

 Pekalongan
Lagi Polres Pekalongan Kota mengadakan pelayanan terpadu bersama Pemkab Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, dan pihak terkait, Rabu (22/4/15) pagi.

Kali ini, pelayanan terpadu diselenggarakan di wilayah Kecamatan Tirto, ber tempat di halaman Komplek Kantor Kecamatan Tirto, kabupaten pekalongan.

Menurut Kapolres pekalongan Kota Lutfie Sulistiawan, berdasarkan catatannya, pada Pelayanan Terpadu Tiga Pilar di kecamatan Pekalongan Utara, tercatat ada sebanyak 85 orang yang dilanyani. Sedangkan di Kecamatan Pekalongan Timur jumlah meningkat menjadi 447 orang, dan di kecamatan Buaran jumlah warga yang datang mencapai mencapai 974 orang.

Dan terakhir kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Pekalongan Barat yang bertempat di halaman carefour jalan urip sumoharjo, hingga siang hari tercatat sedikitnya 900 orang. Hal ini menunjukan penyelenggaraan layanan terpadu sangat dinanti oleh masyarakat.

" Sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, selalu ada peningkatan jumlah warga yang datang ke pelayanan terpadu tiga pilar, hingga siang hari tercatat sampai 1.646 orang yang datang ke Pelayanan Terpadu Polsek Tirto tersebut." jelasnya.

menurut data yang berhasil dihimpun 32 Orang pelayanan laporan kehilangan, 43 orang sidik jari, 39 orang pelayanan rekomendasi (RCK), 39 orang pelayanan SKCK, 173 Orang pelayanan donor darah, 10 orang pelayanan pemeriksaan kehamilan, 35 orang pelayanan KB, 51 orang pelayanan kesehatan kanker servik/IVA, 649 orang pelayanan kesehatan umum, 356 orang pelayanan KTP, dan 219 orang pelayanan KK.

" kegiatan tersebut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan itu. pelayanan oleh tiga pilar itu bisa terselenggara dengan baik karena sudah ada sistem yang terbentuk dari penyelenggaraan kegiatan yang sama sebelumnya." ucapnya lebih lanjut.

Ia menyatakan, dalam waktu-waktu mendatang, pihaknya akam mengkoor dinasikan dengan pihak terkait supaya pelayanan terpadu seperti itu terus rutin diselenggarakan dalam satu tahun dengan jadwal yang sudah ditentukan sebe lumnya. 
 
“Kemudian pelayananannya juga akan ditambah, misalnya pembuatan e-ktp dan lain sebagainya. Dan yang penting pula bahwa pelayanan terpadu ini ada standarnya supaya lebih baik lagi,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan melalui Kapolsek Tirto AKP Trismianto menyampaikan bahwa sebelum kegiatan digelar, Polres Pekalongan Kota, Polsek Tirto, bekerjasama dengan pihak Pemkab, kecamatan, Koramil Tirto, dan instansi terkait untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut. 
 
“Kegiatan bisa berjalan lancar karena dukungan dan kerjasama banyak pihak,” ujarnya.

Pelabuhan Pekalongan Dangkal, Banyak Kapal Bongkar Ikan Di Pelabuhan Lain.

April 17, 2015 Add Comment
Pelabuhan Pekalongan Dangkal, Banyak Kapal Bongkar Ikan Di Pelabuhan Lain.
kapal tunggu air pasang
Kota Pekalongan
Jumlah kapal yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP) mengalami penurunan, hal tersebut diduga karena terjadi karena terjadi pendangkalan di muara sungai, Banyak kapal yang mengeluhkan kondisi tersebut termasuk kapal yang ingin keluar dari pelabuhan, Di antara mereka ada yang harus rela menunggu kondisi air pasang terlebih dahulu.

Kondisi tersebut diperparah dengan penutupan tanggul disebelah barat muara oleh PPNP yang mengakibatkan sedimentasi menumpuk di area muara sungai.

Menurut Wartiko (51 th) petugas kapal tunda (KT) Cakra yang biasa menarik keluar atau masuk kapal di pelabuhan mengatakan, sebelum ditutup memang sudah terjadi pendangkalan akan tetapi setelah ditutup justru lebih parah.

" dulu menarik satu kapal cukup mudah, sekarang satu kapal harus ditarik dengan 3 kapal baru bisa," ucapnya, Kamis (16/4/15)

Wartiko mengaku lebih memilih menunda atau menolak menarik kalau kondisi masih seperti itu.

" saya gak berani memaksakan untuk menarik, biasanya saya tunggu sampai air pasang tinggi baru saya berani menarik kapal." terangnya,

Kondisi seperti itu menurutnya tidak saja mengurangi pendapatanya juga di keluhkan para pemilik kapal dan kapal-kapal yang ingin masuk untuk bongkar ikan di TPI.

"karena kasihan malah beberapa waktu lalau ada beberapa kapal saya sarankan untuk bongkar di lain tempat karena dangkal dan kalau menunggu air laut pasang jelas mereka akan mengalami kerugian," ungkapnya.

Senada dengan Kasim Sumadi, Kepala UPDT TPI Pekalongan yang mengakui akibat pendangkalan tersebut membuat TPI tidak seramai dulu, kendati demikian menurut pengakuanya masih ada kapal yang bongkar ikan di tempatnya,

" pendangkalan memang mengurangi jumlah kapal masuk dan persoalan ditutupnya tanggul oleh PPNP hannya memperparah keadaan akan tetapi persoalanya memang di pendangkalanya yang harus segera di keruk secara menyeluruh." jelas Kasim ketika ditemui di ruanganya.

Kasim menjelaskan, dalam waktu dekat memang akan ada pengerukan oleh PPNP dan anggaranya mencapai 8,7 milyar.

" akan tetapi tepatnya kapan saya tidak mengetahui dan total area yang akan dikeruk juga saya kurang tahu juga, mungkin bisa ditanyakan langsung ke PPNP." kilahnya.

Sementara itu salah satu rekan media yang mencoba menghubungi PPNP lewat humasnya di jawab sedang istirahat dan di suruh menunggu, namun beberapa lama ditunggu tak juga di hubungi ulang, Akhirnya beberapa media memutuskan pulang.


Operasi Gabungan Sasar Mobil Doubel Kabin

April 15, 2015 Add Comment
Operasi Gabungan Sasar Mobil Doubel Kabin
salah satu pelanggar menjalani sidang di tempat
Kota Pekalongan
Dishubparbud bersama Satlantas Polres Pekalongan Kota, Sub Denpom, Penga dilan Negri dan Kejaksaan Negri Kota Pekalongan kembali menggelar operasi gabungan laik jalan bagi kendaraan umum di wilayah Kota Pekalongan dengan memberlakukan sidang di tempat, Selasa (14/4/15) di Jalan Urip Sumoharjo.

Razia yang melibatkan puluhan personil tersebut mengecek tidak saja kelengkapan surat -surat kendaraan akan tetapi juga mengecek kondisi fisik kendaraan umum termasuk pelanggaran fungsi kendaraan.

Dalam razia tersebut sempat menghentikan dua mobil yang memiliki doubel kabin yang tidak sesuai peruntukanya.

Menurut Henry Rudin, Kasi Dal Ops Dishubparbud Kota Pekalongan, mobil yang memiliki doubel kabin tergolong mobil penumpang yang memiliki kabin untuk membawa barang akan tetapi bukan golongan mobil angkutan barang.


" salah satu mobil dua kabin tersebut terpaksa kita tilang karena kedapatan dengan sengaja membawa muatan barang dan kebetulan setelah kita periksa buku kir keduanya tidak bisa menunjukannya." jelasnya.

Henry rudin menjelaskan, satu mobil kabin ganda dengan pertimbangan tertentu Ia lepaskan karena memang terbukti mobil dalam keadaan baru beli belum keluar STNK nya sehingga pemilik tidak tahu.

" kita lepaskan dengan sebelumnya kami beri peringatan dan secepatnya harus melakukan uji kir." tambahnya.

Razia masih akan terus dilakukan dengan sasaran kelaikan kondisi kendaraan dan dimensi kendaraan, karena menurut Henry Rudin sekaligus memperingati bulan  penegakan hukum dimensi kendaraan bermotor tingkat nasional.

Sementara itu Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Ady Pratikno melalui Kepala Bagian Operasi Lalu-Lintas, Iptu Sugiyanto mengemukakan, razia digelar karena berkaitan dengan rangkaian operasi simpatik candi 2015.

" banyak dari pelanggar kita sidang di tempat dengan membayar denda dilokasi dan bagi pelanggar yang belum bisa bayar denda di lokasi bisa membayar dilain kesempatan atau di staf Pidana Umum Kantor Kejaksaan Negeri Pekalongan dengan dikenakan Verstek." paparnya.

Pelanggar Marka Jalan Akan Langsung Ditindak

March 05, 2015 Add Comment
Pelanggar Marka Jalan Akan Langsung Ditindak
Polisi bagi brosur tematik di sosialisasi bulan tertib lalulintas
Kota Pekalongan
Satlantas Polres Pekalongan Kota akan, menindak tegas pelanggar marka jalan.
Hal tersebut dilakukan dalam sosialisasi bulan tertib lalulintas yang di canangkan Satuan lalu lintas Polres Pekalongan Kota mulai, Rabu (4/3/15).

Sosialisasi kepada masyarakat dipusatkan di perempatan Alun-alun Kota Pekalongan. Dengan simpatik Polisi membagikan brosur berisi informasi tematik
terkait tertib lalulintas.

Kapolres AKBP Luthfie Sulistiawan, melalui Kasatlantas AKP Ady Pratikto menjelaskan, dalam satu tahun ini lalu lintas memiliki 6 program penertiban. Untuk Januari-Februari 2015, penertiban dan penindakan pelanggaran marka jalan.

 ”Saat ini kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk rencana penindakan pelanggaran marka jalan. Salah satunya dengan membagi selebaran, memasang spanduk, talkshow di radio dan media massa lainnya,” jelas AKP Ady Pratikto, didampingi KBO Lantas Iptu Sugiyanto, di sela-sela pembagian pamflet di lampu traffict light Alun-alun Kota Pekalongan, kemarin.

Dikatakan, Januari sampai akhir Februari 2015, Satlantas baru tahap sosialisasi. Kemudian penindakan akan dimulai pada awal Maret dan April 2015.

 ”Bagi masyarakat yang melanggar marka jalan akan langsung kami tilang mulai awal Maret ini. Jadi harus hatu-hati mulai sekarang," tandasnya

Sidak Lokasi, Tim Survai Temukan Permasalahan

February 27, 2015 Add Comment
Sidak Lokasi, Tim Survai Temukan Permasalahan
Sidak Korlantas Mabes Polri bersama Dirjen Bina Marga Kementrian PU 
Kota Pekalongan
Tim dari Dirjen Bina Marga kementrian PU bersama Korlantas Mabes Polri tiba di kota Pekalongan untuk mengecek kondisi dan keadaan jalan serta sarana prasarana di jalur pantura, Tim survai yang didampingi kasatlantas Kota Pekalongan AKP Adi Pra tikno kemaren langsung menginveksi kela yakan jalan terutama kerusakan diruas perlintasan kereta api bendan dan jembatan grogolan.

Beberapa ruas jalan dan jembatan menjadi perhatian tim karena masuk dalam pemetaan pantauan kesiapan sarana jalan jelang Operasi Ketupat Lebabaran nanti.

" kita akan pasang kotak kuning di atas jembatan Grogolan karena posisi penyempitan lokasi dan juga jaraknya terlalu dekat dengan perempatan lampu merah Grogolan." ujar Korlantas Mabes Polri AKBP Mansyur Slamet Selasa (24/2/15) ketika dijumpai di lokasi jembatan Grogolan.

Menurut Mansyur, Upaya pemasangan kotak kuning dimaksudkan untuk mencegah masyarakat pemakai jalan untuk tidak berhenti di tengah jembatan.

" sangat berbahaya kalau beban terlalu berlebihan yang di tanggung oleh jembatan grogolan ini dan ini merupakan upaya jangka pendek agar semua tertata dengan benar." jelasnya.


Dijelaskan Mansyur, bersama timya telah memantau jalan yang ada di pantura dimulai dari Pemalang hingga Pekalongan selanjutnya Pekalongan samapai kudus terus sampai ke surabaya.

Dari hasil temuan, menurut Mansyur, akan segera dilakukan penanganan dengan skala prioritas, diusahakan untuk penyelesaian sebelum lebaran, sementara penanganan yang lebih seperti pelebaran jalan dan jembatan rencananya akan dikerjakan 2 tahun mendatang.

Pelayanan Terpadu Satu Hari Jadi, Tiga Pilar Libatkan Pemkab Pekalongan

February 11, 2015 Add Comment
Pelayanan terpadu satu hari jadi, tiga pilar libatkan pemkab pekalongan
Bupati Antono bersama Kapolresta Pekalongan tinjau pelaksanaan pelayanan terpadu tiga pilar
Pekalongan
Ratusan orang berjubel di Kompleks Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekakalongan, Rabu (11/2/15). Mereka datang untuk memanfaatkan pelayanan satu hari jadi dalam berbagai urusan yang di laksanakan oleh jajaran Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710/Pekalongan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan atau yang lebih dikenal dengan tiga pilar, biasanya tiga pilar bersama Pemerintah Kota Pekalongan namun kali ini dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.

Warga tak hanya mendapt pelayanan pembuatan Kartu Keluarga (KK), pembuatan KTP, Akte Kelahiran, SKCK, Laporan Polisi, Laporan Kehilangan, pemeriksaan kesehatan umum, maupun pemeriksaan kesehatan ibu hamil. Tetapi,juga bisa mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan mata, serta pelayanan donor darah massal.

Dari data yang pekalongan-news terima,  tercatat, warga yang mendapat pelayanan KK, KTP dan Akte Kelahiran mencapai 247 orang. Kemudian, 350 warga mendapat pelayanan kesehatan umum, pelayanan SKCK dan laporan kepolisian lainnya sebanyak 49 orang, pelayanan pemeriksaan gigi sebanyak dua orang, pelayanan kesehatan ibu hamil 29 orang, dan pelayanan kesehatan mata mencapai 111 orang. Sementara, warga yang berminat untuk mendonorkan darahnya mencapai 104 orang.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luhtfie Sulistiawan, pada kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa secara kualitas maupun kuantitas pelaksanaan pelayanan terpadu sinergitas tiga pilar di Kecamatan Buaran itu ada peningkatan dari kegiatan serupa sebelumnya.

 "Untuk kegiatan yang ke tiga kali ini, secara umum sudah lebih baik dari sebelumnya dalam segala hal," ungkapnya.

Kapolresta juga mengakui, penyelenggaraan pelayanan terpadu kali ini dari berbagai segi lebih sempurna.

“Hal ini bisa dilihat dari jumlah masyarakat yang hadir cukup melimpah, serta pelayanannya yang cukup prima. Namun dari kami ini hanya untuk permulaan, pemerinta setempat bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih besar,” ucap dia.

Pada kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan H Amat Antono bersama jajarannya, diampingi unsur pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, menyempatkan diri langsung meninjau penyelenggaraan pelayanan terpadu dan langsung menunjukan rasa senangnya dengan langsung memeberikan apresiasi serta dukunganya pada kegiatan yang menurutnya sangat luar biasa.. 

“Seyogyanya kegiatan ini perlu dikembangkan pada sektor yang lain. Karena Tiga Pilar ini sangat baik, bisa menjadi perekat dan contoh kepada masyarakat dalam menangani masalah. Saya harap kan tidak hanya apelayanan kesehatan dan surat menyurat saja. Ini bisa kita aplikasikan untuk dilakukan di wilayah kami yang lebih luas,” ucap dia.

Amat Antono mengharapkan, pada pelaksanaan mendatang jumlah pelayanan bisa lebih dikembangkan lagi. Tak menutup kemungkinan, kegiatan semacam itu akan dikembangkan pula di kecamatan-kecamatan lain di wilayah Kabupaten Pekalongan.

"Saya juga koordinasikan dengan jajaran, misalnya ada warga yang memeriksakan kesehatan matanya, dan ada indikasi kena penyakit katarak, agar ada tindak lanjutnya, untuk mendapatkan operasi katarak," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Buaran AKP Agus Riyanto, bahwa memang secara wilayah administratif Buaran masuk adalah Kabupaten Pekalongan, namun untuk Kepolisian masuk wilayah Polres Pekalongan Kota.

 “Sehingga dalam kegiatan kali ini untuk pelayanan SIM tidak bisa kami berikan, karena malah membuat ribet masyarakat. Karena walaupun yang memberi pelayanan kami,namun untuk foto dan pencetakan kartu di lakukan di Polres Pekalongan Kajen,” jelas Agus.

Diungkapkan pula selama ini juga dalam pengobatan gratis yang masif seperti ini, jarang diadakan pengobatan mata khususnya katarak. Sehingga termasuk salah satu yang membuat masyarakat antusia untuk datang dan memeriksakan matanya. Sehingga mereka juga bisa menikmati layanan yang lain. Terkait pasien pemeriksaan mata, ditegaskan Agus, bahwa nanti akan segera ditindaklanjuti oleh Pemda Kabupaten Pekalongan.

"Kita kerahkan semua Bhabinkamtibmas untuk menginformasikan ke masyarakat bahwa akan ada kegiatan pelayanan terpadu ini, diinformasikan pula bahwa pelayanan ini gratis. Misalkan ada warga yang sakit dan kesulitan untuk datang ke lokasi, maka kita fasilitasi untuk antar jemput," ungkapnya