googlesyndication.com

1 Comment
Operasi Yustisi, Satpol PP Jaring Pengamen Jalanan Dan Anak Punk, Hasilnya 3 Anak Punk Cewek Dan Anak Punk Pesantren
Beberapa anak punk yang terjaring dalam operasi yustisi diamankan Satpol PP dan dibawa ke kantor Pol PP untuk dilakukan pembinaan
Kota Tegal
Lima anak punk dan dua pengamen jalanan berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam sebuah operasi yustisi yang digelar, Rabu (18/11/15)
kemarin.

Diketahui dari lima anak punk yang terjaring razia terdapat tiga anak punk berjenis kelamin wanita. Empat dari lima anak punk tersebut diamankan dari sebuah kamar kost di Kelurahan Kemandungan.

Mereka berempat antara lain M Rio (20 th) warga Jalan Flamboyan Rt 02 Rw I Kebasen Talang, Kabupaten Tegal, selanjutnya Arina Masikana Putri (14 th) warga Jalan KH Umar Asnawi Buaran, Kebasen Talang, Kabupaten Tegal, lalu Desy setianingrum, warga Jalan Angsana Raya No 21 Rt 03 Rw III Mejasem Barat Kramat, Kabupaten Tegal dan seorang siswa Ponpes Moderen Al quran Pekalongan, M Riziek Mabrur (17 th) warga lemah Duwur Jalan Amngkurat No 17 Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Sementara dua orang pengamen jalanan bernama Rasta bin Warji (39 th) Warga Kampung Kemuning RT 04 Rw VIII Kluwut Brebes dan Maulana Ana Jalan Pati No 7 Margadana, Kota Tegal. Dan seorang anak punk wanita lainya diamankan di perempatan Maya Kota Tegal bernama Nuriyatun Sa'adah (15 th) warga Desa Pengabean Rt 03 Rw VIII Losari, Brebes.

Kasi Penegakan Perda dan Perwal Kota Tegal, Suhardi, mengatakan, anak punk yang diamankan dibawa ke kantor Satpol PP dan akan dimintai keterangan.
"Dan Karena banyak yang masih berada di bawah umur, mereka akan kami bina dulu sebelum dikembalikan ke orang tuanya. Mereka juga akan menandatangani pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama," ujarnya.
Dalam razia yang digelar sejak pagi tersebut, Kasatpol PP menyebar anggotanya hingga kebeberapa titik sekaligus, diantaranya, perempatan Maya Kota Tegal, Terminal, Gor Wisanggeni, Jalan Perintis Kemerdekaan, Pantura dan lokasi yang sering dijadikan arena berkumpul anak jalanan, anak punk dan pengamen jalanan.
"Biasanya didaerah tersebut banyak yang nongkrong, namun kali ini kosong," keluhnya.

Post a Comment

 
Top